Partners for Justice

16 March 2022

 


Drama: Partners for Justice (English title) / Investigation Couple (literal title)
Revised romanization: Gumbeobnamnyeo
Hangul: 검법남녀
Director: No Do-Cheol
Writer: Min Ji-Eun, Won Young-Sil
Network: MBC
Episodes: 32
Release Date: May 14 - July 17, 2018

Gegara youtuber Korea Roemit nyinggung drama ini jadinya banyak yang baca blog ini. Cerita dalam drama Investigation Couple berpusat pada kisah seorang dokter forensik dalam menangangi berbagai kasus khususnya berkaitan dengan kekerasan dan pembunuhan. Ceritanya seru karena membuka wawasan gimana sih profesi dokter forensik. Biasanya kita takut dengan mayat malah ini kudu berani mengungkap penyebab kematian. Pelajaran yang bisa diambil adalah kejahatan tak ada yang sempurna. Jika kalian nonton ini jangan kaget aku nulis eps 2 tapi kenapa sinopsis eps 4 karena ini syutingnya sebelum pertikaian korea china gegara china blacklist drakor akibatnya sponsor drama berkurang. Untuk diakalinya episode 1 dipecah jadi 2 jadinya durasinya 30 menit. 


Sinopsis eps 24


07 February 2022

dr Baek menghampiri Kang Hyun. Ibunya datang dan Jaksa Kang bilang bahwa dr Baek temannya mendiang kakaknya. Ibunya kaget dan segera menyiapkan makanan. Saat memakan kimchi daun lobak muda. Jang Sung Joo lagi makan makanan tsb di kantin BFN, detektif Cha menghampirinya untuk jadi gentleman merebut Stellar. Apakah Detektif Cha mengenal baik Stellar. Tentu saja ia seorang toksikologi terbaik di Korsel. Langsung disanggah bukan yang ada di situs BFN. Bahwa Stellar sejak kecil di adopsi oleh ortu di Amerika. Ortunya punya apotik. Karena di lingkungannya hanya dia yang Asia makanya tak pernah keluar dari apotik yang membuat obat- obatan menjadi temannya. Apalagi Stellar tak hanya cantik tapi seksi. Detektif Cha tidak selevel dengan Stellar hanya tertarik dengan penampilan Stellar. Sung Joo pun ngacir meninggalkan Detektif Cha yang termenung. 
dr Baek dan Jaksa Kang saling menghibur satu sama lain. Ketika bus datang, dr Baek mengatakan bahwa Kang Hyun cocok jadi pengacara. 

dr Baek kembali ke rutinitas sebagai dokter forensik. dr Baek meminta dokumentasi autopsi pengacara Han Ji Won. Saat melihat dari mikroskop terlihat pelebaran sel jaringan terlalu rusak hanya untuk luka bakar. Stellar diminta tes kimia tapi orangnya belum datang. Detektif Cha datang di parkiran BFN dan Stellar memarkir mobil tepat disamping detektif Cha. Saat menyapa Detektif Cha langsung diacuhkannya. 

dr Baek menunggu Stellar untuk segera tes kimia pada luka bakar dan Stellar datang. dr Baek menyuruhnya untes ion Florida pada luka bakar kemarin dan diminta untuk tidak datang terlambat.

Di ruangan meeting sudah ada jaksa Do, Eun Sol dan Detektif Cha termasuk dr Ma. Stellar datang membawa kabar bahwa bila Florida bertemu hidrogen maka akan menjadi asam hidrofluorat. Itu artinya Pengacara Han dibunuh dengan racun tsb melalui kulit. Semua bergegas pergi termasuk detektif Cha untuk mendapatkan cctv pengacara Han kena siraman kopi. 
dr Ma tak terima dipermalukan oleh dr Baek. Padahal kasus tsb miliknya kenapa dr Baek ikut campur. dr Baek acuh sampai dr Ma dilerai oleh Sung Joo yang hendak berkelahi. 

Detektif Cha dan rekannya melihat cctv di dalam cafe bahwa ada seorang pria mencoba menuangkan kopi panas pada tangan pengacara Han. Ia mencoba memonitor cctv pusat sampai menemukan pergerakan kemana pria tsb ternyata pergi ke hotel. 

Jaksa Kang yang menjadi pengacara diajak dinner dengan Yoon Tae Joon untuk mengajak pengacara Kang Hyun menjadi bagian tim pengacara Oh Man Sang. Kang Hyun penuh selidik ada apa gerangan sampai merekrutnya padahal Oh Man Sang banyak tim pengacaranya, oh iya ada satu yang hilang. Kang Hyun menolak ajakan tsb. 

Jaksa Do, penyidik Yang, detektif Cha dan rekannya masuk ke hotel tempat si pria menuang kopi ke pengacara Han. Saat Jaksa Do melihat banner promosi, ia berpikir. 

Detektif Kang pura- pura menjadi pelayan hotel yang membawa layanan kamar. Saat masuk detektif Kang mencoba menyerang namun yang ada kalah sampai kesakitan. Detektif Cha datang namun karena rekannya jadi sandera. Ia berpikiran mengambil botol air dengan mengelabui itu asam hidrofluorat dengan menuangkan isi airnya ke kepala Lim Hyo Son. Ia langsung panik sampai melepaskan detektif Kang. Di saat lengah itulah dia diborgol. 
Jaksa Do dan jajaran kepolisian ingin memasuki kantor grup Sungjin untuk menahan Oh Man Sang. Sayangnya dia lobby sudah di tahan oleh Yoon Tae Joon. Mau tak mau ia mempersilakan Jaksa Do dan lainnya ke ruangan Oh Man Sang ternyata tak ada di ruangannya. 

Jaksa Eun Sol menemui dr Baek berterima kasih gegaranya ia bisa tahu pelakunya Oh Man Sang meski kabur dia. Eun Sol bercerita awalnya melihat dr Baek tidur di meja autopsi kaget tapi pada akhirnya mengerti karena dr Baek pernah dituduh melakukan pembunuhan dan rasa bersalah pada Soo Hee dan Kang Yong. dr Baek mendapat telpon dari ayahnya mengenai kondisi Soo Hee kemungkinan bakalan sadar tapi waktunya tak lama lagi. dr Baek meminta tolong pada Eun Sol untuk mengantarnya. 

Soo Hee membuka mata dan itupun tidak lama, di waktu itulah dr Baek meminta maaf. Kemudian Soo Hee tak tertolong dan dr Baek dalam hatinya bersedih. 

Oh Man Sang memohon pada ayahnya untuk membantunya. Ayahnya pun tak mau menolong, tapi Oh Man Sang tak mau masuk penjara, langkahku dulu mayatnya. Ya sudah mati saja. 

Besoknya ada kecelakaan mobil hingga mobil terbakar. Detektif Cha menemui Stellar bahwa tak akan melewati batas karena tak sebanding dengannya. Saat hendak pergi, Stellar menciumnya, detektif Cha kaget berarti Stellar melewati batas 'kamu bukan pria idamkan tapi kamu pria yang saya temukan' girangnya detektif Cha dan saat menerima panggilan ia pergi sebelum membalas ciuman Stellar. 
Di tempat kecelakaan, detektif Cha melaporkan pada jaksa bahwa mobil tertabrak dengan pengangkut tangki minyak terjadilah ledakan. Plat mobil diketahui milik Oh Man Sang. Semua tak percaya bagaimana bisa kecelakaan di waktu yang tepat. Yoon Tae Joon datang bahwa kliennya meninggal, tinggal bukti tulang belulang. 

Di tempat autopsi sudah ada tim kejaksaan sekaligus tim forensik secara lengkap karena sudah 3 tahun tak ada kasus mayat makanya datang melihat. Penyidik Kang dimana posisi dr Baek. dr Baek datang semua menghormatinya. Kematian bukanlah akhir. Cerita terakhir dibalik kematian. Paramedis adalah orang terakhir yang mendengarkan cerita mereka. 



Komentar
Wah akhirnya menamatkan sinopsis ini. Butuh waktu 5 tahun buat bikin ginian. Wah ga mudah ya konsisten. Bikin sinopsis gini berat banget. Tapi ceritanya menarik apalagi season 2. Tapi aku ga bakalan bikin sinopsis episode drama yang panjang. Gak mudah buatku. Makasih semuanya. Maaf jika lama✌️✌️✌️

06 February 2022

Jang Sung Joo mencari dr Baek di ruangan kerjanya bahkan di ruangan autopsi tak menemukannya. Smartphone dia juga tak aktif. Di ruangan kerja Stellar juga tak ada eh tidak tahunya Stellar lagi video call dengan orang tuanya di Amerika. Jang Sung Joo pun menyapanya. Detektif Cha melihat dari jauh merasa insecure, dirinya tak bisa bahasa inggris. dr Baek merenung di rooftop sambil memegang smartphone yang mana ada panggilan dari ayahnya. Detektif Cha menyapa Stellar yang mana bakalan pergi ke Amerika untuk konferensi pengembangan karirnya. Kalau bisa mampir bertemu dengan ortu Stellar untuk menyapa. Oleh Stellar langsung ditolaknya karena tak mau hubungan yang serius. 
Eps 16 : bukti yang kurang: mengacu kekurangan bukti untuk uji sampel 

Di pengadilan sedang berlangsung persidangan kasus dr Lee Hye Sung yang membunuh jaksa Seo Jung Min. Jaksa penuntut yang tak lain Eun Sol menanyakan saksi dr Baek yang sempat bertelepon terakhir dengan sang korban. dr Baek menyadari bahwa Seo Jung Min ingin berkata bahwa Han Soo Hee masih hidup. Lee Hye Sung tak percaya mendengarnya, tak mungkin apalagi sudah 10 tahun lamanya. 

