23 October 2026
Review Jujur Pengalaman Ujian TOPIK di Jakarta (JIKS) vs Surabaya (UKWM): Mana yang Lebih Chill?
Hai, pejuang TOPIK! Buat kamu yang lagi prepare buat ambil Test of Proficiency in Korean (TOPIK), pasti penasaran kan gimana sih vibes ujian di kota yang berbeda?
Pengalaman ikutan tes TOPIK di Jakarta Indonesia Korean School (JIKS) dan Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya punya cerita dan tantangannya masing-masing. Biar nggak kaget kayak aku dulu, yuk spill detail lengkapnya mulai dari akses jalan, fasilitas, sampai aturan ketatnya di sini!
1. Tes TOPIK di Jakarta: JIKS (Jakarta Indonesia Korean School)
Tes di JIKS Jakarta punya vibes ala sekolah swasta elit Korea yang bikin takjub sekaligus deg-degan.
Akses Jalan & Transportasi
- Kondisi Jalan: Lokasinya berada di jalanan yang lumayan kecil (cukup untuk dua mobil atau dua Jaklingko bersisian) dan agak berliku-liku. Tidak ada rute Transjakarta ke sini karena jalannya memang tidak memungkinkan.
- Tips Pulang-Pergi: Kalau ambil TOPIK I (sesi pagi), perjalanan biasanya masih lancar. Tapi buat TOPIK II (siang sampai sore), siap-siap hadapi macet karena jalannya sempit dan banyak mobil menuju lokasi.
- Tips Transportasi Alternatif: Daripada nunggu Jaklingko 36 yang sering banget penuh, pas pulang mending jalan sedikit ke Pasar Hek 2 lalu naik Jaklingko 108. Lebih gercep!
Fasilitas & Aturan Main
- Satpam & Panitia Super Ramah: Satpamnya ramah banget dan bakal ngarahin kita masuk. Tapi, siap-siap kendala bahasa karena instruksi full menggunakan bahasa Korea. Bahkan sapaan bahasa Indonesia dari kita kadang dibalas pakai bahasa Korea, jadi andalannya cuma bahasa tubuh!
- Aturan Elektronik & Jam Tangan: Jangan bawa jam tangan (bahkan jam analog sekalipun dilarang keras!). Tenang saja, di setiap kelas sudah disiapkan jam dinding. Semua barang elektronik seperti HP, tablet, TWS, hingga smartwatch mutlak dilarang. HP utama wajib dikumpulkan ke dalam tas khusus HP khas sekolah swasta elit.
- Aturan Rekam: Jangan coba-coba ngerekam area sekolah saat masuk kalau tidak mau langsung negur petugas.
Alat Tulis & Korektor:
- Panitia menyediakan pulpen khusus ujian: pulpen kecil untuk menulis nama dan pulpen besar untuk melingkari jawaban.
- Wajib bawa correction tape (tipex kertas), jangan bawa tipex cair karena berisik dan dilarang. Di sana memang disediakan, tapi karena pengawasnya orang Korea dan kurang paham bahasa Indonesia, lebih aman bawa sendiri.
- Tips penting: Usahakan bisa menulis nama dalam huruf Hangul, karena kamu wajib menuliskannya di lembar jawaban dan buku soal (selain nama Inggris).
2. Tes TOPIK di Surabaya: UKWM (Universitas Katolik Widya Mandala)
Pindah ke Surabaya, ujian dilangsungkan di kampus UKWM dengan suasana yang jauh lebih lokal dan santai secara bahasa, tapi punya tantangan logistik tersendiri.
Lokasi & Registrasi
- Lokasi Tepat: Pastikan ojol mengarahkan ke Gedung Pascasarjana Graha Widya Mandala. Jangan salah mendarat ke gedung utama yang kebetulan tutup (meski kalau jalan kaki sebenarnya cuma berjarak sekitar 100 meter).
- Alur Masuk: Registrasi dan tanda tangan dilakukan di lantai 2, setelah itu baru gantian naik lift.
Keamanan & Barang Bawaan (Catatan Penting!)
- Sistem Keamanan Gadget: Sistem penyimpanan barang elektronik di sini agak tricky dan kurang disarankan membawa gadget berlebihan di luar smartphone. Tablet yang aku bawa hanya ditaruh di kotak terbuka di luar ruangan aula auditorium. Aman atau tidaknya murni bergantung pada kejujuran peserta dan panitia, karena proses pengambilan barang saat selesai ujian dilakukan mengantri sesuai urutan keluar. Kalau ambil tes lagi di Surabaya, it's a no buat bawa tablet dan dua HP; cukup bawa satu smartphone saja demi keamanan pikiran.
