18 Desember 2021
Sebagai penggemar genre kriminal tidak pernah melewatkan drama genre tsb. Setelah menonton episode pertama, betapa kagetnya aku, Lee Young Ae yang berperan menjadi inspector Koo tampil urakan, bau, dan jauh dari aura elegan dan kalem. Ternyata pas nonton menarik. Sayangnya perihal rating, ceritanya dipangkas dari episode 6 setelahnya mulai ga nyambung. Bahkan pernah satu minggu ga tayang. Betapa kagetnya aku jadi 12 episode.
Banyak alur cerita yang janggal dan banyak teka teki seperti tidak dijawab karena ceritanya dipangkas. Tapi secara keseluruhan, akting mereka oke karena diisi para aktor yang berpengalaman. Kecewa sih ini drama tentang ceritanya.
Jadi Inspector Koo ini dulunya seorang polisi yang mana suaminya guru di sekolah putri tempat psikopat K. Suaminya meninggal membuat Inspector Koo jadi berhenti jadi polisi dan hidupnya gak karuan dan dirinya tak terurus. Inspector Koo punya sohib bernama Je Hui yang bekerja di perusahaan asuransi meminta bantuan padanya untuk kasus asuransi ( biasalah jika ada yang mati janggal untuk klaim asuransi ). Nah dari sinilah psikopat K beraksi yang mana sebelumnya membunuh berdasarkan permintaan website yang memiliki simbol boneka hitam 👿. Untuk menangkap K, Inspector Koo tidak sendirian dibantu sohibnya beserta rekan setianya dan teman Inspector dari main game. Namun ada Yong Sook juga ingin menemukan psikopat K makanya tim Inspector Koo dan Yong Sook kerja sama. Konflik dimulai, meski K sudah diketahui tapi kurangnya bukti tidak bisa ditangkap karena kecerdikannya menggunakan trik kejahatan memakai metode dari Inspector Koo. Kalian tahu motif Yong Sook ingin mencari K ternyata ingin memusnahkan saingan maupun halangan putranya yang ingin dicalonkan menjadi walikota. Spoiler ✌️✌️
Sekarang aku paham kenapa tindak kejahatan besar pasti ujungnya oligarki karena menggambarkan situasi politik Korsel yang dominasi pengusaha oligarki. Lihat saja kasusnya bos Samsung dipenjara tapi dibebaskan gegara kondisi keuangan Korsel lagi sulit. Ini seakan drama Korea punya keresahan tentang hal itu.
16 Desember 2021
Episode ini tentang Fabri dimulai tur makan sundae di berbagai daerah bersama Moeka dan Mussa. Selama rangkaian tur diketahui Moeka tidak familiar makan sundae selain baunya tidak suka dan di Jepang jarang ada makanan serupa seperti itu. Begitu juga di Rwanda , darah jarang dimakan biasanya makan sate kambing. Paik Jong Won notice Indonesia dong karena ada kesamaan makan sate kambing. Wah ini sih sudah 3 kali Paik Jong Won notice Indonesia.
Selesai dari rangkaian tur, Fabri langsung ke tempat dapur kerja Paik Jong Won. Fabri secara special mendapat misi buat sundae dari riset dia tur keliling sundae. Ada banyak sekali isian sundae yang digunakan dari sayuran, bumbu, mie kaca, yang pasti darah babi. Kulitnya dari usus babi baik itu usus kecil maupun usus besar. Ternyata sundae yang kita lihat kan berwarna merah kecoklatan itu dari pewarna darah babi yang diblender. Wah Korsel memang memanfaatkan sumber daya makanan yang ada, darah saja diolah. Saat memasukkan isian banyak sekali dramanya. Dari Sung Si Kyung diminta membawa alat yang dia pernah buat untuk bikin sosis ternyata saat dipakai tidak berhasil. Isian sundae terutama mie kaca menghambat isian sundae ke dalam usus jadinya isinya air. Akibatnya isian sundae dipotong kecil- kecil. Saat proses memasukkan sundae tidak lagi pakai alat dari Sung Si Kyung melainkan dari corong untuk isi usus kecil dan potongan tutup botol untuk usus besar. Btw usus yang digunakan dari usus babi 🐷. Wah Baek Jong Won sabar dan telaten kan menjaga usus tidak robek saat diisi bukan hal mudah. Makanya jika membuat sundae sebaiknya dibarengi dengan orang berpengalaman. Jika dibarengi dengan keluarga kemungkinan bercerai😅🤣 karena proses pembuatannya ribet dan lama.
