29 November 2024

Mengenal Tiga Dokter Hebat di Knowing Brothers Episode 456

Pada episode 456 Knowing Brothers, para dokter menjadi tamu istimewa. Namun, bukan dokter biasa yang hadir. Ada Yeo Esther, seorang spesialis dokter keluarga; Kim Tae Hoon, psikolog terkenal dengan kanal YouTube; dan Lee Kwang Min, psikiater yang sering tampil di acara Divorce Camp JTBC. Ketiganya membahas kesehatan mental dari perspektif yang berbeda. Yuk, kenalan lebih dekat dengan latar belakang mereka!

Yeo Esther, Dokter Teladan dengan Kisah Inspiratif

Yeo Esther adalah wajah yang tidak asing di Knowing Brothers, bahkan ini adalah penampilannya yang ketiga. Ia mengisahkan perjalanan hidupnya, dari siswa teladan di Daegu hingga diterima di jurusan kedokteran Universitas Nasional Seoul (SNU). Selama kuliah, Yeo Esther dijuluki “kamus berjalan” karena kepintarannya yang luar biasa. Namun, di balik kesuksesannya, ia pernah mengalami depresi berat selama delapan tahun akibat tekanan menjadi dokter yang harus selalu tampil prima di depan pasien. Pengalamannya ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental adalah bagian penting dari kehidupan, bahkan untuk seorang dokter sekalipun.

Kim Tae Hoon, Psikolog dengan Gaya Edukasi Relatable

Kim Tae Hoon adalah lulusan Universitas Korea yang terkenal dengan spesialisasi psikologi kognitif. Ia sempat mendapat julukan "piknik tikar" karena stigma pada tahun 1993, di mana psikologi dianggap seperti peramal. Dalam episode ini, Kim Tae Hoon berbagi banyak wawasan, seperti bagaimana suasana dingin membantu tidur lebih nyenyak dan fakta menarik bahwa berbicara tentang diri sendiri dapat memberikan kepuasan emosional setara dengan 30-40% kebutuhan seksual. Ia juga memuji inovasi masyarakat Korea Selatan yang tidak mudah percaya pada nasihat, sehingga menjadi salah satu negara paling inovatif di dunia.

Lee Kwang Min, Psikiater yang Lebih Suka Mendengar daripada Meresepkan

Lee Kwang Min memiliki perjalanan yang unik menuju dunia psikiatri. Ia sempat gagal dalam ujian CSAT pertama dan merasa diabaikan oleh keluarganya. Motivasi inilah yang mendorongnya untuk membuktikan diri dengan diterima di jurusan kedokteran Universitas Nasional Kyungpook. Ia tertarik menjadi psikiater setelah melihat pengalaman spiritual di gereja. Sebagai psikiater, Lee Kwang Min menyebut dirinya seperti “detektif,” yang harus menggali cerita pasien untuk memahami masalah mereka. Salah satu kisah yang ia bagikan adalah tentang pasien skizofrenia yang kabur dari rumah sakit dan kemudian masuk IGD akibat komplikasi yang parah.

Konseling Cast Knowing Brothers: Cerita dan Solusi


Selain berbagi wawasan, ketiga dokter ini juga memberikan konseling kepada para cast Knowing Brothers yang memiliki keresahan masing-masing.

Kang Ho Dong, Lee Soo Geun, dan Seo Jang Hoon: Kelelahan Kerja

Trio ini berbagi keresahan tentang kelelahan kerja. Meski usia mereka sudah memasuki kepala lima, Kang Ho Dong dan Seo Jang Hoon masih memiliki stamina yang cukup berkat latar belakang mereka sebagai atlet. Namun, Lee Soo Geun mulai merasakan gejala andropause. Ia mengaku tak ingin mengulangi pola ayahnya yang terlalu sibuk saat ia kecil. Yeo Esther menyarankan agar mereka tetap menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan fisik serta emosional.

