Review film
18 September 2025
Berikut ini review film Detective Conan: One-Eyed Flashback (+ kelebihan, kekurangan, pesan moral, karakter, dan apa yang bikin film ini “beda” dari film Conan sebelumnya). Kalau kamu belum nonton sama sekali, bakal ada sedikit spoiler ringan tapi tidak terlalu dalam.
Sinopsis Singkat
Film ini mengambil dua garis waktu:
10 bulan sebelumnya:
Kansuke Yamato, seorang polisi dari Prefektur Nagano, sedang mengejar tersangka perampokan senjata setelah orang itu dibebaskan bersyarat. Dalam pengejaran di pegunungan salju, Yamato ditembak di dekat matanya yang kiri, lalu tertimpa longsoran salju, kehilangan ingatan atas kejadian tersebut. Luka mata kirinya itulah membuat dirinya buta sebelah. Kemana- mana pakai tongkat juga dari sini.
Waktu sekarang:
Ada peristiwa perusakan/penyerangan di observatorium (radio observatory) di daerah pegunungan. Yamato dan rekannya Yui Uehara menyelidiki. Di sisi lain, Kogoro Mouri mendapat telepon dari mantan kolega, Sametani, yang ingin membahas peristiwa longsoran—namun sebelum mereka bertemu, Sametani dibunuh. Conan lalu ikut turun tangan, membawa Ran dan bekerja dengan polisi untuk menghubungkan antara peristiwa pembunuhan, observatorium, longsoran, mata Yamato, identitas tersangka, dan ada juga keterlibatan agen-rahasia (PSB / agen keamanan publik) yang menyamar.
Karakter & Peran Utama
Berikut beberapa karakter yang menonjol:
Kogoro Mouri: Di film ini, dia mendapat sorotan yang lebih serius; bukan cuma sebagai karakter komedi atau “bapak detektif lucu”, tetapi menghadapi konflik emosional karena kehilangan teman, dan beban moral atas keterlibatannya.
Kansuke Yamato: Karakternya lebih kompleks karena trauma fisik & psikologis (luka di mata, kehilangan ingatan), perjuangannya untuk mengingat kembali apa yang terjadi dan mengungkap kebenaran.
Yui Uehara: Ada hubungan emosional dengan Yamato, dan konfliknya terasa lebih manusiawi—bagaimana perasaan, rasa khawatir, dan reaksinya terhadap Yamato.
Conan Edogawa dan elemen-elemen lain seperti polisi, agen rahasia, dan pihak-pihak yang menyamar ikut terlibat dalam investigasi, memberikan twist dan lapisan kompleksitas cerita.
Apa yang Menarik / Beda dari Film Conan Sebelumnya
Beberapa hal yang membuat film ini terasa istimewa:
1. Fokus pada Kogoro
Seringnya, Conan yang jadi pusat, dan Kogoro sebagai karakter sampingan lucu. Di One-Eyed Flashback, Kogoro diberi ruang lebih besar untuk berkembang, menghadapi dilema pribadi, dan emosinya ditampilkan lebih nyata.
2. Mystery yang lebih “nyata” dan kompleks
Ada banyak lapisan: kehilangan ingatan, injury (luka), insiden masa lalu, pengkhianatan, agen rahasia, motif emosional karena kematian seseorang. Petunjuk tersebar dengan baik, tidak terlalu dipaksakan, membuat penonton bisa mencoba menebak sambil berjalan menuju klimaks.
3. Karakter dan hubungan antar karakter lebih mendalam
Hubungan Yamato-Yui, Kogoro-teman lamanya, dan bagaimana reaksi emosional muncul dari situasi bukan cuma aksi atau teka-teki. Memberikan sisi manusia dari karakter yang sebelumnya kadang hanya sebagai figur detektif / komik.
4. Visual dan setting alam / pegunungan / salju
Lokasi “dingin”, observatorium, gunung bersalju, longsoran — suasana alam memberi efek dramatis yang kuat, berbeda dari banyak film Conan yang sering di kota atau setting perkotaan.
5. Keterlibatan unsur politik / hukum
Ada tema tentang plea bargain, hukum, agen keamanan publik yang mungkin korup atau memiliki agenda tersembunyi. Ini menambah kedalaman cerita di luar sekedar membunuh, menyembunyikan, dan menemukan pelakunya.
Dalam Detective Conan: One-Eyed Flashback, Biro Keamanan Publik (PSB / Public Security Bureau) ditampilkan agak abu-abu, bukan hitam putih jahat atau baik.
🔹 Kenapa terlihat “jahat”?
Ada agen PSB yang menyamar dengan tujuan tertentu, dan tindakannya kadang membuat polisi lokal atau bahkan Conan merasa curiga.
Mereka sering punya agenda sendiri, tidak selalu sejalan dengan kepolisian prefektur.
Terkesan dingin dan manipulatif, misalnya menyembunyikan informasi demi misi besar, walaupun itu merugikan pihak lain.
🔹 Kenapa bisa disebut “baik”?
Tujuan resminya tetap menjaga keamanan negara, melawan ancaman teroris, organisasi kriminal, atau kejahatan yang skalanya besar.
Walaupun caranya kadang keras dan menimbulkan korban samping, mereka bukan murni “villain” seperti Black Organization.
Dalam cerita, beberapa agen PSB justru membantu membuka fakta penting (meskipun sering tidak transparan di awal).
🔹 Jadi mereka apa?
➡ Bisa dibilang “antihero” institusional:
Tidak sekejam Black Organization yang jelas-jelas jahat.
Tapi juga tidak semurni Conan atau polisi Nagano yang tulus cari kebenaran.
Lebih tepat: mereka “abu-abu”, tergantung siapa yang memimpin, apa kepentingannya, dan dari sudut pandang siapa kita melihat.
Kelebihan
Emosional lebih kuat: adegan kehilangan, trauma, rasa bersalah & keinginan untuk memperbaiki masa lalu terasa nyata dan mengena.
Cerita tidak terlalu klise: ada twist-twist bagus, motivasi pelaku yang bukan hanya “ingin uang / balas dendam biasa” tetapi terkait dengan keadilan/verasaan pribadi.
Pengembangan karakter: terutama Kogoro dan Yamato; juga relasi antara polisi & organisasi beserta agen rahasia.
Plot misteri bisa ditebak jika diperhatikan dengan teliti: petunjuk diberikan namun tidak terlalu jelas sehingga penonton ditantang.
Skor & produksi visual: walau ada beberapa ketidak-konsistenan, secara keseluruhan tampilan artistik, animasi latar alam, adegan longsoran & efek cuaca cukup memukau.
Kekurangan
Alur cerita agak lambat di awal: beberapa ulasan menyebut film ini memulai dengan tempo yang agak pelan sebelum “masuk ke inti masalah”.
Beberapa visual tidak konsisten: meski banyak adegan yang indah, ada momen di mana detail animasi atau latar belakang terasa kurang halus dibanding scene yang lebih “dramatis”.
Kompleksitas bisa membingungkan untuk pemula: orang yang tidak akrab dengan jalan cerita Conan, tokoh‐tokoh samping, atau setting organisasi rahasia mungkin butuh usaha lebih untuk memahami semua hubungan & motif.
Tempo klimaks agak padat: banyak aksi di bagian akhir, beberapa twist disampaikan cepat, jadi terasa seperti “banyak yang harus dibungkus” dalam waktu terbatas.
Pesan Moral
Beberapa pesan moral yang bisa diambil:
1. Pertanggungjawaban & penyesalan
Bagaimana tindakan masa lalu bisa punya konsekuensi besar, dan kalau tidak diselesaikan, bisa jadi beban emosional seumur hidup — seperti Yamato dengan lukanya, kehilangan ingatannya, dan Kogoro dengan teman lamanya.
