12 August 2021
All Credit from MBC
Saat hendak ditangkap karena
jasadnya sudah dikremasi, dr Baek bersikeras tuk tetap di autopsi. Eun Sol dan
Dong Sik mencoba tuk menghentikan kremasi. Terlihat setengah jasad sudah
terbakar. Eun Sol pun melaporkan pada seniornya jaksa Kang. Mendengar pembicaraan
telpon jaksa Kang, dr Baek bersikukuh tuk autopsi meski dengan tulang bisa
dilakukan walaupun Jaksa Kang ragu, oleh dr Baek bukannya dia ingin kasusnya
menjadi pembunuhan. Mau tak mau sisa kremasi di autopsi.
Dong Sik tak paham akan jalan
pikiran dr Baek si dr Psikopat, jasadnya sudah terbakar apa yang bisa
memberikan petunjuk. Bukannya ini merugikannya, jika benar kasus pembunuhan
maka dr Baek dikirim ke penjara. Eun Sol hanya bilang kita siapkan mobil ke sana.
Jaksa Kang datang ke ruang tunggu dimana sudah ada Kepala Park dan Prof Pyo.
Prof Pyo tak terima diperlakukan tak hormat memangnya Jaksa Kang tidak
mempercayai keputusannya hingga Prof Pyo pergi dan mundur dari kasus.
Eun Sol dan beserta lainnya
termasuk jasadnya tiba ke gedung BFN. Jasadnya pun mulai diautopsi. Tidak ada
petunjuk kecuali otot yang membesar akibat panas kremasi. Stella datang meminta
darah, asal ada darah bisa, katanya bisa diambil dari jantung. Setelah dibedah,
jantungnya masih utuh belum terbakar karena masih dalam tubuh. Saat diambil
darahnya dari jantung, beberapa kali gagal karena kering sampai akhirnya
berhasil dapat. Stella pun dengan senang mendapatkannya dan segera
menganalisisnya. dr Baek meminta hasil dokumentasi autopsi pertama agar bisa
membandingkan yang kedua. Ternyata kuku- kuku dipotong bersih padahal kuku bisa
menyimpan banyak bukti apakah korban diserang maupun kontak fisik dengan
pelaku. dr Baek tidak bisa banyak bicara sebelum hasil analisis darah keluar.
Dong Sik juga memahaminya memangnya dapat apa dari jasad terbakar. dr Baek
menanyakan apakah lokasi TKP sudah disterilkan? Jika sudah, Soo Yeon pergi ke
lokasi. Dong Sik menelpon Cheon Mi Ho.
Cheon Mi Ho dan Soo Yeon bertugas
mencari sisa bukti yang tertinggal dengan rinci dan jeli. Soo Yeon menemukan
sisa selotip di kaki meja. Jaksa Kang, Eun Sol dan Dong Sik menerima bukti dari
detektif Cha bahwa Jang Tae Joo mencuri obat Sunksinilkolin. Teringat bahwa
saat makan malam bareng jaksa Seo ada seseorang yang mengintainya ( ada
gerangan apa keduanya akur hihi) . Maka detektif Cha akan melaporkan daftar
siapa saja yang dibenci Jang Tae Joo dan siapa orang yang bakal dia bunuh. Jaksa
Kang juga memerintah tuk masuk pencarian nasional dan bekukan paspornya. Jaksa
Kang juga bergegas balik ke kantor tuk mencari tim penahanannya dan tak lupa ia
meminta maaf atas semuanya kepada detektif Cha. Detektif Cha tersenyum
Cheon Mi Hoo dan Soo Yeon
mengeluarkan isi tabung penyedot debu, bisa saja ada potongan kuku yang tersisa
dan ketemu. Kemudian potongan kuku diperiksa oleh Soo Yeon tak lupa Stella juga
menganalisa kandungan darahnya. Detektif Cha dan rekannya pergi ke rumah Park
Byeong Goo, ia memasok narkoba pada Jang Tae Joo lima tahun yang lalu. Dia
dipenjara lebih dahulu, lalu mengadukan Jang. Berkat itu, hukumannya dikurangi
dua tahun dan itu bisa menjadi motif. Setelah masuk ke rumahnya ternyata
kosong. Ada Ahjumma yang mengatakan apakah ada tragedi lagi pada pemuda tsb
karena teringat tempo lalu saat malam hari ia melihat pemuda sekarat kemudian
dibawa ke ambulans. Saat di rumah sakit, sang dokter sudah memberikan
pertolongan namun orangnya kabur mungkin saja ia tak mampu membayar. Detektif
Cha menyanggah bisa saja ada orang yang tahu keberadaannya.
