09 September 2026
Rahasia Awet Muda Uhm Jung-hwa di Usia 50-an: Intip Pola Diet dan Isi Kulkas di Chef & My Fridge
Penampilan penyanyi sekaligus aktris legendaris Korea Selatan, Uhm Jung-hwa, dalam episode Chef & My Fridge (Please Take Care of My Refrigerator) eps 83 sukses membuat publik terpukau. Meski sudah memasuki usia kepala lima, kondisi fisik dan vitalitasnya dinilai masih setara dengan wanita berusia 20 hingga 30-an tahun.
Kebugaran sang diva rupanya berakar langsung dari isi dapurnya. Saat kulkas pribadinya dibuka, terungkap sederet bahan makanan bernutrisi tinggi, hidrasi alami, hingga kebiasaan unik yang mendukung gaya hidup sehatnya.
1. Disiplin Diet Rendah Karbohidrat (Low-Carb, High-Fat)
Uhm Jung-hwa secara terbuka membagikan rahasia stamina dan kebugaran tubuhnya lewat diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak (ketogenik).
“Aku menjalani diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak sejak lama. Kualitas tidurku meningkat drastis,” tuturnya.
Selain itu, ia sangat membatasi gula olahan:
- Mi Tahu Bebas Gluten (Gluten-Free & Sugar Zero): Pengganti pasta atau mi gandum konvensional untuk menekan lonjakan insulin.
- Saus Rendah Kalori dan Bebas Gula: Kulkasnya dipenuhi rak berputar berisi saus tiram rendah gula (low-sugar) dan selai buah murni tanpa tambahan gula (no added sugar).
- Telur Cangkang Biru mungkin telur asin kali ya, subtitle nyebutnya telur cangkang biru: Sumber protein berkualitas tinggi yang rutin dikonsumsi.
2. Sayuran Unik, Wortel Masak, dan Kebiasaan Belanja Organik
Uhm Jung-hwa rutin berbelanja langsung di pasar segar lokal seperti Marche sekitar 3–4 kali setiap bulan. Di kompartemen sayuran, ditemukan aneka bahan nabati padat nutrisi:
Wortel Khusus Jus (Juice Carrots): Satu kantong wortel segar selalu tersedia. Uhm Jung-hwa mengaku kerap membelinya karena kebiasaan. Ia sangat menyukai rasa manis alami wortel yang keluar setelah dimasak matang.
Brokoli Romanesco (Romanesco Broccoli): Sayuran persilangan dengan pola fraktal alami yang kaya antioksidan dan serat.
Shiso Merah (Red Shiso / Akajiso): Daun aromatik berwarna ungu kemerahan yang biasa digunakan dalam sajian herbal berkhasiat antiinflamasi.
3. Rahasia Kulit Bercahaya: Infused Water Herbal Setiap Hari
Kunci hidrasi optimal Uhm Jung-hwa tampak dari botol kaca besar berisi racikan air infus (infused water). Minuman detoks segar ini dibuat dari campuran:
Herbal daun basil
- Daun mint segar
- Irisan mentimun
- Ekstrak daun shiso merah
- Kombinasi bahan alami tersebut kaya akan elektrolit, polifenol, dan sensasi menyegarkan tanpa kalori maupun pemanis buatan.
4. Buah Segar dan Cara Menjaga Keseimbangan Suasana Hati
Di laci pendingin buah, tersimpan stok buah-buahan segar berkadar air tinggi seperti semangka potong, jeruk lemon, jeruk nipis (lime), tomat, dan apel.
Menariknya, Uhm Jung-hwa tidak menerapkan aturan hidup yang kaku hingga menghilangkan kesenangan pribadi. Di salah satu sudut kulkas, tersimpan botol arak tradisional Korea (liqueur) dan sisa anggur putih (white wine).
“Ya, ini untuk menjaga perasaanku (mood booster),” guraunya santai.