Tetiba Paik Jong Won ngomongin soal dirinya dan Fabri membuat sundae untuk pernikahannya tapi respon Sung Si Kyung dingin sekali. Aku pikir Sung Si Kyung bakal menikah lho karena di live YouTube pernah cerita bahwa dirinya diramal bakal menikah di usia 44 tahun umur Korea itu berarti tahun depan dong. Doakan saja. Disini karakternya memang ngeselin selain suka omel seperti biasanya dia tidak sabaran. Meski begitu dia baik lho. Bantuin dan membawakan alat meski pada akhirnya tidak terpakai.
Paik Jong Won dalam hal memasak ringan tangan. Awalnya hanya Fabri yang bikin sundae, dirinya hanya ingin duduk eh posisinya terbalik. Paik Jong Won yang bantuin Fabri dan Sung Si Kyung sesekali bantu karena masih cidera bahu kanan. Meski sundae Fabri diwarnai banyak drama dalam proses pembuatannya tapi hasilnya cukup oke. Melihat bikin sundae mudah- mudah gampang yang ribet proses masaknya.
07 Desember 2021
Saat mengolesi bumbu ke sawi, mungkin beberapa peserta ada yang tidak biasa duduk lesehan. Salah satunya Fabri yang mana Sung Si Kyung melihatnya pose Fabri seksi seperti mau perang. Ada jongkok kek mau toilet, Moeka. Dan berlutut seperti prajurit Rwanda. Sepertinya ini lagi kimchi war kata Angelina. Memang kimchi yang dibuat banyak sekali jenisnya. Ada bosam, mulkimchi ( kimchi kuah, kuahnya bisa bikin mie kimchi ), trus di tiap daerah jenis kimchi bakal berbeda. Seperti di pantai timur Korsel ada kimchi ikan Pollack. Bahkan ada kimchi tiram. Mungkin bahan kimchi berbeda tapi bumbunya mirip- mirip. Kalau di Indonesia bumbunya berbeda dan bahan utama sama.
Nah misi untuk mengambil tiram dari Tongyeong. Di area Tongyeong menghasilkan produksi tiram terbanyak. Kenapa harga tiram murah ketimbang di negara Eropa lainnya karena lewat penangkaran di bawah air bukan di dasar laut. Aku nangis 😭😭 lihat bagaimana Korsel mampu mengoptimalkan hasil laut. Saat Indonesia terkena kasus korupsi benih lobster. Ternyata lobster di Indonesia mampu menghidupi rakyat Indonesia yang ratusan jiwa manusia. Karena korupsi dan mafia yang ya gitulah yang membuat sulit didapat dan dihargai mahal banget.
Nah untuk membuat olahan tiram banyak bentuknya. Tidak hanya kimchi tiram saja, tapi ada juga tiram panggang. Nah untuk membuat tiram panggang enak dibutuhkan saus. Beda chef beda juga bahan yang digunakan. Kalau chef Paik Jong Won memakai bumbu yang cocok untuk dapur di tiap rumah. Seperti bawang putih, cuka, 🍋. Itu resep dari Moeka yang mana jika makanan laut kudu cuka dan gula. Sedangkan chef Fabri menggunakan bahan ala barat seperti kuning telur, lemon, dan bahan barat lainnya tak lupa ada campuran lemon juga. Sepertinya lemon untuk menghilangkan bau amis dan menciptakan rasa asam.
