26 August 2026

Mengintip Isi Kulkas Winter aespa di ‘Please Take Care of My Refrigerator’: Dari Selera Nenek-Nenek hingga Koleksi Minuman!


Siapa yang tidak kenal dengan Winter aespa? Member girl group papan atas asuhan SM Entertainment ini selalu berhasil mencuri perhatian berkat visualnya yang memukau, vokal yang stabil, dan kepribadiannya yang manis sekaligus humoris. Namun, pernahkah kalian penasaran bagaimana sebenarnya pola makan dan isi kulkas dari seorang idola K-Pop sekelas Winter di kehidupan sehari-hari?
Dalam salah satu episode Variety show kuliner populer Please Take Care of My Refrigerator (Chef & My Fridge) eps 78, Winter (yang hadir bersama rekan satu grupnya, Karina) secara terbuka memperlihatkan isi kulkas pribadinya kepada publik dan para chef ternama. Banyak momen unik, pengakuan jujur, hingga isi kulkas tak terduga yang sukses membuat penonton dan para pembawa acara terpingkal-pingkal!

Yuk, kita bedah rangkuman fakta menarik dan keseruan Winter aespa saat membongkar isi kulkasnya di artikel ini!

1. Bakat Unik yang Mengejutkan di Meja Makan

Acara dibuka dengan berbagai obrolan ringan dan interaksi hangat. Di awal segmen, Winter sempat memamerkan fleksibilitas tangannya bisa 360° dengan trik tangan yang tak biasa di atas meja. Sambil tersenyum manis, ia membalikkan pergelangan tangannya ke posisi yang tak lazim hingga membuat semua orang di studio berseru kagum sekaligus heran. Trik kecil ini langsung memecah suasana dan memperlihatkan sisi ceria serta menggemaskan dari pelantun lagu Supernova tersebut.

2. Pengakuan Mengejutkan: Gagal Audisi 3 Kali Sebelum Debut

Di balik popularitas global dan kariernya yang gemilang bersama aespa saat ini, perjalanan Winter tidaklah mulus begitu saja. Di acara ini, Winter membuat pengakuan jujur yang cukup mengejutkan penonton: ia pernah gagal dalam audisi sebanyak tiga kali sebelum akhirnya berhasil meraih mimpinya menjadi idola K-Pop.
Cerita kegigihan Winter ini menjadi inspirasi tersendiri bagi para penggemar (MY). Hal ini membuktikan bahwa bakat luar biasa dan kesuksesan yang ia miliki sekarang adalah buah dari kerja keras serta pantang menyerah dalam menghadapi kegagalan di masa lalu.

3. Kiriman Cinta dari Ibu: Stok Lauk Rumahan (Banchan) Melimpah

Saat kulkas Winter resmi dibuka oleh pembawa acara, pemandangan pertama yang terlihat adalah deretan wadah makanan kedap udara yang tersusun rapi. Sebagian besar isi kulkasnya didominasi oleh aneka banchan (lauk-pauk khas Korea) yang dibuat dan dikirimkan langsung oleh sang ibunda dari kampung halaman.
Winter menjelaskan dengan penuh rasa bangga bahwa ibunya selalu rutin memasakkan aneka lauk tradisional agar dirinya tetap bisa makan enak dan sehat di tengah padatnya jadwal promosi. Mulai dari tumisan sayur, olahan daun perilla (kkaennip), hingga lauk kering rumahan tersedia lengkap di dalam kulkasnya.