Selesai persidangan Jaksa Eun Sol, penyidik Kang dan Cheon Mi Ho berjumpa dengan jaksa Kang yang sepertinya menjadi pengacara. Jaksa Kang sudah mengetahui Han Soo Hee masih hidup tapi kondisi mati otak selama 10 tahun. 

Oh Man Sang meminta maaf pada sopirnya dan itu direkam sehingga kembali menjaga nama baiknya. Sopir barunya kudu bener nyetirnya dan tak boleh memegang smartphone selama bekerja. Pengacara Han cerita atas pemerkosaan oleh Oh Man Sang, sayangnya kudu tutup mulut sampai ia pergi ke ruangan kerja Oh Man Sang. Oh Man Sang dengan angkuh dan menyombongkan dirinya. Pengacara Han meminta maaf dari Oh Man Sang di depan banyak media besok pagi jika tidak dia yang akan bicara depan media dengan bukti rekaman percakapan tadi. Salah satu anak buahnya bakalan mengurusnya. 
Jaksa Eun Sol pergi lokasi TKP dimana sudah ada dr Ma yang mana dr Baek cuti, hal tidak biasa ia lihat. Jaksa Eun Sol kaget mengenal korban yang tak lain pengacara di konsultan tempat Oh Man Sang bekerja. Penyidik Kang menambahkan memang benar pernah lihat di persidangan. 

dr Ma mengautopsi pengacara Han. Tidak ada hal aneh kecuali luka bakar melepuh. Tapi menurut dr Ma luka tsb tidak ada kaitannya dengan kematian. Jadi penyebab kematian tidak bisa dijelaskan, tidak semua diketahui oleh autopsi. Tinggal menunggu dari analisis zat mengenai luka bakar tsb. 

dr Baek menemui Hye Sung perihal Han Soo Hee mengenai kejadian 10 tahun yang lalu. Hye Sung tetap tak mau cerita sampai pada akhirnya luluh atas kebaikan dr Baek menutupi malpraktiknya karena ingin memberinya kesempatan dan berduka atas kematian Kang Yong yang mana Hye Sung menyukainya. Hye Sung di 10 tahun lalu saat menuruni tangga tak sengaja melihat Kang Yong dan Soo Hee yang lagi cekcok. Soo Hee ingin kabur karena lagi hamil anak dr Baek dan Kang Yong berinisiatif untuk mengakui janin tsb. Jadi sebenarnya janin yang dikandung Soo Hee anak dr Baek. 
dr Baek menemui ayahnya yang sedang menunggunya di ruang kerjanya. dr Baek menanyakan perihal keberadaan Soo Hee ternyata ada di panti Jompo. dr Baek tak menyangka ayahnya merawatnya sampai 10 tahun lamanya. Ayahnya melakukan hal tsb demi atas bersalahnya. dr Baek menimpali bahwa Soo Hee seperti ini karena ulah kecelakaan. 

Jaksa Eun Sol membuka berkas perkara kasus perdananya tentang kematian istri Oh Man Sang. Detektif Cha datang bahwa panggilan terakhir pengacara Han kepada direktur media bahwa dia punya informasi penting. Penyidik Kang sudah mengira pasti ada kaitannya dengan Oh Man Sang selaku direktur grup Sungjin. Maka Oh Man Sang bakalan dipanggil olehnya. 

Keesokan paginya, kepala Jaksa No melihat berita pengacara Han yang meninggal jadi teringat tempo lalu dimana saat berita kematian menantu Grup Sungjin, jaksa No ditawarkan posisi bagus di grup Sungjin setelah pensiun. Ia juga waktu itu mendapat telpon dari pemilik grup Sungjin. Ternyata Oh Man Sang dan jaksa Do berada di ruangan jaksa No. Oh Man Sang menawarkan main golf dengan wanita maka sebulan langsung masih mahir. Jaksa Do menohok dengan membalas bahwa Oh Man Sang kudu berhati- hati sekitar wanita karena dia berakhir disini gegara wanita. Kemudian Eun Sol datang bahwa jaksa No terlalu lama menahan Oh Man Sang, bukannya Oh Man Sang tahu letak ruangan wawancara. Oh Man Sang pergi kemudian jaksa No menahan jaksa Eun Sol dengan memberikan amplop yang berisi bukti alibi oh man sang di saat waktu meninggalnya pengacara Han. Jaksa Eun Sol tak terima tapi jaksa No melemparkan kasusnya pada jaksa Do. 
Jaksa Eun Sol melihat dr Baek meminum sendirian. Eun Sol menghampirinya dan minum bareng. Hendak ingin menanyakan Soo Hee tapi Baek Beom menolah pembicaraan personal. Eun Sol kesal memangnya dirinya tak memikirkannya dan mereka berdua menghibur satu sama lain. 

Stellar datang ke ruangan meeting bahwa di dalam luka bakar melepuh tidak ada zar racun apapun itu. dr Ma heran karena proses autopsi tidak ada yang aneh semuanya sehat dan normal bahkan tak ada luka apapun. 

dr Baek menemui Jaksa Kang yang mana lagi santai di depan restoran ibunya di kampung halamannya. 

04 February 2022

Sersan Oh Jong Cheol datang menghampiri Jaksa Do bahwa itu rumah Detektif Choi Hyun Seok. Jaksa Do menjelaskan bahwa ada perlu dengannya mengenai kasus. Sersan Oh Jong Cheol mengajak main ke rumahnya karena rumahnya tetanggan bersebelahan dengan rumah detektif choi. Sersan Oh mencoba menelpon putra detektif Choi bahwa jaksa Do ingin bertemu dengannya. 
Jaksa Eun Sol pergi di depan rumah tempat yang belum dikonfirmasi mengenai meteran airnya. Penyidik Yang juga belum melihat jaksa Do padahal dia yang menangani wilayah ini. Setelah melihat ke pagar, Eun Sol salah fokus pada kursi roda dan pelumas senjata lama. Saat diperhatikan itu kursi roda milik detektif Choi. 

Di rumah sersan Choi, Jaksa Do ditawari minuman di waktu bersamaan, smartphone dia berbunyi saat membuka pesan dia langsung melihat berbagai figura keluarga sersan Choi. Menanyakan keberadaan putrinya yang meninggal kecelakaan 2 bulan lalu. Kemudian melihat seksama foto sersan Choi kala menjadi tentara dimana nampak ada pisau militer M7. Jaksa Do berpamitan pergi karena sudah diketahui alamat pelaku. Sersan Oh minta ikutan karena merasa bersalah tidak bisa menangkap pelaku ketika menjadi polisi. Jaksa Do pun menerimanya. Saat masuk mobil, sersan Oh merasa pintu mobil tak bisa dibuka. Jaksa Do mencoba membantunya sayangnya Jaksa Do menyadari dari bayangan kaca mobil sersan Oh mencoba menikamnya dari belakang. Untungnya Detektif Cha datang di waktu yang tepat. Seketika sersan Oh dikepung polisi dan ditangkap. 

Sersan Oh diinterogasi oleh Jaksa Do dan Jaksa Eun Sol. Sersan Oh didakwa sebagai tersangka pelaku pembunuhan berantai 12 wanita di Wuseong. Kronologinya bisa tahu bahwa sersan Oh pelakunya karena Jaksa Eun Sol memerhatikan kursi roda dan pelumasnya setelah diperiksa itu milik detektif Choi. Ia mengirim pesan pada Jaksa Do bahwa pelakunya sersan Oh Hyun Seok. Jaksa Do yang menerima pesan di waktu tepat jadi tak minum malah melihat berbagai foto figura, bukti kuat sersan Oh pernah jadi militer dengan senjata M7. Ditambah ke 12 korban memiliki jarak yang dekat dengan rumahnya. Sersan Oh mengungkapkan rasanya menyenangkan bukan mengelabui sampai menangkap orang yang salah. 
Flashback saat sersan Oh mengelabui Lee Kyung Ja yang saat itu masih traumatis. Sersan Oh mengarang cerita tentang profiler pelaku, Lee Kyung Ja yang masih trauma dibentak hanya iya saja dengan tubuh gemetaran. Jaksa Eun Sol mengatakan setelah tiga bulan kasus Lee Kyung Ja, putrinya lahir. Setelah 49 putrinya meninggal, ia melakukan lagi kenapa? Karena Song Hye Bin mirip dengan ibunya. Ibunya mengajak bunuh diri diusianya 13 tahun. Dengan minuman yang bercampur pestisida. Tapi dia pengecut dengan bersembunyi di balik lencana polisi. Buktinya dengan berani bergabung masuk ke tim khusus bersama Jaksa Do dan Eun Sol. Kamu bisa mengetahui keberadaan Lee Kyung Ja dan membunuhnya. Sersan Oh juga mengelabui detektif Choi dengan menelpon berpura- pura pada detektif Choi untuk pergi. Tidak ada nelpon pada putranya. Dirinyalah yang memberikan pelumas itu untuk digunakan pada kursi roda. Tenggat kasus pembunuhan 30 tahun sudah lewat. Anda akan didakwa pembunuhan Song Hye Bin dan Lee Kyung Ja. 