2. Keadilan & kebenaran
Tak hanya memburu pelaku secara fisik, tetapi juga membuka fakta tersembunyi — siapa yang menyembunyikan apa, kenapa, dan bagaimana hukum serta prosedur (plea bargain, pengawasan agen keamanan, transparansi) memainkan peran penting.
3. Trauma & penyembuhan
Fisik dan ingatan yang rusak, bagaimana seseorang bisa kehilangan sebagian dari dirinya karena peristiwa traumatis, namun tetap ada harapan untuk pulih & mengungkap kebenaran.
4. Nilai kepercayaan & persahabatan
Persahabatan lama, kepercayaan antar kolega atau rekan kerja, dan betapa rasa kehilangan teman bisa memotivasi seseorang untuk bertindak demi kebenaran.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, One-Eyed Flashback adalah salah satu film Conan yang sangat kuat dalam aspek emosi dan misteri. Kalau kamu penggemar lama seri ini, kamu akan menghargai perkembangan karakter, twist, dan nuansa personalnya. Sebaliknya, jika kamu hanya menonton film Conan sesekali, mungkin ada bagian yang terasa berat atau perlu fokus agar bisa mengikuti alur cerita penuh.
Baca Juga
05 April 2025
Udah bosan sama tontonan Lebaran yang gitu-gitu aja? Film animasi "Jumbo" dari Ryan Adriandhy ini bisa jadi pilihan segar buat kamu dan keluarga!
Awalnya agak bingung sih, ini film tentang bocah jumbo yang dibully, eh tiba-tiba ada arwah nyariin orang tuanya. Tapi tenang, guys, dijamin deh endingnya bikin kamu yang relate sama ceritanya, bakal manggut-manggut!
Kisah Don, Si Bocil Jumbo yang Gak Minderan
Kenalan yuk sama Don, bocah baik hati yang sayangnya sering jadi sasaran bully karena fisiknya yang "beda". Dibilang lelet lah kalau lagi olahraga. Tapi Don gakDown dong! Dia punya bakat mendongeng yang keren banget, warisan dari buku ciptaan orang tuanya.
Pas ikut lomba bakat, Don ketemu sama arwah penasaran bernama Meri (atau Maria, gitu deh). Meri janjiin Don kekuatan sihir buat mendongeng, asal Don mau bantuin dia nyariin kedua orang tuanya yang hilang. Nah lho, mulai deh petualangan yang agak-agak mistis tapi seru!
Kenapa "Jumbo" Wajib Ditonton?
* Animasi Lokal yang Langka: Jarang banget kan ada film animasi anak-anak Indonesia, apalagi tayang pas momen Lebaran gini? "Jumbo" ini nih jawabannya buat kamu yang pengen hiburan beda dan berkualitas buat keluarga.
* Pesan Moral yang Ngena: Film ini gak cuma lucu-lucuan, tapi juga ngajarin kita buat tetap positif sama orang yang nge-bully kita (walaupun agak susah ya praktiknya, apalagi buat kita yang langsung cut off orang nyebelin!). Terus, kita juga diingetin buat hati-hati sama orang yang suka cari muka. Bener banget tuh pepatah "ada udang di balik batu"!
* Pengisi Suara Bertabur Bintang: Ini nih yang bikin makin penasaran! Bayangin aja, BCL, Ariel Noah, Cinta Laura ikut mengisi suara karakter-karakter di film ini. Dan yang paling kocak, Chicco Jericho sama Bimo jadi... suara kambing! Totalitas banget gak sih? Kabarnya sih, film ini digarap selama 5 tahun lho!
* Visual, Audio, dan Simbol yang Oke: Dari segi teknis, "Jumbo" ini gak main-main. Visualnya memanjakan mata, audionya pas, dan banyak simbol-simbol menarik yang bikin kita mikir. Aman deh buat ditonton bareng keluarga.
* Musik Latar Menyentuh: Musik latarnya ternyata ciptaan almarhum ibunya Ryan Adriandhy lho! Film ini memang didedikasikan untuk ibunda tercinta yang merupakan pejuang kanker. Jadi, siap-siap tisu ya pas nonton credit title-nya.
* Cerita yang Relate Banget: "Jumbo" ini berani ngangkat isu-isu sosialisasi dan penerimaan naskah yang sering kita temui, kayak bullying, pemerasan, penipuan, dan keserakahan. Ada bumbu balas dendamnya juga lho! Eksekusi ceritanya juga oke punya, pesannya nyampe ke penonton.
Kurangnya di Mana?
Hmm, kalau kata kamu sih, bagian cerita tentang roh Meri agak dipaksakan di awal. Tapi begitu tahu endingnya, jadi lebih bisa dipahami ya. Ya namanya juga film fantasi, guys!
Overall:
Dengan rating 7,5/10 dari kamu, udah jelas ya kalau "Jumbo" ini worth it banget buat ditonton. Apalagi kalau kamu lagi nyari hiburan keluarga yang beda dan punya pesan moral yang kuat. Cus deh, langsung ajak keluarga ke bioskop!
09 October 2024
Yara: Sebuah Tragedi yang Mengguncang Italia dan Perjuangan Menegakkan Keadilan
Film Yara menceritakan salah satu kasus kriminal yang paling mengguncang Italia, yaitu hilangnya dan pembunuhan tragis seorang gadis berusia 13 tahun bernama Yara Gambirasio. Berlatar di kota kecil Brembate di Sopra, dekat Milan, film ini menggambarkan perjuangan keluarga, masyarakat, dan aparat penegak hukum dalam menghadapi kasus yang penuh misteri dan kesedihan.
Hilangnya Yara
Yara Gambirasio adalah seorang remaja yang hidupnya cukup sederhana di kota yang tenang. Ia memiliki rutinitas sehari-hari yang biasa dilakukan seorang anak seusianya, termasuk pergi berlatih gymnastic di gym lokal. Suatu malam, setelah Yara pamit kepada keluarganya untuk pergi ke gym guna mengantarkan stereo, ia tidak pernah kembali. Pada malam itu, Yara menghilang dalam perjalanan pulang, tepat pada saat yang seharusnya menjadi momen Natal bareng keluarga.
Keluarganya mulai merasa khawatir ketika Yara tak kunjung tiba di rumah. Ketika ibunya mencoba menghubungi telepon seluler Yara, panggilan tersebut langsung diarahkan ke voicemail. Kekhawatiran meningkat, dan akhirnya ayah Yara segera menghubungi polisi untuk melaporkan putrinya yang hilang. Momen ini adalah awal dari tragedi yang akan menyelimuti keluarga Gambirasio dan menjadi salah satu kasus kriminal terpenting di Italia.
Investigasi yang Kompleks
Kasus hilangnya Yara tidak hanya mengguncang keluarga, tetapi juga menarik perhatian seluruh negeri. Polisi, jaksa, dan detektif bekerja keras untuk menemukan pelaku di balik kejahatan ini. Salah satu elemen kunci dari investigasi ini adalah penggunaan teknologi DNA, sesuatu yang jarang dilakukan pada saat itu, terutama untuk kasus yang tidak melibatkan tokoh terkenal atau publik figur.
Jaksa penuntut umum yang memimpin kasus ini, Letizia Ruggeri, menunjukkan dedikasi dan ketekunan yang luar biasa. Meskipun ada banyak kesulitan dalam menemukan bukti fisik dan minimnya saksi mata, Ruggeri tidak menyerah. Ia memfokuskan penyelidikan pada sampel DNA yang ditemukan di tubuh Yara, meski sampel tersebut tidak mudah dikenali.
