29 Desember 2024

Kyuhyun Super Junior dan Suho EXO: Persahabatan, Kolaborasi SMTOWN, dan Perjalanan Antartika



Kyuhyun Super Junior dan Suho EXO kembali menunjukkan kehangatan persahabatan mereka di episode terbaru KyuTV. Dari cerita masa lalu sebagai trainee SM Entertainment hingga kenangan tak terlupakan di SMTOWN, perbincangan ini mengingatkan aku soal Kyuline yang mana Suho dan Kyuhyun ada di dalamnya. 


Awal Perjalanan di SM Entertainment


Sebagai anggota Super Junior dan EXO, Kyuhyun dan Suho memulai perjalanan mereka di SM Entertainment dengan cerita yang berbeda. Kyuhyun, yang bergabung jadi trainee SM Februari 2006 kemudian 3 bulan setelahnya Suho, bercerita tentang bagaimana dirinya menghadapi masa-masa sulit di awal debut. Sementara itu, Suho mengingat betapa ketatnya evaluasi tahunan sebagai trainee.Evaluasi akhir tahun, Suho dan Minho terpilih terbang ke China untuk belajar Mandarin. Ia nyanyi lagu magic Castle bahasa Mandarin dengan baik makanya dikirim ke China

> “Aku ingat bagaimana setiap akhir tahun, kami harus menunjukkan kemampuan terbaik. Itu sangat menegangkan,” ujar Suho, mengenang masa trainee-nya.
Sedangkan Kyuhyun persiapan MV Super Junior. Diakuinya ia kesulitan syuting MV yang close up sampai retake bekali- kali sampai mojok sendirian karena ga berhasil. Yoona yang melihat itu kebetulan jadi cameo MV menyemangatinya. 

Kolaborasi di SMTOWN dan Kenangan Lucu


Kolaborasi antara Kyuhyun dan Suho dalam konser SMTOWN menjadi salah satu highlight dalam karier mereka. Dari wig yang digunakan hingga keterlibatan Changmin TVXQ dan Minho SHINee, mereka berbagi momen lucu di balik layar.
> “Aku tidak akan pernah melupakan ketika kami memakai wig untuk salah satu penampilan. Rasanya benar-benar aneh, tapi para penggemar menyukainya,” kata Kyuhyun sambil tertawa.

Segmen Kyuline cosplay jadi group Girls Day nyanyi lagu Something itu ikonik. Meski baru sekarang nyesel dan malu tapi itu pencapaian kolaborasi terbaik. 

Suho dan Perjalanan ke Antartika


Salah satu topik menarik dalam episode ini adalah perjalanan Suho ke Antartika. Ia menceritakan bagaimana dirinya mempersiapkan perjalanan tersebut, yang menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam hidupnya.

> “Awalnya aku gugup, tapi aku tahu ini akan menjadi pengalaman sekali seumur hidup,” ujar Suho.
Perjalanan ini juga menjadi inspirasi baginya untuk lebih peduli terhadap lingkungan, sesuatu yang ia sampaikan dengan penuh semangat di KyuTV.

Ambisi Musik dan Genre Favorit


Sebagai penyanyi, Kyuhyun dan Suho memiliki pendekatan berbeda terhadap musik. Kyuhyun dikenal dengan balada yang menyentuh, sedangkan Suho menunjukkan ketertarikannya pada musik rock.

> “Coldplay membuatku menyadari bahwa aku ingin mencoba musik rock,” ungkap Suho.
Suho sejak masuk Trainee memang gandrungi musik Rock. Bahkan ia masuk SM karena Band Traxx namun sepertinya genre rock sulit untuk SM melihat seniornya. Jadi ia sempat melupakan sejenak. Meski begitu playlist lagu Suho kebanyakan musik Rock dari Oasis dan radiohead. Memang sih lagu Rock tidak berjodoh untuk SM. Traxx dulunya rock trus EDM sekarang Ballad. 

Belajar ambil foto 'material Boyfriend'


Suho dikenal foto yang diunggah di akun Instagram dijuluki material Boyfriend. Kyuhyun ingin belajar untuk itu. Suho kasih tips bahwa untuk ambil foto material Boyfriend ga boleh sadar kamera, pose yang orang biasa lakukan dan bukan latar belakang pemandangan indah. Lucunya Kyuhyun nunjukin foto saat dirinya mabuk. 