Tim kejaksaan sedang merayakan berhasil memecahkan kasus besar dengan minum- minum. Saat mereka lagi minum tetiba tim BFN datang dong. Langsung dari masing- masing ketua berjabat tangan dan saling adu mulut karena kek jaga harga diri. Kepala dr Park serasa menyindir kejaksaan yang menuduh dr Baek tersangka. Kepala jaksa No juga demi harga diri tak mau itu diakui sebuah kesalahan. Pokoknya sampai cekcok tsb terhenti akibat tawaran ajang minum. Masing- masing tim punya gaya cara minum. Divisi kejahatan kriminal minum pakai kaos kaki. Mana yang jaksa Eun Sol lagi ( sepertinya budaya minum ala itu memang ada, jadi ingat Yesung pernah kek gitu diakuinya saat Knowing Brothers ). Berbeda dengan tim forensik bikin racikan minuman seperti ala- ala laboratorium pakai ukuran segala. Yang minum dr Ma. 
Penyidik Kang memancing detektif Cha yang cemburu pada Stellar dekat dengan Jang Sung Joo. Berusahalah lebih agresif daripada nasibnya seperti penyidik Kang karena Cheon Mi Ho lebih melirik penyidik Yang karena jago minum. Detektif Cha mendekat pada Stellar yang berduaan dengan Jang Sung Joo bahkan melakukan pernyataan padanya menyukainya. Dibalas oleh Stellar pakai bahasa Inggris meski langsung ditinggal ke toilet. Detektif Cha memberikan peringatan pada Jang Sung Joo bahwa dia duluan mendekati Stellar. Jang Sung Joo menjawab bahwa semuanya belum berakhir lagipula dirinya sampai ikut les pagi bahasa Inggris. 

Jaksa Eun Sol melihat dr Baek yang terasing di meja tim Forensik begitu juga dirinya. Sampai Eun Sol membuat stiker kirim ke dr Baek. dr Baek angkat smartphone ternyata ada telpon mengenai autopsi kasus pembunuhan. dr Baek menyuruh Sung Joo nyupir tapi dia minum pada akhirnya pergi sendirian. Di grup jaksa ada stiker dari Eun Sol yang berbunyi aku merasa terasing. Semua orang kaget sampai Eun Sol ngacir pergi karena salah kirim😅

Eps 15
Daya kematian, laju yang menuntun pada kematian. 

Oh Pil Joong, pimpinan Grup Sungjin dan putranya Oh Man Sang suami dari mendiang Kwon Hee Kyung sedang rapat mengenai pemilihan ketua pimpinan untuk menggantikan Oh Pil Joong yang sudah lansia. Sayangnya kasus Oh Man Sang terhadap istrinya membuat harga saham turun anjlok sampai rugi besar. Ditambah dengan pemberitaan terbaru Oh Man Sang melakukan kekerasan pada supir pribadi. Oh Pil Joong marah sampai merobek berkas proposal dan melemparkannya pada putranya di hadapan banyak orang lalu pergi. Oh Man Sang marah pada anak buahnya kenapa tidak mengurus si bedebah itu, ia sudah mencoba tapi tak butuh uang melainkan maaf. Tapi Oh Man Sang tak Sudi.
Malamnya Oh Man Sang minum ditemani semua jajaran direksi grup Sungjin di sampingnya ada pengacara Han sampai membuat tak nyaman hingga pergi ke toilet. 

Jaksa Kang pergi ke pemakaman kakaknya Kang Yong, ia berkeluh kesah bahwa kakaknya mengetahui bahwa anak Han Soo Hee bukan anak kakaknya. Teringat percakapan dirinya dengan ayah dr Baek yang menyesal sampai terus merawat Soo Hee di akhir hayatnya. Selama 10 tahun Soo Hee dalam kondisi vegetatif persisten. Kemudian jaksa Kang menelpon dr Baek yang sedang naik taxi. Ia berkata kejadian 10 tahun yang lalu ada hal yang tidak diketahui antara dr Baek, Kang Yong dan Soo Hee. Itu semua ada terkait dengan ayahnya bahwa Soo Hee masih hidup. Kemudian Soo Hee menunjukkan jari kaki yang bergerak. 



02 February 2022

Ternyata Lee Kyung Ja tidak pulang ke rumahnya melainkan mampir di ke rumah temannya dan ia meninggal di bathtub. Semua tim turut merasa kehilangan dan kesal sendiri sampai bisa luput dari perhatian. Jang Sung Joo mendokumentasikan dan dr Baek memperhatikan seksama. 
Proses autopsi dilakukan oleh Pyo Yoo Seong. Pyo heran kenapa dr Baek tidak menggunakan masker. Alasannya karena bisa mencium bau. Proses autopsi dilakukan dengan melihat ada fraktur di bagian kepala, luka sayatan diukurnya, bekas gigitan, tangan bekas ikatan begitu juga kaki. Saat hendak pembedahan, dr Baek menahannya karena mengendus bau minyak. Ia mengambil sampel darah korban untuk segera dianalisa. Kemudian mempersilahkan Pyo Yoo Seong pembedahan. 

Pyo Yoo Seong mengatakan bahwa modus operasinya sama persis hanya berbeda ada fraktur kepala dan tidak dikubur berbeda dengan Seong Hye Bin. dr Baek menimpali bisa saja pelakunya berbeda sedari awal memang salah profiler pelaku. Lee Kyung Ja memiliki bau sedangkan yang lain baunya hilang setelah dikubur. Pyo Yoo Seong marah memangnya menangkap pelaku dari bau? Kenapa mesti repot hal yang tidak jelas. Pelakunya berusia 50an karena fraktur di kepala tepat di bagian otak kecil agar tidak bisa bergerak. 

Jaksa Do, Eun Sol menuju ke kejaksaan tapi sudah ada wartawan yang mengerubungi mesti tidak berkomentar. Kepala Jaksa No, Jaksa Do dan Eun Sol menonton berita penyintas terakhir pembunuhan berantai Wuseong yang mana sampai mengubah identitas demi terhindar kejaran pelaku eh besoknya tewas setelah dilakukan penyelidikan padanya. 
Kepala jaksa No marah bukannya menangkap pembunuhnya malah berakhir penyintas yang terbunuh. Jika tak bisa menangkap pembunuh maka semua harus mengundurkan diri. Jaksa Do menelpon penyidik Yang mengenai memantau Kang Chi Soo bahwa dia bekerja di studio. Jaksa Do menyarankan untuk menahan Kang Chi Soo tanpa penahanan.

Penyidik Kang melaporkan kepada Jaksa Eun Sol kemungkinan adanya peniru karena dia meminta tolong pada temannya di kejahatan siber bahwa ada website yang membahas mengenai pembunuhan berantai Wuseong. Jaksa Eun Sol tahu siapa pemilik website.

Stella mengatakan zat minyak pada korban adalah pelumas lubang Laras senjata. Sesuai dengan spesifikasi militer. Dipakai untuk membersihkan sisa mesiu dan moncong senapan. Pelaku tentara yang aneh karena tidak sesuai dengan ketentuan militer sekarang dan digunakan tahun 60an dan 70an.Sung Joo menanyakan memangnya ada yang pakai seperti itu
Sung Joo dan dr Baek pergi ke toko senjata dan perlengkapan. Di toko pertama tak ada yang diminta Sung Joo. Barulah di toko kedua ada, penjualnya ditanyai apakah masih ada orang yang menggunakan pelumas seperti itu. Jawabannya ada kadang lansia yang masih belum bisa melupakan kebiasaannya. Sung Joo mendapat telpon bahwa Kang Chi Soo baka ditangkap dan kita diminta ke sana. 