Penggunaan analisis DNA dalam kasus ini menjadi aspek menarik dari cerita Yara. Tim investigasi mengumpulkan ribuan sampel DNA dari penduduk lokal dalam upaya menemukan kecocokan dengan DNA pelaku. Proses ini memakan waktu bertahun-tahun dan melibatkan berbagai sumber daya. Pemerintah Italia juga menunjukkan dukungan yang luar biasa terhadap investigasi ini dengan memberikan dana besar untuk melakukan pengumpulan sampel DNA dari ribuan orang.
Komparasi dengan Sistem Penegakan Hukum di Negara Konoha
Keberhasilan investigasi kasus Yara menjadi contoh yang patut diapresiasi, terutama jika dibandingkan dengan sistem penegakan hukum di Konoha. Di film ini, terlihat betapa seriusnya Italia dalam menangani kasus ini meskipun korban adalah warga biasa. Pemerintah Italia memberikan dana besar dan bantuan personel untuk menangkap pelaku.
Hal ini kontras dengan negara Konoha hanya ditindaklanjuti ketika sudah viral. Belum lagi korupsi dan birokrasi yang lambat sering menjadi kendala dalam investigasi kriminal yang melibatkan rakyat biasa bila terjadi kasus pembunuhan di Konoha. Sebaliknya, Italia melalui kasus Yara menunjukkan bahwa hukum seharusnya berlaku sama untuk semua orang, tanpa memandang status sosial.
Investigasi DNA: Tantangan dan Terobosan
Proses investigasi melalui DNA menjadi tantangan tersendiri dalam film Yara. Ketika teknologi ini masih dalam tahap awal perkembangan, investigasi DNA tidak semudah yang dibayangkan. Italia tidak memiliki sistem penyimpanan DNA yang luas, sehingga memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mengidentifikasi sampel pelaku. Selain itu, meskipun korban berasal dari keluarga biasa, investigasi tetap berjalan serius dan mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak.
Upaya keras tim investigasi akhirnya berbuah hasil ketika mereka menemukan bahwa salah satu DNA yang diambil dari tubuh Yara cocok dengan seorang pria bernama Massimo Bossetti. Proses untuk membuktikan keterlibatan Bossetti pun tidak mudah, karena pihak pembela menggunakan berbagai celah hukum untuk mencoba membebaskannya. Namun, berkat bukti kuat dari hasil analisis DNA, Bossetti akhirnya dihukum atas tindakannya.
Pelajaran dari Kasus Yara
Film Yara tidak hanya mengangkat kisah tragis seorang remaja yang menjadi korban kejahatan, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya dedikasi dalam penegakan hukum. Kasus ini menunjukkan bahwa keadilan dapat tercapai melalui kerja keras, inovasi, dan dukungan penuh dari pemerintah serta masyarakat.
Kisah ini juga mengajarkan kita bahwa tidak peduli seberapa kecil atau terpencilnya sebuah kasus, setiap korban layak mendapatkan keadilan. Masyarakat yang peduli dan sistem hukum yang kuat adalah fondasi penting dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan warga. Film ini merupakan penghormatan bagi keluarga Yara dan semua pihak yang berjuang untuk menemukan kebenaran di balik tragedi ini.
Akhirnya, Yara adalah sebuah film yang menyentuh hati dan membuka mata kita tentang pentingnya teknologi dalam penegakan hukum, serta mengingatkan kita bahwa setiap kejahatan harus diusut tuntas, apapun status sosial korban.
08 October 2024
Review Film Maharaj: Perjuangan Melawan Kebejatan Pemuka Agama
Film Maharaj berlatar di India pada tahun 1860-an, mengangkat kisah nyata yang menyayat hati tentang perjuangan melawan kebejatan pemuka agama. Karsandas, seorang jurnalis muda, sedang merencanakan pernikahannya dengan kekasihnya, Kishori. Namun, rencana pernikahan ini berubah menjadi mimpi buruk ketika Kishori dipilih untuk melakukan "pelayanan suci" kepada JJ, seorang pemimpin sekte yang dihormati. Apa yang awalnya dianggap sebagai ritual suci ternyata adalah kedok untuk memuaskan nafsu bejat JJ.
Karsandas, marah dan kecewa, memutuskan hubungan dengan Kishori. Namun, ia segera menemukan bahwa Kishori bukan satu-satunya korban. Semakin dalam ia menggali, semakin jelas bahwa banyak wanita lain juga menjadi korban dari praktek keji ini. Karsandas kemudian menggunakan kekuatannya sebagai jurnalis untuk melawan JJ, menulis artikel yang mengungkap kebenaran dan berusaha menyadarkan masyarakat tentang bahaya mengkultuskan seorang pemimpin agama tanpa memeriksa tindak-tanduknya.
Film ini menyuguhkan pesan moral yang kuat tentang bahaya mengidolakan tokoh agama secara buta. Maharaj menekankan pentingnya untuk tidak memaafkan perilaku bejat hanya karena seseorang memiliki status sebagai pemuka agama. Di tahun 1860-an, masyarakat tidak sepintar dan seberpendidikan seperti sekarang. Kebanyakan dari mereka tidak bisa membaca atau menulis, sehingga mudah terperdaya oleh tipu daya pemimpin sekte yang memanfaatkan kepercayaan mereka.
Akting dalam Maharaj sangat memukau, terutama oleh Junaid Khan, putra dari aktor terkenal Amir Khan, yang memulai debutnya sebagai Karsandas. Junaid berhasil menampilkan perasaan marah, frustrasi, dan semangat perlawanan dengan sangat meyakinkan. Akting Jaideep Ahlawat sebagai JJ, antagonis pemuka agama sesat, juga luar biasa. Ia berhasil membawa karakter JJ sebagai sosok yang menakutkan namun sangat licik, membuat penonton benar-benar merasakan kebejatannya.
Selain itu, film ini juga memberikan gambaran yang akurat tentang kondisi sosial-politik India pada masa itu. Masyarakat masih berada di bawah penjajahan Inggris, dengan banyak keterbatasan dalam hal pendidikan dan kebebasan. Hal ini membuat keberanian Karsandas semakin berarti, karena ia tidak hanya melawan JJ, tapi juga sosial budaya. Salah satu tokoh penggerak reformasi.
Film ini diakhiri dengan bukti nyata dari rumah pelayanan suci, dokter yang bersaksi, serta artikel yang ditulis oleh Karsandas yang diangkat dari sejarah asli. Hal ini memperkuat pesan bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap, meskipun harus melalui perjuangan yang panjang dan penuh risiko.
Secara keseluruhan, Maharaj adalah film yang kuat, baik dari segi cerita maupun akting. Pesan moralnya sangat relevan, terutama di dunia modern di mana kita masih sering melihat kasus-kasus pemimpin agama yang disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Film ini mengingatkan kita untuk selalu berpikir kritis, terutama terhadap tokoh-tokoh yang diberi kekuasaan besar dalam masyarakat.
Dengan alur yang intens dan akting yang kuat, Maharaj layak ditonton, terutama bagi penonton yang menyukai drama sejarah yang penuh dengan nilai-nilai moral. Sebagai film debut Junaid Khan, ia telah membuktikan bahwa dirinya memiliki bakat besar, dan kita bisa berharap lebih banyak dari dia di masa depan.
Rating: 9/10
Review Film "13 Bom di Jakarta"
Aku menonton film ini karena ketertarikan pada Chicco Kurniawan, terutama setelah melihat episode viral YouTube Bocah Bocah Kosong bersama Reza Arap dan ada dia juga. Melihat sosok Chicco yang lembut dan karismatik membuatku penasaran dengan karya-karyanya, terutama karena ia sudah 11 tahun berkarier di dunia akting. Salah satu film yang ia sebutkan adalah 13 Bom di Jakarta.