Harapan dan Rencana Masa Depan


Kyuhyun dan Suho menutup episode dengan harapan untuk terus berkarya dan menghadirkan konten yang menarik bagi para penggemar. Kyuhyun juga berjanji untuk menghadirkan tamu-tamu istimewa di episode KyuTV selanjutnya.

> “Aku ingin terus berbagi cerita yang menarik bersama teman-teman dan penggemar,” ujar Kyuhyun.

Meski diakui Kyuhyun ia makin sibuk sampai minta maaf pada Suho belum bisa datang ke konser solo Suho. Makanya ada rencana konten ini ga selamanya di rumah Kyuhyun, bisa saja di tempat kala senggang ketemu selebriti lainnya. 

27 Desember 2024

Episode 458 Knowing Brothers: Keseruan Bersama Para Chef Culinary Class War

Episode 458 Knowing Brothers kedatangan para chef terkenal dari Culinary Class War. Ada Chef Fabri, Ratu Dimsum Jung Ji Sun, Lim Tae Hoon si "Chef Kotak Besi", dan Chef Yun Nam No alias "Chef Maniak Masak". Mereka berbagi kisah menarik tentang perjalanan karier dan dampak acara tersebut pada bisnis mereka.

Chef Fabri, meskipun baru lima tahun di Korea Selatan, langsung setuju bergabung meski tidak tahu konsep acara. Jung Ji Sun sempat menolak berkali-kali sebelum akhirnya bergabung karena melihat stagnasi di industri kuliner Korea. Lim Tae Hoon direkomendasikan Chef Park Joo Woo, sementara Yun Nam No awalnya skeptis karena pernah gagal di kompetisi masak, namun akhirnya menerima tawaran tersebut.

Acara ini berdampak besar pada usaha restoran mereka. Restoran Chef Fabri mendongkrak kawasan sekitarnya karena banyak pengunjung yang nongkrong di kafe sambil menunggu antrean. Reservasi restoran peserta lain juga penuh hingga akhir 2024. Mereka mengakui acara ini membawa berkah besar bagi karier dan usaha masing-masing.
Chef Fabri mengenal Korea lewat para chef Korea yang belajar masakan Italia di restorannya selama 13 tahun. Jung Ji Sun adalah chef Korea pertama yang mendalami masakan Tiongkok, meski tantangannya besar karena memasak masakan tersebut sangat berat. Lim Tae Hoon punya cerita menyentuh; ia mulai sebagai kurir makanan kelas 10 dan belajar memasak dari melihat para chef di restoran. Yun Nam No dulunya bekerja sebagai staf termuda di dapur Hotel S.
Jung Ji Sun ternyata sebaya dengan Heechul, lahir tahun 1984. Uniknya, meskipun ahli memasak udang, ia alergi udang dan harus minum obat setiap kali memasak. Sementara itu, Chef Yun Nam No berbagi kisah lucu ketika pisaunya jatuh dari tas di kereta, membuat penumpang panik hingga ia ditangkap. Walau menjelaskan dirinya seorang chef, ia sempat tidak dipercaya karena raut wajahnya yang seram.
Episode ini penuh cerita menarik dan inspirasi, membuktikan bahwa dunia kuliner tidak hanya soal memasak, tapi juga perjuangan dan semangat yang luar biasa.

19 Desember 2024

Knowing Brothers Episode 457: Fakta Menarik Brian, Sam Hammington, Natty dan Julie dari Kiss of Life

Knowing Brothers episode 457 menghadirkan kombinasi tamu yang unik dan menarik perhatian, yaitu Brian dari Fly to the Sky, Sam Hammington, serta Natty dan Julie dari Kiss of Life. Episode ini penuh dengan cerita lucu, fakta mengejutkan, dan interaksi seru yang membuat penonton tidak ingin melewatkan satu momen pun.