Kim Heechul: Keresahan tentang Pernikahan

Kim Heechul merasa tertekan karena teman-teman sebayanya mulai menikah. Namun, menurut Lee Kwang Min, Heechul tak perlu terlalu khawatir karena ia sudah seperti simbol narcissism, di mana citra publiknya menjadi sumber kebahagiaannya. Ia hanya perlu menerima bahwa perubahan citra adalah hal yang normal.

Lee Sang Min: Kehampaan setelah Melunasi Utang

Setelah melunasi utang yang ia bayar selama hampir dua dekade, Lee Sang Min merasa hampa dan kesepian. Apalagi, ibunya yang meninggal tahun lalu membuatnya kehilangan tujuan hidup. Kim Tae Hoon menyarankan Lee Sang Min untuk mulai membuka diri pada hubungan baru, meski prosesnya memakan waktu.

Shindong: Rasa Kesepian di Balik Tawa

Shindong berbagi keresahan tentang bagaimana ia merasa seperti "badut yang menangis." Sebagai seorang introvert, ia sering khawatir dengan reaksi penonton terhadap penampilannya. Lee Kwang Min menyarankan Shindong untuk memperluas lingkaran sosialnya agar memiliki sistem dukungan yang kuat. Ia juga menyarankan agar Shindong tidak terlalu baik dalam pertemanan, tetapi menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.

Kim Young Chul: Tekanan dalam Sketsa Komedi

Kim Young Chul merasa kurang dihargai dalam sketsa komedi yang ia buat. Kim Tae Hoon menyarankan untuk fokus pada pujian yang ia terima, walaupun kecil. Ia juga diingatkan untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri dan menikmati prosesnya.

Kesimpulan


Episode ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan banyak wawasan tentang pentingnya kesehatan mental. Dengan pengalaman para dokter yang inspiratif dan solusi yang mereka tawarkan, kita dapat belajar bahwa tidak ada masalah yang terlalu kecil untuk dibicarakan. Jangan lupa untuk terus menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kesehatan fisik, dan kesehatan mental!

05 November 2024

Bagi penggemar acara Culinary Class Wars, tentu tidak asing lagi dengan sosok Chef Choi Hyun Seok yang dikenal dengan karakter kepemimpinan karismatik dan gaya masak yang kreatif. Di episode terbaru Omniscient Interfering View (episode 320), kita melihat Chef Choi tampil kembali.

Persahabatan dan Gaya Masak yang Berbeda


Chef Choi dan Chef Ahn Sung Jae memiliki hubungan dekat selama lebih dari 10 tahun. Chef Ahn ngundang Chef Choi ke klub golf chef di Amerika. Meski demikian, gaya masak keduanya sangat berbeda. Chef Choi, yang sering menghias hidangannya dengan bunga-bunga yang bisa dimakan, bertolak belakang dengan Chef Ahn yang lebih mengutamakan kesederhanaan tampilan dan rasa. Meskipun tidak selalu menyukai tampilan hidangan Chef Choi, Chef Ahn sangat menghargai prinsip yang dimiliki temannya.

Restoran Choi DOT dan Gaya Kepemimpinan Chef Choi

Chef Choi Hyun Seok memiliki restoran fine dining terkenal bernama Choi DOT, di mana mantan muridnya, Seok Yeop, bekerja sebagai kepala koki. Seok Yeop yang bergabung sejak 2012 bahkan meninggalkan kuliah demi belajar langsung di bawah bimbingan Chef Choi. Meski sudah dekat, Seok Yeop masih merasa segan karena ketegasan dan kedisiplinan. Chef Choi dikenal sangat berani bereksperimen, bahkan terinspirasi dari mainan action figure dalam teknik memasaknya. Makanan penutup menyerupai action figure. Dalam memasak sangatlah teliti, untuk memanggang daging, misalnya, ia mencoba berbagai suhu hingga menemukan yang paling sempurna pada 52°C.
Di dapur Choi DOT, terdapat beberapa bagian khusus seperti dapur panas, dingin, pastry, panggang, dan meja pass untuk memastikan semua hidangan disajikan dengan kualitas terbaik. Dapur panas biasanya makanan di atas api. Dapur dingin untuk hiasan atau makanan pembuka seperti lab masak pakai nitrogen cair. Panggang juga tersendiri dengan arang. Pastry untuk makanan penutup. Sebelum restoran buka, Chef Choi mengadakan meeting untuk memastikan pesanan pelanggan telah sesuai, khususnya untuk pelanggan spesial, seperti pasangan yang merayakan hari jadi. Bahkan ia menanyakan tentang alergi atau preferensi tertentu sebelum memesan tempat di restorannya. 