Alur Cerita dan Tema Terorisme
Untuk film Indonesia, tema terorisme jarang diangkat, sehingga 13 Bom di Jakarta terasa segar. Jalan ceritanya tidak buruk, dan plot twist di akhir benar-benar tak terduga. Film ini menggambarkan lembaga kontra terorisme yang seakan menutupi ancaman yang ada, tapi di balik layar, mereka penuh kecemasan—mirip seperti situasi yang terjadi Konoha jika ada terorisme.
Namun, ada bagian yang menurutku kurang jelas, terutama terkait motif teroris yang berakar dari alasan pribadi. Sayangnya, alasan pribadi ini tidak dijelaskan dengan baik, sehingga aku merasa kebingungan memahami jalan ceritanya sepenuhnya.
Akting dan Karakter
Akting para pemain cukup solid, meski banyak di antara mereka adalah wajah baru yang belum terlalu dikenal. Tidak ada karakter yang benar-benar meninggalkan kesan mendalam. Hal ini mungkin juga menjadi salah satu alasan mengapa Chicco Kurniawan, meskipun sudah lama berkarier dan memiliki kemampuan akting yang baik, belum mendapatkan peran yang membuatnya dikenal luas.
Sutradara dan Genre
Dwi Angga Sasono sebagai sutradara tampaknya memang memiliki ciri khas dalam mengarahkan film bergenre thriller kriminal, seperti yang juga terlihat dalam Mencuri Lukisan Raden Saleh. Pendekatan visual dan ketegangan yang ia bangun di 13 Bom di Jakarta cukup berhasil, meski ada beberapa bagian yang bisa lebih diperdalam, terutama terkait pengembangan karakter dan motivasi di balik tindakan para teroris.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, 13 Bom di Jakarta adalah film yang menarik dengan alur yang penuh ketegangan dan kejutan di akhir. Namun, kurangnya pengembangan motif karakter dan kesan yang lemah dari beberapa pemain membuat film ini belum sepenuhnya sempurna.
02 October 2024
Review Film 'The Intern' (2015) di Netflix: Apakah Masih Relevan?
Film 'The Intern' yang dirilis pada tahun 2015 dan kini tersedia di Netflix, sempat menjadi perbincangan hangat. Kini, saya baru saja menontonnya dan merasa ada beberapa hal yang terasa kurang masuk akal jika diterapkan di Indonesia. Berikut pandangan saya:
Hal yang Kurang Masuk Akal
1. Kesempatan Kerja untuk Lansia
Di Indonesia, jarang sekali ada perusahaan yang menyediakan program magang untuk mereka yang berusia 65 tahun ke atas seperti karakter Ben Whittaker (diperankan oleh Robert De Niro). Budaya di sini lebih cenderung memberi ruang kepada generasi muda.
2. Budaya Kerja yang Terlalu Ideal
Di film ini, karyawan muda mendukung karyawan senior, dan yang senior juga tahu diri tanpa mengganggu. Sayangnya, di banyak kantor di Indonesia, seringkali ada drama seperti politik kantor, cari muka, atau bahkan pengkhianatan yang menghambat terciptanya lingkungan kerja seharmonis itu.
3. Ending yang Kurang Memuaskan
Saya merasa kurang setuju dengan akhir cerita di mana Jules Ostin (diperankan oleh Anne Hathaway) memaafkan perselingkuhan suaminya. Ini terasa kurang realistis dan memberi pesan yang membingungkan.
Pesan Moral yang Dapat Diambil
Meski ada beberapa hal yang terasa kurang realistis, ada juga pesan moral yang dapat diambil dari film ini:
1. Pentingnya Konsistensi dalam Karier
Ben bekerja di percetakan buku telepon selama bertahun-tahun hingga pensiun. Meski gedung tempatnya bekerja berubah menjadi perusahaan fashion, ia tetap setia bekerja. Ini mengajarkan kita bahwa yang penting bukan pekerjaan glamor, melainkan ketekunan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup.
2. Kemandirian Finansial
Ben yang sudah berusia 70 tahun tetap bersemangat bekerja karena tidak ingin bergantung pada anaknya yang sudah berkeluarga. Ini adalah pengingat bahwa kemandirian adalah kunci, berapapun usia kita.
3. Istri Pasti Tahu
Meski Jules dan suaminya tampak memiliki pernikahan yang baik-baik saja, sang istri tetap mengetahui perselingkuhan suaminya. Ini menunjukkan bahwa dalam pernikahan, selalu ada rasa kepekaan terhadap pasangan.
4. Beratnya Tanggung Jawab Seorang CEO
Sebagai seorang wanita karir, Jules menghadapi kesulitan dalam menyeimbangkan pekerjaannya dengan kehidupan pribadinya. Tanggung jawab besar yang diembannya membuatnya sulit hadir dalam momen-momen penting di kehidupan anaknya, seperti kegiatan sekolah. Ini menunjukkan realita sulitnya menjadi seorang wanita karir dengan posisi tinggi.
5. Etos Kerja di Usia Senja
Meski Ben tidak menguasai teknologi sebaik anak muda, kebijaksanaannya dalam menghadapi krisis dan pengalaman panjangnya sangat berharga. Film ini memberikan penghargaan terhadap etos kerja meski di usia tua.
Kesimpulan
Film 'The Intern' memberikan banyak pelajaran hidup tentang kerja keras, kemandirian, dan pentingnya pengalaman. Namun, ada beberapa bagian yang sulit diterapkan di konteks budaya kerja Indonesia. Terlepas dari itu, film ini tetap memberikan inspirasi terutama dalam hal bagaimana kita memandang kerja keras dan kemandirian di usia lanjut.
29 September 2024
Review Film 'Sector 36': Kisah Nyata Pembunuhan Berantai di India
'Sector 36' adalah film yang terinspirasi dari kisah nyata pembunuhan berantai yang mengerikan di desa Nithari, Noida, Uttar Pradesh, pada tahun 2006. Film ini mengangkat kisah kejahatan keji di mana para korban, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dibunuh secara brutal.
Latar Belakang Pelaku
Film ini menggambarkan pelaku utama, Prem, sebagai seseorang yang memiliki masa lalu kelam. Sewaktu kecil, Prem menjadi korban pelecehan seksual oleh pamannya, yang kemudian mempengaruhi mentalnya dan membuatnya melakukan kejahatan serupa. Ia melampiaskan dendamnya kepada anak-anak dan wanita tanpa pandang bulu.
Kasus ini sangat memprihatinkan karena, meski pelaku akhirnya tertangkap, dia tidak mendapatkan hukuman mati. Kurangnya bukti menyebabkan hukuman penjara yang relatif ringan, dan ia akhirnya dibebaskan. Hal ini mungkin sedikit berbeda dari kisah nyata, tetapi menyoroti bagaimana sistem hukum bisa meleset dalam menangani kasus besar seperti ini.
Relatable dengan Kehidupan Nyata
Bagian yang paling mengena bagi saya adalah bagaimana polisi di film ini hanya bertindak setelah keluarga mereka sendiri terkena dampak kejahatan. Banyak adegan yang menunjukkan ketidakpedulian aparat terhadap laporan warga tentang hilangnya anak-anak, hingga kasus tersebut menjadi viral. Hal ini terasa sangat mirip dengan situasi di beberapa negara berkembang, di mana kasus-kasus yang dianggap "tidak produktif" sering kali diabaikan.