Suasana Ujian & Ruangan
- Bahasa Pengantar: Full menggunakan Bahasa Indonesia karena pengawas dan panitianya orang lokal. Tapi ingat, aturan tetap ketat—ketahuan pinjam correction tape bisa langsung didiskualifikasi karena dianggap nyontek. Bahkan saat pengecekan identitas di aula yang berhijab telinganya diraba apakah ada tws terpasang atau tidak. Sebegitu ketatnya.
- Drama Turun Gedung: Karena aula ujian ada di lantai 7, peserta TOPIK I setelah selesai ujian harus turun lewat tangga darurat karena lift diprioritaskan untuk peserta TOPIK II yang akan masuk. Jadi, begitu selesai, peserta TOPIK I harus gercep keluar ruangan.
Nah, itu tadi perbandingan seru pengalaman tes TOPIK di Jakarta dan Surabaya. Masing-masing punya keunikan dan rules tersendiri yang harus kamu patuhi supaya ujiannya berjalan lancar tanpa drama.
Kamu sendiri tim ujian TOPIK di kota mana nih? Kalau ada pertanyaan seputar persiapan atau pengalamannya, langsung komen di bawah ya!
22 October 2026
Intip Keseruan Choi Ye-na di The Manager Episode 416: Dari Kamar Tidur Cozy hingga Reunion Manis dengan Kim Min-ju!
Halo para K-Popers dan penonton setia variety show Korea! Buat kamu yang nggak sempat nonton atau pengen flashback keseruan, episode terbaru dari program hits MBC "The Manager" (Omniscient Interfering View) sukses bikin penggemar histeris sekaligus terharu. Di episode ke-416 ini, solois imut dan energik Choi Ye-na didapuk menjadi bintang tamu yang membongkar keseharian uniknya di rumah.
Mulai dari hobi nyeleneh, sisi emosional masa lalu, hingga momen reuni bareng sahabat dekatnya sesama eks-IZ*ONE, semuanya lengkap dibahas di sini! Yuk, intip rangkuman lengkapnya di bawah ini!
1. Kamar Tidur Estetik dan Hobi Unik Choi Ye-na
Pecinta drakor dan variety show pasti dibuat salah fokus sama kamar tidur Ye-na yang super cozy. Nggak cuma nyaman buat tidur, Ye-na punya setup TV portable unik yang ada di dekat ranjangnya.
Usut punya usut, Ye-na ternyata punya kebiasaan lucu saat bangun tidur langdung menonton TV berbagai video menarik hingga hobi kreatif dekat ranjang. Yang kadang bikin manajer dan panelis studio geleng-geleng kepala—seperti saat ia asyik bermain dengan mainan squishy bahkan beli suntikan untuk mengeluarkan angin dari squishy. Pantas saja Yena disukai bocil ya hobinya kek gitu.
Interior rumahnya penuh action figure, Ye-na juga punya ruangan khusus hobi dan gaming room lengkap dengan rak pajangan koleksi figur, mainan, serta berbagai pernak-pernik lucu yang menunjukkan sisi cerianya.
2. Masakan Penuh Cinta dari Ibu dan Aksi Gokil Cover Dance "Cinderella"
Belum lengkap rasanya kalau nggak ngebahas soal makanan. Di episode ini, diperlihatkan bagaimana ibunya menyiapkan berbagai menu lezat penuh cinta, termasuk hidangan kepiting favorit. Ibunya hampir tiap hari masakin buat Choi Yena.
Nggak cuma itu, suasana rumah makin pecah saat Ye-na tiba-tiba nge-dance lagu legendaris "Cinderella" milik Seo In Young dengan penuh semangat di lorong rumahnya. Kata ibunya, Choi Yena memang suka menyanyi di karaoke, lagu yang sering diputar lagu Cinderella. Energinya bener-bener menular dan sukses bikin seisi studio ikut bersemangat!
3. Sisi Emosional: Cerita Masa Kecil dan Hubungan Hangat dengan Keluarga
Di balik imejnya yang selalu ceria dan penuh energi di atas panggung, Choi Ye-na sempat membagikan cerita mengharukan tentang masa kecilnya. Ia secara terbuka mengenang perjuangannya saat harus berjuang melawan penyakit parah di masa lalu sebagai seorang anak. Tapi kedua orang tuanya tak pantang menyerah. Bahkan pernah gegara penyakitnya diagnosis ga bisa jalan. Ibunya dengan keras menyemplungkan choi yena ke dalam kolam sauna sampai tenggelam. Tapi ibunya diam sampai Yena berusaha berjalan sampai bisa jalan. Dukungan penuh dari keluarga membuatnya bisa tumbuh menjadi sosok yang kuat dan positif seperti sekarang. Bahkan kesuksesannya ia belikan rumah untuk orang tuanya dan mobil.