4. Debat Saus Sundae: Warga Asli Yangsan/ Busan vs Standar Seoul

Salah satu momen paling kocak dan kultural dalam episode ini adalah saat ditemukannya toples berisi saus makjang (saus racikan khas dari ssamjang, bawang putih, dan cabai).
Sebagai seseorang yang berasal dari Provinsi Gyeongsang (Yangsan), Winter menegaskan bahwa saus Makjang adalah pendamping wajib saat menyantap sundae (sosis darah khas Korea).
"Di Seoul, aku hanya mendapat garam saat membeli sundae. Padahal sundae jauh lebih nikmat dimakan dengan makjang dan cabai!" keluh Winter dengan ekspresi cemberut yang lucu.
​Perbedaan ini membuka wawasan kuliner yang menarik mengenai polarisasi saus pendamping sundae di Korea Selatan:
  • ​Kawasan Seoul / Gyeonggi: Mayoritas hanya menyajikan garam berbumbu cabai bubuk (gochugaru).
  • ​Provinsi Gyeongsang (Busan, Yangsan, Daegu): Wajib menggunakan makjang yang gurih dan sedikit pedas.
  • ​Provinsi Jeolla: Menggunakan pasta cabai fermentasi (chogochujang).
  • ​Pulau Jeju: Umumnya disajikan dengan kecap asin (ganjang).
​Kekukuhan Winter untuk tetap menyimpan makjang di kulkasnya di Seoul memperlihatkan betapa kuatnya lidah seseorang terikat pada cita rasa tanah kelahirannya, tak peduli seberapa jauh ia telah melangkah.
Perbedaan budaya kuliner daerah asal (Gyeongsang-do) dengan kebiasaan di ibu kota Seoul ini sukses mengundang tawa para chef dan MC yang turut memvalidasi kecintaan orang daerah terhadap saus cocolan khas mereka.

5. Julukan "Selera Nenek-Nenek" (Halmae Taste)

Tak hanya dipenuhi lauk tradisional, isi kulkas Winter juga memicu tawa karena banyaknya makanan berprofil tradisional kuno. Para MC bahkan menggoda Winter dan menjulukinya memiliki "selera nenek-nenek" (Halmae-Immat).
Fakta ini terbukti dari camilan dan makanan favorit yang ia simpan:
  • Nurungji (Kerak Nasi Kering): Makanan tradisional yang renyah dan gurih.
  • Tumisan Ikan Teri Kering (Myeolchi-bokkeum): Lauk kaya kalsium favorit para tetua.
  • Olahan Daun Perilla & Sayuran Fermentasi: Makanan pendamping nasi yang sangat tradisional.
Di Korea Selatan sendiri, kecintaan anak muda terhadap makanan tradisional seperti ini bukan hal aneh, melainkan bagian dari tren gaya hidup yang disebut "Halmaennial" (gabungan kata halmeoni [nenek] dan millennial/Gen Z). Generasi muda mulai beralih ke makanan fermentasi, camilan gandum utuh, dan cita rasa tradisional yang dinilai lebih sehat, menenangkan (comfort food), serta minim proses kimiawi dibanding makanan cepat saji.
Winter pun dengan santai mengakui julukan tersebut sambil tertawa, membuktikan bahwa dirinya memang pecinta cita rasa otentik dan tradisional Korea dibanding makanan modern yang serba instan.

6. Suka Mala Xiang Guo dan Butuh Camilan Pengganjal

Kendati menyukai makanan klasik, lidah Winter tetaplah seorang gadis muda. Saat ditanya masakan apa yang sedang sangat ia sukai akhir-akhir ini, Winter langsung menjawab dengan antusias: Mala Xiang Guo (tumisan pedas berbumbu mala khas Tiongkok). Rasa pedas kebas yang gurih menjadi salah satu menu comfort food andalannya saat ini.Berhubung tambahan sayur dan mie mahal kala delivery maka ia memilih membeli banyak sayur dan mie buat stok di kulkas. 
Selain itu, ia juga mengakui kebiasaannya yang suka memesan makanan antar (delivery). Namun, karena tidak sabar menunggu pesanan tiba, kulkasnya selalu dipenuhi camilan penolong seperti:
 1. Es krim vanilla cup
 2. Keripik kentang (Pringles)
 3. Kue beras (Tteok) manis dan tradisional
Camilan-camilan ini menjadi "penyelamat" rasa laparnya selagi menunggu makanan utama diantar ke asrama.

