31 Juli 2021
All Credit from MBC
Dimana dr Baek Beom melamar sang kekasih, Han Soo Hee namun ditolaknya karena dirinya hamil anak Kang Yong. Malam harinya dalam perjalanan pulang, dr Baek sambil emosi menyetir mobil sambil ngebut padahal dalam curah hujan tinggi. Naas, kurangnya hati- hati mengakibatkan kecelakaan, dr Baek terlempar dan Soo Hee terjebak dalam mobil. Mencoba menolong dengan memotong sabuk pengaman dari potongan kaca mobil tanpa peduli jika tangan dr Baek terluka akibat pecahan kaca. Mungkin itulah kali ya penyebab kecelakaan yang disangka membunuh dan kondisi tangan dr Baek tidak prima.
Kepala Park datang memberikan kompres es saat diseka ke dr
Baek eh kebangun komplain kedinginan. Jaksa Kang Hyun datang beserta tim yang
ke lokasi rumah korban ternyata sang putra menderita pnenumia juga. Stellar
Hwang juga menemukan temuannya bahwa di dalam botol lada ada racun. Dengan
cepat dr Baek menebak benar Gramoxone, racun yang digunakan pada herbisida atau
dikenal iblis hijau. dr Baek mengungkapkan sebagai kedok penipuan asuransi sempurna.
Istrinya pun tak bisa dihubungi dan CCTV tidak diketahui keberadaanya. dr Baek
menyanggah pernyataan detektif Cha kemana perginya istrinya melainkan siapa
selanjutnya yang bakal diincar selain suami dan putranya. Asisten Cheon Mi Ho
melaporkan bahwa istrinya Hong Seon Ja mengklaim dan menerima 30 ribu dollar
dari pihak asuransi saat putranya sakit di rumah sakit dan kematian suaminya
menerima 700 ribu dollar. Mantan suaminya juga sudah meninggal juga mendapat
keuntungan 440 ribu dolar. Penyebab kematiannya karena penyakit paru- paru
idiopathik.
Asisten Cheon Mi Ho meneliti transaksi kredit Hong Seon Ja
bahwa dirinya rutin melalukan spa pijat mahal, oleh karena dirinya berinisiatif
pergi ke tempat tsb. Di sana dia mendapat informasi bahwa Hong Seon Ja absen
dari spa pijat dikarenakan menemui iparnya, ibu mertua sedang tidak sehat dan
ia sedang memasak. Mendengar hal itu ia melaporkan ke Jaksa Kang Hyun. Jaksa
Kang Hyun beserta detektif Cha dan penyidik Dong Sik menerima berkas atas
asuransi Seon Ja yang mana berkasnya tak hanya atas suaminya, putranya
melainkan ayah mertua, ibu mertua bahkan mantan suaminya. Mendengar laporan
dari Ceon Mi Ho, Ketiga orang tesb bergegas ke lokasi Hong Seon Ja.
Hong Seon Ja sendiri memasak rebusan doenjang dan ia tidak
lupa mengeluarkan gramoxone/ iblis hijau pada rebusan tsb. Saat mengaduk hendak
mengambil kembali botol racun tetiba detektif Cha datang berupura- pura sebagai
pekerja sosial. Ia mencoba mengetes tuk mencoba masakan Seon Ja tuk
mencicipinya lanngsung dari si empu yang masak. Namun ditolak mentah- mentah
sampai sendok terlempar. Penyidik Dong Sik langsung datang bahwa itu racun dan
Jaksa Kang Hyun juga dan Hong Seon Ja ditangkap atas pembunuhan berantai dan
penipuan asuransi.
Sementara itu, Stellar Hwang melaporkan bahwa dr Baek
terkena ruam syaraf dan dirinyapun tahu saat merasakan sakit pada syarafnya.
Jaksa Eun Sol pun sudah menerima laporan bahwa Hong Seon Ja ditangkap tapi
kenapa ia belum bisa keluar. Kepala Park mendapat telepon dari pusat pengendali
penyakit, seketika pintu keluar bahwa dirinya dan dr Baek bisa keluar. Stellar
Hwang senang menyambut Jaksa Eun Sol, Jaksa Eun Sol juga tersiksa sampai melakukan
termometer dubur mayat. Melihat termometernya bahwa itu bukan tuk dubur mayat
melainkan ia menunjukkan termometer yang lain.