4. Reunion Manis Eks-IZ*ONE: Kedekatan Ye-na dan Kim Min-ju
Puncak keseruan yang paling ditunggu-tunggu oleh para Wizone (fandom IZONE) adalah kehadiran Kim Min-ju! Ternyata, mereka adalah tetangga dekat yang sering menghabiskan waktu bersama.
Kedekatan mereka terlihat sangat natural saat Min-ju datang berkunjung ke rumah Ye-na. Keduanya terlihat asyik mengobrol, bermain tebak nama cemilan, sambil menikmati waktu santai berdua di ruang tamu. Interaksi manis "bestie" ini kek anak SD kata para cast, 2 jam main langsung pulang.
5. Rencana ide konser Choi Yena
Selama ini ide aksi panggung Yena didapatkan ide Yena sendiri. Kek pas festival summer pakai baju ultraman. Meski kepanasan sampai siram air ke kostumnya tapi mendapatkan respon postif karena beda dari yang lain. Trus ide ganti kostum saat di panggung pas acara award juga mendapatkan respon bagus. Makanya ia mau melakukan hal itu di konsernya. Di konsernya rame dan banyak penonton bocil ditemani orang tuanya. Sepertinya episode ini promosi konser Choi Yena. Ga heran ya, lagunya cocok dengan image Yena
21 October 2026
Sebagai pengguna skincare dan kosmetik Viva, sudah lama ingin ke Viva Beauty Center di Surabaya. Sayangnya gagal mulu. Sudah reservasi ga datang, maklumlah aku dari luar Surabaya. Ke Surabaya saat lagi ada perlu. Nah akhirnya aku kesampain di sini. Banyak yang berubah, daftar layanan ga sebanyak dulu. Aku reservasi dulu by whatsapp. Kudu wajib reservasi ga bisa mendadak kayaknya. Fast respon kok balasan di whatsapp.
Kebetulan aku datang pas hari Minggu, kebetulan aku reservasi jam 12 siang hari minggu. Pas ke sana, aku kaget kok tulisannya close, untung satpam nyamperin "sudah reservasi?" Aku jawab iya. Langsung dibukain pintu dan tunggu. Di ruang tunggu. Jika kalian reservasi jam 12 siang pas dipanggil ya sesuai janji reservasi. Mungkin ini alasan reservasi hanya melayani yang reservasi saja.
Di sana diminta pakai kemben yang disediakan oleh sana, ga pakai baju dan daleman. Trus facial. Facial doang ada sejam entahlah apa saja yang dilakuin. Aku suka terapisnya ga banyak ngobrol ke ranah privacy. Ya kerja. Kirain karena aku facial elektrik bakalan bentar ternyata tidak. Facial doang tapi ada pijat sampai bahu padahal bukan totok wajah. Mantul sih pijatannya bahkan dirapihin alisnya. I like it. Meski berdosa ya sudahlah ya. Trus totok sakit sih dan durasinya sejam juga. Tapi ya ngefek ke muka ga tahu kenapa ga stress dan ga pusing lagi. Terapis untuk facial dan totok beda orang.
Berhubung aku pernah facial pertama ditempat lain dan sakit banget jadi di Viva Beauty Center kali ini biasa saja kecuali totok wajah dan ekstraksi komedo secara manual deh. Selebihnya elektrik. Hasilnya bagus di aku. Bersih dan wajah ga kendor. Secara usia aku 30an. Kata orang sekitar wajahku glowing.
Terus harganya worth it murah dan setelah dua hari ga sakit atau pedih setelah facial. Bahkan bisa pakai skincare baik sunscreen, serum peeling dan serum retinol. Aku suka sih bakalan ke sini lagi jika waktunya ada. Ga ada efek samping yang aku rasakan.
19 September 2026
Review Film Detective Conan: Fallen Angel of the Highway — Adrenalin Tinggi di Jalanan Kanagawa
Bagi para penggemar setia petualangan detektif cilik Shinichi Kudo yang terjebak dalam tubuh Conan Edogawa, kehadiran film layar lebar tahunan selalu menjadi momen yang paling dinantikan. Tahun ini, franchise mahakarya Gosho Aoyama kembali menggebrak bioskop melalui film ke-29 yang berjudul Detective Conan: Fallen Angel of the Highway (Meitantei Konan: Haiwei no Datenshi).