Menjaga keseimbangan antara disiplin asupan nutrisi bersih dan relaksasi mental inilah yang menjadi kunci utama Uhm Jung-hwa tetap bahagia, bugar, dan awet muda secara berkelanjutan.
30 August 2026
Bongkar Isi Kulkas Karina aespa di 'Chef & My Fridge': Dari Koleksi Wine hingga Pengakuan Alergi Unik
Kemunculan Karina aespa bersama Winter di program varietas kuliner populer Chef & My Fridge eps 79 (Please Take Care of My Refrigerator) sukses mencuri perhatian publik. Tidak hanya memperlihatkan menu kesehariannya sebagai idola papan atas, Karina juga membagikan berbagai fakta personal yang jarang terungkap ke publik.
1. Isi Kulkas: Pecinta Lauk Tradisional (Banchan) dan Buah Segar
Di balik citranya yang modern, kulkas Karina dipenuhi oleh hidangan khas rumahan:
Deretan Banchan Autentik: Kulkasnya menyimpan berbagai lauk khas Korea seperti teri masak gochujang (gochujang myeolchi bokkeum), tumis jamur (beoseot bokkeum), cumi kering pedas (jinmichae), acar mentimun (oi muchim), hingga acar bawang putih (maneul jangajji).
Stok Buah Melimpah: Karina menyimpan semangka potong, mangga, melon utuh, hingga lemon segar untuk menjaga asupan nutrisinya.
Alergi Unik Kiwi Hijau: Karina mengungkapkan dirinya alergi terhadap kiwi biasa, namun ia menyetok ruby kiwi (kiwi merah) yang aman dikonsumsi dan menjadi buah favoritnya.
2. Julukan Pemegang Toleransi Alkohol Tertinggi
Para koki dan pembawa acara dibuat terkejut saat membuka rak minuman Karina. Terdapat deretan botol wine berkualitas tinggi seperti botol Merlot dan extra virgin olive oil. Karina bahkan diakui memiliki toleransi alkohol yang cukup tinggi di antara para anggota, mematahkan kesan polosnya di atas panggung.
3. Kisah Personal dan Dinamika Member aespa
Fakta Menarik yang Terungkap
Dukungan Korps Marinir. Muncul unggahan viral dari akun resmi Marinir (ROKMC) yang memberi ucapan selamat atas debut Karina, menyebutnya bangga sebagai Putri dari rekan Yu Cheol (ayah Karina).
Karakter Member aespa. Karina membeberkan dinamika grupnya, mengungkapkan bahwa para anggota aespa cenderung memiliki kepribadian tipe penghindar konflik (avoidant) termasuk dirinya. Namun sebagai leader dia harus tegas jika tidak diskusi maka tidak boleh pulang sebelum ada kata mufakat.
Kisah Lucu Masa Sekolah. Karina menceritakan anekdot masa sekolah saat membandingkan panjang lengannya dengan siswi yang tingginya 140an kalah panjang lengan tangannya sampai dijuluki T-rex.
4. Tipe Tubuh 'Karet' dan Rutinitas Keringat Ekstrem
Karina mengungkapkan bahwa nafsu makannya bisa sangat besar sewaktu-waktu. Saat fase tersebut datang, ia tidak menahan diri dan menyantap semua makanan yang diinginkan. Namun, untuk mengimbangi kalori yang masuk, ia menjalankan metode pembakaran keringat yang sangat intens:
Menyalakan Pemanas Ruangan Maksimal: Saat latihan menari (dance practice), Karina sengaja menyalakan pemanas (heater) di ruang latihan hingga suhu tinggi agar tubuh lebih cepat berkeringat.
Pakaian Berlapis Tebal (Sweat Suit): Ia mengenakan kombinasi pakaian berlapis yang ketat dan berat—mulai dari legging khusus keringat (sweat pants), jaket bertudung (hoodie zip-up), hingga jaket tebal bertutup kepala (padding jacket).
