Saturday, September 7, 2019

Review Komentar film Twivortiare

0



Sudah lama aku gak nonton film Reza Rahadian. Alasan aku menonton masih gak percaya dengan kabar perceraian Vampire couple Ahn Jae Hyun Go Hye Sun dan belum bisa move on Songsong couple.

Nah kebetulan kisah ini soal divorce dan twitter. Ya ceweknya suka curcol di twitter dan permasalahan personality yang nikah cerai nikah.

Memang ini kisah soal metropolitan. Kalau dari orang udik kek aku gak paham ama gaya bahasa gaul mereka, busana dan pergaulannya. Tapi yang bisa aku petik disini adalah soal pernikahan. Pentingnya saling komunikasi, pengertian dan tidak egois. Ibarat kata bila kamu mendambakan cowok romantis tapi pria yang kamu cintai nikahi orangnya lempeng flat kek Alex dan Beno. Beno juga gitu istrinya nungguin dia pulang kerja eh Beno cuek langsung tidur. Ya mau gimana lagi pekerjaannya dokter bedah. Dokter yang gak ada waktu tuk pasangannya time is value. Jadi tuk itu Ya kamu saling nerimo dan ngertiin jangan egois minta menuntut. Sepertinya pesan dari mbak Ika Natassa selaku penulis novel bahwa mencari pasangan bukanlah kesamaan kadang opposite side justru saling melengkapi. 

Aku kurang tahu soal Raihanun soalnya film yang dia bintangi jarang ada di bioskop. Tapi akting dan pesonanya luar biasa. Mungkin ya Mas Reza kudu vakum dulu deh soalnya aku merasa aktingnya stagnan beberapa terakhir ini dari Benyamin, My Stupid boss 2, dan twivortiare. Bukan aktingnya buruk namun hanya saja karakter yang dibawakan tidak hidup. Karakter si Beno yang flat menoton kaku tersampaikan namun tidak ada rasa.

Mas Benny Setiawan selaku sutradara memang ahli bikin film drama aku pernah nonton film besutannya dari Dealova dan Waalaikumsalam Paris nah yang ini bagus dan ngena buat aku.

Seenggaknya aku nonton ini jadi pembelajaran soal pernikahan.

Friday, September 6, 2019

Review Komentar film Gundala

0



Film jagoan ini dari segi cerita aku bingung karena aku pikir musuhnya pengkor ternyata ada musuh besarnya. Mungkin aku bukan generasi yang mana mengenal komik gundala dan serial jagoan lainnya jadi tidak relate ama pengenalan tokohnya. 

Tapi bagi yang belum pernah baca komiknya tak masalah karena penyudatraan Joko Anwar tak usah diragukan. Berhubung Gundala adalah leader dari tokoh serial jagoan lainnya maka kudu nonton ini karena bakal ada serialnya.

Aktor yang berperan di film Gundala sepertinya kesukaan Joko Anwar. Sebut saja Abimana pernah main di catatan si boy. Trus Tara Basro di film A copy of mind, pengabdi setan dan gundala ini. Hal ini juga disindir oleh Tompi. Oleh bang Joko bahwa saat menulis skrip memang langsung terlintas Abimana. Dirasa tepat Gundala diperankan Abimana karena tokohnya digambarkan pendiam, memiliki masa kecil yang yaa tidak jauh berbeda dengan kisah kecilnya pernah dikeroyok. Kenapa tahu aku fans berat Abimana, hampir semua filmnya aku nonton. Apalagi jika kalian nonton kisah hidupnya lewat interview wah sungguh struggle. 

Bagi aku ceritanya bagus ada banyak pesan moral tentang keadilan hati nurani, sosial dan hidup. Negeri ini butuh patriot sepertinya Bang Joko secara tersirat menyindir keadaan Negeri ini. 

Jika ini mirip film Marvel hmm aku gak nonton film Marvel, dulu suka sekarang tidak karena ceritanya sudah mengada- ada dan bulet kek sinetron. Menurut aku dirasa sangat jauh berbeda dengan film Marvel Superhero. Kenapa? Karena ini dari komik Gundala tahun era 80an yang mana sang penulis Komik Gundala terinspirasi dari Ki Ageng Seno penangkap petir. Sedangkan The Flash itu belum ada zaman 80an itu. Ya kek wafer superman yang sudah gak ada tokoh superman disangkanya ambil dari Marvel padahal tokoh superman sendiri memang sudah ada versi Indonesia bahkan gugatan dimenangkan oleh si perusahaan wafer. 