Pengalaman Melayani Pelanggan dan Keterampilan Problem Solving

Selama dapur sibuk, Chef Choi memantau semua persiapan dengan teliti, bahkan ikut membantu pramusaji untuk memberikan pengalaman intim bagi pelanggan. Setelah memastikan semuanya berjalan lancar, ia terkadang berpindah ke restoran kasual lain yang dikelola oleh muridnya, membantu pelayanan dan berinteraksi langsung dengan pelanggan. Jika Anda menonton Culinary Class Wars, risoto mapo tahu yang pernah ia masak di acara tersebut juga bisa ditemukan di restoran ini.
Namun, di suatu malam di Choi DOT, terjadi krisis karena bahan untuk menu penutup (phir shiso) tak ada karena kesalahan komunikasi antara kepala koki dan manajer restoran. Meskipun ini menimbulkan kekhawatiran bagi manajer, Chef Choi menunjukkan ketenangan dan menemukan solusi dengan menyiapkan makanan tsb. Sikapnya yang karismatik dan solutif menunjukkan mengapa ia begitu dihormati di industri kuliner.

Rencana Baru dan Dukungan untuk Muridnya

Setelah semua selesai, Chef Choi mengunjungi restoran bar milik Seok Yeop, yang ingin membuka usaha sendiri. Chef Choi menawarkan diri untuk menjadi investor karena buka bisnis sendirian pasti kesulitan. Di sini, Chef Choi bertemu chef berbintang Michelin dan chef yang dikenal sebagai “chef maniak masak,” yang disebut oleh netizen sebagai “chef cemas” karena sering terlihat tegang. Chef Choi, yang mengetahui latar belakang chef maniak masak yang pernah melamar ke restorannya tapi tak datang karena tak diizinkan bolos sekolah. Sedangkan chef Michelin murid chef Ahn juga datang karena pernah nantangin dia di permainan duel 1:1 sayangnya kalah. Saat hasil diskusi butuh waktu 40 menit lamanya. Sepertinya chef Seok Yeop murid chef Hyun Seok bakalan ikutan Culinary Class Wars season 2. 

Kesimpulan
Menyaksikan episode ini memberikan wawasan tentang kreativitas Chef Choi dalam menghidangkan makanan yang tak hanya cantik tapi juga kaya cita rasa. Acara Culinary Class Wars dan Omniscient Interfering View menampilkan keunikan menu yang dihargai dan dikagumi banyak orang. Chef Choi, dengan postur tinggi 190 cm untuk pria kelahiran 1962. Stamina dia sangat kuat di usia sudah kepala 5, kerja di restoran di 3 tempat berbeda. Aku lihatnya capek banget.





> Tonton episode 320 dari Omniscient Interfering View dan saksikan kreativitas Chef Choi Hyun Seok dalam menghadapi tantangan di dapur!



