Kali ini masih membahas makgeolli
namun kali ini lebih detail dan memakai bahan dari Italia. Fabri pergi ke pasar
Yesan, Chungcheongnam-do. Ia bertemu master makgeolli yang mana bahannya dari
Italia. Awalnya setelah diskusi dengan Paik Jong Won sempat ada penolakan takut
pada perpajakan minuman beralkohol korea karena penggunaan takju mungkin bisa
diganti malt namun itu tidak masalah kan produknya tidak dijual melainkan untuk
memeperkenalkan agar makgeolli dikenal luas. Fabripun diajarkan pembuatan
makgeolli dengan beras dari Itali yaitu carnaroli, lalu malt pengganti nuruk
dan ragi baik ragi bir dan ragi anggur. Lucunya Fabri minta kantung buat
menyaring sari pati makgeolli oleh masternya langsung dikasih.
Jika kalian menonton episode
kemarin yang mana resep makgeolli buatan Paik Jong Won nah kali ini dicoba
hasilnya, rasanya manis dan asam juga mengandung alkohol tinggi. Kata Paik
bahwa perasan makgeolli namanya wonju jika diberi air namanya makgeolli. Sung
Si Kyung ngiler lihat Fabri minum
wkwkwk. Ternyata makgeolli dan dongdongju ada perbedaannya, jika endapannya
yaitu nasi/beras mengendap namanya makgeolli kalau mengapung namanya dongdongju
lainnya dalam pembuatan sama saja. Mungkin maksudnya jika hasil perasannya ada
endapan namanya makgeolli kalau mengapung dongdongju.
Fabri pun terbang ke Italia saat
menuju ke pasar traditional Italia namun yang dicari untuk alat dan bahan
makgeolli tidak ada. Tunggu di episode selanjutnya
Kembali pada kelas bikin bulgogi.
Karena faktor agama, budaya dsb bulgogi beradaptasi tak melulu daging sapi, ada
babi bahkan ayam. Apapun bulgoginya jika ada tambahan topping maka bisa bikin
bulgogi versi tiada akhir. Nah ini budaya masakan korea yang mirip-mirip tapi
namanya berbeda padahal rasanya sama.
Jika masaknya berbeda maka namanya berbeda padahal bahannya sama. Beda
topping beda nama. Berbeda dengan masakan Indonesia yang mana beda masakan
benar- benar berbeda
Bahan bulgogi pada dasarnya kecap
untuk saus sisanya sangat mudah ditemukan dari daging, jamur, bawang daun ,
bawang putih dan jamur. Tak lupa chef Paik menambahkan buah pir untuk aroma.
Sung Si Kyung pikir buah pir digunakan untuk bikin lunak daging namun
dibantahnya untuk aroma. Kalau bikin daging lunak pakai kiwi atau nanas. Ashley
menambahkan saat bikin barbeque pakai buah pir kaleng karena buah pir korea
mahal. Dibenarkan oleh chef Paik untuk itu. Seperti biasa peserta berinisiatif seperti
Aideen dengan menambahkan barberry yang biasa ada di semur masakan Iran. Ryan
ingin menambahkan keju. Ada matthew yang absurd ingin menambahkan apel polandia tapi yang dibawa bukan apel polandia
tapi dari korea.
Ada penalty bagi terakhir.
Berhubung pemenangnya ada yang sudah mendapat pisau maka bisa alternatif hadiah
lain.Matthew ingin chef Paik mengundang ke rumahnya dan bisa makan
masakannya,oleh chef Paik dengan gesture keberatan gelengan kepala. Ashley
ingin Senior Sung menemani bagi orang terkena penalty untuk mengambil bahan
semua bersorak setuju kecuali Sung Si Kyung wkwkwk. Ryan sendiri ingin duet
dengan Sung Si Kyung. Penalty ke pulau Wando dengan perjalanan pulang pergi 12
jam
Aku ga bahas detail resep bikin bulgogi tapi aku perhatiin Sung Si Kyung selalu perhatiin Amy dan Ryan dalam memasak sampai Aideen jealous ga terima. Tapi tatapan Ryan ke Sung Si Kyung bikin melting deh. Berhubung Ryan cowok nanggapinya dingin. Ashley saja mencoba menggodanya di episode pertama langsung ngacir. Jangan2 Sung Si Kyungdi depan kamera kesepian tapi sebenarnya dia ada someone. Kan kita gak tahu.
Kalian tau ga siapa pemenangnya Amy karena iya memakai bagoutte seperti sandwich cita rasa luar negeri. Berhubung Amy sudah dapat pisau maka ia request Sung Si Kyung duet dengan Ryan di episode mendatang. Kru di sana bersorak dong. Sekalian konser gratis. Sedangkan Aideen posisi terakhir. Tapi dia tak mempermasalahkannya mungkin barberry terasa asam tuk bulgogi. Aku baru tahu dia islam soalnya chef Paik menghentikan Aideen tuk jangan pakai anggur dalam bulgogi berbeda dengan lainnya. Wah acara ini dapat sponsor dari local food pasti bakal langgeng nih acara.
Comments
Post a Comment