Aku gak jago ya dalam mendeskripsikan suatu film atau berkomentar. Yang jelas kalian nonton ini tuh gak rugi. 

Saturday, August 31, 2019

Review Komentar Drama Korea Wacther

0



Bagaimana jadinya institut penegak hukum ada yang tidak beres? Apa yang kamu lakukan? Jadinya kek di drama ini polisi nangkep polisi dengan saling mengawasi. Yang aku suka adalah plot twist yang susah ditebak rumit jelimet dan yang nonton bikin orang migrain. Karena nonton ini sungguh ngajak mikir dan cerita yang berat. 

Aku kagum ama akting Seo Kang Joon yang melesat bagus. Aku baru tahu dia boyband 5urprise sebenarnya. Sebenarnya aku pernah lihat drama dia sebelumnya seperti Are You Human? Cunning Single lady, To Beautiful You, Encounter belum Beauty Inside Movie.

Nonton drama ini mengubah perspektif dalam menegakkan keadilan dengan caranya masing- masing. 


Do Chi Gwang bisa dibilang leader Tim Investigasi Polisi Korupsi. Dengan pembawaannya dia yang santai, jeli dan pintar membaca situasi gak heran termasuk polisi yang disegani. Aku pikir dia pria yang lurus ternyata nyeleneh dan sesat juga dalam menegakkan keadilan. Caranya itulah bisa jadi boomerang buat dia untungnya cerdas baca situasi.



Kim Young Koon punya misi menangkap polisi korup karena ibunya dibunuh di depan mata dia sendiri oleh ayahnya juga polisi. Karena itulah bertekad menangkap polisi korup namun mendalami kasus ayahnya yang ada malah mengetahui siapa pembunuh ibunya sebenernya.


Han Tae Joo seorang jaksa beralih ke pengacara karena rasa trauma pernah dianiaya oleh polisi korup. Atas dasar itulah bergabung tim investigasi polisi korup agar mencari tahu siapa kura- kura yang mengakibatkan trauma mendalam dan ketidakpercayaan pada penegak hukum


Park Joo Hee, seorang investigasi forensik yang diasingkan ke tim investigasi korupsi ternyata ada udang di balik batu.

Semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu mencari tahu dan menangkap Jang Society (penjahat elite politik) tapi caranya berbeda di tiap personel tim investigasi polisi korup. Hal inilah yang membuat jalan cerita unik dan kompleks. Sepertinya akan ada season 2 mengingat ending yang gantung

Review Komentar Drama Korea Designated Survivor : 60 Days

0



Aku masih ingat waktu SMP kelas 8, Guru PKN nanya gini ke aku "Jika presiden Indonesia dan jajarannya satu kabinet diboom tewas seketika, siapa yang jadi penggantinya?" aku jawab iya itu rival saat jadi pemilu. Beliau mengiyakan. 

Tetapi di drama korea ini ternyata sistemnya berbeda, jika ada salah satu jajarannya selamat maka dia ditunjuk jadi presiden interim (ya presiden sementara). Wah lika liku mencari dalang boom di gedung Majelis Nasional Korea ternyata rumit dan kompleks sekali. Aku tidak spoiler yaa. Kalian kudu nonton bagus kok banyak hal yang aku pelajari tentang politik, bahasa diplomatis, strategi politik dan seluk beluk dunia pemerintahan.

Park Moo Jin

Jika kalian nonton drama Jang Geum pasti tahu aktor ini. Gila ya masih ganteng. Aku suka aktor di era dia yang mana gantengnya tidak banyak polesan. Digambarkan karakter yang lugu dalam politik apalagi dia hanyalah menteri lingkungan hidup ditugaskan mencari solusi atas polusi udara di korea selatan. ( Bagi yang belum tahu korea selatan banyak debu halus katanya sih kiriman dari Tiongkok makanya lari ke sini, kata orang di sana yaa pas nonton di youtube). Nah si Menteri Park dipecat karena lalai  akan tugasnya padahal beliau menemukan salah satu  meningkatnya polusi udara debu halus yaitu jumlah impornya mobil yang tidak sesuai sebagaimana mestinya. Nah karena dipecat sebelum pas Presiden lagi konferensi pers eh gedungnya di boom. Jadilah semrawut keadaan Korsel. Nah beliau yang selamat ditunjuk presiden Interim. 