04 November 2024

Mengenal Lebih Dekat Ahn Eun Jin di Omniscient Interfering View Episode 257: Aktris Ceria yang Tanpa Jaim

Ahn Eun Jin, aktris berbakat yang melejit lewat perannya di Hospital Playlist, kembali memperlihatkan sisi aslinya dalam episode 257 dari Omniscient Interfering View. Meski ini episode lama, kepribadiannya yang ga jauh berbeda saat di hospital playlist membuat aku pengen 

Dalam episode tersebut, ada hal unik yang terungkap: Ahn Eun Jin, manajernya, dan penata riasnya ternyata seumuran, semua lahir di tahun 1991. Persahabatan mereka terlihat kompak, bahkan tas koper senada. Eun Jin sengaja memilih tas dan koper dengan warna senada untuk manajer serta penata riasnya. Hal kecil yang menunjukkan perhatian dan kekompakan di antara mereka.

Sebagai seorang yang berkepribadian ESFP, Eun Jin dikenal rapi dan terorganisir. Ketika tiba di hotel di Gwangju untuk syuting, ia langsung menata barang-barangnya dengan teliti. Ia bahkan memiliki catatan rapi berisi jadwal kegiatan dan juga rute perjalanan jika harus bepergian jauh. Tak hanya itu, ia juga menyiapkan catatan naskah untuk memandu aktingnya di drama.

Hobi dan Keseruan Eun Jin di Waktu Luang


Ahn Eun Jin ternyata sangat suka bermain di arcade. Hampir semua permainan dicobanya setiap kali mengunjungi tempat hiburan tersebut. Kebiasaan unik lainnya, ia selalu mencoba makgeolli (minuman tradisional Korea) khas setiap daerah yang ia kunjungi. Jika bepergian ke luar negeri, ia tak segan untuk mencicipi bir lokal atau McDonald's di sana. Gaya traveling-nya ini menambah kesan down-to-earth yang membuatnya makin relatable.

Saat sudah kembali ke penginapan setelah makan malam, Eun Jin masih menyempatkan diri untuk ngemil ayam sambil menonton bisbol bersama manajer dan penata riasnya. Kegemarannya menonton bisbol baru dimulai setahun belakangan, dan ia sangat menikmati momen kebersamaan ini.

Dedikasi Tinggi Selama Syuting Drama My Dearest


Di episode ini, kita juga melihat kesibukan Eun Jin di drama My Dearest. Karena jadwalnya sangat padat, ia sering syuting sejak dini hari, bahkan mulai pukul 2 pagi. Selama perjalanan, ia memanfaatkan waktu untuk makan di mobil karena sulit untuk menyempatkan makan siang di lokasi. Ia menunjukkan dedikasi tinggi di setiap adegan, dan selalu interaktif dengan sutradara serta rekan-rekan aktornya, termasuk Nam Koong Min. Meski perannya di My Dearest menuntutnya tampil sederhana dan agak “kumel,” aura kecantikannya tetap terpancar.

Kesimpulan: Aktris Berbakat dan Tanpa Jaim



Menonton Ahn Eun Jin di episode ini benar-benar mengingatkan kita pada pesonanya di Hospital Playlist. Sifatnya yang ceria, apa adanya, dan kebiasaan ngemilnya menambah kesan kalau Eun Jin memang sosok yang humble dan jauh dari kesan jaim. Dengan tubuh yang ideal dan karakter menyenangkan, tidak heran jika banyak yang menyukainya.

CNBLUE di Knowing Brothers: Cerita Kocak Yong Hwa, Minhyuk, dan Jongshin

 
Episode 455 Knowing Brothers kali ini diramaikan sama CNBLUE! Kehadiran Jung Yong Hwa, Kang Min Hyuk, dan Lee Jong Shin di acara ini sukses bikin suasana heboh dengan cerita-cerita lucu yang mereka bagi-bagi. Dari pengalaman absurd saat nge-gym sampai kenangan audisi mereka, ini dia rangkuman keseruan cerita mereka!
 