Poor Sung Si Kyung karena selama episode bikin kimchi. Banyak sekali tugasnya dari bikin ubi panggang, suyuk babi, meladeni peserta bikin kimchi sampai memanggang tiram dengan kulitnya. Bahkan ia memasak tiram mentega. Sampai akhirnya Sung Si Kyung secara tersirat gak mau lagi masak guljeon atau bisa dibilang gorengan tiram. Akhirnya Paik Jong Won yang memasak guljeon meski awalnya ada kesalahan dalam proses memasak bisa diakali dengan menaburkan banyak adonan. Apalagi memakai saus buatan Fabri makin enak. Paik Jong Won juga perhatian dalam detail peserta yang mana bantuin memicingkan lengan baju Angelina dan Moeka. Rwanda kasihan gak bisa membedakan mana abalone dan tiram karena di Rwanda gak ada makanan laut. Sedangkan Amy yang memang tidak begitu suka makanan laut pas dicoba doyan. Mungkin tiramnya fresh ga bau amis dan dicuci bersih. Ngolah dan masaknya pinter.
02 Desember 2021
Seperti poster filmnya yang jadul. Alur ceritanya era 80an di Bojongsoang. Bagi yang pernah kuliah di Bandung dan KKN di kabupaten Bandung. Bojongsoang ini mengingatkanku saat KKN bener- bener nuansa, rumah dan jalanan seperti itu.
Mengenai alur ceritanya, mungkin aku yang lugu atau gimana. Cerita ini benar- benar untuk 21+. Konflik ceritanya sangat sederhana Ajo Kawir yang tidak bisa ngaceng karena saat malam gerhana semasa kecil ketangkap melihat yang tidak semestinya akibatnya burungnya tidak bisa ngaceng. Saat dewasa jatuh cinta pada Iteung yang mana punya masa kecil yang tidak kalah kelamnya dengan Ajo Kawir. Meski Ajo berhasil mempersunting Iteung tapi banyak godaan dari masa lalu Iteung yaitu Budi Baiq. Puncak konflik dimulai ternyata demi cinta apapun dilakukan. Untuk membalas dendam Ajo Kawir, istrinya Iteung membunuh dua bajingan yang membuat burung Ajo Kawir tak bisa ngaceng. Sederhana tapi banyak simbol yang menurutku adegan 21+.
Film ini diangkat dari novel Eka Kurniawan. Bagi yang pernah baca novel Eka Kurniawan memang sarat sekali cerita yang bagi sebagian orang dianggap tabu. Bagi aku yang bukan lahir di era 80an ceritanya tidak nyambung buatku. Tapi bisa dibilang detail cerita lain masih logis seperti kehidupan di kalangan menengah ke bawah yang mana profesi sopir truk suka balapan gak peduli itu bahaya.
Alasan nonton karena ada Reza Rahadian. Meski orang- orang mencibirnya karena bosan film kebanyakan dia. Tapi orang percaya, film yang dimainkan tidak bikin kecewa. Di sini peran Reza Rahadian bukan tokoh utama tapi punya karakter kuat sebagai bajingan, Budi Baiq. Sumpah ya itu para aktor di film ini sungguh total memainkan peran. Terasa banget natural. Di podcast Deddy, bahwa Cristine Hakim nyium burung Marthino Lio ( Ajo Kawir ) di film ini sepertinya disensor. Engga jelas dipertontonkan banget. Aku kasih rating 7/10
Justru aku salfok dengan Ladya Cheryl Baharrizki yang memerankan Iteung. Salut ikh tidak hanya melakukan adegan pertarungan namun juga adegan dewasa tentunya aktingnya mumpuni. Mungkin karena rambutnya ikal keriting khas era 80an, manglingi banget si Iteung yang dulunya pernah main di AADC. Ada juga Ratu Felisha yang jadi jelita. Meski dirias buruk rupa tapi seksi tubuhnya membuat para pria mikir- mikir. Pokoknya peran wanita disini wonder woman banget.
Langganan:
Postingan (Atom)