Jaksa Kang Hyun juga menjemput Jaksa Eun Sol keluar dan
menemaninya pergi ke rumah sakit tuk mendapat suntikan tetanus. Saat di rumah
sakit, dokter tsb bilang bahwa jahitannya rapi dan rata itu berarti yang
menanganinya dokter yang ahli dan berpengalaman. Jaksa Kang Hyun tak berhenti
tuk mengingatkan tuk menjauhi dr Baek dan tidak mengabaikan tapi bagi Eun Sol
bahwa perkara Jaksa Kang dan dr Baek itu urusan mereka berdua. Jaksa Kang Hyun
mengatakan selama ia masih terus melihat Eun Sol ia tak akan lagi kecolongan
orang yang dicintainya. Ia juga tak bisa memberikan penjelasannya karena hari
ini peringatan kakakknya, ia pun pamit pergi.
OMG, kakaknya Kang Yong terduga pria yang menghamili Han Soo
Hee pantesan dendam karena kasus pertama ada kaitan dengan mendiang kakakknya. Jaksa
Kang Hyun tak lupa dalam ingatannya bahwa saat pertama dinobatkan menjadi jaksa
harus melihat kenyataan kakaknya yang selama ini jarang ditemui meninggal. dr
Baek juga datang pada pemakamannya juga kaget bahwa Kang Hyun adik dari Kang
Yong. Kang Hyun heran kenapa baru 11 tahun kemudian dirinya datang ke pemakaman
kakaknya. Melihat tatapan dendamnya, dr Baek menjelaskan bahwa penyebab
kematian kakaknya karena suntikan sodium pentothal dan succinylcholine dalam
artian bunuh diri. Tapi Jaksa Kang Hyun tak terima atas penjelasannya, ia bakal
akan mengungkapkan kebenarannya.
All Credit from MBC
Melihat tangan jaksa Eun Sol terluka sangat dalam membuat dr
Baek Beom melakukan menjahit lukanya meski ditentang oleh Jaksa Kang Hyun yang
baru tiba datang. Takut tangan dr Baek yang telah membunuh melukainya
namun oleh Kepala NFS dr Park Jong Ho bahwa dia mempercayai keputusan dr Baek.
Sementara itu dr Ma Do Nam menanyakan maksud ucapan Jaksa Kang kepada asisten
Gendut Sung Joo meski tak tahu begitu juga Penyidik Kang Dong Sik pada Detektif
Cha Soo Ho. Kemudian tetiba datang melaporkan bahwa Han Soo Yeon belum
ditemukan padahal di CCTV tidak terlihat baik pintu masuk maupun keluar segera
ditemukan itu berarti masih berada di dalam gedung. Jaksa Kang mendapatkan
telepon dari penyelifik Seo bahwa KCDC melaksanakan protokol tuk mencegah
infeksi meski mendapat pertentangan dari jaksa Kang yang tak terima rekan
junior karantina bersama mayat. Selesai lukanya dijahit dan diperban, Jaksa Eun
Sol berinisiatif tuk melanjutkan dokumentasi autopsi karena tak suka dijadikan
beban. Oleh dr Baek Beom sebaiknya melihat dari lensa kamera bukan dari mata
telanjang. Di tempat lobby NFS beberapa orang mencari Han Soo Yeon yang
ternyata sedang berada di dalam bilik toilet wanita sedang menelpon putrinya
sebagai ucapan minta maaf tak bisa menjemputnya. Putrinya sedih bahkan hari ini
saja dia tak bisa datang acara ayah sampai menangis sendirian.
Episode 7 Senjata Pengasapan: Bukti pasti dari suatu tindakan atau
asumsi
Jantung. Paru- paru kiri, kanan. Hati. Limpa. Pankreas. Ginjal
Kiri, kanan. Itu adalah aturan dari pengeluaran isi. (Wah aku baru tahu soal
ilmu autopsi, gila ya modal sekali ya dalam bikin kek mayat beneran beserta
organ dalamnya). Saat memeriksa paru- paru ada fibrosis paru- paru, dr Baek
Beom meminta hubungkan sambungan telpon seseorang yang bersamanya di Qatar.