Dong Sik mengarahkan ke tempat
dimana mafia bandar narkoba yaitu dokter Park. Setibanya di sana, dokter Park tidak
mau kooperatif karena tidak mau kehilangan kredibilitas di industry ini. Dong
Sik datang tuk membantu detektif Cha dan juniornya bahwa ia membiarkan dokter
Park sebagai pecandu karena tak mau orang mati di jalanan makanya itu jika
tidak. Dokter park tidak bicara tapi tangannya menunjuk denah kamar 302. Di
sana Park Byeong Goo menjelaskan akan tragedi yang menimpanya saat dibius Jang
Tae Joo. Detektif Cha menanyakan siapa yang bakal menjadi selanjutnya. Detektif
Cha menelpon Jaksa Kang bahwa korban selanjutnya Jaksa Do Ji An kare Jang Tae
Joo ditangkap oleh Jaksa Seo dan Jaksa Do, namun pengadunya gagal kemungkinana
jaksa Do yang baru tiba pulang dari perjalanan bisnisnya. Jaksa Kang sampai
berdiri mendengarnya dan segera mengeluarkan tim penahanannya.
Stella menunjukkan hasil grafik
bahwa kandungan darahnya banyak SMC ketimbang SUX. Jaksa Eun Sol dan Cheon Mi
Hoo tak paham maksudnya diminta memberikan kesimpulan. Stella mengatakan jika
suntikan masuk ke aliran tubuh maka terjadi metabolisme yang bernama SUX namun
nyatanya kebanyakan SMC. dr Baek menimpali itu artinya dia sudah tewas ketika
diberi suntikan. Jadi urutan kejadian, kulit kepala robek karena benturan,
kemudian saat jatuh terjadi retakan pada tengkorak mengakibatkan pendarahan kemudian
injeksi yang menyamarkan pembunuhan. Soo Yeon juga menunjukkan hasil dari
potongan kuku sepertinya tak dapat apa- apa karena hanya kandungan sisa air
sepertinya sang pembunuh membersihkan semuanya. Eun Sol mendapat telpon karena
sudah tahu target Jang Tae Joo selanjutnya dan bergegas pergi dengan Cheon Mi
Hoo. dr Baek beserta kedua asistennya pergi ke ruangan tuk melihat lagi berkas
dan temuan Soo Yeon, melihat ada sisa lakban, ia menanyakan dimana sisa lakban
tsb. Soo Yeon kemudian memberikannya.
Jang Tae Joo tiba di basement
parkiran tempat dimana Jaksa Do tinggal. Ia merasa seperti sudah diketahui
karenamelihat kejanggalan sikap satpam dan cleaning service tsb, tetiba ada
mobil milik Jaksa Do datang dan orangnya masuk ke toilet. Jang Tae Joo pun
menyerangnya dengan injeksi dengan sigap ditangkis dan ternyata bukan Jaksa Do
melainkan detektif Cha. Setelah terjadi pergulatan panjang akhirnya Jang Tae
Joo ditangkap. Saat diperiksa dengan CCTV, ia berkata apakah dirinya tidak
melihat kematian? Si penggongong anjing.