7. Rak Pintu Kulkas Penuh Minuman: Dari Makgeolli hingga Wine

Pemandangan kontras terlihat di bagian rak pintu kulkas. Jika bagian dalam didominasi lauk tradisional buatan ibu, rak pintu justru dipenuhi oleh berbagai jenis minuman beralkohol yang tertata rapi.
Mulai dari Makgeolli (arak beras tradisional Korea), Bir, Soju, hingga beberapa botol Wine dan Sampanye kualitas premium tersimpan di sana. Keberadaan koleksi minuman ini menunjukkan sisi dewasa Winter yang menikmati waktu santai setelah lelah bekerja seharian di atas panggung. Diakuinya ga kuat minum tapi suka. Jadi dia minum buat teman makan saja kala senggang. 

Kesimpulan

Penampilan Winter aespa di Please Take Care of My Refrigerator membuktikan pesonanya yang membumi, natural, dan apa adanya. Di balik penampilannya yang modis dan futuristik di atas panggung musik, Winter tetaplah sosok yang sangat mencintai masakan rumah buatan sang ibu, menyukai camilan tradisional, dan bangga akan identitas kuliner kampung halamannya.
Bagaimana menurut kalian? Apakah selera makan kalian mirip dengan Winter aespa yang suka cita rasa tradisional ini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!

16 August 2026

Ikut Beauty Class Viva Cosmetics di Ciputra World Surabaya: Worth It atau Skip?


Halo semuanya! Kembali lagi di ceritaku seputar dunia kecantikan dan petualangan santai sehari-hari.
Buat kalian yang mengikuti ceritaku dari lama, mungkin tahu kalau aku punya tempat tersendiri di hati untuk produk-produk lokal legendaris, salah satunya Viva Cosmetics. Di tahun 2024 lalu, aku sempat mengikuti beauty class yang mereka adakan dan membagikan pengalamannya di tulisan sebelumnya. Nah, kemarin—tepatnya hari Sabtu, 15 Agustus 2026—aku memutuskan untuk kembali ikutan Beauty Class Viva Cosmetics bertema "Angelic Velvet Makeup" yang digelar di Oval Atrium, Ciputra World Mall Surabaya bersama MUA ternama, Hoong Beauty.

Bagaimana pengalaman beauty class kali ini dibandingkan dua tahun lalu? Apakah pengalamannya masih sepadan dengan ekspektasi dan biaya yang dikeluarkan? Yuk, simak ulasan jujurku berikut ini!

1. Harga Tiket dan Ekspektasi: Naik Hampir 2 Kali Lipat

Hal pertama yang langsung terasa bedanya adalah harga tiket masuk (HTM). Di tahun 2024 lalu, biayanya jauh lebih terjangkau. Untuk event kali ini, tiket dibanderol seharga Rp 90.000. Kenaikannya hampir dua kali lipat dibanding workshop sebelumnya yang pernah kuikuti di tempat yang sama.
Dengan kenaikan HTM tersebut, secara alami ekspektasiku terhadap fasilitas dan benefit yang didapat ikut meningkat. Di dalam poster acara disebutkan fasilitas yang didapatkan meliputi:
 * Peralatan make up yang disediakan di tempat
 * Goodie bag produk Viva Cosmetics senilai Rp 200.000++
 * Voucher shopping & voucher treatment Viva Beauty Center
 * Snack & drink
Namun, dari segi konsumsi, jika di tahun 2024 peserta masih mendapatkan paket lunch box yang cukup mengenyangkan, kali ini hanya disediakan satu kotak snack ringan beserta air mineral botol. Untuk peserta yang datang dari luar kota atau menempuh perjalanan jauh dengan transportasi umum, perubahan fasilitas ini tentu terasa cukup kontras.

2. Atmosfer Acara dan Teknis Pembelajaran di Lokasi
Acara berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB di Oval Atrium Ciputra World Surabaya. Suasana atrium cukup ramai dan tertata estetik dengan karena termasuk rangkaian acara agustusan di mall.