Investigasi dan Kekerasan Polisi
Proses investigasi dalam film ini juga menggambarkan unsur kekerasan yang digunakan polisi dalam menekan tersangka. Meskipun di kehidupan nyata mungkin tidak sebrutal yang ditampilkan di film, saya pernah menyaksikan sendiri bagaimana polisi menggunakan metode intimidasi dalam menangani laporan. Hal ini menambah kesan realistis pada film ini.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, 'Sector 36' adalah film yang bagus, terutama bagi para pecinta genre thriller kriminal. Jangan berharap ada lagu dansa seperti di film Bollywood pada umumnya, karena fokus film ini lebih pada ketegangan investigasi dan cerita gelap pembunuhan berantai. Film ini juga memberikan pandangan yang lebih dalam tentang bagaimana sistem hukum dan penegakan hukum berfungsi di negara-negara berkembang.
Kata Kunci: Sector 36, pembunuhan berantai, thriller kriminal, kisah nyata, film India, investigasi polisi, Nithari, Noida, review film.
28 September 2024
Review Film Crew (2024): Kisah Tiga Pramugari yang Nekat di Tengah Krisis
Film Crew menceritakan kisah tiga pramugari yang bekerja di sebuah maskapai penerbangan yang hampir bangkrut. Kehidupan mereka terhimpit oleh gaji yang tak kunjung dibayar, membuat mereka terjebak dalam situasi sulit. Di tengah keterpurukan ekonomi, mereka secara tak sengaja menemukan mayat atasan manajer mereka di atas pesawat. Saat mencoba melakukan CPR, mereka menyadari bahwa manajer tersebut menyelundupkan emas batangan di tubuhnya.Tiga pramugari ini, yang sedang menghadapi tekanan ekonomi, kemudian memutuskan untuk ikut terlibat dalam penyelundupan emas demi memenuhi kebutuhan hidup. Awalnya, aksi ini berjalan lancar, hingga suatu saat mereka tertangkap basah dan menyadari bahwa pemilik maskapai tersebut terlibat dalam skandal besar—money laundering menggunakan emas selundupan. Ketiganya pun berjuang untuk mendapatkan kembali hak mereka yang belum dibayar, termasuk memperjuangkan nasib rekan-rekan kerja lainnya.
Film Komedi yang Ringan dan Menghibur
Crew adalah film yang menyegarkan dan penuh humor. Tidak seperti film India tradisional yang sering diselipi banyak lagu dan tarian, film ini menghadirkan elemen tersebut dengan porsi yang tepat sehingga tidak mengganggu alur cerita. Para penonton dijamin akan terhibur dengan plot yang ringan, namun tetap menyentuh berbagai isu serius.
Karakter yang Relatable dengan Kehidupan Sehari-hari
Ketiga pramugari dalam film ini berasal dari latar belakang yang berbeda, menghadirkan dinamika cerita yang menarik. Ada berbagai isu yang sangat dekat dengan kehidupan nyata, seperti tekanan harapan orang tua, rasa kekecewaan terhadap keluarga, dan pergulatan sebagai generasi sandwich yang terhimpit antara tanggung jawab terhadap orang tua dan kebutuhan pribadi.
Salah satu dialog yang paling kuat adalah ketika Greta, salah satu pramugari, berkata kepada suaminya, “Menjadi orang lurus dan jujur di dunia tak cukup untuk menghidupi kehidupan sehari-hari.” Ucapan ini muncul saat ia mengetahui bahwa atasannya, yang dikenal jujur dan amanah, ternyata menyelundupkan emas.
Menghadirkan Kritik Sosial yang Menohok
Meskipun dibalut dengan komedi, Crew memberikan kritik sosial yang cukup mendalam. Isu korupsi dan penyelundupan emas yang diangkat dalam film ini mengingatkan kita akan kenyataan bahwa di dunia nyata, banyak orang terpaksa melakukan tindakan yang tidak dibenarkan karena tekanan ekonomi. Meskipun penonton bisa memahami motif di balik tindakan para pramugari, film ini juga menegaskan bahwa perbuatan ilegal seperti penyelundupan tetap tidak dapat dibenarkan.
Kesimpulan
Crew adalah film yang cocok bagi penonton yang mencari hiburan ringan namun penuh makna. Dengan tema yang relevan dan karakter yang relatable, film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan banyak pelajaran hidup. Jika Anda mencari tontonan yang segar dengan elemen komedi, drama, dan sedikit aksi, Crew patut masuk dalam daftar tontonan Anda.
Review Film "Officer Black Belt" (Kim Woo Bin): Pelacak Pelaku Kekerasan Seksual yang Menginspirasi
Film Officer Black Belt menghadirkan cerita menegangkan tentang Lee Jung Do (diperankan oleh Kim Woo Bin), seorang pelatih taekwondo yang direkrut sebagai anggota tim pelacak pelaku kekerasan seksual. Biasanya, para pelaku pemerkosaan yang telah bebas diwajibkan memakai gelang kaki dengan pelacak GPS, dan Lee Jung Do dipilih untuk menangani tugas berat ini karena keterampilannya dalam bela diri.
Selama menangani kasus-kasus ini, Jung Do tidak hanya terlibat dalam pengejaran, tetapi juga mulai menemukan kenikmatan dalam pekerjaannya. Film ini menyuguhkan pandangan mendalam tentang keadilan terhadap pelaku kekerasan seksual di Korea Selatan, menekankan bagaimana penggunaan teknologi seperti gelang kaki GPS bertujuan untuk mencegah pelaku melakukan tindakan serupa setelah bebas.
Bagi saya, Officer Black Belt berhasil mengubah sudut pandang tentang pelaku pemerkosaan. Meskipun sudah menjalani hukuman, tidak ada jaminan bahwa mereka tidak akan mengulangi tindakan kejamnya. Film ini menggugah kesadaran bahwa kejahatan seksual adalah ancaman serius yang masih mengintai, terutama bagi kaum wanita.
Sebagai wanita, saya semakin memahami kenapa ayah saya begitu protektif terhadap saya. Risiko pelecehan seksual nyata bagi perempuan, dan film ini menjadi pengingat keras akan pentingnya perlindungan terhadap korban serta pengawasan bagi pelaku.
10 August 2024
Spoiler Alert
Kaito Kid mengirim pesan yang berisi mencuri dua pedang milik keluarga Onoe yang kaya raya di Hakodate. Pedang ini memiliki hubungan dengan wakil komandan Shinsengumi dari zaman Edo.
Di saat yang bersamaan, Heiji Hattori juga sedang berada di Hakodate untuk mengikuti turnamen kendo. Conan Edogawa, Ran Mouri, dan Kazuha Toyama juga hadir untuk mendukung Heiji. Namun Heiji mangkir dari turnamen malah datang ke lokasi pelabuhan tempat ditemukan jenazah penasihat hukum keluarga Onoe.
Conan yang mengenali jenazah tsb kaget melihat penemuan tsb apalagi luka tusukan seperti pentagram. Mencoba untuk menyelidiki kasus pencurian dan pembunuhan tsb. Setelah ditelusuri ternyata berkaitan harta yang ditinggalkan sekiranya bernilai one Millions dollar. Apakah memang benar harta yang tersembunyi sedemikian bernilai???
Analisis Karakter
Kaito Kid : seperti biasa dia jago banget menyamar meski begitu saat nyamar jadi Okida rival Heiji dalam turnamen Kento kerasa banget boongan karena logat Kansai yang canggung. Aku paham kenapa penulis Ghoso Aoyama sempat Hiatus nulis Conan dan kembali Kaito kid karena ini. Sempat bertanya-tanya kenapa rupa Kaito kid mirip dengan Shinichi Kudo. Sudah ditebak ada hubungan saudara kandung. Bapaknya Shinichi memang punya saudara kembar. Ketika ortu cerai, Shinichi diasuh ibunya, Saudara kembar yang tak lain ayah Kaito kid diasuh bapaknya.