Fakta Menarik Tentang Brian, Mantan Idol SM Entertainment


Brian dikenal sebagai mantan idol SM Entertainment yang merupakan bagian dari duo legendaris Fly to the Sky.
Ia pertama kali datang ke Korea Selatan pada tahun 1998, tetapi sempat kembali ke Amerika untuk melanjutkan sekolah sebelum akhirnya debut di tahun 1999.
Fakta yang menarik, Brian sangat perfeksionis soal kebersihan.
Salah satu cerita viral adalah ketika Seo Jang Hoon syuting di rumahnya.
Saat itu, Seo Jang Hoon makan tteokbokki, dan setetes keringatnya jatuh ke karpet Brian.
Brian, yang terkenal menjaga kebersihan, mengaku sangat tidak senang hingga akhirnya membuang karpet tersebut.
Debut Brian sendiri bermula dari keberuntungan saat temannya mendaftarkan dirinya ke audisi SM Entertainment. Temannya yang melihat poster audisi langsung mendaftarkan Brian dengan menarik nomor telepon penanggung jawab audisi. Brian yang ditelpon oleh penanggung jawab audisi mengatakan sedang berada di dekat lingkungan rumahnya. 
Ayah Brian kemudian mengantarnya ke audisi, yang akhirnya membawanya menjadi salah satu bintang besar.

Namun, perjalanan debutnya tidak mudah.
Brian harus menghadapi kesalahpahaman bahasa Korea, seperti ketika ia mengira "tinggi" merujuk pada tinggi badan, padahal maksudnya adalah nada vokal. Diakuinya tinggi Brian 173 cm.
Meski begitu, kerja kerasnya membuahkan hasil, membuatnya menjadi salah satu idol yang dihormati hingga kini. 
Sam Hammington: Bintang Multitalenta dengan Kisah Keluarga Unik

Sam Hammington, seorang entertainer asal Australia, juga memiliki cerita menarik di episode ini.

Ibunya adalah seorang produser terkenal yang sukses mengorbitkan aktor Hollywood seperti Margot Robbie, Hugh Jackman, dan Russell Crowe.

Namun, Sam juga pernah terlibat rumor tidak mengenakkan dengan Russell Crowe.
Cerita ini bermula ketika Russell Crowe gagal hadir di acara Taxi dirumorkan mabuk semalaman bersama Sam.Padahal Russell harus mengubah jadwal promosi di Amerika jadi dia harus terbang ke Amerika saat itu juga. 
Sebagai seorang ayah, Sam menunjukkan sisi berbeda dalam kehidupan pribadinya.
Ia adalah sosok ayah yang sangat perhatian dan memilih mengurus anak dibandingkan nongkrong ketika tidak ada jadwal kerja.
Inilah yang menjadi alasan Sam bergabung dengan acara The Return of Superman.

Natty dan Perjalanannya Bersama Julie di Kiss of Life

Natty, salah satu anggota Kiss of Life, kembali tampil di Knowing Brothers setelah sebelumnya hadir di tahun lalu.
Ia berbagi cerita tentang pengalaman tampil perdana di Knowing brothers tahun lalu yang pujian dari JYP dan tawaran kolaborasi dari Jay Park.

Kisah menarik lainnya adalah persahabatan Natty dan Julie, yang ternyata sudah terjalin sejak mereka menjadi trainee di agensi sebelumnya.
Saat memutuskan untuk debut, Natty adalah orang yang mengajak Julie untuk bergabung.
Namun, tidak semua cerita Natty penuh kebahagiaan.
Ia pernah merasa ilfil setelah menerima surat dari seseorang yang menyebutnya sebagai "angsa hitam" karena memakai dress hitam. Kejadian ini bahkan menjadi meme di kalangan penggemar, terutama setelah Julie menceritakannya dalam siaran langsung.

Natty datang ke Korea Selatan pada tahun 2012 untuk trainee 

Julie dan Pengalamannya di Korea Selatan


Julie, yang berasal dari Hawaii, membagikan pengalamannya beradaptasi dengan budaya Korea Selatan.
Ia merasa terkejut dengan budaya pali-pali atau serba cepat di Korea, yang sangat berbeda dengan gaya hidup santai di Hawaii.
Sebelum terjun ke dunia K-pop, Julie adalah seorang balerina sejak usia 10 tahun.
Namun, kecintaannya pada hip-hop dan K-pop membuatnya berpindah haluan.
Salah satu kebiasaan Julie yang dianggap aneh di Korea adalah ucapannya "God bless you" saat seseorang bersin.
Di Hawaii, hal ini dianggap wajar, tetapi di Korea, ia justru mendapat tatapan bingung dari orang-orang.