Ritme Kelas: Cepat dan Sat-Set

MUA yang mengisi kelas kali ini adalah Hoong Beauty. Gaya riasan yang dibawakan sangat modern, simpel, dan benar-benar mengikuti tren flawless/velvet look masa kini. Penjelasannya to-the-point dan praktis.
Namun, ritme praktiknya terasa berjalan sangat cepat (sat-set). Sebagian besar peserta terlihat sudah cukup mahir menggunakan kuas dan membaurkan produk, sehingga instruksi berpindah dari satu langkah ke langkah berikutnya berlangsung tanpa banyak jeda. Bagi yang masih tergolong pemula dalam urusan dandan, ritme seperti ini mungkin terasa sedikit terburu-buru. Tapi memang hoong beauty memang pakai produk Viva, pernah viral pas make up mami ipel. Gak heran diundang untuk ngisi acara ini, beliau juga paham produk viva kek memang beneran pakai produknya. 

Catatan Teknis: Ketiadaan Layar Live Zoom-In

Salah satu poin evaluasi yang paling kurasakan adalah soal visual panggung. Sewaktu acara tahun 2024 bersama Jason Ho di lokasi yang sama, panitia menyediakan kamera close-up yang dihubungkan langsung ke layar monitor besar. Hal itu memudahkan peserta di baris tengah maupun belakang untuk melihat detail sudut kuas, teknik memegang brush, hingga ketebalan arsiran.
Sayangnya, pada kelas kali ini tidak ada proyeksi zoom-in detail di layar utama. Akibatnya, peserta yang duduk agak jauh kesulitan mengamati teknik sapuan kuas secara presisi, padahal detail teknis itulah esensi utama dari mengikuti kelas tatap muka.

Profil Peserta

Satu hal lain yang cukup mencolok adalah komposisi peserta. Di meja registrasi, alur absensi tampak dibedakan antara peserta umum dan content creator. Saat kelas berlangsung, suasana terasa didominasi oleh para kreator konten kecantikan yang memang sudah terbiasa di depan kamera dan lincah memoles wajah. Berbeda dengan tahun 2024 di mana pesertanya sangat majemuk dari kalangan umum, kali ini suasana komunitasnya terasa sedikit lebih berjarak bagi pengunjung yang datang sendirian. 

3. Unboxing Goodie Bag Viva: Apakah Sesuai Klaim?

Bicara soal goodie bag, isinya memang sesuai dengan daftar klaim yang dijanjikan di poster promosi. Di dalam tas bingkisan, aku mendapatkan beberapa produk dan voucher menarik:
 1. Viva Queen Makeup Kit (Passion): Palet riasan eksklusif dalam kemasan hitam elegan yang memuat variasi 6 warna eyeshadow, 2 blush on, 4 lipstik dan bedak padat yang pilihan passion
 2. Viva Queen Eye Brow Pencil & Rautan: Pensil alis legendaris warna cokelat natural lengkap dengan rautan bawaannya.
 3. Viva Queen Perfecting Eyeliner / Mascara: Maskara hitam dengan klaim waterproof dan instant volume.
 4. Viva Milk Cleanser & Face Tonic Green Tea (New Look): Paket pembersih dan penyegar wajah varian teh hijau yang cocok untuk kulit berjerawat atau berminyak.
 5. Voucher Viva Beauty Center: Voucher diskon perawatan/facial di klinik kecantikan resmi Viva.
6. Vocher belanja 20 ribu produk Viva: aku pakai untuk beli scalp serum lumayan banget, harga scalp serum 30an ribu jadi Rp. 9.700,- 
Secara nominal produk fisik, isi goodie bag ini memang bernilai dan bermanfaat untuk melengkapi koleksi meja rias di rumah.

4. Evaluasi Hasil Belajar: Ada Progres Nyata!

Kendati ada beberapa catatan seputar teknis acara, bukan berarti tidak ada ilmu baru yang dibawa pulang. Justru di kelas kemarin aku mencatat satu pencapaian besar dalam perjalanan belajar riasku, aku akhirnya bisa memasang bulu mata palsu sendiri!