Soo Yeon kaget dengan hasil
temuan dari lakban, dr Baek melihatnya langsung minta ke ruangan jaksa. Di sana
ia minta disambungkan pada Jaksa Kang bahwa pembunuhnya bukan Jang Tae Joo.
Jung Soo menjelaskan bahwa di TKP tidak menemukan bukti apapun karena memakai
lakban dan ditemukan lakban yang ada sobekan gigi. Dari situlah air liur dan
bahan lipstik ditemukan. Jadi pembunuhnya wanita. Eun Sol bertanya siapa
pelakunya? Jaksa Kang teringat berkas riwayat telepon yang ia hilangkan dan
tahu siapa pelakunya.
11 August 2021
Seorang beauty master Jang Man Ok
memasuki bisnis salonnya dengan anggun dan elegan yang bernama La Beauty.
Episode 1 Yang tidak terhindarkan
Choi Jung Won yang baru tiba dari
terbang dari Amerika menelpon temannya Jin Kyung namun sayangnya temannya
mengacuhkan sampai menutup telponnya. Sang sopir taxi kesal karena sedari tadi
memutar- mutar dan Jung Won tidak tahu alamatnya makanya diturunkan sendiri
dengan banyaknya koper. Saat melihat pria sedang menyiram mau bertanya alamat
belum berbicara sudah sudah mengatakan benar, karena sang wanita terlihat akan
wawancara. Jang Man Ok turun tangga
sembari mengecek keadaan. Ia merasa seperti bau parfum. Langsung Choi Jung Won
datang ditegur lupa tidak memperkenalkan diri. Choi Jung Won pun memperkenalkan
diri setelah itu mengeluarkan koper make upnya. Ia diminta membuka kopernya,
Jung Won diam saja saking gugupnya sampai tak paham barulah disindir
“Kenapa mereka mengirimiku orang
idiot”
Langsung membuka koper make up,
namun setelah melihatnya. Jang Man Ok merasa Jung Won tak paham dasarnya. Karena
merasa ditolak maka ia mencoba mengatakan akan mengeluarkan portfolionya.
Sayangnya koper tak bisa dibuka dengan terpaksa dibuka pakai silet dan isinya
bukan koper dia. Jung Won pun ditinggal pergi.
Jang Man Ok menghampiri clientnya
dan mengatakan bahwa jari tangannya sedang terluka. Maka akan digantikan ketua
penata riasnya. Eh Jung Won tetiba datang mencoba memberikan make- up pada
clientnya. Jang Man Ok mengatakan bahwa Jung Won barusan wawancara dan itupun
belum terbukti. Jung Won menambahkan bahwa dirinya lulusan sekolah make up
terkenal bahkan setahun bekerja di Gossip Girl. Mendengar hal itu, sang client
mau tawaran make up Jung Won. Jang Man Ok dan kedua asistennya pergi
meninggalkannya. Jung Won pun membuka alat make upnya dan meriasnya. Ternyata
sang client menyukainya dan berterima kasih padanya.
Sepeninggal perginya client, Jang
Man Ok menolak tawaran kerja Jung Won.
“Kau tidak tahu dasarnya, tidak
punya selera. Bahkan sekarang kau bersikap kasar. Sekolah mewah, semua benda
mewah dan Gossip Girl? Kau pasti berpikir bahwa kesombongan macam itu bisa
menutupi kemiskinan hatimu, tapi di sini tidak ada tempat bagi orang sepertimu”
Jung Won ke rumahnya Jin Kyung,
Di sana ia masih terngiang ucapan Jang Man Ok. Ia membuka koper yang tertukar
setelah dicek memang barangnya mewah branded dan asli. Lalu ia menelpon pihak
bandara apakah ada laporan merasa koper tertukar. Ternyata tidak ada laporan
demikian. Setelah menelpon, Jung Won melihat wanita yang tadi diriasnya lalu
menghampirinya. Ia menyapanya 'Jina, ada apa denganmu'. Sang wanita tsb curhat betapa bodohnya ia sampai operasi
plastik. Jung Won menghiburnya bahwa dirinya juga oplas kelopak mata ganda. Ia
tadi datang ke reuni universitas dan berjumpa Tae- Jin pria yang selalu
dibenaknya meski bukan sang kekasih. Namun reaksinya tak diharapkannya ternyata
dia menyukai dirinya tak memakai riasan tapi ia selalu berpikiran kudu make up
ala selebrity. Ia juga menyukai make up Jung Won.