Mengenai karakter lainnya ya tidak jauh berbeda dengan serial anime Conan. Kalian pasti tahu gimana Conan, Heiji, Kogoro Mouri dkk.
Alur cerita dan Ritme
Alur cerita maju makanya sebelum nonton ini, kudu lihat rekapan yang tayang sebelum ini Conan vs Kaito Kid agar nyambung karena saling terkait. Kenapa Kaito Kid menolong banget Ginzo Nakamuri kepala kepolisian Inspektur bagian Pencurian. Ternyata pacar Kaito Kid ayahnya beliau, makanya saat hendak ditembak, Kaito Kid mencoba mengelabui penembak. Bahkan Kaito Kid nyamar jadi polisi tuk menjaga ayah pacarnya.
Pendapat Pribadi
Kalian nonton ini di bioskop jangan keburu pulang, pas tanggal 7 Agustus 2024 kan ada 8 orang yang nonton. 3 couple keburu pergi saat lagu berakhir padahal ada epilog yang plot twist banget. Sepertinya firasat aku Detective Conan 10- 15 tahun lagi mau tamat. Karena misteri Kaito Kid dibuka. Tinggal organisasi Hitam dan misteri guru SD Conan yang berkacamata berambut panjang
Rekomendasi
Film ini layak untuk ditonton karena epilog yang plot twist. Gegara ini, aku nonton ulang serial Kaito Kid. Agar bisa nyambung. Jika dirimu penikmat detective Conan
22 April 2023
Kenapa kecewa karena ceritanya terlalu mendramatisir banget. Vol I ini memang membahas Hamka versi kemerdekaan. Pergerakan beliau yang melawan kolonial hingga drama- dramanya. Nah drama- dramanya itu lho sangat mendramatisir banget. Baru 10 menit pertama bahas tawaran poligami meski ditolak halus. Trus kematian putranya yang mana Buya Hamka tak bisa menemani kala dirinya mendapat tawaran kepala redaksi koran pedoman masyarakat. Trus Ayahnya yang meninggal kala Buya Hamka dituduh pengkhianat atas melawan kolonial jepang karena terlihat kerjasama.
Mungkin ini lebaran pertama tanpa ibu dan belum 100 hari kepergian ibuku. Makanya males scene mati mati gitu.
Fun Fact mengenai Buya Hamka
1. Dia memang terlahir dari keluarga previllage. Ayahnya saja ulama besar di Sumbar dan punya sekolah Muhammadiyah.
2. Istrinya Raham juga intelektual secara di era 1900 awal bisa baca tulis sudah dianggap pinter. Notabene banyak buta huruf
3. Khas Minang banget dilihat tutur kata bahasa Minang zaman dulu. Bukan bahasa Minang sehari hari kek sekarang. Tertolong subtitle
4. Tenggelamnya Kapal Van der Wijck ini diambil dari kisah nyata kulsum si gadis kerudung merah saat naik kapal. Nah mengenai asal usul tsb dijelasin di vol 2
5. Kenapa beliau suka menulis gegara pengaruh HOS. Cokroaminoto yang mempengaruhinya
6. Ternyata nama adalah doa memang benar. Hamka singkatan Haji Abdul Malik Karim Amrullah ya berharap bisa ke Mekkah ( bakalan ada kisah Hamka di Mekkah di vol 2 )
7. Memang ya jika keluar negeri, wawasan bertambah luas. Sudah banyak contohnya salah satunya Hamka. Jadi ingin belajar bahasa di luar negeri. Meski scene Hamka ke Mekkah di vol 2, tapi setidaknya ada bukti jika keluar negeri memang bikin kita banyak knowledge
8. Vol 3 membahas Buya Hamka sewaktu kecil apalagi soal parenting. Ya zaman dulu gaya parenting keras bahkan mukul apalagi jika anak lelaki. Nah Buya Hamka di vol 1 digambarkan sosok ayah penyayang dan disiplin
9. Memang ya untuk bisa selamat kudu ahli strategi.Saat kolonial Jepang masuk, Buya Hamka melakukan perjanjian demi membebaskan guru dan ulama se- sumatera sayangnya mengorbankan idealisme agama Islam dan dianggap pengkhianat. Ya main politik kalau disini
Positifnya gegara nonton Buya Hamka, aku jadi mau nulis lagi setelah sekian bulan. Trus yang aku sesalkan kenapa vol 3 bahas Buya Hamka sewaktu kecil kenapa ga bahas beliau saat sukses jadi pegawai menteri agama atau ketua MUI. Pokoknya prestasi beliau. Meski aku tidak menikmati kejayaan beliau karena belum lahir, tapi aku punya bukunya yang berjudul Ayah. Perspektif Buya Hamka dari putranya.
Trus nonton ini ada juga istrinya Raham jual perhiasan demi kehidupan keluarganya tanpa sepengetahuan Buya Hamka. Buya Hamka saja nolak duit dari jemaah ikhlas dakwah meski ditegur Ama kawannya tuk ingat istri anak. Itupun kudu barter bukunya demi ego gak mau dikasihani. Pokoknya investasi emas fisik kek perhiasan lebih aman sepertinya.
Banyak sih hikmah dan pelajaran yang diambil. Tapi ya pembagian Buya Hamka terbagi vol I, II, dan III itu setuju. Kerena tak mudah kisah hidup puluhan tahun dirangkum 7 jam. Film Cokroaminoto saja hampir 4 jam. Aku nonton dari beres Magrib eh keluar sudah mau tengah malam sampai keluar mall ditemani satpam biar ga kesasar.
09 January 2023
Akhirnya film Scooby Doo! rilis juga 2022. Memulai blog ini ga pernah absen nonton film ini tiap tahun. Ceritanya ringan, simpel dan sarat akan makna. Ya ceritanya memang genre misteri berbalut hantu. Hantunya juga yang bukan horor melainkan cosplay gitu. Ada point menarik dalam film ini. Ada spoiler jika kalian membacanya.
1. Si Coco perancang cosplay hantu ditangkap membuat kehidupan Mystery Inc jadi hampa. Tak ada kasus menarik. Fred jadi berdoa di sumur harapan agar ada kasus menarik. Memang ya ucapan adalah doa. Jadi kudu hati- hati.
2. Bahayanya fans fanatik. Diceritakan fans fanatik Mystery Inc melihat Fred yang putus asa ingin ada kasus. Fans fanatik rela jadi penjahat demi Mystery Inc ada kerjaan😅
3. Mengenai perpustakaan memang sudah zaman ya perpustakaan kudu sepi dan suasana kuburan ga boleh berisik?? Menurut kalian gimana? Karena konsep perpustakaan modern sudah berubah ada versi digital dan ruang perpustakaan bisa dipakai tempat diskusi
4. Teknologi bisa bermanfaat dan bisa berbahaya. Lihat saja keteledorannya penjara otomatis terbuka dan narapidana bisa bebas. Bersyukur Mystery Inc berhasil
5. Menyadari kehidupan kudu balance ibaratnya ada yin dan yan. Alias ada yang baik dan buruk. Jika baik saja bakalan hampa.
6. Ada sentuhan LGBT terlihat velma suka cinta atau fans ke Coco yang notabene sesama wanita. Tapi velma terus berkata takut dirinya berbuat salah
14 December 2022
Spoiler
Bermula tim detektif cilik menghadiri pernikahan Petugas polisi Takagi dan Sato eh tetiba ada komplotan ingin menyerang Takagi. Kogoro Mouri mencoba menghadangnya dan Takagi berhasil ketembak. Inspektur Megure memberitahukan bahwa simulasi pernikahan selesai. Tim detektif cilik kena prank bahwa itu semua simulasi untuk mengawal pernikahan pejabat tinggi polisi Muranaka.