Sebelumnya, memasang bulu mata selalu jadi momok yang paling bikin gemas dan sering gagal menempel rapi. Tapi kemarin, dengan bimbingan dan trik praktis di tempat, bulu mata bisa terpasang presisi dan langsung memberi efek perubahan pada tampilan mata.
Meski begitu, untuk urusan membingkai alis simetris, menarik garis eyeliner tipis, dan membaurkan blush on agar gradasinya pas di tulang pipi, aku akui masih butuh banyak jam terbang dan latihan di depan cermin.

5. Kesimpulan & Final Verdict: Bakal Ikutan Lagi Nggak?

Jika ditanya: "Apakah bakal ikut beauty class serupa lagi ke depannya?"
Jawabanku untuk saat ini: sepertinya tidak dulu.
Ada beberapa pertimbangan pribadi di balik keputusan ini:
 Faktor Biaya Total: Kenaikan harga tiket menjadi Rp 90.000 yang ditambah dengan biaya transportasi/ongkos perjalanan dari luar area membuat pengeluaran keseluruhan terasa kurang efisien.
 Perbandingan Fasilitas: Dibandingkan tahun 2024, fasilitas pendukung visual (layar detail teknik kuas) dan konsumsi terasa mengalami penurunan.
 Kenyamanan Belajar: Bagi yang lebih menyukai pembelajaran bertahap dan santai, kelas berskala besar dengan tempo cepat serta ketiadaan layar monitor detail kurang memberikan ruang untuk menyerap teknik secara mendalam.

Secara keseluruhan, acara ini tetap merupakan pengalaman yang berharga ga rugi amat karena apa yang keluarkan senilai. Tapi engga lagi. 

04 August 2026

Mengintip Keseharian Bae Na Ra di 'I Live Alone' Episode 631: Dari Rutin Sehat Hingga Sisi Asli Sang Aktor

Aktor Bae Na Ra baru-baru ini menyapa para penggemarnya lewat penampilan di variety show populer I Live Alone (Home Alone) Episode 631. Lewat episode ini, penonton diajak melihat sisi kasual dan rutinitas harian Bae Na Ra yang sudah berpengalaman hidup sendiri selama 16 tahun.

​1. Bangun Pagi dan Rutinitas Sehat

​Bae Na Ra memulai harinya dengan bangun tidur sekitar pukul 09:30 pagi. Bae Na Ra  ternyata kalau tidur kudu pakai penutup mata, telinga bahkan lampu kudu mati. Jadi kudu sunyi dan gelap. Begitu membuka mata, ia tidak membuang waktu dan langsung menyibukkan diri dengan rutinitas paginya.


​Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan tubuh dan staminanya, hal pertama yang ia lakukan di dapur adalah mengonsumsi suplemen kesehatan dan menuang segelas penuh jus tomat segar. Interior rumahnya tipe studio yang kalau buka pintu terlihat semua kasur, dapur dan meja. Bahkan dilihat bentuk renov masih gedung lama jadul. Memang ya aktor bukan chungmuro hidupnya hemat banget. Apalagi industri dunia film drama banyak para aktor yang bayarannya over budget ga heran sih para aktor yang ga terkenal banget banyak double job part time gitu. 

​2. Kehadiran Si Cantik "Gureum"

Di sela-sela aktivitas rumahnya, Bae Na Ra memperlihatkan kasih sayangnya pada kucing kesayangannya bernama Gureum. Awalnya Gureum adalah kucing jalanan yang ia asuh sementara, namun akhirnya diputuskan untuk diadopsi dan dijadikan anggota keluarga seutuhnya. Meski memelihara kucing di episode ini, Bae Na Ra ga main kucing banget. Bahkan kucingnya tahu diri ga tidur di kasur Bae Na Ra, ga poop dan kencing sembarangan. Ya stay di keranjang tidurnya kucing. Kapan ya di Indonesia ada regulasi perihal kotoran hewan peliharaan. Muak banget rumah jadi tempat tai kucing dan berantem kucing tetangga. 