Berendam Air Hangat (Half-Body Bath): Selesai sesi latihan fisik yang menguras energi, ia melanjutkan proses detoksifikasi dengan berendam setengah badan (bansinyok) selama satu jam penuh di rumah.
5. Menu Impian: Samgyeopsal (Perut Babi) Jadi Favorit Utama
Di hadapan para koki ternama, Karina tanpa ragu menyebutkan bahwa bahan makanan favoritnya adalah daging perut babi (pork belly / samgyeopsal).
6. Penyuka ramnyeon
Saking sukanya ramnyeon sampai dibelikan alat masak khusus ramnyeon. Sayangnya ga dijelasin dia suka rasa merk ramnyeon apa? Ga ditampilin gitu merk mienya.
Scene terbaik
Meski bukan di eps 79 tapi di eps sebelumnya eps 78, Karina bikin tingkah lucu. Tertawa ala anjing laut. Karina memang dikenal jamet ya. Ga jaim di sini meski cantik stunning. Ga heran ya dia ditawari main variety show. Ga hanya itu, ia juga ikut nari bareng dengan chef Ho Young. Secara Ho Young sering nari lagu supernova. Trus karina ngajak nari bareng. Diakui Ho Young jika tampil di luar negeri diputerin lagu supernova. Ternyata Ho Young baru tahu ga hanya tubuh atas yang gerak tapi kaki juga jadinya narinya lebih baik.
Episode ini juga ada duel tim ancara chef Hyun Suk dengan chef Jong Won seru sekali. Memang ya chef Jong Won orangnya rapi banget meski masak 15 menit kudu ada jadwal per detik. Memang lulusan CIA kudu gini. CIA itu Culinary Institute of America, sekolah masak terkenal dan mahal di Amerika. Sayangnya chef Jong Won kalah. Semoga anak buahnya ga diomelin secara kata anak buahnya, chef Jong Won termasuk galak tegas dan disiplin. Serius banget orangnya ga semenghibur tampil di acara chef and my fridge.
26 August 2026
Mengintip Isi Kulkas Winter aespa di ‘Please Take Care of My Refrigerator’: Dari Selera Nenek-Nenek hingga Koleksi Minuman!
Siapa yang tidak kenal dengan Winter aespa? Member girl group papan atas asuhan SM Entertainment ini selalu berhasil mencuri perhatian berkat visualnya yang memukau, vokal yang stabil, dan kepribadiannya yang manis sekaligus humoris. Namun, pernahkah kalian penasaran bagaimana sebenarnya pola makan dan isi kulkas dari seorang idola K-Pop sekelas Winter di kehidupan sehari-hari?
Dalam salah satu episode Variety show kuliner populer Please Take Care of My Refrigerator (Chef & My Fridge) eps 78, Winter (yang hadir bersama rekan satu grupnya, Karina) secara terbuka memperlihatkan isi kulkas pribadinya kepada publik dan para chef ternama. Banyak momen unik, pengakuan jujur, hingga isi kulkas tak terduga yang sukses membuat penonton dan para pembawa acara terpingkal-pingkal!
Yuk, kita bedah rangkuman fakta menarik dan keseruan Winter aespa saat membongkar isi kulkasnya di artikel ini!
1. Bakat Unik yang Mengejutkan di Meja Makan
Acara dibuka dengan berbagai obrolan ringan dan interaksi hangat. Di awal segmen, Winter sempat memamerkan fleksibilitas tangannya bisa 360° dengan trik tangan yang tak biasa di atas meja. Sambil tersenyum manis, ia membalikkan pergelangan tangannya ke posisi yang tak lazim hingga membuat semua orang di studio berseru kagum sekaligus heran. Trik kecil ini langsung memecah suasana dan memperlihatkan sisi ceria serta menggemaskan dari pelantun lagu Supernova tersebut.