Seorang pria kewarganegaraan asing melewati gerombolan detektif cilik yang berencana pulang menjatuhkan selembar kertas. Ai Haibara memungut kertas yang jatuh dan si pria asing tetiba papan tablet yang dipegangnya meledak otomatis Ai terpelanting di tengah jalan. Kogoro Mouri langsung menolongnya. Sayangnya Kogoro Mouri tertabrak melindungi Ai.
Si pria asing yang meledak tak diketahui identitasnya hanya ada kartu nama Matsuda yang mana sudah meninggal kala bertugas 3 tahun lalu. Conan menelusuri Matsuda ketika berada di tim bersama Megure dan menemukan fakta menarik yang membawanya bertemu Zero alias Hiro. Hiro sendiri diasingkan ke dalam sebuah bilik kaca karena memakai bom leher. Bom leher yang dipakai pelaku bom serupa saat kejadian 3 tahun lalu.
Yang ingin berjumpa Matsuda tak hanya orang asing yang meledak tapi ada juga orang lain. Takagi menyamar menjadi Matsuda untuk menyelamatkan petugas Chiba. Saat janjian bertemu di taman, tetiba ada kawanan sekelompok orang memakai kostum Halloween dengan topeng labu Halloween. Matsuda palsu kejepit dan sengaja dipakai topeng Halloween. Conan berhasil membututinya dan menemukan fakta bahwa yang menculik Chiba kawanan orang asing Rusia meneliti bom 3 tahun lalu. Sayangnya penyamaran Matsuda palsu ketahuan oleh Chiba yang terbangun dari pingsan. Memberitahu Matsuda sudah tewas 3 tahun lalu kala bertugas.
Conan berhasil mengetahui jejak kawanan orang asing Rusia karena ada pelacak yang ditaruhnya. Conan memberitahu siapa Plamnya yang mereka incar. Ternyata Plamnya adalah calon istri Muranaka. Dibuktikannya peluru di bahu saat tim Matsuda mengejarnya atas kasus bom berantai. Disaat Plamnya dikejar, Zero alias Hiro berhasil membekuknya. Muranaka yang kecewa dikecoh Plamnya. Detektif Conan berhasil mencegah bom yang meledak.
Review:
Nonton film ini tidak ada ketegangan sama sekali. Tapi karena aku memang suka Conan tak masalah. Untuk bisa series bisa panjang lebih dari 24 tahun memang kudu ada tokoh baru ya seperti Zero. Cuma aku bingung Zero itu aku pikir CIA kenapa jadi polisi di bidang kemanan publik. Itu yang aku bingung status zero. Oh iya Zero juga film khusus tentangnya judulnya Zero no time.
Cukup menghibur untuk series film detektif Conan. Aku hargai konsistensi rilis film tiap tahun. Berharap bisa tahu ending detektif Conan sebelum mati. Biar gak mati penasaran. Siapa bos organisasi Hitam sebenarnya.
19 March 2022
Nonton ini menyadarkan aku bahwa politik tak hanya di dunia pemerintahan tapi segala sektor pasti ada politiknya termasuk institusi kepolisian. Film ini bercerita Choi Min Jae yang diperankan Choi Woo Shik generasi ketiga penerus polisi. Kakeknya, ayahnya dan dirinya menjadi polisi. Kematian ayahnya saat bertugas itulah alasan dirinya diam- diam memata- matai atasannya Park Kang Yoon. Selama mendampingi Park Kang Yoon dalam menangkap penjahat unik memang. Nangkap penjahat dengan kerjasama penjahat lain untuk mendapatkan informan. Memang itu berlawanan dengan moral dan nurani Choi Min Jae. Terkadang juga melakukan suap dan utang ke rentenir meski akhirnya berhasil menangkap penjahat besar. Konflik dari rivalnya Park Kang Yoon, Hwang In Ho yang menyuruh Choi Min Jae memata- matainya membuat konflik jadi tumpang tindih. Seperti iri akan kesuksesan orang lain padahal Hwang In Ho tidak seidealis dan sejujur itu menjadi polisi. Tetap saja kedua kubu tsb mengantarkan inti pada masalah pada oligarki. 1% kalangan atas yang tak pernah tersentuh.
Nonton ini tuh rumit banget, konflik akan kematian ayahnya Choi Min Jae tidak terpecahkan kemungkinan ada dalang kalangan atas. Choi Min Jae yang awalnya baik jadi 50:50 jahat. Dulunya pro pada Hwang In Ho berbalik pada Park Kang Yoon. Namanya juga politik ya kan. Memang ya karya film Korea gemar kritik pemerintah. Sepertinya ini film tersirat tentang itu. Banyak moral value yang diambil.
10 March 2022
Dalam dunia politik tidak ada namanya lawan maupun kawan yang ada kepentingan abadi.
Selama ini aku bodoh setelah menonton film Kingmaker. Sepertinya tragedi dan peristiwa yang ada di dunia politik Indonesia adalah panggung sandiwara. Di film ini, kalian akan melihat sepak terjang tim sukses dari nyalonin walikota hingga presiden. Pola yang dipakai ada yang dipakai di Indonesia. Menonton ini jadi tercerahkan. Ternyata di Korsel era 70an sudah ada namanya stand up comedian menyentil pemerintahan.
Bisa dibilang film ini mendekati kisah nyata di Korsel hanya saja kemasannya berbeda. Nama tokoh disamarkan dan ceritanya didramatisir. Ada kesamaan ya suasana politik di Indonesia dan Korsel. Ada presiden yang otoriter sampai lama menjabat tapi tidak separah Indonesia sampai 32 tahun. Untuk menjatuhkan lawan pakai taktik yang kejam dan licik. Hanya saja kekurangannya, berhubung aku ga melek politik Korsel jadinya kudu googling. Siapa sih yang dimaksud tokoh di kisah nyata. Kisah Kim Dae Jung, presiden Korsel kedelapan. Tapi di film ini membahas ahli strategi tim kampanye yang diperankan Lee Sun Kyung saat nyalonin Kim Won Bum
Maaf ya jika kalian baca tulisan ini, ga dapat apa- apa. Terus terang saja bukan pribadi yang melek politik jadinya nonton ini banyak yang tidak kumengerti. Tapi aku merekomendasikan film genre politik yang tak biasa. Biasanya genre politik membahas tokoh besar saja tapi tidak banyak mengulas ahli tim sukses kampanye politiknya.
07 March 2022
Aku pikir ini film membahas adegan pembunuhan ternyata ada maksud lain tentang sejarah gimana diplomat Korea Utara maupun Selatan memperebutkan suara Somalia untuk menjadi keanggotaan PBB. Nah ternyata para dubes tsb terjebak dalam situasi politik pemberontakan yang mengancam keselamatan mereka. Jadinya awalnya mereka lawan menjadi kawan supaya keluar dari ibukota Somalia. Makanya judulnya Escape from Mogadishu.
Nonton ini tuh membuat yang nonton jadi tegang, terharu, sedihnya ada, kesal iya. Pokoknya nano nano gitu. Film yang mengajarkan banyak sekali moral value. Bahwa ya namanya dunia kedutaan bukanlah prestige semata tapi ada amanah dari negara sebagai hubungan diplomatik. Kemudian jangan percaya media yang bikin memperkeruh politik. Jangan percaya siapapun sekalipun sudah lama bekerja bisa saja itu pengkhianat. Hubungan diplomatik itu penting ya jika suatu negara dalam kondisi terjepit. Andai Indonesia juga punya film yang membahas diplomatik era awal- awal Indonesia merdeka. Sepertinya tak kalah menarik ceritanya. Kan banyak di era Sukarno, diplomat Indonesia jago dan punya nama besar. Seperti Sutan Syahrir.