Ternyata ada keluhan batuk kering dan kesulitan bernapas. Kemudian saat
membedah lambung isinya sangat kosong namun ada bukti hijau yang ada kemungkinan
bahwa dirinya diracun untuk membuktikannya pergi ke rumahnya karena sang istri
tak bisa dihubungi dan putranya tinggal di pedesaan. dr Ma yang diperintah tuk
ke lokasi rumahnya merasa keberatan bisa saja itu penyakit bukan pembunuhan
namun saat jaksa Eun Sol memeriksa pakaian beserta sepatu dan sabuknya
membuktikan itu barang mewah. Melihat itu tentu saja ada motif dan detektif Cha
akan memeriksa latarbelakanganya. Tetiba Stellar Hwang datang merasa terpanggil
mendengar ada racun. dr Ma meminta tuk menemaninya dan langsung disetujui
begitu juga detektif Cha dan Si Gendut Sung Joo atas permintaan dr Baek. Detektif
Cha juga mengajak pada Penyidik Kang Dong sik dengan ngeles ingin menjaga jaksa
Eun Sol, oleh Jaksa Kang Hyun dengan mendorongnya pergi mau tak mau ikut
bersama detektif Cha.
Di dalam mobil berdesakan lima orang, detektif Cha ingin modus eh
malah penyidik Kang Dong Sik yang bersandar. dr Ma penasaran dengan pernyataan Jaksa
Kang Hyun bahwa dr Baek telah membunuh namun dipikir- pikir tak mungkin
pembantu pemerintahan melakukan pembunuhan. Kepala Park menghampiri Han Soo
Yeon yang bersangkutan meminta maaf karena kabur ketakutan. Kepala Park justru
iba padanya karena membesarkan putri seorang diri tak perlu kuatir dengan hal
itu nanti adiknya yang mengurus anaknya. Ia menyarankan keluar sendiri dari
bilik nantinya di pintu belakang ada ambulans. dr Baek kelelahan sampai demam,
Jaksa Eun Sol takut MERS. Jaksa Kang Hyun makin kuatir dengan hal itu sampai
berteriak marah- marah. Kepala Park datang menanyakan kondisinya, dr Baek hanya
meminta mie gelas karena kelaparan itu berarti dia hanya bercanda dan
kondisinya baik- baik saja. Tetiba asisten gendut Sung Joo video call padanya
mengenai rumah sang korban. Ternyata rumahnya bagus dan sudah dibersihkan
maklumlah rumah baru sang pengantin baru dari tiga bulan. dr Baek meminta semua
bukti yang ada dari lem dinding rumah, karpet, tanangan, tabung penyaring udara
sampai tempat sampah. Tak luput dari perhatiannya. Selanjutnya Jaksa Eun Sol merasa
tangannya lebih perih dan demam, oleh dr Baek tuk ambil termometer. Jaksa Eun
Sol heran bagaimana bisa ada termometer pada ruangan autopsi, dengan bercanda
terkadang dipakai pada dubur mayat. Jaksa Eun Sol sempat kesal oleh candaannya
dan merasa jijik. Setelah dicek ternyata dirinya demam, ia bertanya ada apa
dengan dirinya. Kepala Park mengatakan kemungkinan dia keracunan darah.
Mendengar hal itu, Jaksa Eun Sol kesal sampai ingin keluar ruangan. Seniornya
Jaksa Kang Hyun juga tak kalah hebih dan panik melihatnya.