2. Pengakuan Mengejutkan: Gagal Audisi 3 Kali Sebelum Debut
Di balik popularitas global dan kariernya yang gemilang bersama aespa saat ini, perjalanan Winter tidaklah mulus begitu saja. Di acara ini, Winter membuat pengakuan jujur yang cukup mengejutkan penonton: ia pernah gagal dalam audisi sebanyak tiga kali sebelum akhirnya berhasil meraih mimpinya menjadi idola K-Pop.
Cerita kegigihan Winter ini menjadi inspirasi tersendiri bagi para penggemar (MY). Hal ini membuktikan bahwa bakat luar biasa dan kesuksesan yang ia miliki sekarang adalah buah dari kerja keras serta pantang menyerah dalam menghadapi kegagalan di masa lalu.
3. Kiriman Cinta dari Ibu: Stok Lauk Rumahan (Banchan) Melimpah
Saat kulkas Winter resmi dibuka oleh pembawa acara, pemandangan pertama yang terlihat adalah deretan wadah makanan kedap udara yang tersusun rapi. Sebagian besar isi kulkasnya didominasi oleh aneka banchan (lauk-pauk khas Korea) yang dibuat dan dikirimkan langsung oleh sang ibunda dari kampung halaman.
Winter menjelaskan dengan penuh rasa bangga bahwa ibunya selalu rutin memasakkan aneka lauk tradisional agar dirinya tetap bisa makan enak dan sehat di tengah padatnya jadwal promosi. Mulai dari tumisan sayur, olahan daun perilla (kkaennip), hingga lauk kering rumahan tersedia lengkap di dalam kulkasnya.
4. Debat Saus Sundae: Warga Asli Yangsan/ Busan vs Standar Seoul
Salah satu momen paling kocak dan kultural dalam episode ini adalah saat ditemukannya toples berisi saus makjang (saus racikan khas dari ssamjang, bawang putih, dan cabai).
Sebagai seseorang yang berasal dari Provinsi Gyeongsang (Yangsan), Winter menegaskan bahwa saus Makjang adalah pendamping wajib saat menyantap sundae (sosis darah khas Korea).
"Di Seoul, aku hanya mendapat garam saat membeli sundae. Padahal sundae jauh lebih nikmat dimakan dengan makjang dan cabai!" keluh Winter dengan ekspresi cemberut yang lucu.
Perbedaan ini membuka wawasan kuliner yang menarik mengenai polarisasi saus pendamping sundae di Korea Selatan:
- Kawasan Seoul / Gyeonggi: Mayoritas hanya menyajikan garam berbumbu cabai bubuk (gochugaru).
- Provinsi Gyeongsang (Busan, Yangsan, Daegu): Wajib menggunakan makjang yang gurih dan sedikit pedas.
- Provinsi Jeolla: Menggunakan pasta cabai fermentasi (chogochujang).
- Pulau Jeju: Umumnya disajikan dengan kecap asin (ganjang).
Kekukuhan Winter untuk tetap menyimpan makjang di kulkasnya di Seoul memperlihatkan betapa kuatnya lidah seseorang terikat pada cita rasa tanah kelahirannya, tak peduli seberapa jauh ia telah melangkah.
Perbedaan budaya kuliner daerah asal (Gyeongsang-do) dengan kebiasaan di ibu kota Seoul ini sukses mengundang tawa para chef dan MC yang turut memvalidasi kecintaan orang daerah terhadap saus cocolan khas mereka.
5. Julukan "Selera Nenek-Nenek" (Halmae Taste)
Tak hanya dipenuhi lauk tradisional, isi kulkas Winter juga memicu tawa karena banyaknya makanan berprofil tradisional kuno. Para MC bahkan menggoda Winter dan menjulukinya memiliki "selera nenek-nenek" (Halmae-Immat).
Fakta ini terbukti dari camilan dan makanan favorit yang ia simpan:
- Nurungji (Kerak Nasi Kering): Makanan tradisional yang renyah dan gurih.