Yong Hwa dan Momen Lucu Bareng Kang Ho Dong dan Young Chul

 
Yong Hwa cerita soal momen kocaknya pas ketemu Kang Ho Dong di lapangan golf. Abis main golf, mereka berdua mau ke ruang mandi buat bersiap-siap. Yong Hwa sopan banget ngasih salam ke Kang Ho Dong, tapi yang dia dapet malah Kang Ho Dong sibuk ngeringin rambut di depan kaca, gak ngelirik Yong Hwa sama sekali! Dengan muka sok kerennya, Ho Dong cuma sebut skor golfnya: "8 dan 2," sambil ngelontarin kata-kata khasnya yang bikin semua orang ngakak.
 
Gak cuma itu, Yong Hwa juga cerita tentang Lee Young Chul yang unik. Suatu hari, pas Yong Hwa lagi jalan ke gym naik sepeda, dia ketemu Young Chul di jalan. Mereka sempat ngobrol bentar, padahal Yong Hwa lagi buru-buru. Dengan baik hati, Yong Hwa dengerin cerita Young Chul selama 10 menit. Abis nge-gym selama 1,5 jam dan pulang, Yong Hwa kaget pas liat Young Chul masih ngobrol sama orang asing di kafe! “Wah, daya tahan ngobrol Young Chul luar biasa,” candanya, disambut tawa para cast Knowing Brothers.
 

Minhyuk: Dari "Ratu" Sekolah hingga Menjadi Drummer Pemalu

 
Minhyuk juga bagi-bagi cerita menarik pas jaman SMA. Ternyata, dia pernah ikut kontes kecantikan di sekolah pake baju cewek—dan dia menang juara pertama! Selain itu, dia juga pernah satu akademi bahasa Inggris sama Lee Jong Shin karena mereka sama-sama tinggal di Ilsan.
 
Minhyuk ngaku kalo dia orangnya lumayan pemalu. Ini yang bikin dia betah jadi drummer, karena ada "batasan pelindung" antara dia dengan sekitarnya. Awalnya, pas audisi, Minhyuk malah main keyboard. Tapi, agensinya liat kalo sifat pemalunya lebih cocok buat posisi drummer, jadi mereka saranin dia buat ganti ke alat musik itu. 
 

Jongshin: Tinggi Banget dan No Drummer!

Cerita Jongshin juga gak kalah menarik. Pas ikut audisi, dia awalnya disuruh jadi drummer. Tapi, bos di agensinya marah sama staf yang nyuruh dia jadi drummer, dengan alasan “Ngapain orang setinggi itu disuruh duduk?” makanya dia jadi gitaris.
 
Jongshin juga cerita soal kekesalannya sama Yong Hwa yang suka berubah-ubah soal makanan. Misalnya, pas mereka mau makan namyeong Pyeongyang, Yong Hwa awalnya gak mau, terus berubah pikiran berkali-kali, sebelum akhirnya balik lagi mau makan itu juga. Padahal Yong Hwa bukan pemilih makanan
 
Uniknya, Jongshin ngaku punya kemampuan nebak jenis kelamin bayi! Dia bercanda kalo dia bisa nebak dengan akurasi 50:50. Bahkan, dia yakin kalo  Kyung Hoon, salah satu cast Knowing Brothers bakal nikah, nanti bakal punya anak perempuan.

Jongshin juga punya keahlian jago cukur rambut kala dirinya wamil. Alasannya jika sanggup cukup rambut 1000 orang maka dapat cuti tambahan. Oleh karena itu, ia memilih cukur rambut. 


Kesimpulan

Ini episode pertama tanpa ada Lee Jin Ho katanya sih diedit. Tapi keknya editannya halus atau sedari awal syuting memang ga ada Lee Jin Ho. Tapi aku suka karena makin banyak lihat shindong di sini. Ga melulu di segmen kedua. 

Tapi aku salut sih idealisme CNBlue ingin nyanyi live sampe nombok karena acara mushow di TV ogah keluar duit buat acara live makanya nombok duit. 

Sung Sikyung Bertemu Koki Lim Taehoon: Kisah Koki Kotak Besi yang Menyentuh Hati

 
Pertemuan Sung Sikyung dengan Koki Lim Taehoon di acara "Pertemuan Sung Sikyung" menghadirkan kisah inspiratif tentang seorang koki yang berjuang dari nol hingga mencapai kesuksesan.
 