Kwon Sang Woo ini memang expert main pada genre kek gini ya,
genre detektif gitu. Aktingnya gak pernah mengecewakan. Trus bagi kalian yang
mengisi waktu mencari hiburan, film ini sungguh menghibur. Jadi ceritanya Kwon
Sang Woo semenjak ditinggal mati oleh orang tuanya, usia remaja sudah dididik
menjadi intel Agent Joon namun sebenarnya dia memiliki keinginan dan bakat
menjadi kartunis ( kalau zaman sekarang webtoon sungguh milenial sekali ya ). Jadi
pura- pura meninggal demi menjadi kartunis terkenal seperti kian84 (jika kalian
nonton I Live Alone pasti tahu) namun apa daya sudah 15 tahun berlalu bahkan
sudah bekeluarga dan punya putri remaja ternyata tak membuatnya menjadi
kartunis terkenal. Tetiba ada ide dari putrinya tuk membuat kisah nyata. Dalam
kondisi mabuk dibuatlah cerita tentang masa dia menjadi intel Agen Joon.
Ternyata kisahnya membuatnya membawa malapetaka. Ya jalan ceritanya ada unsur
kek Mission Impossible gitu. Gimana selanjutnya? Kalian nonton aja. Pokoknya
sekali lagi film ini sungguh menghibur karena ada unsur komedi dalamnya. Btw
ada Lee Yi Kyung juga lho. Tidak rugi nonton film ini.
25 Juli 2021
All credit from MBC
Jaksa Kang Hyun mencoba meyakinkan rekan juniornya Eun Sol
bahwa dr Baek Beom telah membunuh tunangannya lewat kecelakaan meski kurangnya
bukti. Makanya Jaksa Kang mencoba memperingatkan tuk berhati- hati.
dr Ma Do Nam senang mendapat pesan dari istrinya bahwa putra
semata wayangnya mendapat peringkat kelas di sekolahnya. Asisten Sung Joo
meminta tolong menukar mayat otopsi dari kecelakaan mobil dikarenakan dr Baek
Beom juga membenci kecelakaan mobil. dr Ma juga keberatan sampai marah padanya memang
dirinya menyukai otopsi mayat dari kecelakaan mobil. melihat penolakan dari dr
Ma, Sung Joo berdebat dengan rekannya Han Soo Yeon tuk mencari yang mau
menerima pertukaran mayat kecelakaan mobil. Mendengar keduanya berdebat, dr
Baek Beom menanyakan kepastian bahwa bahwa ia bakal mengautopsi. Mendengar
pengakuan dari asistennya dr Baek Beom menolak tetiba ada detektif Cha Soo Ho
datang menyapa sambil membawa minuman namun dicuekinya dan dr Baek Beom
bersikeras menolaknya. Detektif Cha Soo Ho bingung atas sikap dr Baek malah
memberikan berkas kasus kecelakaan mobil yang langka karena pengemudinya pacar
wanita meninggal sedangkan penumpangnya di belakang selamat. Mendengar penjelasan
dari detektif Cha, dr Baek mengubah pikiran dan mengambil autopsi dari mayat
kecelakaan mobil. Kata Sung Joo berujar bahwa dr Psycho kembali beraksi, tanya
detektif Cha saat perubahan sikap dr Baek.
Detektif Cha menjelaskan reka adegan TKP. Korban berumur 25
tahun, Choi Mi Jin mengemudi mobil sambil mabuk langsung menabrak dan mati di
tempat sedangkan Jeong Ji Hoon yang ada di kursi penumpang sedang mabuk saat
itu selamat hanya luka memar. Detektif Cha menduga bahwa pacar ceweknya tidak
mau sang kekasih menyetir dan kurang berpengalaman dalam menyetir. dr Baek
tidak suka penuturannya karena hanya dugaan seperti karangan novel dan langsung
memerintahkan autopsi. Jaksa Eun Sol heran atas sikap dr Baek yang tidak biasa,
kata Sung Joo dikarenakan kecelakaan mobil.
Stellar Hwang yang mana sedang berkonsentrasi tak mau
diganggu oleh kedatangan detektif Cha. Ternyata sedang melakukan uji saleb pada
jerawatnya. Tujuan detektif Cha tuk meminta hasil kadar alkohol pada darah
Jeong Ji Hoon kemudian menanyakan alasan padanya kenapa tidak pernah membalas pesan
dan telponnya, dengan santai Stellar Hwang menjawab sibuk. Tidak suka dengan
jawabannya, ia menjelaskan bahwa dirinya bukan pria yang mendatangani kontrak
demi seks namun terlebih dahulu saling berkenalan dahulu. Oleh Stellar Hwang
diiyakan dan memberikan petuah bahwa detektif Cha kudu keren dalam menggoda.