- Tumisan Ikan Teri Kering (Myeolchi-bokkeum): Lauk kaya kalsium favorit para tetua.
- Olahan Daun Perilla & Sayuran Fermentasi: Makanan pendamping nasi yang sangat tradisional.
Di Korea Selatan sendiri, kecintaan anak muda terhadap makanan tradisional seperti ini bukan hal aneh, melainkan bagian dari tren gaya hidup yang disebut "Halmaennial" (gabungan kata halmeoni [nenek] dan millennial/Gen Z). Generasi muda mulai beralih ke makanan fermentasi, camilan gandum utuh, dan cita rasa tradisional yang dinilai lebih sehat, menenangkan (comfort food), serta minim proses kimiawi dibanding makanan cepat saji.
Winter pun dengan santai mengakui julukan tersebut sambil tertawa, membuktikan bahwa dirinya memang pecinta cita rasa otentik dan tradisional Korea dibanding makanan modern yang serba instan.
6. Suka Mala Xiang Guo dan Butuh Camilan Pengganjal
Kendati menyukai makanan klasik, lidah Winter tetaplah seorang gadis muda. Saat ditanya masakan apa yang sedang sangat ia sukai akhir-akhir ini, Winter langsung menjawab dengan antusias: Mala Xiang Guo (tumisan pedas berbumbu mala khas Tiongkok). Rasa pedas kebas yang gurih menjadi salah satu menu comfort food andalannya saat ini.Berhubung tambahan sayur dan mie mahal kala delivery maka ia memilih membeli banyak sayur dan mie buat stok di kulkas.
Selain itu, ia juga mengakui kebiasaannya yang suka memesan makanan antar (delivery). Namun, karena tidak sabar menunggu pesanan tiba, kulkasnya selalu dipenuhi camilan penolong seperti:
1. Es krim vanilla cup
2. Keripik kentang (Pringles)
3. Kue beras (Tteok) manis dan tradisional
Camilan-camilan ini menjadi "penyelamat" rasa laparnya selagi menunggu makanan utama diantar ke asrama.
7. Rak Pintu Kulkas Penuh Minuman: Dari Makgeolli hingga Wine
Pemandangan kontras terlihat di bagian rak pintu kulkas. Jika bagian dalam didominasi lauk tradisional buatan ibu, rak pintu justru dipenuhi oleh berbagai jenis minuman beralkohol yang tertata rapi.
Mulai dari Makgeolli (arak beras tradisional Korea), Bir, Soju, hingga beberapa botol Wine dan Sampanye kualitas premium tersimpan di sana. Keberadaan koleksi minuman ini menunjukkan sisi dewasa Winter yang menikmati waktu santai setelah lelah bekerja seharian di atas panggung. Diakuinya ga kuat minum tapi suka. Jadi dia minum buat teman makan saja kala senggang.
Kesimpulan
Penampilan Winter aespa di Please Take Care of My Refrigerator membuktikan pesonanya yang membumi, natural, dan apa adanya. Di balik penampilannya yang modis dan futuristik di atas panggung musik, Winter tetaplah sosok yang sangat mencintai masakan rumah buatan sang ibu, menyukai camilan tradisional, dan bangga akan identitas kuliner kampung halamannya.
Bagaimana menurut kalian? Apakah selera makan kalian mirip dengan Winter aespa yang suka cita rasa tradisional ini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!
16 August 2026
Ikut Beauty Class Viva Cosmetics di Ciputra World Surabaya: Worth It atau Skip?
Halo semuanya! Kembali lagi di ceritaku seputar dunia kecantikan dan petualangan santai sehari-hari.
Buat kalian yang mengikuti ceritaku dari lama, mungkin tahu kalau aku punya tempat tersendiri di hati untuk produk-produk lokal legendaris, salah satunya Viva Cosmetics. Di tahun 2024 lalu, aku sempat mengikuti beauty class yang mereka adakan dan membagikan pengalamannya di tulisan sebelumnya. Nah, kemarin—tepatnya hari Sabtu, 15 Agustus 2026—aku memutuskan untuk kembali ikutan Beauty Class Viva Cosmetics bertema "Angelic Velvet Makeup" yang digelar di Oval Atrium, Ciputra World Mall Surabaya bersama MUA ternama, Hoong Beauty.