Ada seorang pria Min Su yang
selesai mandi sekaligus berdandan tetiba ada telpon mungkin dari wanita tuk cepat pergi karena ketahuan check-in hotel. Min Su pun bergegas pergi
sebelum ditangkap. Ternyata sudah ada yang mencarinya namun untuk mengelabuinya
ia mencoba kiss ke Jang Man Ok. Mereka berdua terkejut dan Min Su ditangkap. Jang Man Ok merasa getir atas insiden tadi.
All Credit from MBC
Detektif Cha menerangkan daftar
tersangka lain yaitu Jang Tae Jo. Ia ditangkap oleh Jaksa Seo empat tahun lalu
karena pengedar narkoba, oleh karenanya lisensi dia sebagai dokter hewan
dicabut. Sebulan lalu dibebaskan bersyarat dan ia mengatakan ingin membunuh
Jaksa Seo setelah bebas. Bahkan tinggi 182 cm dan ukuran sepatu 285 mm cocok
dengan deksripsi pelaku. Obat yang ditemukan Pak Seo sering ditemukan di klinik
hewan untuk membius hewan. Semua yang mendengar antusias kecuali jaksa Kang
Hyun. Jaksa Kang Hyun tak menggrubis pernyataannya malah menghinanya masih
terbawa dendam pribadi kepada dr Baek. Detektif Cha tidak terima merasa direndahkan
sampai terjadi percecokan hingga walk out. Jaksa Kang Hyun mengatakan dr Baek
menggunakan hak diamnya sedangkan bukti yang ada tidak cukup maka dibutuhkan
kesaksian yang terkait. Semua yang berhubungan dengan dr Baek ditanyai dari dr
Ma yang merasa bahwa dr Baek sosiopat tak punya rasa empati bahkan untuk menganalisa
kudu berpikir seperti pelaku. Jung Soo yang berpendapat meski sikap dan tingkah
lakunya buruk tapi sebenarnya dia dokter yang hebat. Dokter Hye Sung juga
menceritakan selama di rumah sakit Seon dr Baek bersikap profesional dan ramah
bahkan berkencan dengan perawat Soo Hee. Waktu itu lamarannya ditolak karena
dokter Kang Yong. Mereka berdua bersahabat setelah insiden kecelakaan mereka
bertengkar dan dokter Kang Yong tewas. Semua menyalahkan dr Baek tapi bukan itu
dr Baek keluar melainkan ia terus menggila dalam operasi hingga terjadi
malpraktik karena cidera tangannya ketika kecelakaan. Seorang wanita juga
bercerita diakuinya semenjak sepeninggal dr Kang Yong, persediaan obat- obatan
di Rumah sakit berkurang seperti Sunksinilkolin dan sodium penthohal
Ayah dr Baek datang menjenguknya
dan heran kenapa menolak menyewa pengacara. Dr Baek menjawab karena dialah
penyebabnya. Ayahnya tak terima karena dr Baek kudu semangat sampai kapan terus
menyalahkan dari sejak kecelakaan yang menimpa gadis bernama Soo Hee. Ayahnya
tidak ingin putranya hancur maka terima pengacaranya dan keluarlah dari BFN dan
kembali ke rumah sakit. Sementara itu, Jung Soo tidak berkonsentrasi dalam
pekerjaannya sampai mengira ada dr Baek padahal Kepala Park. Jung Soo juga
kesulitan mendapatkan sampel dari lab Prof Pyo, Stella yang melihatnya kesal padahal
darahnya bisa membuktikkan dr Baek tidak bersalah. Stella kemudian ada ide. Detektif
Cha yang saat itu mengintai Jang Tae Joo merasa bahwa Jang Tae Joo tak mungkin
kembali ke klinik hewan setelah membunuh berarti kudu ubah rencana, saat hendak
memakai sepatu tetiba ada telpon dari Stella.