​3. Brunch Praktis dan Rapi

​Sisi teratur Bae Na Ra terlihat jelas dari caranya menyiapkan makanan. Menu sarapannya terbilang sederhana namun disajikan dengan sangat rapi di atas nampan kayu:


  • ​Dua buah sosis matang di atas nasi hangat
  • ​Telur setengah matang dengan taburan biji wijen
  • Natto (kedelai fermentasi)
  • ​Rumput laut (nori) dan acar/sayuran pelengkap
Yang menariknya adalah masak telur rebus bukan diatas api melainkan telur omega di direndam air panas. Tips tersebut didapat dari temannya yang tinggal di Malaysia. Selesai makan juga ia skincare yang produknya banyak banget ngalahi Lee Jung dancer dari YG entertaiment. Aku juga kalah, ga serajin itu skincare. Ia pakai masker gel yang kalau kering tinggal ditarik dikelupas. Ia juga pakai semacam tindikan supaya hilangkan pipi bengkak. 

​4. Latihan Vokal dan Olahraga Diri

​Sebagai seorang aktor musikal berbakat, menjaga kualitas suara dan kebugaran fisik adalah hal mutlak. Bae Na Ra memanfaatkan sudut ruang tamunya dengan menyalakan mikrofon Bluetooth serta papan kibor (keyboard) untuk berlatih vokal. 


​Tak berhenti di situ, ia juga melakukan latihan fisik yang unik di dalam rumah menggunakan slide board—peralatan latihan kardio yang biasa digunakan oleh para atlet ice skating untuk melatih kekuatan kaki dan keseimbangan. Tuh kan ga semua orang punya previllage pergi ke gym dan duit makanya olahraga slide board gitu. Memanfaatkan ruang sempit di unit studio apartemennya. Bahkan dia slide board sembari nonton acara kian84. Diakuinya penikmat semua acara yang dibintanginya, peres ikh. Sejak itu ya, Bae Na Ra sering di calling ngisi acara I live Alone eh ga lama ada kabar nikah saja. Makanya aku pengen nulis ini karena aku jatuh hati karakter dia di drama would you marry me?

​5. Persahabatan Hangat di Luar Layar

Bae Na Ra membagikan momen lari bareng dengan aktor Ryeo Un. Di sini juga aktor Ryeo Un saat lari Ryeo Un pakai sepatu boots ga pakai sepatu sneakers ataupun sepatu lari. Bae Na Ra ngelihatnya pengen beliin sepatu lari. Ryeo Un juga introvert ga ekspresif bahkan ga ngobrol mereka berdua. Hanya lari sempat istirahat main komedi putar maklumlah larinya di taman. Lari gaya Bae Na Ra itu 15 menit lari 15 menit jalan. Pas selesai lari mereka berdua minum jus tomat yang sudah disembunyikaj oleh Bae Na Ra dibalik semak- semak. Kalian doyan ga minum jus tomat kemasan? Aku kurang suka jus kemasan apalagi jus tomat beneran kecuali tomat buat sambal. 

6. Menutup Hari dengan makan malam


Untuk makan malamnya ia beli makan gopchang setelah udahan lari bareng Ryeo Un. Kirain bakalan makan bareng ternyata engga. Tapi aku suka habis lari cuma mesen makan ga makan di tempat soalnya ada tuh habis lari di gbk mampir tuh di mall baunya hmmm. Nah Bae Na Ra hanya take away trus mandi dan makan malam di rumahnya. Ia juga makan pakai piring dan ditata gitu ga langsung makan dari wadah mangkok plastik gitu. 

Penutup

Penampilan Bae Na Ra di I Live Alone memberikan gambaran tentang kehidupan seseorang yang telah lama hidup mandiri. Rutinitasnya memang tidak mewah, tetapi dipenuhi kebiasaan sederhana yang konsisten, mulai dari menjaga pola makan, berolahraga di rumah, merawat kesehatan, hingga meluangkan waktu untuk kucing kesayangannya.

Justru dari keseharian seperti inilah penonton bisa melihat sisi lain Bae Na Ra yang disiplin, hangat, dan apa adanya di luar layar.