Aku gak bakal jelasin satu per satu karakter tapi aku ulas berpolitik di drama ini. 


Nah kita mulai dari kepala staff kepresidenan yang diperankan oleh Seon Seok Koo. Menjadi kepala staff yaitu ibarat Presiden keluar jalur dari tugasnya nah beliau inilah menegur hanya untuk survei kepuasan beliau tidak turun. Di korsel tiap harinya survei pemerintahan dinamis sesuai kinerjanya. Cara akting dia salut dan kamu tahu dia chaebol karena dia CEO dan investor perusahaan di bidang manufaktor dan semasa kuliah di Amerika ia belajar akting di sana, pantas aktingnya oke punya. 


Lalu menjadi istri seorang presiden. Gak di Indonesia di Korsel ternyata ada ya namanya suami- suami takut istri. Di sini menjadi istri kudu peka jika suami curhat apakah dia butuh jadi pendengar atau solusi. Nah di sini perannya.

Trus menjadi juru bicara presiden yang diperankan oleh Lee Moo Saeng good job. Bagaimana saat genting dengan bahasa diplomatis yang yaa bukan perkataan apa adanya. Pokoknya public speaking kudu berbeda.

Pasti ada jurnalis kepresidenan yang berpengaruh yang mana media lain mem- beo. Nah disini peran jurnalis kadang menjatuhkan atau bagus tergantung pintat menjawabnya.


Lalu ada Kang Ha Na jadi orang intel. Akting dia jadi orang intel keren dan aku rada kaget ama visualnya yang glamor seksi disini berantakan dan tangguh. Benar- benar beda ya seperti lihat Han Na kyung.

Pokoknya nonton drama ini mengubah prespektif tentang dunia politik. Politik ya seperti itu. Bener kata PM Malaysia Doktor M, bahwa cuma dengan politik yang bisa mengubah dunia.

Monday, August 26, 2019

Review komentar film Bumi Manusia

0



Aku kecewa nonton ini. Bertahun- tahun nungguin ini film rilis kok endingnya kecewa. Ya ga sesuai ekspektasi. Aku juga kaget kenapa sutradara Mas Handung aktornya Iqbal Ramadhan karena aku kepoin pas tahap produksi gak gini. Ternyata pas cek di wikipedia mengalami masalah dan pergantian sutradara. Ya namanya dari novel bukan hal mudah memang divisualkan dalam film. Apa ya baru itungan menit aku ga pernah berhenti lihat jam karena saking bosenin padahal film Bumi Manusia.  Novel terlegend sepanjang masa. Terus akting para aktor khususnya Iqbal Ramadhan hmm kurang hidup. Belum lagi jalan cerita yang mana ambil jalan aman tidak mendalam soal ideologi lebih ke kisah cinta.

Aku bisa memahami kenapa dalam tahap produksi berkali- kali ganti sutradara karena idealis sutradara berbeda dalam memproduksi suatu film dengan amanah mengadaptasi novel karya Pramoedya Ananta Tur. Belum dihadapkan pada suatu pilihan orang industry. Jadi yaa Aku maklumi sih meski kurang puas dengan filmnya. Tapi ya sudahlah sebagai penikmat film not bad tapi bagi yang belum pernah baca novelnya lebih baik baca novelnya karena ada beberapa scene lebih nyambung setelah baca novel. Karena kan tidak mudah novel yang kompleks permasalahnnya divisualkan dalam film durasi 3 jam.

Aku ga paham kenapa film ini tidak mengambil aktor yang papan atas mumpuni kan banyak, kenapa memilih aktor yaa belum jam terbang dalam bermain film. Aku jadi pengen nonton yang perburuan sayang ga tayang di bioskop. 

Jadi suka film HOS Cokroaminoto kata orang ceritanya kurang tapi karena ini biopik aku memaklumi apalagi akting para aktor mumpuni sebut saja Reza Rahadian dan aktor figuran sangat hidup seperti yang berperan semar. Sama- sama durasi 3 jam aku nontonnya gak kerasa.