04 Agustus 2026
Mengintip Keseharian Bae Na Ra di 'I Live Alone' Episode 631: Dari Rutin Sehat Hingga Sisi Asli Sang Aktor
Aktor Bae Na Ra baru-baru ini menyapa para penggemarnya lewat penampilan di variety show populer I Live Alone (Home Alone) Episode 631. Lewat episode ini, penonton diajak melihat sisi kasual dan rutinitas harian Bae Na Ra yang sudah berpengalaman hidup sendiri selama 16 tahun.
1. Bangun Pagi dan Rutinitas Sehat
Bae Na Ra memulai harinya dengan bangun tidur sekitar pukul 09:30 pagi. Bae Na Ra ternyata kalau tidur kudu pakai penutup mata, telinga bahkan lampu kudu mati. Jadi kudu sunyi dan gelap. Begitu membuka mata, ia tidak membuang waktu dan langsung menyibukkan diri dengan rutinitas paginya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan tubuh dan staminanya, hal pertama yang ia lakukan di dapur adalah mengonsumsi suplemen kesehatan dan menuang segelas penuh jus tomat segar. Interior rumahnya tipe studio yang kalau buka pintu terlihat semua kasur, dapur dan meja. Bahkan dilihat bentuk renov masih gedung lama jadul. Memang ya aktor bukan chungmuro hidupnya hemat banget. Apalagi industri dunia film drama banyak para aktor yang bayarannya over budget ga heran sih para aktor yang ga terkenal banget banyak double job part time gitu.
2. Kehadiran Si Cantik "Gureum"
Di sela-sela aktivitas rumahnya, Bae Na Ra memperlihatkan kasih sayangnya pada kucing kesayangannya bernama Gureum. Awalnya Gureum adalah kucing jalanan yang ia asuh sementara, namun akhirnya diputuskan untuk diadopsi dan dijadikan anggota keluarga seutuhnya. Meski memelihara kucing di episode ini, Bae Na Ra ga main kucing banget. Bahkan kucingnya tahu diri ga tidur di kasur Bae Na Ra, ga poop dan kencing sembarangan. Ya stay di keranjang tidurnya kucing. Kapan ya di Indonesia ada regulasi perihal kotoran hewan peliharaan. Muak banget rumah jadi tempat tai kucing dan berantem kucing tetangga.
3. Brunch Praktis dan Rapi
Sisi teratur Bae Na Ra terlihat jelas dari caranya menyiapkan makanan. Menu sarapannya terbilang sederhana namun disajikan dengan sangat rapi di atas nampan kayu:
- Dua buah sosis matang di atas nasi hangat
- Telur setengah matang dengan taburan biji wijen
- Natto (kedelai fermentasi)
- Rumput laut (nori) dan acar/sayuran pelengkap
4. Latihan Vokal dan Olahraga Diri
Sebagai seorang aktor musikal berbakat, menjaga kualitas suara dan kebugaran fisik adalah hal mutlak. Bae Na Ra memanfaatkan sudut ruang tamunya dengan menyalakan mikrofon Bluetooth serta papan kibor (keyboard) untuk berlatih vokal.
Tak berhenti di situ, ia juga melakukan latihan fisik yang unik di dalam rumah menggunakan slide board—peralatan latihan kardio yang biasa digunakan oleh para atlet ice skating untuk melatih kekuatan kaki dan keseimbangan. Tuh kan ga semua orang punya previllage pergi ke gym dan duit makanya olahraga slide board gitu. Memanfaatkan ruang sempit di unit studio apartemennya. Bahkan dia slide board sembari nonton acara kian84. Diakuinya penikmat semua acara yang dibintanginya, peres ikh. Sejak itu ya, Bae Na Ra sering di calling ngisi acara I live Alone eh ga lama ada kabar nikah saja. Makanya aku pengen nulis ini karena aku jatuh hati karakter dia di drama would you marry me?
5. Persahabatan Hangat di Luar Layar
Bae Na Ra membagikan momen lari bareng dengan aktor Ryeo Un. Di sini juga aktor Ryeo Un saat lari Ryeo Un pakai sepatu boots ga pakai sepatu sneakers ataupun sepatu lari. Bae Na Ra ngelihatnya pengen beliin sepatu lari. Ryeo Un juga introvert ga ekspresif bahkan ga ngobrol mereka berdua. Hanya lari sempat istirahat main komedi putar maklumlah larinya di taman. Lari gaya Bae Na Ra itu 15 menit lari 15 menit jalan. Pas selesai lari mereka berdua minum jus tomat yang sudah disembunyikaj oleh Bae Na Ra dibalik semak- semak. Kalian doyan ga minum jus tomat kemasan? Aku kurang suka jus kemasan apalagi jus tomat beneran kecuali tomat buat sambal.
6. Menutup Hari dengan makan malam.
Untuk makan malamnya ia beli makan gopchang setelah udahan lari bareng Ryeo Un. Kirain bakalan makan bareng ternyata engga. Tapi aku suka habis lari cuma mesen makan ga makan di tempat soalnya ada tuh habis lari di gbk mampir tuh di mall baunya hmmm. Nah Bae Na Ra hanya take away trus mandi dan makan malam di rumahnya. Ia juga makan pakai piring dan ditata gitu ga langsung makan dari wadah mangkok plastik gitu.