PROBA MORTEM: Membuktikan Kematian Seseorang
dr Ma jangan berkeluh kesah terhadap mayat kecelakaan mobil
dan sebaiknya dijalani saja karena dirinya juga mendapat autopsi kecelakaan
mobil. Hari ini dia senang karena anaknya Seung Jae juara kelas dan mencoba
autopsi dengan cepat dan akurat. dr Baek memangnya pengantaran china, dr Ma
tertawa karena dr Baek menantangnya
Saat melakukan autopsi ternyata korban bukanlah yang
menyetir dilihat tangan kanannya terluka parah, detektif Cha kaeget dengan
penemuan tsb bergegas ke Jeong Ji Hoon dengan melihat lengan kirinya ternyata
ada bekas pengembang kantung udara. Jeong Ji Hoon mengakui kesalahannya yang
mana menipunya dan melakukan kesalahan sampai menukar posisi dengan korban.
Saat dr Baek Beom menjahit lengan mayat korban, dr Ma dan
kepala Park datang menggoda dr Baek yang tidak biasa mau mengautopsi kecelakaan
mobil.
Scene beralih pada pria berumur 40an yang tetiba batuk dan
demam ketika diperiksa di pusat kesehatan bandara Gimpo. Namun saat di toilet
sudah dinyatakan meninggal ditemukan oleh cleaning service. Kejadian tsb masuk
berita dan kasus tsb ditangani oleh Jaksa Eun Sol. Saat akan mengautopsi, ada
telpon dari Kepala Park kemungkinan yang bersangkutan terkena MERS. Asisten Han
Soo Yeon yang bertugas kabur tidak mau ambil resiko eh malah Jaksa Eun Sol
masuk ruangan autopsi dengan lugunya menyerahkan berkas kasus pria tsb dan
ternyata tidak bisa keluar alias terjebak dengan mayat diduga kena MERS beserta
dr Baek Beom di dalamnya.
Asisten Cheon Mi Ho melaporkan ke Kepala Jaksa No bahwa
Jaksa Eun Sol terkarantina karena melakukan kontak dengan dengan mayat. Jaksa
Kang Hyun heran dan marah mendengarnya. Di dalam ruangan autopsi, jaksa Eun Sol
heran atas sikap dr Baek yang tetap mengautopsi. Ia berkilah bahwa itu hanya
dugaan siapa tahu kasus pembunuhan. Mendengar hal itu, jaksa Eun Sol mencoba
membantu dengan menjadi dokumentasi namun tak tahan melihat isi mayat ia pusing
sampai tangannya terluka akibat goresan pisau bedah berdarah. Tentu saja itu
bersesiko.
15 Juli 2021
11 Juli 2021
09 Juli 2021
08 Juli 2021
06 Juli 2021
Episode kali ini, Hee Chul tidak datang karena masalah kesehatannya maka digantikan oleh Shindong. Sepertinya Shindong sadar diri makanya tidak banyak bersuara hanya seperlunya. Tapi sebagai peran dia Senior Shin Dong. Oh iya para siswa pindahan datang untuk promosi drama jtbc Monthly Home tema real estat genre komedi romantis. Tapi sayang aku uda bosen dengan drakor.
Episode kali ini cukup menghibur, banyak melakukan sketsa komedi. Chae Jung An sebagai tertua sangat perhatian dengan merelakan Jung So Min dan Kim Ji Suk yang melakukan sesi tanya tebak aku. Karena yang memberi jawaban screentime lebih banyak 🤣. Kim Ji Suk meski sudah pertama kali tapi enjoy banget yaa. Lee Sang Min ternyata nama aslinya Lee Ae Gi ( ae gi artinya bayi ) mestinya ayahnya yang memilih nama tsb namun sejak lahir ayahnya menghilang. Poor Lee Sang Min 😥.