Jaksa Eun Sol dan Penyidik Kang pergi penjara tempat dimana Joon Tae meninggal. Ternyata dia pemilik website pembunuhan berantai Wuseong. Ia ditanyai perihal itu yang tahu banyak. Joon Tae menjawab bisa dibilang pelaku pembunuhan Wuseong idolanya. Gegara dia jadi bisa tahu bagaimana melakukan pembunuhan tidak meninggalkan jejak, mengatahui pola korban dan kebiasaan sampai bisa menjebak Detektif Cha. Penyidik Kang kesal dengan penuturannya. Jaksa Eun Sol menanyakan adakah petunjuk pada pembunuhan Wuseong. Tinggi 180 cm dan sepatu 260 mm. Kebohongan macam apa itu. Makanya penyidik jangan terlalu percaya. Semua korban memiliki tinggi 160an cm jika memang pelakunya tinggi 180 cm kenapa tidak membunuh yang tingginya lebih dari itu. 

Sementara itu, Jaksa Do, Pyo Yoo Seong dan Penyidik Yang sudah mengepung wilayah studio foto tempat Kang Chi Soo berada. Jaksa Eun Sol menelpon dr Baek bahwa pelakunya bukanlah berusia 50an melainkan lebih dari itu sekitar 70an dan tingginya lebih pendek. dr Baek segera memberitahu bahwa pelakunya bukan Kang Chi Soo dengan bukti minyak yang digunakan untuk senjata militer. Bahkan luka di sayatan membuktikan bahwa pelakunya bukanlah tinggi 180 cm melainkan lebih pendek. Sayangnya Jaksa Do mengindahkan dan tetap menangkap Kang Chi Soo. 
Saat ditahan Kang Chi Soo berusaha kabur meski berhasil ditahan. Semua ke tempat ruang gelap di sana banyak jejak luminol apalagi ruang gelap semacam tiruan kamar mandi ada bathtub dan dudukan toilet. Di sana juga banyak foto wanita bagian paha dan kaki. dr Baek memerintahkan untuk menyeka bagian bathtub dan dudukan toilet. 

Stella memeriksa kandungan zat tsb. Kang Chi Soo diinterogasi oleh Jaksa Do bahwa dialah pelakunya. Kang Chi Soo marah dan dendam atas apa yang dilakukan 30 tahun yang lalu teruslah melakukan hal yang sama 30 tahun lalu. 

dr Baek datang bersama Sung Joo sambil membawa kamera. Bahwa di dalam lensa kamera ada zat besi. Sung Joo menjelaskan bahwa luminol bereaksi terhadap hemoglobin yang tak lain zat besi dalam darah. Sudah diperiksa zat di dalam ruang gelap tak ada darah melainkan komponen zat besi, cat. Pelakunya bukan Kang Chi Soo

Tim Khusus duduk dengan cemas. Detektif Cha mengabarkan bahwa gigitan gigi pada mayat korban tak sama dengan susunan gigi Kang Chi Soo. Penyidik Yang menanyakan kenapa Kang Chi Soo tak ada di studio kala malam Lee Kyung Ja. Detektif Cha memberikan alibi di waktu itu dia bekerja mengambil foto di luar untuk dijual. Sudah dikonfirmasi alibinya. 

Ketiga polisi veteran berkemas pamit karena profiler Kang Chi Soo yang dituduhkan bukanlah pelaku yang sebenarnya. Mereka dari penyidik dan detektif berterima kasih pada mereka semua. 
Jaksa Eun Sol yang melihat Jaksa Do sendirian merana menghiburnya kemana perginya julukan Doberman takkan melepas mangsa setelah menggigit. Jaksa Eun Sol mengajak Jaksa Do pergi ke suatu tempat. 

dr Baek kembali ke lokasi TKP Lee Kyung Ja, ia pergi ke ruangan bathup tempat dia dibunuh. Ia mempraktekkan ternyata kenapa tidak ada darah pada korban karena pelaku membilasnya. Saat itu terdengar bunyi bel, dr Baek waspada ternyata yang datang justru Jaksa Eun Sol dan Jaksa Do. Eun Sol mengatakan dr Baek terlihat seperti tersangka karena pelaku selalu kembali ke TKP. Ia mengeles alasan kenapa tidak ada darah meski arteri tersayat setidaknya keluar darah 3 liter ternyata pelaku membilasnya. Alasan ditaruh di bathtub mungkin dulu leluasa pergi ke pegunungan sekarang tak lagi karena banyaknya cctv makanya ditinggal di bathup berarti pelaku meninggalkan jejak. 

Jaksa Do menyarankan untuk merombak profiler karena sedari awal sudah salah kembali ke awal lagi. Pelaku bukanlah tinggi 180 cm melainkan lebih pendek dan berusia 70an. Pyo Yoo Seong tak terima apa yang dilakukan sia- sia. Ia memilih walk out diikuti anak buahnya. Jaksa Do dan Jaksa Eun Sol memerintahkan untuk bagi siapa saja yang penggunaan air lebih banyak karena itu bisa menjadi petunjuk membilas darah korban. Kemudian mencari pelaku yang melakukan transaksi senjata dan pelumas militer era 60an. 
Cheon Mi Ho mengatakan untuk meminta data pengguna air memakan waktu 2 hari. Jaksa Eun Sol minta saja untuk mempersempit sampel. Penyidik Yang membawa siapa saja yang melakukan pembelian senjata sejenis era 60an dan 70an. Ada 38 orang. Maka semua mengecek yang menggunakan senjata pergi ke alamat dan dicek penggunaan air. Jaksa Do sampai di rumah yang mana dipanggil tak menyahut tapi melihat kursi roda sekaligus pelumas era 60an. 



01 February 2022

Melihat adu sengitnya Pyo Yoo Seong dengan dr Baek. Jaksa Eun Sol menimpali dan langsung disanggah oleh dr Pyo bahwa kenapa 30 tahun tidak bisa menangkap pembunuhnya? Karena polisi membutuhkan banyak petugas. Kasus Yoo Han Cheol yang membunuh 26 orang ditangkap 2003. Kami memeriksa 50 rute bis, ribuan cctv kereta bawah tanah dan 300 ribu sirkuit telpon yang terkait dengannya. dr Baek menimpali memangnya kita hanya menerka luka pada tubuhnya? Jaksa Do mencoba bersuara agar tidak perang adu mulut. Jaksa Do menyarankan mempersilakan BFN mengikuti arahannya. Dan mereka bakalan menyelidiki di sekitar korban, dekat rumahnya, toko dan swalayan tempat korban terakhir bekerja. Periksa alibi pria berusia 50 tahun di sekitar lokasi. Jaksa Eun Sol menekankan tak lupa bahwa bakalan ada peniru di kasus tsb. 
Jaksa Do, Eun Sol dan penyidiknya makan bareng dengan para polisi yang dulunya menangani kasus pembunuhan berantai Wuseong. Semua berkeluh kesah betapa sulitnya menangani kasus tsb apalagi dengan keterbatasannya memakai kursi roda. 

dr Baek menunjukkan laporan autopsi korban pertama Um Ji Hye pada direktur kepala dr Park karena dialah yang mengautopsi. dr Park ingat betul karena itu kasus perdananya kerja di BFN. dr Baek menanyakan apakah luka sayatan yang sampai menusuk ke tulang rusuk ada jejak di dalamnya seperti jejak pisau yang digunakan. dr Park mengatakan dulu tidak ada teknologi yang mendukung zat tsb. 
dr Baek memanggil detektif Cha untuk mencarikan lokasi pemakaman Uhm Ji Hye korban pertama. Detektif Cha kaget karena tidak seperti biasanya dr Baek meminta bantuan. Ia memohon sebagai imbalan untuk mengucapkan 'minta bantuan' tapi oleh dr Baek keluar kata makian yang membuat Detektif Cha pergi keluar. 

dr Baek dan Sung Joo pergi lokasi pemakaman Um Ji Hye. Ia sudah mendapat telpon dari detektif Cha mengenai alamat lokasi pemakaman untungnya belum dikremasi. dr Baek dan Sung Joo malam- malam pergi ke pemakaman. dr Baek mengambil sampel tanah kuburan Uhm Ji Hye untuk dianalisa zat tsb. 

Ketiga polisi yang masih hidup datang ke tempat tim khusus investigasi kasus pembunuhan Wuseong. Ia memberikan buku memo yang berisi hasil rangkaian investigasi mereka. Salah satu polisi tsb mengatakan nama Kang Chi Soo, setelah dilihat profiler cocok dengan pelaku yang memiliki tinggi 180 cm dan ukuran sepatunya. Tapi kurangnya bukti dibebaskan. Anehnya sejak bebas ia terbang ke luar negeri kembali lagi baru- baru ini. Penyidik Yang diminta mengintai Kang Chi Soo. 

Kang Chi Soo ternyata memiliki toko studio foto dan makan siang di restoran dan pulang malam jam 8. Penyidik Yang melaporkan kebiasaannya kepada tim. Hal aneh adalah Kang Chi Soo tidak punya handphone bahkan saat pulang malam memilih gang kecil yang tidak ada cctv. Pyo Yoo Seong menilai memiliki obesesif karena kesehariannya monoton ditambah dengan pelaku yang memiliki simpul yang sama hingga sekarang. 
dr Baek datang meminta kasus pertama Um Ji Hye di autopsi lagi. Bagi Pyo Yoo Seong tak ada gunanya karena mayatnya sudah membusuk 30 tahun. Jaksa Eun Sol bakalan bertanggung jawab dalam meminta izin untuk reka ulang autopsi pada keluarga korban. Awalnya Jaksa Do meragukan jaksa Eun Sol tapi pada akhirnya mendukungnya dan meminta Detektif Cha sekaligus penyidik  Kang membantu jaksa Eun Sol. 