Memang Korea jagonya bikin karya mendramitisir. Bener- bener ceritanya sangat dramatis. Tahu gitu cerita yang penting untuk ditampilkan dari detail budaya sholat berjamaah kala azan berkumandang. Jadinya saat keluar lagi azan langsung ngegas naik mobil untuk menuju Kedubes Italia agar mendapat pertolongan. Kan masyarakat Somalia taat beribadah. Ciri khas ibu dubes dimana- mana karakternya mengayomi entah itu lawan maupun pengkhianat yang tak lain sopirnya.
Disini Jo In Sung bersinar banget. Selain visual ganteng yang mencuri perhatian di antara para aktor tapi juga kemampuan aktingnya yang sudah berkembang banyak. Tak melulu jadi bad boy tapi Intel Korsel yang bertugas sebagai konselor di Somalia. Dari gayanya sok berkuasa padahal yang punya wewenang dubes Korsel. Tapi dia juga yang banyak inisiatif dalam misi penyelamatan.
Menurut aku semua peran pendukung di film ini memiliki karakter yang kuat. Jadi bukan hanya tempelan semuanya memiliki story line. Kekurangannya menggunggulkan Korsel. Pengen deh Korsel dicitrakan jelek. Abisnya jika drakor nyinggung Indonesia citranya pasti buangan buronan, trus terorislah, pokoknya dicap buruk.
Mengenai keseluruhan film ini 8/10. Berharap Indonesia punya film berkualitas seperti Korsel. Setelah nonton House of Gucci lalu nonton ini, jadi tahu ya kualitas cerita seperti apa yang bagus atau tidak. Keranjingan nonton karya Korea baik itu drakor, film maupun variety show membuat standar tontonan naik deh. Jadi ada pembanding.
06 March 2022
Siapa yang tak mengenal brand Gucci. Jika belum tahu memang dibalik usaha brand ternama dan high-end ternyata memiliki kisah kelam didalamnya. Pewaris Gucci Maurizio Gucci dibunuh oleh mantan istrinya Patrizia Reggiani karena cemburu dan mempertahankan harta dan kekuasaan. Memang ya namanya harta, tahta dan wanita racun dunia.
Saat menonton sedari awal kenapa fokus cerita ini lebih kepada skandal dan percintaan Maurizio Gucci. Padahal ya aku ingin melihat gimana sepak terjang Gucci sampai bisa terkenal dari tahun 1800an hingga sekarang. Trus penggambaran pembunuhan kurang dramatis hanya ditampilkan ga sampai semenit. Apa kek slow motion, atau pertengkaran adu mulut atau gimana. Ketemu langsung tembak saja. Ada lagi yang kurang tapi itu bagus. Kan Maurizio Gucci dikarakterkan pria cerdas tapi aku melihat justru Patrizia Reggiani yang cerdik mampu menyetir suami mengikuti gaya permainan kotor sampai dinasti keluarga Gucci hancur. Memang ya akting Lady Gaga bagus engga heran sekali debut akting nembus nominasi Oscar gegara di film Born to Star. Di sini juga akting Lady Gaga menonjol sekali, ekspresinya, gayanya mendekati Patrizia Reggiani. Awalnya ya Patrizia Reggiani suka ama Lady Gaga lalu berbanding terbalik benci gegara Lady Gaga tak menghubunginya bukan karena uang tapi respek terhadap dia. Diakui Lady Gaga memang dilarang bertemu oleh sutradara demi menjaga reputasi untuk tak memihak narapidana. Lady Gaga juga bijak mengenai ikut berperan dalam film House of Gucci pastinya bakalan sakit hati kepada keluarga Gucci yang masih hidup. Tapi Lady Gaga lakukan hanyalah sebagai aktris.
Setelah googling, aku baru tahu bahwa penggarapan film ini juga banyak drama. Sudah direncanakan digarap tahun 2006 awalnya Sutradara yang ditunjuk Ridley Scott, eh berganti sutradara, aktor hingga kembali pada Ridley Scott. Pantesan saja ya house of Gucci mengecewakan. Jadi inget Bumi Manusia yang juga sudah lama direncanakan dan berganti sutradara juga pada akhirnya ceritanya zonk.
Tapi moral value yang didapatkan love is blind memang ada nyatanya. Nanti seiring berjalannya waktu tersadar. Restu orang tua penting apalagi insting orang tua tak pernah salah. Jangan percaya siapapun sekalipun itu saudara maupun kekasih karena ada udang dibalik batu. Harta, Tahta dan wanita memang racun dunia.
28 February 2022
Film dokumenter jatuhnya pesawat Boeing yang pernah dipakai oleh Lion Air JT 610 ini ramai banget dibahas di sosial media. Apa yang sebenarnya terjadi kenapa bisa jatuh bikin yang nonton brebes MiliðŸ˜ðŸ˜. Gimana gak sedih banyak korban dari Indonesia yang tewas gegara jatuhnya pesawat ini.
Sebelum kalian nonton film dokumenter ini, kudu nonton podcast Helmi Yahya yang membahas ini karena menjelaskan sesuai dengan bahasa awam. Kalau nonton langsung film dokumenter ini banyak sekali istilah penerbangan dan teknikal dalam dunia penerbangan jadi kalau nonton podcast Helmi Yahya jadi bisa paham maksudnya apa.
Aku ga nulis perihal fakta tentang dokumenter ini karena sudah banyak yang menulis dan membahasnya. Itu semua karena budaya perusahaan yang berorientasi pada uang. Bukannya berupaya bikin pesawat yang aman eh demi profit apalagi bersaing dengan Airbus yang terdepan dalam teknologi, lalai deh. Asal bikin tanpa mempedulikan keamanan dan dikejar waktu takut tertinggal oleh saingannya. Komponen yang dipermasalahkan MCAST. Mengenai MCAST kalian kudu nonton film dokumenter ini.
Cuma hal yang paling disorot di film dokumenter ini lebih kepada Boeing, tidak membahas sensasional seperti sudut pandang maskapai penerbangan Lion Air maupun Ethiopian Airlines ET 302. Ada sisi pihak keluarga korban yang berduka. Paling ngenes tuh janda pilot Lion Air dari India yang paling vokal di film dokumenter ini. Aku jadi dia pasti sakit hati dikatain stupid, pesawatnya jatuh karena pilotnya ga pinter memiloti pesawat. Keluarga korban dari Ethiopiann Airlines juga bersuara.
Untung Boeing ciptaan dari Amerika meski ada skandal kek gini gak langsung dibuat pailit atau bangkrut. Coba itu perusahaan bukan Amerika dipastikan bangkrut.
Wah aku salut sih dengan reporter wall street journal yang konsisten dan terus memberitakan pesawat Boeing 737 max. Ternyata ada ya reporter yang berdedikasi tinggi, mungkin itu terjadi di luar negeri. Aku kok kasihan kepada CEO ya karena jelas tidak tahu apa- apa. Sebenarnya yang disalahkan tuh investor besar atau saat mengakuisisi boeing yang membuat budaya kerja Boeing dulunya mengedepankan keamanan menjadi profit. Nonton ini kalian enggak nyesel soalnya nambah wawasan sekaligus berempati para korban kecelakaan.
Moral value setelah nonton ini memang jika perusahaan hanya memikirkan profit tanpa aspek lain pasti perusahaannya ga berkah karena kinerjanya ga bener.
Subscribe to:
Posts (Atom)