Dari Pekerjaan Paruh Waktu hingga Menjadi Koki Kotak Besi

 
Lim Taehoon memulai perjalanan kulinernya dengan pekerjaan paruh waktu yang beragam. Usia 2 tahun, ayahnya ada masalah bisnis yang berujung masuk penjara. Gegara itu, orang tuanya bercerai. Dirinya diasuh neneknya. Ketika SD, ayahnya bebas dan menikah lagi tapi dirinya dan adiknya masuk panti asuhan karena tak mampu. Neneknya yang menjemputnya dan mengasuhnya. Untuk membantu perekonomian ia mulai dari melipat origami, hingga mengantarkan koran, semata-mata untuk mencari nafkah. Meskipun awalnya tidak tertarik dengan sekolah, gegara pernah bekerja di restoran Cina. Ia akhirnya menemukan kecintaannya pada memasak saat bekerja di sebuah restoran Cina.
 

Tantangan dan Tekad

 
Perjalanan Taehoon di dunia kuliner tidak selalu mudah. Berbekal pengalaman jadi koki militer saat wajib militer, ia mencoba bekerja di restoran western. Sayangnya tak berjalan baik jadi memutuskan untuk keluar. Ada lowongan kerja di restoran Cina jadi pemotong pisau cina. Mencoba mendaftar tapi tidak bisa memotong pakai pisau cina yang besar. Jadilah disuruh cuci piring. Gegara itu, ia dicemooh oleh rekan kerja karena tak bisa apa- apa. Sempat nangis sendirian di kamar mandi, tapi ia bertahan. Sampai waktu ada restoran cabang kedua, dirinya dipindah kesana. Kebetulan butuh pengadon pembuat mie, ia banyak belajar dari sana. Ia mencoba bikin mie dan diberikan ke manajer restoran dan sang manajer habis sampai mangkok kosong. Senang melihat respon tsb, ia memilih menjadi chef masakan cina dengan cita rasa Korea Selatan. 
 

Membuka Restoran "Aryang" dan "Doryang"

 
Setelah bertahun-tahun bekerja di berbagai restoran, Taehoon akhirnya membuka restoran pertamanya, "Aryang," pada tahun 2014 di usia 30 tahun. Untuk buka restoran sendiri, ia menjual mobil dan semua yang dimiliki dan pinjaman 20 juta won. Ia menghadapi banyak kesulitan di awal dari ga ada pembeli sampai memohon ke pemilik gedung untuk turunin harga sewa. Tetapi tekad dan kualitas masakannya yang luar biasa akhirnya membuahkan hasil. "Aryang" berkembang pesat, dan Taehoon kemudian membuka restoran keduanya, "Doryang.". Dengan sendirinya dia berhasil menaikkan harga sewa gedung yang telah ia janjikan jika sukses
 

Awal mula julukan chef Kotak besi

Tim netflix yang merekomendasikan julukan tsb dilihat dari latar belakang dia yang pernah jadi kurir makanan. Taehoon tak menolak karena ingin mengubah citra negatif kotak besi. Ga dijelasin sih kotak besi, citra negatifnya seperti apa. 

Awal mula perkenalan Taehoon dengan Sung Si Kyung.

Di akhir video, 10 menit terakhir kedatangan chef Park Jun Woo. Ternyata Sung Si Kyung kenal Taehoon dari Chef Park Jun Woo. Taehoon dan Jun Woo sudah berkawan 10 tahun. Jadilah Sung Si Kyung bisa syuting di restoran Tae Hoon. Lucunya, Jun Woo yang merekomendasikan Taehoon pada netflix acara Culinary Class Wars. Eh malah Jun Woo yang tereliminasi duluan. Taehoon yang ga enak hati sampai minta maaf. 

Imakyu. Designed by Oddthemes