Jaksa Eun Sol dan rekannya pergi ke rumah Im Sook Ja yang tak lain ibu Um Jo Hye. Sempat menolak bahkan mengusir tapi jaksa Eun Sol berhasil membujuknya dengan bukti boneka beruang punya korban yang masih dipajang. 

Pada akhirnya pembongkaran pemakaman Um Ji Hye dilakukan. Untungnya karena kondisi tanah lembab dan tertutup. Kan mayatnya di dalam peti membuat lemak di dalam tubuh terhidrolisis menjadi asam lemak dan gliserin ditambah amonia mengakibatkan pembusukan terhenti. Tempat pemakaman yang bagus karena memiliki kandungan mineral dan kalsium. Mayat Um Ji Hye dibawa ke BFN. 
Pyo Yoo Seong juga datang melihat proses autopsi. Dikenali tanda- tanda kematian. Kemudian membelah dan mengambil tulang rusuk yang sudah patah dan dibantu mengikis tulang rusuk patah. Pyo Yoo Seong melihatnya buang- buang waktu melihatnya dan pergi meninggalkan. Jaksa Do menyuruh Jaksa Eun Sol tetap di situ. Jaksa Do ikut Pyo Yoo Seong. Jaksa Eun Sol menanyakan kenapa malah mengikis tulang rusuk. Sung Joo menjawab saat pisau menancap tulang rusuk hingga tulang rusuk patah dan terjadi retakan bakalan ada zat pisau yang tertinggal makanya perlu dikikis. 

Penyidik Yang masuk ke dalam studio foto Kang Chi Soo. Sambil penuh selidik dan mencoba ingin ke toilet tapi ditahan oleh Kang Chi Soo bahwa itu bukan toilet tapi studio gelap. Setelah selesai foto identitas maka saat melakukan transaksi dengan kartu kredit. Detektif Yang mengamankan kartu kredit yang mana sudah ada sidik jari Kang Chi Soo segera menelpon BFN. 

Kang Chi Soo masuk ruang gelap dan mengambil foto sepertinya korban selamat apalagi dia duduk di tempat bathup. 
Penyidik Yang menunggu hasil analisa dan saat telpon berbunyi langsung diangkat. Han Soo Yeon mengatakan sidik jarinya tidak cocok dengan pelaku pembunuhan Wuseong. Jaksa Do mengambil telpon dari penyidik Yang minta kejelasan lagi dan memang tidak sesuai dengan pelaku sidik jari pelaku pembunuhan Wuseong. Semua kecewa dong sambil marah- marah apa yang mesti dilakukan. 

Jaksa Do menyarankan untuk bertemu saksi hidup Lee Kyung Ja. Di rumahnya Lee Kyung Ja keberatan karena gegara itu sampai ubah identitas dan memegang bekas luka sayatan di tulang selangka. Lagipula dirinya tak ingat apapun kejadian ini. Jaksa Do menyarankan sesi hipnotis untuk mengingat kembali. Lee Kyung Ja mengingat saat pulang malam di gang gelap melihat dari kejauhan berpapasan dengan pria tetiba dia gelap saat mata terbuka hanya melihat sekop sedangkang dirinya terbaring di tanah dengan tangan dan kaki diikat. Karena dia bersuara, pria tsb melihatnya dan menghampirinya. Lee Kyung Ja terbangun. 
dr Baek yang tidur di ruangannya dibangunkan oleh Sung Joo dan Soo Yeon bahwa hasil zat tadi baja karbon. Ia kaget dengan pisau baja karbon itu pasti bukan sembarang pisau. Karena terlalu larut malam tak mungkin mencari toko pisau, dr Baek meminta untuk disiapkan Boneka. Betapa kagetnya di rumahnya penuh senjata dan pisau, tak heran dr Baek jarang tidur dirumahnya. Sung Joo memegangi boneka dan dr Baek mencoba berbagai pisau. Soo Yeon mengukur kedalaman luka dan panjang sayatan. 

Jaksa Do mengantarkan Lee Kyung Ja ke lobby dan meminta tolong pada satpam untuk diantarkan ke rumahnya dengan selamat. Dari kejauhan nampak bayang hitam melihatnya dari jauh. 

Penyidik Yang pergi ke studio foto Kang Chi Soo dimana rutinitasnya pergi ke ruang gelap untuk cetak foto tapi nyatanya tak ada. Langsung menelpon Jaksa Do mengenai hal itu dan segera konfirmasi keberadaan Lee Kyung Ja apakah berada di rumah atau tidak. Detektif Cha menelpon keberadaan Lee Kyung Jaa kata petugas yang mengantarkan bahwa dia naik mobil sendirian. Langsung Jaksa Do pergi sambil ambil jasnya. Begitu juga yang lain baik Detektif Cha dan jaksa Eun Sol 
Sung Joo ketiduran sampai terbangun. dr Baek masih melakukan percobaannya. Soo Yeon membantu kedalaman 15 cm, panjang 3,5 cm dan lebar 0,6 cm. Langsung mendekati kecocokan luka sayatan. Ternyata pisau yang digunakan jenis pisau militer M7 dibuat baja karbon 1080. 

Lee Kyung Ja sampai di rumah kaget karena rumahnya tetiba gelap saat menyalakan lampu langsung teriak. Jaksa Do, Eun Sol dan Detektif Cha datang ke rumahnya. 


Jaksa Do Ji An memeriksa mayat wanita secara seksama. Jang Sung Joo setelah mendokumentasikan hendak melepas ikatan pada pergelangan tangan si mayat wanita. Tapi oleh Jaksa Do ditahan bakalan menghilangkan bukti, dr Baek marah memangnya bakalan menggotong mayat dalam kondisi demikian ke dasar gunung, memangnya dia siapa sampai memerintahkan segala. Detektif Cha memperkenalkan jaksa Do di distrik timur sebagai pengganti jaksa Kang. Jaksa Do pun mengalah namun diminta saat melepas simpul ikatan dividiokan. Saat dr Baek melepas ikatan dan Jang Sung Joo memvidiokan ternyata sidik jari korban tak ada alias sudah dirusak. 
Di ruangan lorong BFN, Jaksa Do  ditelpon oleh kepala jaksa No Han Sin mengenai kehadirannya di kantor. Jaksa Do beralasan bahwa dia melihat ada mayat di bukit, jadi setelah proses autopsi bakalan kesana segera menutup telpon atasannya. Lucunya penyidik Yang malah menutup hidung yang membuat penyidik Kang, detektif Cha bingung padahal melihat di ruangan terpisah. 

dr Baek memulai autopsi. Si mayat mengalami anemia, ada bekas gigitan, dan luka sayatan dengan kedalaman 17,5 cm dan panjang 3,4 cm dan lebar 0,7 cm. Pergelangan tangan ada bekas ikatan dan sidik jari dirusak. Jaksa Eun Sol menanyakan apakah pelaku sengaja menyembunyikan identitas korban. Oleh Asisten Han tentu saja iya ngapain sampai merusak sidik jari. Di pergelangan kaki ada bekas ikatan. Di daerah kemaluan sudah robek tanda kekerasan seksual. Jaksa Eun Sol dan Detektif Cha meringis tertunduk mendengarnya. Jang Sung Joo untuk menyeka ke dalam vagina. Saat dilakukan pembedahan terdapat luka tusukan pada jantung. Lambungnya dibelah bahwa terdapat makanan yang belum dicerna. 
dr Baek dan Jang Sung Joo memberitahukan bahwa penyebab kematian Arteri subclavia dengan kata lain yang terluka dan jantung tertusuk sambil menunjukkan bukti sayatan. Bahkan bekas gigitan saja bersih dipastikan digigit setelah mati. Jadi tak ada DNA pelaku. Jaksa Do menanyakan perihal simpul ikatan sampai mempraktekkan pada tali dasinya karena simpul tsb ada di internet di kalangan militer, ia searching sebelum ke sini, bisa saja pelakunya orang profesional sampai bisa tahu lokasi arteri. dr Baek menambahkan ada kasus serupa seseorang dibunuh tepat jantungnya dan pelakunya guru TK. Jaksa Do beragumen bahwa dr Baek hanyalah gelar saja ( mungkin maksudnya makan gaji buta asal autopsi tidak melakukan analisa mendalam ). Asisten Han Soo Yeon membawa laporan bahwa tidak ada sperma bahwa dipastikan pelaku membersihkan jejak itu artinya pelaku orang profesional. Tapi identitas korban diketahui gegara masuk ke dalam database orang hilang. 

