Review Jujur Pengalaman Ujian TOPIK di Jakarta (JIKS) vs Surabaya (UKWM): Mana yang Lebih Chill?
Hai, pejuang TOPIK! Buat kamu yang lagi prepare buat ambil Test of Proficiency in Korean (TOPIK), pasti penasaran kan gimana sih vibes ujian di kota yang berbeda?
Pengalaman ikutan tes TOPIK di Jakarta Indonesia Korean School (JIKS) dan Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya punya cerita dan tantangannya masing-masing. Biar nggak kaget kayak aku dulu, yuk spill detail lengkapnya mulai dari akses jalan, fasilitas, sampai aturan ketatnya di sini!
1. Tes TOPIK di Jakarta: JIKS (Jakarta Indonesia Korean School)
Tes di JIKS Jakarta punya vibes ala sekolah swasta elit Korea yang bikin takjub sekaligus deg-degan.
Akses Jalan & Transportasi
- Kondisi Jalan: Lokasinya berada di jalanan yang lumayan kecil (cukup untuk dua mobil atau dua Jaklingko bersisian) dan agak berliku-liku. Tidak ada rute Transjakarta ke sini karena jalannya memang tidak memungkinkan.
- Tips Pulang-Pergi: Kalau ambil TOPIK I (sesi pagi), perjalanan biasanya masih lancar. Tapi buat TOPIK II (siang sampai sore), siap-siap hadapi macet karena jalannya sempit dan banyak mobil menuju lokasi.
- Tips Transportasi Alternatif: Daripada nunggu Jaklingko 36 yang sering banget penuh, pas pulang mending jalan sedikit ke Pasar Hek 2 lalu naik Jaklingko 108. Lebih gercep!
Fasilitas & Aturan Main
- Satpam & Panitia Super Ramah: Satpamnya ramah banget dan bakal ngarahin kita masuk. Tapi, siap-siap kendala bahasa karena instruksi full menggunakan bahasa Korea. Bahkan sapaan bahasa Indonesia dari kita kadang dibalas pakai bahasa Korea, jadi andalannya cuma bahasa tubuh!
- Aturan Elektronik & Jam Tangan: Jangan bawa jam tangan (bahkan jam analog sekalipun dilarang keras!). Tenang saja, di setiap kelas sudah disiapkan jam dinding. Semua barang elektronik seperti HP, tablet, TWS, hingga smartwatch mutlak dilarang. HP utama wajib dikumpulkan ke dalam tas khusus HP khas sekolah swasta elit.
- Aturan Rekam: Jangan coba-coba ngerekam area sekolah saat masuk kalau tidak mau langsung negur petugas.
Alat Tulis & Korektor:
- Panitia menyediakan pulpen khusus ujian: pulpen kecil untuk menulis nama dan pulpen besar untuk melingkari jawaban.
- Wajib bawa correction tape (tipex kertas), jangan bawa tipex cair karena berisik dan dilarang. Di sana memang disediakan, tapi karena pengawasnya orang Korea dan kurang paham bahasa Indonesia, lebih aman bawa sendiri.
- Tips penting: Usahakan bisa menulis nama dalam huruf Hangul, karena kamu wajib menuliskannya di lembar jawaban dan buku soal (selain nama Inggris).
2. Tes TOPIK di Surabaya: UKWM (Universitas Katolik Widya Mandala)
Pindah ke Surabaya, ujian dilangsungkan di kampus UKWM dengan suasana yang jauh lebih lokal dan santai secara bahasa, tapi punya tantangan logistik tersendiri.
Lokasi & Registrasi
- Lokasi Tepat: Pastikan ojol mengarahkan ke Gedung Pascasarjana Graha Widya Mandala. Jangan salah mendarat ke gedung utama yang kebetulan tutup (meski kalau jalan kaki sebenarnya cuma berjarak sekitar 100 meter).
- Alur Masuk: Registrasi dan tanda tangan dilakukan di lantai 2, setelah itu baru gantian naik lift.
Keamanan & Barang Bawaan (Catatan Penting!)
- Sistem Keamanan Gadget: Sistem penyimpanan barang elektronik di sini agak tricky dan kurang disarankan membawa gadget berlebihan di luar smartphone. Tablet yang aku bawa hanya ditaruh di kotak terbuka di luar ruangan aula auditorium. Aman atau tidaknya murni bergantung pada kejujuran peserta dan panitia, karena proses pengambilan barang saat selesai ujian dilakukan mengantri sesuai urutan keluar. Kalau ambil tes lagi di Surabaya, it's a no buat bawa tablet dan dua HP; cukup bawa satu smartphone saja demi keamanan pikiran.
Suasana Ujian & Ruangan
- Bahasa Pengantar: Full menggunakan Bahasa Indonesia karena pengawas dan panitianya orang lokal. Tapi ingat, aturan tetap ketat—ketahuan pinjam correction tape bisa langsung didiskualifikasi karena dianggap nyontek. Bahkan saat pengecekan identitas di aula yang berhijab telinganya diraba apakah ada tws terpasang atau tidak. Sebegitu ketatnya.
- Drama Turun Gedung: Karena aula ujian ada di lantai 7, peserta TOPIK I setelah selesai ujian harus turun lewat tangga darurat karena lift diprioritaskan untuk peserta TOPIK II yang akan masuk. Jadi, begitu selesai, peserta TOPIK I harus gercep keluar ruangan.
Nah, itu tadi perbandingan seru pengalaman tes TOPIK di Jakarta dan Surabaya. Masing-masing punya keunikan dan rules tersendiri yang harus kamu patuhi supaya ujiannya berjalan lancar tanpa drama.
Kamu sendiri tim ujian TOPIK di kota mana nih? Kalau ada pertanyaan seputar persiapan atau pengalamannya, langsung komen di bawah ya!
Post a Comment