Penutup
Penampilan Bae Na Ra di I Live Alone memberikan gambaran tentang kehidupan seseorang yang telah lama hidup mandiri. Rutinitasnya memang tidak mewah, tetapi dipenuhi kebiasaan sederhana yang konsisten, mulai dari menjaga pola makan, berolahraga di rumah, merawat kesehatan, hingga meluangkan waktu untuk kucing kesayangannya.
Justru dari keseharian seperti inilah penonton bisa melihat sisi lain Bae Na Ra yang disiplin, hangat, dan apa adanya di luar layar.
Kalau kamu menonton episode ini, rutinitas Bae Na Ra yang mana paling menarik perhatianmu? Apakah kamu tertarik mencoba kebiasaan seperti minum jus tomat setiap pagi, berolahraga di rumah menggunakan slide board, atau justru terinspirasi dari cara sederhana ia menikmati waktu di rumah?
23 Juli 2026
Sisi Lain Lee Sang-yoon di 'The Manager' Ep 384: Si Jenius SNU yang Ternyata Bisa 'Malas' Juga!
1. Apartemen Mewah dengan Pemandangan Sungai Han
2. Bukti Kecerdasan di Rak Buku: Fisika dan Kalkulus!
3. Skor Ujian yang Mencengangkan
4. "The Human Side": Meja Kerja Berantakan & Hobi Main Game
5. Mobil "Legend" Berusia 11 Tahun
6. Si "Raja Hemat" (Frugal King)
7. Koleksi Komik "One Piece" & Buku Catatan Fisik
8. Persiapan Teater "Turing Machine"
9. Realita Sink Cuci Piring: "Tunggu Menumpuk Dulu"
10. Kekhawatiran Terhadap Dominasi AI
29 Maret 2026
Review Lengkap Marina Bellissima Eau de Parfum Radiant: Wangi Mewah yang Ramah di Kantong
Bagi pencari parfum budget minimalis atau "parfum minimarket ", nama Marina tentu sudah tidak asing lagi. Namun, melalui seri Bellissima, Marina mencoba naik kelas dengan menghadirkan Eau de Parfum (EDP) yang menjanjikan ketahanan lebih lama dan aroma yang lebih kompleks. Salah satu varian yang paling mencolok karena kemasannya yang berwarna keemasan adalah varian Radiant.
Jika kamu sedang menimang-nimang untuk membeli parfum ini, berikut adalah bedah tuntas karakter aromanya agar kamu tidak salah pilih.
Karakter Utama: Si Cerah yang "Creamy"
Karakter utama dari Marina Radiant adalah Bright, Floral, and Warm. Jika harus dibayangkan dengan warna, parfum ini memang sangat merepresentasikan warna kuning keemasan. Ia memberikan kesan seseorang yang ceria di awal, namun memiliki sisi lembut dan "hangat" di akhir.
Berbeda dengan varian Gold Bloom terdahulu yang lebih ke arah "teh hijau dan bunga putih yang segar-kering", varian Radiant ini memiliki tekstur wangi yang lebih "basah" dan creamy.
Bedah Aroma (Scent Pyramid) untuk Orang Awam
Memahami notes parfum bisa membingungkan bagi orang awam. Mari kita sederhanakan menjadi tiga tahap yang akan kamu rasakan saat menyemprotkannya:
1. Top Notes: Ledakan Kesegaran Buah (0–15 Menit Pertama)
Saat pertama kali menyemprotkan Radiant ke kulit atau pakaian, hidungmu akan disambut oleh aroma Orange (Jeruk), Lemon, dan Pear (Pir).
Seperti apa rasanya? Bayangkan kamu baru saja mengupas jeruk yang segar di siang hari yang terik. Ada sensasi zesty (sedikit tajam tapi segar) dari lemon. Namun, aroma ini tidak membuat hidung "perih" karena ada sentuhan buah Pir yang memberikan rasa manis yang cair dan lembut.
Kesan: Segar, bersih, dan penuh energi. Ini adalah bagian yang paling "aman" dan disukai hampir semua orang.
2. Middle Notes: Taman Bunga yang Elegan (15 Menit – 2 Jam)
Setelah alkoholnya menguap dan aroma buah mulai tenang, muncullah jantung dari parfum ini: Jasmine (Melati), Rose (Mawar), dan White Flowers (Bunga Putih).
Seperti apa rasanya? Wanginya berubah dari yang tadinya "ceria" menjadi lebih "sopan" dan feminin. Kamu akan mencium wangi bunga yang sering ada di acara pernikahan atau lobi hotel mewah. Wangi melatinya cukup dominan tapi tidak memberikan kesan "mistis", melainkan kesan bersih seperti sabun mandi premium.
Kesan: Anggun, dewasa, dan tertata. Bagian inilah yang membuat parfum ini terasa lebih mahal dari harga aslinya.