Ibunya datang dan menangis histeris mendengar kabar putrinya Hye Bin mengenaskan. Ia melaporkan hilang 2 hari yang lalu gegara saat selesai kerja part time tak pulang ke rumah. Jaksa Eun Sol prihatin. Jaksa Do melihat interaksi mereka dari jauh. 
Di kantor Kepala Jaksa No memberikan ucapan selamat datang atas kehadiran Jaksa Do sebagai wakil jaksa. Jaksa Do sok merendah bahwa dirinya sudah lima tahun berkarir dalam kasus narkoba. Ia ingin minta kasus Wuseong- dong sebagai kasus pertamanya. Kepala jaksa No mengatakan bahwa itu kasus milik jaksa Eun Sol. Jaksa Do berdalih bahwa Jaksa Eun Sol tidak bakalan objektif dan melibatkan perasaan dan emosinya buktinya saja saat autopsi tak berani melihat mayat bahkan mengobrol dan menemani sang ibu korban. Jaksa Eun Sol pun langsung menghafalkan bagaimana laporan autopsi secara rinci dan detail. Wah jaksa Do terkesima dan mengalah, jadi jaksa Eun Sol setelah melakukan penyelidikan bareng kepolisian Gangdonv untuk memberikan laporan padanya. 

dr Baek melihat hasil dokumentasi autopsi tadi sepertinya pisau yang digunakan bukan pisau biasa. Stella datang bersama Sung Joo bawa laporan jika korban gadis biasa tak menggunakan obat terlarang. Sung Joo heran dengan dr Baek yang memilih pulang dari awal. dr Baek malah nyolot memangnya dirinya mau bekerja terus- terusan. Langsung Sung Joo dan Stella pergi keluar ruangan. Di rumahnya, dr Baek membuka peti yang berisi berbagai pisau, pedang maupun belati. Hingga menemukan mirip sekiranya cocok dengan jejak sayatan. 

Di ruangan rapat para jaksa sedang mendiskusikan perihal kronologi kejadian korban Hye Bin berusia 20 tahun pencari kerja. Berhubung dia masuk gang kecil jadi tak ada cctv. Penyidik Yang meremehkan detektif Cha mestinya detektif Cha untuk tidak terpaku pada cctv saja, pokoknya meremehkan. Penyidik Kang membela memangnya bisa memulai penyelidikan tanpa bukti. Jaksa Do segera mengakhiri rapat dan meminta tolong sesuatu pada penyidik Yang. Penyidik Yang mengiyakan hal tsb. Jaksa Eun Sol penasaran tapi Jaksa Do tidak mau bilang jika hasilnya belum keluar.

Han Soo Yeon melakukan membubuhkan bubuk hitam pada barang- barang korban. Saat hendak membuka dompet, jaksa Do memberitahu tempat di mana kartu identitas hilang bisa saja ada sidik jari pelaku menempel dengan bersinggungan kartu ATM. Saat membubuhkan bubuk hitam pada kartu ATM, penyidik Yang datang dengan membawa gesper. Jaksa Do meminta tolong apakah ada sidik jari yang cocok pada sidik jari di gesper meski gespernya sudah 30 tahun. 
Sementara itu dr Baek ketiduran kecapekan memikirkan pisau yang digunakan pelaku. Jang Sung Joo datang bahwa ada kelanjutan hasil kasus Seong Hye Bin. dr Baek dan Jang Sung Joo bergegas ke ruangan tempat para jaksa berkumpul. Han Soo Yeon membawa hasil bahwa di kartu ATM ada 6 sidik jari dan salah satunya cocok dengan yang ada di gesper. 

Jaksa Do sudah menyangka bahwa pelakunya adalah pelaku pembunuhan berantai Wuseong. Semua kaget bagaimana bisa itu terjadi. Jaksa Do menjelaskan bahwa kasus dingin pembunuhan berantai Wuseong memiliki kesamaan dengan simpul ikatan, cara membunuh baik di sayat maupun gigitan bahkan dikubur juga. dr Baek tidak mau terburu- buru dengan itu dan mempersilakan Jaksa Do melakukan penyidikannya jadi dia pergi begitu juga Sung Joo dan Han Soo Yeon. Jaksa Eon Sol menyangka bisa saja itu peniru. Jaksa Do mengatakan Eun Sol bersikap objektif tapi ingat setiap kejahatan pasti ada kesalahan nah kesalahan itu menjadi cela buat kita. 

Jaksa Kang dapat telpon untuk menemui Baek Ho Chul yang tak lain ayahnya dr Baek. Baek Ho Chul tahu bahwa jaksa yang menemui ruangan Han Soo Hee dirinya. Ia meminta maaf atas keserakahan dan intimidasi atas putranya. Flashback dimana ayah dr Baek untuk meminta Han Soo Hee meninggalkan dr Baek karena ini kesempatan sekali dalam hidupnya bisa belajar ke Amerika. Han Soo Hee sambil memegang perutnya tersenyum kecut memandang ayah dr Baek. Jaksa Kang mengira bahwa Soo Hee mengandung anak dari kakaknya. Ayah dr Baek mengatakan bukan, saat keguguran melakukan tes DNA dan terbukti anaknya dr Baek. Jaksa Kang heran dengan sikap kakaknya yang mau menikah dan mengucapkan dirinya bakal jadi paman. 
Jaksa Do dan Penyidik Yang sangat kaget melihat banyaknya kerumunan wartawan di depan kantor kejaksaan. Mereka pasti sudah mengira mengetahui kasus pembunuhan berantai Wuseong dan pelakunya bisa melihat tv sekaligus memantaunya. Jaksa Do berjalan sudah dikerubungi wartawan dan mengatakan bahwa jaksanya di belakang. Penyidik Yang kaget mau tau mau menurut. Sementara itu, kasus pembunuhan berantai Wuseong kembali bangkit membuat heboh masyarakat di jalan, halte bis dan semua orang membuka smartphone mereka dan membaca beritanya. Jaksa Eun Sol kaget melihat wartawan meski dikelilingi tapi dia tak bersuara. 

Saat memasuki ruangannya dia sudah didatangi Penyidik Kang dan Cheon Mi Ho bahwa wartawan berkumpul di lobby padahal tidak tahu darimana informasi pembunuhan berantai Wuseong sampai trending di situs pencarian. 

Kepala Jaksa No marah karena informasi ini menjadi gempar. Jaksa Do mengakui dirinya sering bikin kegemparan hingga dijuluki. Jaksa Eun Sol menambahkan anjing gila, Doberman. Ditambahkan oleh jaksa Do bahwa Doberman, tidak akan melepaskan buronan setelah menggigit. Jaksa Eun Sol mengira itu peniru. Kepala Jaksa No tak peduli cepat tangkap pembunuhnya, dari pusat membentuk tim khusus untuk kalian bersama polisi untuk menangani kasus berantai pembunuhan Wuseong. 

direktur dr Park bersama dr Baek dan dr Ma. dr Park mengirim dr Baek untuk masuk tim khusus pembunuhan berantai Wuseong. dr Baek awalnya enggan karena tidak ada yang dilakukan untuknya. dr Ma menanyakan bukannya jika kasus besar pastinya membutuhkan orang ahli tak hanya sendirian. dr Park mengatakan itulah kenapa sudah ada dari utusan presiden. 
Ternyata yang dimaksud dr ahli yang pernah menangani kasus kecelakaan dr Baek, Pyo Soo Seong. Ia memiliki jejak rekam menangani kasus serupa tentang pembunuhan berantai Yoo Han Cheol. Detektif Cha menjelaskan kasus pembunuhan berantai Wuseong di tahun 1984 dan 1988 yang mana semua korban dibunuh dan semuanya wanita. Penyidik Kang menambahkan ada salah satu korban yang berhasil selamat yaitu Lee Kyung Ja dari kesaksiannya pelaku memiliki tinggi 180 cm dan seperti ini profiler wajah pelaku jika ditambah waktu sekarang mungkin berusia 50an dengan visual gambar tsb. 

Pyo Soo Seong maju bahwa pelaku memiliki kesamaan dengan sekarang dibuktikan pemotongan jarinya menghilangkan sidik jari dan pola menunda identifikasi korban selama mungkin. Di kasus pembunuhan berantai pertama di saat korban ketiga, pelaku menaruh mayat di bawah irigasi penungan dan kelima seterusnya hingga sekarang dikubur. dr Baek menambahkan bahwa pelaku menggunakan senjata unik tapi Pyo Soo Seong menanyakan tes DNA. Sung Joo menambahkan tidak ditemukan DNA dari pelaku. Pyo Soo Seong heran bukannya tugas forensik mencari DNA pelaku bukan pisau, menurutnya menangkap pelaku berantai dari pisau?? 