Kalau kamu menonton episode ini, rutinitas Bae Na Ra yang mana paling menarik perhatianmu? Apakah kamu tertarik mencoba kebiasaan seperti minum jus tomat setiap pagi, berolahraga di rumah menggunakan slide board, atau justru terinspirasi dari cara sederhana ia menikmati waktu di rumah?

23 July 2026

Sisi Lain Lee Sang-yoon di 'The Manager' Ep 384: Si Jenius SNU yang Ternyata Bisa 'Malas' Juga!

Siapa yang tidak kenal Lee Sang-yoon? Aktor tampan yang dijuluki "Menantu Idaman Se-Korea" ini selalu identik dengan citra sempurna: cerdas, lulusan Fisika Seoul National University (SNU), dan pembawaannya yang elegan.
Namun, penampilannya di variety show MBC "The Manager" (Omniscient Interfering View) episode 384 ini benar-benar membongkar sisi kemanusiaannya yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Penasaran bagaimana keseharian sang aktor jenius ini di rumah mewahnya? Yuk, simak rangkumannya!

1. Apartemen Mewah dengan Pemandangan Sungai Han

Pertama-tama, mata penonton langsung dimanjakan dengan desain interior rumah Lee Sang-yoon. Apartemennya sangat modern, minimalis, dan memiliki jendela besar yang langsung menghadap ke arah Sungai Han. Ruang tamunya yang luas menunjukkan selera desain yang tinggi, sejalan dengan latar belakang ayahnya yang ternyata adalah seorang arsitek ternama. Gak disebutkan sih nama arsiteknya. Meski begitu LSY tidak cocok dengan selera desain arsitek ayahnya yang baginya terlalu tua untuknya. Sekarang rumahnya pindah ya bila dibandingkan di acara master in the house 

2. Bukti Kecerdasan di Rak Buku: Fisika dan Kalkulus!

Bukan sekadar rumor, rak buku Lee Sang-yoon dipenuhi dengan literatur tingkat berat. Kamera menangkap koleksi buku seperti:
 * *Electromagnetism* (Elektromagnetika)
 * *Vector Calculus* (Kalkulus Vektor)
 * *Linear Algebra* (Aljabar Linear)
Bahkan bagi orang biasa, melihat judul-judulnya saja sudah bikin pusing! Ini membuktikan bahwa kecerdasannya sebagai lulusan SNU bukanlah sekadar image di layar kaca. Alasannya pria yang memiliki tinggi 186 cm ini tak suka membuang buku karena punya kenangan untuknya. Tak heran buku semasa kuliah disimpan. 

3. Skor Ujian yang Mencengangkan

Dalam sesi obrolan di studio, terungkap fakta mengejutkan tentang masa sekolahnya. Lee Sang-yoon pernah mendapatkan skor 370-an dari total 400 poin dalam ujian nasionalnya. Tak heran jika ia berhasil menembus salah satu universitas paling prestisius di Korea Selatan. Jurusan fisika lagi. Awalnya ia mau ninggalin perkuliahan karena kesibukannya sebagai aktor namun mendapat petuah dari lee soon jae maka ia lanjutkan kuliahnya hingga 13 tahun. Zaman itu boleh ya. 

4. "The Human Side": Meja Kerja Berantakan & Hobi Main Game

Di sinilah letak keseruannya! Manajer Lee Sang-yoon secara blak-blakan membongkar sifat asli sang aktor.
Si Tukang Menunda: Sang manajer menyebut bahwa Lee Sang-yoon sebenarnya cukup "malas" dalam urusan rumah tangga dan sering membiarkan tugas menumpuk sebelum akhirnya diselesaikan sekaligus.
Meja Kerja yang 'Realistis': Kontras dengan rumahnya yang rapi, meja kerja pribadinya penuh dengan tumpukan dokumen, catatan, dan barang-barang yang berserakan—sangat relatable bagi kita semua!
Gamer Tersembunyi:  Siapa sangka seorang fisikawan suka menghabiskan waktu pagi harinya dengan menonton pertandingan basket sambil asyik bermain game zuma di ponsel?