Detektif Cha beserta Stella dan
Jung Soo mencoba mengelabui meminta hasil analisis darah Jaksa Seo. Saat
memberikan hasilnya, Prof Pyo datang dan melihat anggota BFN yang menyapanya
dan ia meminta surat izin detektif Cha yang oleh detektif cha tidak membawa
karena terburu- buru. Stella yang memegang hasil analisnya merasa janggal
karena tidak lengkap dalam menguji seperti tidak menguji kuantitatif dan uji
primer. Anggota lab menanyakan kenapa diperlukan? Agar apakah suntikan tsb
disuntik ketika sebelum atau sesudah tewas dan bisa mengathui kandungan zat
racun pada jantung. Jaksa Kang, Eun Sol dan timnya menggeledah tempat tinggal
dr Baek disana banyak menemukan senjata yang tentu saja itu tidak biasa bagi
orang normal. Eun Sol berdalih dia terobsesi menembak karena luka akibat
kecelakaan. Biasanya orang bakal main piano ataupun rehabilitasi. Kemudian
detektif menyerahkan bukti obat Sunksinilkolin dan sodium penthohal di rumahnya.
Kedua obat penyebab Jaksa Seo meninggal bisa bukti valid.
Dr Baek dibawa ke lokasi TKP tuk
rekonstruksi, saat itu dia kaget dengan foto Jaksa Seo dan mantan kekasihnya
Soo Hee foto bareng. Mereka berdua besar di panti asuhan yang sama dan memiliki
tanggal lahir yang sama. Jaksa Kang Hyun terus mengintimidasi dan menekan dr
Baek seolah dialah pelakunya sampai dr Baek mengakui dia pelakukanya dengan
pasrah sampai Jaksa Kang merasa puas. Malamnya, dr Baek di dalam penjara
termenung ketika saat memegang cincin dan tetiba dapat telepon dari Jaksa Seo
bahwa hari itu ultah Soo Hee. dr Baek heran bagaimana dia bisa tahu, ternyata
tanggal ultahnya sama dengannya.
Episode 10: kerusakan tersembunyi
Di ruangan kejaksaan semua
menunggu kedatangan Prof Pyo tuk menerima hasil autopsi. Jaksa Kang kaget
dengan hasilnya sampai mencak- mencak tak terima. Bagaimana hasilnya bunuh diri
jelas-jelas dia diserang kemudian disuntik. Prof Pyo justru ucapan Jaksa Kang
salah. Suntikan tsb tidak ada tanda- tanda orang lain dan karena suntikan ia
terjatuh mengakibatkan pendarahan. Jaksa Kang menilai bahwa laporannya salah
sama seperti ketika kasus kakaknya 10 tahun yang lalu. Jaksa Eun Sol menilai
bahwa justru tak ada tanda- tanda keraguan itu bisa menjadi bukti karena orang
bunuh diri memiliki tanda keraguan apalagi Jaksa Seo bukanlah dokter yang bisa
tepat menyuntik dirinya sendiri.
Detektif Cha dan rekannya ke
farmasi Myungsung tempat memasok obat- obatan di klinik hewan Jang Tae Joo.