30 January 2022

dr Baek dan Jaksa Eun Sol lagi fokus mantengin cctv di sekitar rumah Yeom Sang Goo. Saking seriusnya Jang Sung Joo diusirnya. 
Di tempat pemakaman Yeom Sang Goo sudah ada Yeom Dae Sik yang sedang duduk termenung. Putra sulungnya sedang bersujud diikuti adik perempuannya yang juga bersujud. Mereka berdua cekcok perihal perebutan warisan. Istri Yeom Dae Chul, Kim Hyo Jin juga bersujud meminta maaf. Ji Suk marah- marah pada kakak iparnya yang tega pada ayahnya. Sang ipar juga tak terima disalahkan karena Ji Suk juga melakukan hal yang serupa. Yeom Dae Chul mengatakan bahwa kalian juga sama sama. Sang tertua mengatakan bahwa mereka berempat bukanlah penyebab kematian ayahnya itu berarti tak ada halangan uang asuransi. Langsung ngibrit ke tempat asuransi. 

Jaksa Eun Sol menemukan cctv Yeom Sang Goo kecelakaan jatuh tertabrak sepeda. Jang Sung Joo mengabarkan bahwa dirinya sudah mengirimkan pernyataan kematian Yeom Sang Goo karena serangan jantung. Jaksa Eun Sol dan dr Baek kaget. Mereka berdua bergegas ke lokasi asuransi sebelum sang keluarga mengambil uang. Jaksa Eun Sol meminta penyidik Kang membuat laporan dan detektif Cha menemukan seseorang. Jaksa Eun Sol memberikan tumpangan pada dr Baek meski enggan karena jaksa Eun Sol kalau nyetir ngebut tapi pada akhirnya mau juga. Jaksa Eun Sol ngebut di jalanan. 

Karyawan asuransi mengabarkan dapat info dari NFS bahwa penyebabnya serangan jantung. Ketiga anaknya tanda tangan untuk verifikasi pencairan uang asuransi dan disuruh menunggu hal itu. Jaksa Eun Sol dan dr Baek sudah tiba di tempat asuransi dan bergegas ke ruangan. Saat pintu terbuka, keempat orang keluarga mendiang Yeom Sang Goo kaget atas kedatangan Jaksa Eun Sol, dr Baek dan penyidik Kang bahwa dirinya sudah tahu penyebab kematian ayah mereka. 

Jaksa Eun Sol menunjukkan bukti cctv sore hari sebelum malam kematian Yeom Sang Goo tertabrak sepeda. Semua gak percaya. dr Baek menjelaskan bahwa luka pada kakinya diakibatkan terkena roda dan rem cakram sepeda. Meski pulang baik- baik saja tapi sebenarnya dadanya kesakitan. Yeom Dae Sik heran bagaimana bisa ayahnya keluar padahal sudah diikatnya. Ternyata Yeom Dae Chul saat membawa keluar dan menemukannya lagi di kantor polisi terus mengantar pulang tak diikatnya. Yeom Dae Chul yang sudah menengok ayahnya tengah malam ternyata lepas ikatannya kembali diikat dan saat hendak ke toilet betapa kagetnya kamarnya penuh urin. 
Saat mau mati, seluruh otot akan lemas termasuk otot urtera makanya keluar urin. Dapat disimpulkan penyebab kematian adalah myocardial infarction akut bisa dibilang tipe kematian dari luar. Jadi kalian semua tak berhak mendapatkan asuransi. Semua tak terima. 

Penyidik Kang datang membawa Song Jeon Yun, Yeom Dae Chul menyadari bahwa dialah pelaku yang menabrak ayahnya otomatis marah- marah hampir mau mukul untung saja dilerai oleh penyidik Kang. Ji Suk pun tak mau kalah. Jeon Yun pun membungkuk minta maaf, Detektif Cha membawa flashdisk yang berisi rekaman saat menabrak. Jeon Yun mencoba mengantarkan ke rumah sakit tapi Yeom Sang Goo tak disangka mengatakan ingin menjemput anak di sekolah sekarang lagi hujan. Betapa demensia sekali beliau padahal anaknya sudah besar sampai nungguin di depan sekolah. Flashback Yeom Sang Goo menjemput ketiga anaknya pulang sekolah. Ketiga anaknya terharu akan sikap ayahnya. Semua merasa bersalah. Ji Suk tak menyangka bahwa saat mengantarkan ke polisi, ia berkata jangan sampai pergi ke rumah sakit karena kudu mati sakit biar dia dapat asuransi. Semua pada menangis bersalah. Jaksa Eun Sol memperingatkan kepada semua atas sikap mereka sebagai anak yang menelantarkan ayah, memalsukan dokumen serta penganiayaan. Maka mereka tak berhak mendapat asuransi padahal Yeom Sang Goo tau dirinya menderita demensia sampai mengantarkan dirinya sendiri sebagai wali sendiri dan mempersiapkan warisan jatuh kepada anaknya. Detektif Cha bingung karena bagaimana nasib Song Jeon Yun. Semua pihak dari keluarga korban geram. 
Di tempat pelataran asuransi, keempat orang keluar dan saling berpamitan baik- baik. Jaksa Eun Sol sedang menembak tapi tak satupun yang berhasil dan tetiba ada suara tembakan lain ternyata dr Baek juga melatih menembak dan hasilnya tepat sasaran. dr Baek melihat kemampuan jaksa Eun Sol menyarankan lihatlah pada target karena target diam di tempat stabil. Ternyata berhasil, saat menoleh dr Baek pergi. Jaksa Eun Sol menyusulnya bahwa apakah dia tak mau tahu epilog dari novel tadi. Tak disangka mereka tak meminta kompensasi pada Song Jeon Yun kirain mereka mata duitan. Apakah dr Baek punya keluarga? dr Baek cuek dan pergi. 

Ternyata dr Baek pergi ke klinik ayahnya sayangnya sudah tutup dan dr Baek menelponnya menanyakan posisi ayahnya. Ayahnya sedang berjalan- jalan keluar tapi sebenarnya berada di depan ruang mantan tunangan dr Baek. 

Jang Sung Joo sedang manggang kulit babi sebagai balas dendam atas sikap dr Baek dan ia makan bareng Stella, Detektif Cha dan Jaksa Eun Sol. Detektif Cha memberikan voice dr Baek mengucapkan terimakasih kepada jaksa Eun Sol sebagai penghibur kala kesulitan bekerja dengan dr Baek. Jaksa Eun Sol senang. Sung Joo memberikan kulit babi pada Stella dan ia suka dan detektif Cha tak mau kalah juga dan Stella juga menerima hasil panggang dari detektif cha. Jaksa Eun Sol melihat dr Baek berjalan. 
Jaksa Kang pulang kampung bertemu ibunya yang masih berjaga toko sampai larut malam. Mereka berdua makan malam.Saat jaksa Eun Sol masuk lift diikuti dr Baek. Mau ngomong dirinya ingat akan tidak ada percakapan pribadi di wilayah apartemen mereka. dr Baek hendak ngomong bagaimana apakah jaksa Eun Sol dapat menghubungi Jaksa Kang. Ternyata masih belum bisa

 

Eps 13 Saat lemak tubuh terhidrolisis pada kondisi tertentu

Seorang wanita berjalan sendirian malam hari tanpa dia sadari diikuti dan dibunuh di bathup. Keesokan paginya, seorang pendaki hendak buang air kecil dan saat menginjak tetiba ada semacam tangan menongol dari tanah. 

Penyidik Yang sedang menyopir mengomel bahwa mereka berdua merupakan tim handal dalam penanganan kasus narkoba kenapa dipindahkan ke kejaksaan distrik Seoul timur di bagian divisi kejahatan. Jaksa Do melihat berita bahwa akan ada yang menarik, segera ke Wunseong dong. Di lokasi Jaksa Do Ji An menyapa Jaksa Eun Sol dan kedua rekannya Penyidik Kang dan Detektif Cha. Penyidik Yang Soo Dong hendak mengejek detektif Cha yang bertindak tidak layaknya seorang polisi. Detektif Cha tak mau kalah bahwa panggilan Penyidik Yang seperti ucapan kandang ayam. Tak perlu lama- lama basa basi segera ke lokasi TKP mayat. 
Jaksa Di melihat seksama mayat wanita. Jang Sung Joo memotret semua. dr Baek mencium tanah tapi anehnya tak ada darah bahkan tanahnya saja bersih. Segera untuk melepaskan ikatan agar dibawa untuk autopsi. Jaksa Do melarangnya bakalan merusak tkp karena simpul ikatan jadi bukti tapi oleh Sung Joo sudah difoto. Jaksa Do bersikeras, dr Baek tak terima memangnya bakalan menggotong mayat posisi seperti itu. Mereka berdua adu tatapan. 





dr Baek memberikan laporan bahwa Yeom Sang Goo meninggal bukan karena racun detrodotoksin. Memang racun tsb membunuh tikus tapi bukan manusia. Jaksa Eun Sol kesal karena sudah menahan Kim Hyo Jin, lalu penyebnya disebabkan apa. dr Baek menjawab bahwa dia tidak tahu penyebab luka luar. Jadi yang dimaksud dengan luka betis dan luka bakar di lutut. Jaksa Eun Sol heran kenapa bisa memusingkan hal itu. dr Baek melihat ada seorang pemuda mati karena pukulan yang mana sebelumnya kondisi jantung sudah membengkak.