3. Bottom Notes: Kehangatan yang Menempel (2 Jam – Selesai)
Inilah bagian yang paling krusial dan sering memicu perdebatan. Aroma dasarnya terdiri dari Sandalwood (Cendana), Musky, dan Ambery.
Seperti apa rasanya? Begitu bunga-bunganya menghilang, yang tersisa di kulit adalah aroma kayu yang sangat lembut dan "manis". Sandalwood di sini bersifat sangat creamy. Inilah alasan kenapa beberapa orang (seperti yang kamu rasakan) menangkapnya sebagai bau minyak kelapa atau santan. Itu adalah reaksi dari aroma kayu cendana yang bertemu dengan rasa hangat dari amber.
Kesan: Hangat, nyaman, dan sedikit seksi secara halus.
Target Pengguna: Siapa yang Cocok Memakainya?
Gender: Cowok atau Cewek?
Secara pemasaran, Marina Bellissima ditujukan untuk Cewek (Female). Profil bunga putih (white flowers) dan pir yang manis memang sangat identik dengan karakter feminin. Namun, karena ada sentuhan Sandalwood dan Amber yang cukup kuat di bagian bawah, parfum ini sebenarnya masih bisa masuk ke kategori Unisex bagi cowok yang menyukai parfum dengan vibe bersih dan lembut (tipe-tipe wangi laundry atau sabun).
Usia:
Sangat cocok untuk remaja usia sekolah menengah hingga wanita karier usia 30-an. Wanginya cukup universal untuk tidak terasa "terlalu kekanak-kanakan" namun juga tidak "terlalu tua".
Waktu dan Tempat Pemakaian (Occasion)
Siang atau Malam?
Parfum ini adalah ratunya Siang Hari. Kandungan citrus (jeruk/lemon) di awal sangat cocok untuk menghadapi matahari. Namun, karena base note-nya yang hangat (Amber), ia juga masih sangat layak dipakai untuk acara makan malam santai.
Sekolah atau Kuliah?
Sangat Bisa. Wanginya tidak ofensif atau terlalu menyengat yang mengganggu teman sebangku. Karakter "bersih" seperti baru selesai mandi akan memberikan impresi positif di lingkungan pendidikan.
Kerja atau Magang?
Sangat Cocok. Jika kamu sedang magang di kantor birokrat atau korporat, Radiant memberikan kesan orang yang rapi, profesional, tapi tetap ramah. Ia memberikan aura " approachable" (mudah didekati).
Dating (Kencan)?
Bisa, tapi untuk kencan santai. Untuk kencan pertama di kafe atau jalan-jalan di mall, parfum ini sangat manis. Namun untuk kencan formal di restoran mewah, mungkin kamu butuh sesuatu yang lebih bold (berani).
Karakter Wangi dalam Tiga Kata
Radiant (Bercahaya): Sesuai namanya, ia memberikan kesan pemakainya memiliki energi positif.
Clean (Bersih): Seperti aroma kulit setelah mandi menggunakan sabun bunga yang mahal.
Creamy (Lembut): Ada tekstur "tebal" dari cendana yang membuatnya terasa memeluk kulit.
Kekurangan Marina Bellissima Radiant
Setiap parfum pasti punya sisi minus, terutama di kelas harga terjangkau:
Efek "Minyak Kelapa": Seperti yang kamu sadari, bagi beberapa orang, aroma Sandalwood dan Amber di sini terlalu dominan sehingga tercium seperti minyak rambut atau minyak kelapa. Jika kamu tidak suka aroma yang terasa "berlemak" atau lactonic, kamu mungkin akan merasa sedikit enek.
Ketahanan (Longevity): Meski berlabel Eau de Parfum, jangan berekspektasi ia akan bertahan 12 jam. Di kulit yang kering, ia mungkin hanya bertahan 3–4 jam. Kamu perlu menyemprot ulang (re-spray) setelah makan siang.
Linear: Wanginya tidak terlalu banyak berubah secara dramatis. Setelah ledakan jeruk di awal, sisa wanginya akan cenderung sama sampai hilang.
Kurang "Dry": Jika dibandingkan dengan pendahulunya (Gold Bloom), varian Radiant ini kurang memiliki sensasi "segar-pedas" atau aroma teh yang crispy. Ia jauh lebih manis dan "lengket" aromanya.
Kesimpulan untuk Pembeli Awam
Jika kamu mencari parfum yang membuatmu merasa segar seperti habis mandi, suka dengan aroma bunga melati yang elegan, dan tidak keberatan dengan sentuhan akhir yang manis-kayu (mirip vanila/cendana), maka Marina Bellissima Radiant adalah pilihan terbaik di rak minimarket.
Namun, jika kamu sangat membenci bau yang menyerupai minyak kelapa atau santan, sebaiknya hindari varian ini dan carilah varian lain yang memiliki base note lebih segar seperti musk putih atau kayu aras (cedarwood). Parfum ini adalah simbol kemewahan sederhana untuk kegiatan sehari-hari yang padat di tengah kota.