Ternyata memang kehilangan obat Sunksinilkolin beberapa hari yang lalu. Setelah
dicek CCTV memang Jang Tae Joo pelakunya. Di ruangan interogasi, Jaksa Eun Sol
tahu bahwa dr Baek pertama kali datang ke rumah Jaksa Seo terlihat kaget foto
figura Soo Hee dan Jaksa Seo lalu kenapa mengakui pelakunya. Berdasarkan hasil
autopsi bahwa kematiannya bunuh diri maka kasusnya ditutup bunuh diri. dr Baek
meminta tolong padanya. Di ruangan penjara, dr Baek membaca berkas kasus
kematian Jaksa Seo, penjaga penjara menyuruhnya tidur namun dr Baek ingin
menelpon.
dr Baek bersama Jaksa Kang di
ruangan interogasi. Masih dengan pendiriannya jaksa Kang menuduh dr Baek
pelakunya meski hasil autopsi bunuh diri. dr Baek meminta ulang autopsi supaya
dia yang melakukannya. Jaksa Kang memikirkannya. Di gedung BFN, dr Baek
digiring ke dalam ruangan autopsi. Di ruangan tunggu sudah ada Kepala Park dan
Prof Pyo yang baru datang. dr Baek menanyakan mayatnya, oleh Soo Yeon belum
sampai. Eun Sol dan Dong Sik pergi ke tempat kremasi ternyata mayat Seo Jeong
Min sudah dimulai kremasi. Saat selesai persiapan, Jaksa Kang datang beserta
kepolisian tuk menangkap kembali dr Baek karena jasadnya tidak ada sudah
diremasi.
10 August 2021
All Credit from MBC
dr Baek ditahan
sementara sebagai orang terakhir yang ditemui oleh jaksa Seo. Ia bertanya
bagaimana proses autopsinya ternyata ada penggantinya yaitu prof Pyo yang
mengautopsi. dr Baek selama proses autopsi ditahan di ruang kantornya sembari
menunggu hasil autopsi. Pada saat proses autopsi berlangsung baik jaksa Kang dan
Eun Sol tak tahan melihat rekannya diautopsi demikian. Selesai utopsi, Prof Pyo
melaporkan tidak ada bukti penyerangan hanya ada luka di kepala dan suntikan di
lengan. Saat mayat Jaksa Seo dibawa ambulans, Jaksa Kang Hyun teringat kejadian
tempo lalu perihal mengenai kasus pertamanya dr Baek bersama Jaksa Seo. Mereka
berdua bakal menyelidiki sekali lagi tinggal mendapatkan bukti kuat yang
mendukung asumsi mereka. Jaksa Kang Hyun merasa bersalah karena tak bisa
melindunginya. Semetara itu, dr Baek digiring ke kejaksaan, para rekan kerjanya
mengantar dan mengajukan protes atas sikap jaksa Kang Hyun pada dr Baek tapi ia
tak bergeming. Mereka memohon pada Jaksa Eun Sol tuk membantu dr Baek agar
penyilidikannya secara benar dan objektif.
Jung Soo pergi
ke Stella meminta alkohol buatan labnya langsung dikasih dan mereka berdua
minum bersama. Jung Soo kesal atas tuduhan tersangka pada dr Baek begitu juga
Stella yang tak terima semua sampel disita seperti penghinaan atas labnya. Jaksa
Kang Hyun menginterogasi dr Baek sementara yang lain Eun Sol dan Dong Sik
melihat di balik kaca tak tembus pandang. Jaksa Kang Hyun menunjukkan bukti
riwayat telepon Jaksa Seo dengan dirinya begitu juga riwayat CCTV pergi ke lokasi
tempat tinggal Jaksa Seo dengan diperkuat argometer taksi. dr Baek tetap tidak
mengakuinya bahkan Jaksa Kang Hyun mengintimidasi hingga mengancam dr Baek
menolak memberikan pernyataan. Jaksa Eun Sol dan lainnya mencoba masuk ruangan
kala Jaksa Kang Hyun mulai menyerang dr Baek. Saat berhasil masuk, dr Baek
diamankan dan hanya Eun Sol dan Kang Hyun. Eun Sol Bisa mengerti kondisi Kang
Hyun yang memendamnya selama sepuluh tahun sampai meledak.