Bagaimana pengalaman beauty class kali ini dibandingkan dua tahun lalu? Apakah pengalamannya masih sepadan dengan ekspektasi dan biaya yang dikeluarkan? Yuk, simak ulasan jujurku berikut ini!
1. Harga Tiket dan Ekspektasi: Naik Hampir 2 Kali Lipat
Hal pertama yang langsung terasa bedanya adalah harga tiket masuk (HTM). Di tahun 2024 lalu, biayanya jauh lebih terjangkau. Untuk event kali ini, tiket dibanderol seharga Rp 90.000. Kenaikannya hampir dua kali lipat dibanding workshop sebelumnya yang pernah kuikuti di tempat yang sama.
Dengan kenaikan HTM tersebut, secara alami ekspektasiku terhadap fasilitas dan benefit yang didapat ikut meningkat. Di dalam poster acara disebutkan fasilitas yang didapatkan meliputi:
* Peralatan make up yang disediakan di tempat
* Goodie bag produk Viva Cosmetics senilai Rp 200.000++
* Voucher shopping & voucher treatment Viva Beauty Center
* Snack & drink
Namun, dari segi konsumsi, jika di tahun 2024 peserta masih mendapatkan paket lunch box yang cukup mengenyangkan, kali ini hanya disediakan satu kotak snack ringan beserta air mineral botol. Untuk peserta yang datang dari luar kota atau menempuh perjalanan jauh dengan transportasi umum, perubahan fasilitas ini tentu terasa cukup kontras.
2. Atmosfer Acara dan Teknis Pembelajaran di Lokasi
Acara berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB di Oval Atrium Ciputra World Surabaya. Suasana atrium cukup ramai dan tertata estetik dengan karena termasuk rangkaian acara agustusan di mall.
Ritme Kelas: Cepat dan Sat-Set
MUA yang mengisi kelas kali ini adalah Hoong Beauty. Gaya riasan yang dibawakan sangat modern, simpel, dan benar-benar mengikuti tren flawless/velvet look masa kini. Penjelasannya to-the-point dan praktis.
Namun, ritme praktiknya terasa berjalan sangat cepat (sat-set). Sebagian besar peserta terlihat sudah cukup mahir menggunakan kuas dan membaurkan produk, sehingga instruksi berpindah dari satu langkah ke langkah berikutnya berlangsung tanpa banyak jeda. Bagi yang masih tergolong pemula dalam urusan dandan, ritme seperti ini mungkin terasa sedikit terburu-buru. Tapi memang hoong beauty memang pakai produk Viva, pernah viral pas make up mami ipel. Gak heran diundang untuk ngisi acara ini, beliau juga paham produk viva kek memang beneran pakai produknya.
Catatan Teknis: Ketiadaan Layar Live Zoom-In
Salah satu poin evaluasi yang paling kurasakan adalah soal visual panggung. Sewaktu acara tahun 2024 bersama Jason Ho di lokasi yang sama, panitia menyediakan kamera close-up yang dihubungkan langsung ke layar monitor besar. Hal itu memudahkan peserta di baris tengah maupun belakang untuk melihat detail sudut kuas, teknik memegang brush, hingga ketebalan arsiran.
Sayangnya, pada kelas kali ini tidak ada proyeksi zoom-in detail di layar utama. Akibatnya, peserta yang duduk agak jauh kesulitan mengamati teknik sapuan kuas secara presisi, padahal detail teknis itulah esensi utama dari mengikuti kelas tatap muka.