Sinopsis dan Latar Belakang Cerita
Cerita bermula ketika Profesor Agasa, Haibara, dan Tim Detektif Cilik berlibur ke sebuah hotel di Prefektur Kanagawa. Di sana, mereka dikejutkan oleh kemunculan misterius sebuah sepeda motor hitam tanpa pengendara atau yang kerap disebut sebagai motor hitam tanpa kepala. Fenomena aneh ini langsung memicu rasa penasaran Conan.
Usut punya usut, teror kendaraan roda dua ini tidak berhenti pada cerita hantu semata. Situasi berubah menjadi kekacauan massal ketika aksi kejar-kejaran berkecepatan tinggi melibatkan kepolisian Prefektur Kanagawa, khususnya Chihaya Hagiwara. Konspirasi semakin rumit tatkala melibatkan isu teknologi mutakhir seperti sistem kemudi otomatis (assistant driving system), manipulasi data besar (big data), hingga ancaman bom serta aksi peretasan truk-truk besar di jalan tol. Konflik memuncak saat Ran Mouri menjadi korban penculikan dalam situasi yang menegangkan.
Analisis Poin-Poin Penting Film
Sebagai film box office yang meraup pendapatan masif di Jepang, Detective Conan: Fallen Angel of the Highway membawa beberapa elemen penting yang membedakannya dari film-film pendahulunya:
1. Fokus pada Aksi Kendaraan & Polisi Lalu Lintas: Berbeda dengan film sebelumnya yang sering mengambil setting gedung pencakar langit atau pulau terpencil, film ini menyoroti dunia jalan raya dan satuan polisi lalu lintas, dengan Chihaya Hagiwara memegang peran penting di garis depan.
2. Isu Teknologi Modern yang Relevan: Mengangkat tema konspirasi modern mengenai kecerdasan buatan AI pada kendaraan otonom, membuat misteri pembunuhan dan teror di jalan tol terasa sangat dekat dengan isu zaman sekarang.
3. Nilai Emosional yang Mendalam: Film ini menjadi penanda historis sekaligus sangat emosional bagi para penggemar karena merupakan proyek film fitur terakhir yang melibatkan mendiang pengisi suara Ran Mouri, Wakana Yamazaki, sebelum beliau berpulang.
Kelebihan dan Kekurangan Film
Agar penilaian ini objektif dan berguna bagi Anda yang ingin atau baru saja menyaksikannya di bioskop, berikut adalah rincian kelebihan serta kekurangan dari Detective Conan: Fallen Angel of the Highway:
Kelebihan (Pros)
- Pementasan Aksi yang Spektakuler: Adegan kejar-kejaran motor dan mobil di jalan tol digarap dengan animasi yang sangat dinamis, cepat, dan memacu adrenalin penonton sejak awal durasi.
- Misteri yang Berlapis: Alur cerita berhasil memadukan unsur investigasi klasik ala detektif dengan intrik spionase modern serta ancaman teknologi tinggi.
- Pengembangan Karakter Pendukung: Karakter polisi seperti Chihaya Hagiwara mendapatkan porsi pengembangan yang solid, membuat dinamika cerita terasa segar dan tidak hanya berpusat pada Conan semata.
- Skor Musik yang Mendukung Suasana: Musik gubahan Yugo Kanno sukses membangun ketegangan di setiap adegan investigasi maupun aksi kejar-kejaran berkecepatan tinggi.
Kekurangan (Cons)
- Ambisi Cerita yang Terlalu Luas: Terkadang, ambisi film untuk memasukkan terlalu banyak elemen—mulai dari misteri masa lalu, teknologi AI, hingga konspirasi kriminal—membuat beberapa bagian cerita terasa padat dan terburu-buru.
- Penyelesaian Kasus yang Terasa Instan: Sebagian penonton mungkin merasa bahwa konklusi dari beberapa teka-teki rumit diselesaikan dengan cara yang terlalu khas formula film animasi komersial, sehingga mengurangi sedikit ketegangan logika deduksinya.
- Ekspektasi Karakter Utama: Bagi penggemar yang mengharapkan porsi investigasi murni tanpa terlalu banyak aksi "over-the-top" khas film modern Conan, beberapa adegan aksi ekstrem mungkin terasa sedikit berlebihan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Detective Conan: Fallen Angel of the Highway layak mendapatkan jempol sebagai salah satu tontonan anime layar lebar yang sangat menghibur tahun ini. Film ini berhasil menyeimbangkan antara drama emosional, misteri investigasi, dan aksi laga beroktan tinggi di atas aspal jalan raya.
Bagi Anda penggemar setia petualangan Conan, film ini wajib masuk ke dalam daftar tontonan wajib untuk merasakan ketegangan investigasi kelas atas di bioskop.
Subscribe to:
Posts (Atom)