Sementara itu,
Cheon Mi Ho menghibur Kang Mi Young yang mana rekan kerja satu tim Penyidik
Jaksa Seo. Kang Dong Sik datang malah ngomporin perihal dr Baek yang
kemungkinan pelaku kejahatan atas dibalik kematian Jaksa Seo. Scene beralih ada
seorang pria berada di penampungan anjing sedang mengambil suntikan dan dosis obat
yang sama seperti penyebab matinya Jaksa Seo dan mendiang kakaknya Jaksa Kang
Hyun.
Penangkapan dr
Baek masuk berita yang menghebohkan seorang anggota forensik membunuh pejabat
publik kejaksaan. Kepala Park bersama Jung Soo dan Soo Yeon yang menonton
bingung harus berbuat apa tuk membantu dr Baek. Di ruangan kepala Jaksa No,
Kepala Jaksa No kaget temuan kasus dr Baek mulai dari kasus yang sepuluh tahun
yang lalu ditangani oleh Jaksa Seo yang kebetulan korbannya kakaknya Jaksa Kang
Hyun. Melihat itu tentu saja, Jaksa No kaget dan merasa tidak benar jika Jaksa
Kang Hyun menjadi dendam pribadi oleh karenanya meminta Eun Sol tuk memimpin
penyelidikan ini. Kepala Park menemui ayah dr Baek yang sepertinya bergegas
pergi tuk membantu anaknya. Ia marah pada Kepala Park karena membuat anaknya
menjadi tersangka. Apa yang menimpa pada putranya tak bakal kembali bekerja
pada BFN.
Eun Sol
menginterogasi dr Baek. Apa yang disembunyikan padanya apakah dia tidak kuatir
tentang masa depannya. Masa depan tak ada yang pasti kecuali semua orang bakal
mati, jawab dr Baek. dr Baek malah menanyakan hasil autopsi padanya. Eun Sol
menjawab belum keluar hasil laporannya. Dr Baek pun tidak menimpalinya dan
enggan berbicara. Detektif Cha yang berada di rumah sakit masa pemulihan karena
penusukan menonton berita dr Baek lalu Jung Soo datang menjenguk sambil membawa
ayam goreng. Ia meminta pertolongan pada detektif Cha tuk membuktikan bahwa dr
Baek bukan pembunuh dan mengungkit balas budi dr Baek sampai tidak tidur demi
memelihara belatung. Detektif Cha juga mengingatnya dan merasa berterima kasih
namun dia masih istirahat. Jung Soo pun mengatakan bahwa Stella ada pihak kami
yaitu BFN. Mendengar hal itu, Detektif Cha langsung bangkit dan memulai
penyelidikan. Di waktu yang sama ada seorang pria mencoba membunuh dengan
suntikan mematikan bersyukur ada saksi seorang ibu yang melihatnya.
Di ruangan
kepolisian sambil memegang luka yang belum sembuh ia membuka berkas mengenai
kasus yang pernah ditangani Jaksa Seo. Semua kasusnya memiliki tersangka berat
sedikit yang keluar tapi ada yang janggal yaitu Jang Tae Jo pengedar narkoba yang dibebaskan bersyarat. Detektif Cha menemui narapidana yang
mengenal Jang Tae Jo bahwa ia seorang psikopat karena membunuh banyak ratusan
anjing.
Jaksa Kang Hyun
dan Eun Sol beserta lainnya sedang rapat perihal motif dr Baek dan Jaksa Seo.
Semua heran bagaimana keduanya berhubungan dan bahkan dr Baek pergi ke rumahnya
yang mana teman satu kantornya saja belum ada yang berkunjung ke rumahnya.
Detektif Cha datang memberikan bahwa ada bukti baru perihal dr Baek bukan
pelakunya. Wajah Jaksa Kang Hyun masam mendengarnya.