Profil Peserta
Satu hal lain yang cukup mencolok adalah komposisi peserta. Di meja registrasi, alur absensi tampak dibedakan antara peserta umum dan content creator. Saat kelas berlangsung, suasana terasa didominasi oleh para kreator konten kecantikan yang memang sudah terbiasa di depan kamera dan lincah memoles wajah. Berbeda dengan tahun 2024 di mana pesertanya sangat majemuk dari kalangan umum, kali ini suasana komunitasnya terasa sedikit lebih berjarak bagi pengunjung yang datang sendirian.
3. Unboxing Goodie Bag Viva: Apakah Sesuai Klaim?
Bicara soal goodie bag, isinya memang sesuai dengan daftar klaim yang dijanjikan di poster promosi. Di dalam tas bingkisan, aku mendapatkan beberapa produk dan voucher menarik:
1. Viva Queen Makeup Kit (Passion): Palet riasan eksklusif dalam kemasan hitam elegan yang memuat variasi 6 warna eyeshadow, 2 blush on, 4 lipstik dan bedak padat yang pilihan passion
2. Viva Queen Eye Brow Pencil & Rautan: Pensil alis legendaris warna cokelat natural lengkap dengan rautan bawaannya.
3. Viva Queen Perfecting Eyeliner / Mascara: Maskara hitam dengan klaim waterproof dan instant volume.
4. Viva Milk Cleanser & Face Tonic Green Tea (New Look): Paket pembersih dan penyegar wajah varian teh hijau yang cocok untuk kulit berjerawat atau berminyak.
5. Voucher Viva Beauty Center: Voucher diskon perawatan/facial di klinik kecantikan resmi Viva.
6. Vocher belanja 20 ribu produk Viva: aku pakai untuk beli scalp serum lumayan banget, harga scalp serum 30an ribu jadi Rp. 9.700,-
Secara nominal produk fisik, isi goodie bag ini memang bernilai dan bermanfaat untuk melengkapi koleksi meja rias di rumah.
4. Evaluasi Hasil Belajar: Ada Progres Nyata!
Kendati ada beberapa catatan seputar teknis acara, bukan berarti tidak ada ilmu baru yang dibawa pulang. Justru di kelas kemarin aku mencatat satu pencapaian besar dalam perjalanan belajar riasku, aku akhirnya bisa memasang bulu mata palsu sendiri!
Sebelumnya, memasang bulu mata selalu jadi momok yang paling bikin gemas dan sering gagal menempel rapi. Tapi kemarin, dengan bimbingan dan trik praktis di tempat, bulu mata bisa terpasang presisi dan langsung memberi efek perubahan pada tampilan mata.
Meski begitu, untuk urusan membingkai alis simetris, menarik garis eyeliner tipis, dan membaurkan blush on agar gradasinya pas di tulang pipi, aku akui masih butuh banyak jam terbang dan latihan di depan cermin.
5. Kesimpulan & Final Verdict: Bakal Ikutan Lagi Nggak?
Jika ditanya: "Apakah bakal ikut beauty class serupa lagi ke depannya?"
Jawabanku untuk saat ini: sepertinya tidak dulu.
Ada beberapa pertimbangan pribadi di balik keputusan ini:
Faktor Biaya Total: Kenaikan harga tiket menjadi Rp 90.000 yang ditambah dengan biaya transportasi/ongkos perjalanan dari luar area membuat pengeluaran keseluruhan terasa kurang efisien.
Perbandingan Fasilitas: Dibandingkan tahun 2024, fasilitas pendukung visual (layar detail teknik kuas) dan konsumsi terasa mengalami penurunan.
Kenyamanan Belajar: Bagi yang lebih menyukai pembelajaran bertahap dan santai, kelas berskala besar dengan tempo cepat serta ketiadaan layar monitor detail kurang memberikan ruang untuk menyerap teknik secara mendalam.
Secara keseluruhan, acara ini tetap merupakan pengalaman yang berharga ga rugi amat karena apa yang keluarkan senilai. Tapi engga lagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