Jaksa Eun Sol masuk ruangannya dan sudah disambut oleh asistennya dan penyidiknya untuk membebaskan Kim Hyo Jin karena tidak bersalah. Jaksa Eun Sol pun kecewa dan meminta untuk memulai penyelidikan dari awal.

dr Baek melihat dokumentasi saat autopsi ada bekas lebam pada kaki Yeom Sang Goo. Ada jejak tapi tak ada kontak. Jang Sung Joo datang menyerahkan banyak tugas autopsi padanya, kemudian meminta Jang Sung Joo untuk datang kembali ke lokasi rumah TKP Yeom Sang Goo. dr Baek meminta tolong untuk mengumpulkan semua alat elektronik yang sekiranya bisa terbakar.

Detektif Cha memberikan penjelasan mengenai silsilah keluarga Yeom Sang Goo yang mana putra tertuanya Yeom Dae Chul menikah 13 tahun yang lalu memiliki putra yang sekolah. Sejak bisnisnya bangkrut, apartemennya bakal dihipotek karena tidak sanggup bayar sewa. Yeom Ji Suk sejak bercerai buka toko baju namun karena tidak sanggup bayar sewa maka menggunakan semua uang yang ia miliki. Makanya nyaris ditendang. Mendiang ayahnya memiliki warisan rumah dan uang asuransi. Jika ditotal mendapatkan 600- 700 ribu won. Kemungkinan Yeom Dae Chul dan istrinya berbohong karena tidak menyebutkan perihal uang asuransi tapi kita tak bisa mengetahui lebih dalam mengenal keluarga korban apalagi sangat tertutup pada tetangga. Cheon Mi Ho mencoba membantunya dengan kemampuan menyamar.

Cheon Mi Ho datang ke tempat para lansia main kartu ala Korsel gitulah. Di sanalah ia mengaku keponakan Yeom Sang Goo yang meninggal dari Ansang dan memberikan minuman pada mereka untuk mengorek informasi tentang keluarga Yeom Sang Goo. Diketahui bahwa ketiga anaknya jarang berkunjung dan merawat ayahnya. Bahkan tertua satu bulan belakangan mengajak ayahnya pergi naik mobil. Cheon Mi Ho langsung menelpon jaksa Eun Sol yang mana Penyidik Kang sudah mendengarnya.

Detektif Cha menunggu jaksa Eun Sol dkk pergi ke tempat pusat pelatihan demensia. Ternyata sempat membatalkan transaksi karena mendiang korban tak ada di parkiran. Dilihat CCTV saat putra tertua pergi ke pusat penelitian Demensia, adik perempuannya menculik ayahnya pergi. Ketika Yeom Dae Chul kembali mau menjemput ayahnya sudah tak ada parkiran. Jaksa Eun Sol memerintahkan Penyidik Kang dibantu Detektif Cha untuk mencari lokasi jejak Yeom Dae Chul dilihat dari pelacakan jejak ponsel.


Jaksa Eun Sol dan Asisten Cheon Mi Ho pergi coffe shop menanyakan perihal seorang kakek usia 70an yang mengalami demensia. Si karyawannya mengingatnya dan menunjukkan lokasi tempat duduk sempat berada 10 menitan. Jaksa Eun Sol menuju tempat duduk dan di mejanya ada bekas merah dari tanda cap tangan stempel. Detektif Cha dan Penyidik Kang pergi ke tempat pengacara dimana Yeom Dae Chul pernah di sana. Meski si pengacara tak memberikan informasi, detektif Cha melihat ada brosur semacam Q&A mengenai bagaimana menjadi perwalian bagi penderita demensia. Itu sudah menjadikan cukup buat motif. Di tempat pos polisi, petugasnya memberitahukan Yeom Ji Suk menyerahkan seorang kakek yang tersesat. Jaksa Eun Sol dan Cheon Mi Ho kaget karena bagaimana bisa seorang putri tega melakukan hal itu pada ayahnya. Detektif Cha dan Penyidik Kang datang ke kepolisian. Semua kaget kenapa berada di sana. Ternyata putri Yeom Ji Suk selesai urusannya di coffe shop malah mengantarkan ayahnya ke kepolisian tidak dibawa pulang. Sedangkan Yeom Dae Chul ketika ayahnya hilang di parkiran malah pergi ke pengacara untuk konsultasi bagaimana menjadi perwalian dan menuju ke tempat polisi untuk menjemput ayahnya kembali pulang ke rumah.


dr Baek terus mencocokkan sekiranya luka lebam pada kakinya pada alat elektronik. Jang Sung Joo datang dan tetiba dr Baek menanyakan dimana lokasi restoran yang jual kulit babi. Jang Sung Joo pun mengantarkan ke restoran eh ternyata bukan ngajak makan tapi diminta membungkus kulit babi ke dalam plastik penelitian. dr Baek pun mencoba menelitinya dengan menyetrika kulit babi bahkan membakar barbel kemudian ditempelkan ke kulit babi.

dr Ma, Stella dan kepala dr Park datang heran atas kelakuan dr Baek. Jang Sung Joo menjelaskan dr Baek mencari penyebab luka bakar Yeom Sang Goo. dr Baek merasa terganggu untuk mengusirnya


Jaksa Eun Sol menginterogasi Yeom Dae Chul dan Yeom Ji Suk. Meski menyangkal mereka tanggal 17 Juni bekerja ternyata keduanya mengakui menemui ayah mereka. Jaksa Eun Sol menunjukkan bukti surat perwalian agar bisa mengubah kepemilikan rumah ayahnya. Yeom Ji Suk kesal karena Yeom Dae Chul ingin menguasai harta ayahnya. Ia pun minta maaf dan jelaskan kronologinya. Tepat sehari sebelum kematian, Yeom Dae Chul ingin mengajak ayahnya pergi tapi ayahnya gak mau karena tak punya uang. Tapi ia bersikeras membawanya dan melihat kaki ayahnya diikat dilepaskan. Langsung di bawa ke rumah sakit demensia. Sayangnya saat dibawa, ayahnya tak mau meski kena pukulan. Yeom Ji Suk ternyata mengelabui ayahnya untuk mengubah polis asuransi dengan bukti cap merah jempol yang berantakan dan diperkuat cctv kafe. Mereka berdua bertengkar karena tidak mau disalahkan penyebab meninggalnya sang ayah.

dr Baek masih kesal karena tidak bisa menemukan kecocokan penyebab luka bakar pada lutut sang korban. Jang Sung Joo datang untuk menagih hasil autopsi karena sang direktur dr Park meminta dan polis asuransi meminta surat.

Jaksa Eun Sol kesal karena melihat cctv bukti Yeom Dae Chul dan Yeom Ji Suk yang bertengkar dengan ayahnya bukanlah penyebab kematian. Meski ada pertengkaran tapi tidak ada bekas memar.

Jaksa Eun Sol dan timnya termasuk detektif Cha berunding bagaimana dengan kelanjutan kasusnya jika Yeom Dae Chul dan Yeom Ji Suk dilepas. Kemudian kepala jaksa No datang bahwa perkara kasus orang tua meninggal dipermasalahkan sampai nunggak lama. Padahal di Korsel orang meninggal setahun 300 ribu jiwa yang mana 90% penyebab mati alami karena sudah tua dan sakit. Apalagi riwayat keluarga sudah berantakan. Kepala jaksa No segera untuk menutup kasus Yeom Sang Goo.

Jaksa Eun Sol berjalan sendirian malam hari ketika lewat melihat dr Baek turun taxi menuju restoran kulit babi. Jaksa Eun Sol masuk dan memesan Soju. Saat pesanan Soju dan kulit babi datang hendak memanggang kulit babi, dr Baek marah karena kulit 🐷 bukan untuk dimakan tapi tester untuk penyebab luka bakar lutut. Jaksa Eun Sol kesal kenapa buru- buru lagian dia sudah sampai memanggang. Mau tak mau dr Baek nurut. Jaksa Eun Sol kesal kenapa dr Baek tak cerita apa sih yang begitu lama mungkin saja bisa membantu. Sambil mengambil foto dokumentasi luka bakar lutut sang korban, jaksa Eun Sol membalik kulit babi panggang teringat sesuatu.


Jadi sewaktu sekolah temannya sakit kaki dan dia melihat lukanya. Langsung saja melihat ramalan cuaca kala Yeom Sang Goo meninggal ternyata hujan dan di rumahnya teringat ada payung yang sudah tergeletak dipakai. Seketika menelpon rekannya untuk mengambil cctv di sekitar lokasi rumah Yeom Sang Goo. Jaksa Eun Sol mengatakan bahwa dirinya tahu penyebab kematiannya. 

Imakyu. Designed by Oddthemes