5. Mobil "Legend" Berusia 11 Tahun

Di saat banyak aktor papan atas hobi mengoleksi mobil mewah keluaran terbaru, Lee Sang-yoon justru tetap setia dengan mobilnya yang dibeli tahun 2013. Baginya, selama mobil tersebut masih berfungsi dengan baik dan nyaman, tidak ada alasan untuk menggantinya. Prinsip yang sangat rendah hati untuk bintang sebesar dia!

6. Si "Raja Hemat" (Frugal King)

Ada beberapa momen yang membuat panelis di studio tertawa sekaligus kagum dengan gaya hidup ekonomisnya:
Pengumpul Poin Setia: Saat berbelanja, Lee Sang-yoon tidak ragu menggunakan poin belanjaan yang sudah ia kumpulkan. Ia bahkan memiliki sekitar 2.310 poin yang ia gunakan dengan sangat teliti.
Barang Kedaluwarsa?: Penonton dikejutkan saat kamera menyorot isi kulkasnya. Ditemukan air mineral yang sudah lewat masa kedaluwarsa 2 bulan dan*gochujang (pasta cabai) yang sudah lewat 1 tahun!
Sertifikat Autentikasi: Ia juga mengaku sempat kesulitan mempercayai sistem sertifikat autentikasi digital, itulah kenapa baru punya mobile banking di smartphone baru- baru ini. Sebelumnya hanya punya buku tabungan menunjukkan sisi konservatifnya terhadap teknologi tertentu. Kalau install aplikasi bener- bener dibaca policy and legacy. 

7. Koleksi Komik "One Piece" & Buku Catatan Fisik

Meskipun otaknya dipenuhi rumus fisika, Lee Sang-yoon memiliki sisi wibu Sepertiga dari rak bukunya ternyata diisi oleh berbagai koleksi komik, termasuk seri populer One Piece.
Selain itu, ia lebih suka menggunakan buku fisik dan menulis catatan dengan tangan daripada menggunakan tablet atau gadget. Menurutnya, menulis secara fisik membantunya lebih fokus dan nyaman saat menghafal naskah atau belajar.

8. Persiapan Teater "Turing Machine"

Di episode ini, kita juga melihat dedikasinya sebagai aktor saat mempersiapkan pementasan teater terbarunya yang berjudul "Turing Machine". Ia berperan sebagai Alan Turing, tokoh jenius matematika. Peran ini terasa sangat cocok dengan latar belakang pendidikannya, namun ia tetap merasa cemas akan dominasi AI di masa depan, sebuah pemikiran mendalam yang ia bagikan saat berada di dalam mobil. Demi perannya sampai baca naskah asli berbahasa prancis karena ada bagian yang ga sinkron makanya ia membaca naskah asli bahasa prancis dengan aplikasi terjemahan.

9. Realita Sink Cuci Piring: "Tunggu Menumpuk Dulu"

Salah satu momen paling relatable (dan mungkin sedikit mengejutkan bagi sebagian orang) adalah saat Lee Sang-yoon memperlihatkan wastafel cuci piringnya. Sang aktor mengaku bahwa ia lebih suka mencuci piring setelah menumpuknya selama beberapa hari .
Melihat pemandangan piring kotor dan sisa makanan yang masih ada di sana, para panelis studio pun tak kuasa menahan tawa. Ternyata, kebiasaan menunda pekerjaan (prokrastinasi) juga menjangkiti seorang lulusan SNU! Kalau ini aku gak kaget ya sedari dulu pria malas diakuinya saat acara happy together 

10. Kekhawatiran Terhadap Dominasi AI

Saat berada di perjalanan menuju tempat latihan, Lee Sang-yoon sempat berbagi pemikiran mendalamnya. Sebagai orang yang mencintai sains, ia mengaku memiliki kekhawatiran bahwa manusia bisa saja didominasi oleh AI sebelum kita menyadarinya. Pemikiran filosofis ini menunjukkan bahwa di balik sifat santainya, ia tetap memiliki pandangan yang kritis dan visioner terhadap masa depan teknologi.






Imakyu. Designed by Oddthemes