Julie datang ke Korea Selatan pada tahun 2013. 

Kehadiran Lee Jin Ho yang Diedit

Episode ini sebenarnya juga menghadirkan Lee Jin Ho, tetapi sayangnya bagian dirinya harus diedit karena kasus judi ilegal yang menimpanya.
Meski begitu, pengeditan ini tidak mengurangi kualitas hiburan yang disajikan di episode ini.


15 Desember 2024

Keseruan Doyoung NCT di I Live Alone Episode 574: Persahabatan, Sejarah, dan Petualangan Seru!


Pada episode ke-574 dari acara I Live Alone, Doyoung NCT kembali mencuri perhatian dengan kesehariannya yang penuh warna. Tidak hanya mengungkap sisi kehidupannya yang jarang terlihat, ia juga menunjukkan kedekatannya dengan Jonathan, hingga menambah kehangatan di acara ini.

Sarapan Simpel dengan Ubi Panggang dan Hidangan Tradisional

Seperti biasanya, pagi Doyoung dimulai dengan sarapan sederhana. Kali ini, ia menikmati ubi panggang hangat sambil memesan teokbokki dan sundae. Pilihan sarapan ini menunjukkan seleranya yang khas, perpaduan antara tradisional dan praktis. Momen makan ini menjadi awal yang santai sebelum berbagai kegiatan menarik lainnya.

Kecintaan Doyoung pada Sejarah Korea

Hal yang menarik perhatian di episode ini adalah kecintaan Doyoung pada sejarah Korea. Ia bahkan memiliki sertifikat kecakapan sejarah Korea level 2, sebuah pencapaian yang membanggakan. Dengan skor 76, ia nyaris mencapai skor sempurna, yaitu 80. Tidak banyak idola yang menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap budaya dan sejarah negaranya, dan ini menjadi nilai tambah bagi Doyoung.

Pertemanan dengan Jonathan: Dimulai dari Selera Humor


Di episode ini, penonton juga melihat persahabatan unik antara Doyoung dan Jonathan. Doyoung, yang biasanya pemalu, justru memulai dengan meminta nomor Jonathan karena merasa humor Jonathan cocok dengannya. Hubungan ini mengalir alami dan memberikan suasana baru dalam kehidupan Doyoung di I Live Alone.

Jonathan Bertamu ke Rumah Doyoung

Saat Jonathan mengunjungi rumah Doyoung, kehangatan persahabatan mereka semakin terlihat. Keduanya sarapan bersama dengan menu yang sama, yakni teokbokki dan sundae. Tidak hanya itu, Doyoung menunjukkan sisi "ngemong"-nya dengan memasak ubi manis untuk Jonathan dan bahkan membuatkan milkshake ginseng berprotein tinggi.

Doyoung tampak perhatian dan sabar melayani Jonathan, yang lebih muda darinya. Momen ini memperlihatkan sifat keibuan Doyoung yang jarang terlihat di layar.

Doyoung yang Jarang Keluar Rumah


Menariknya, Jonathan mengetahui bahwa Doyoung termasuk tipe yang jarang keluar rumah. Karena itu, ia memutuskan untuk mengajak Doyoung melakukan aktivitas di luar ruangan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Doyoung, tetapi ia tetap antusias mengikuti ajakan Jonathan.

Petualangan Mendaki Bersama Jonathan

Momen mendaki menjadi salah satu bagian paling menarik di episode ini. Doyoung, yang tidak terbiasa mendaki, tampak kesulitan hingga wajahnya terlihat pucat. Namun, ia tetap bersemangat dan berhasil mencapai puncak dengan ketinggian 293 meter di atas permukaan laut.

Sepanjang perjalanan mendaki, keduanya melewati papan-papan informasi sejarah serta gerbang tembok perbatasan zaman Goryeo. Momen ini menjadi perpaduan antara tantangan fisik dan kesempatan untuk mempelajari sejarah langsung di lokasi aslinya.

Makan Besar Setelah Mendaki

Setelah selesai mendaki, Doyoung dan Jonathan menikmati suyuk dan gukbap di sebuah restoran. Jonathan, yang terlihat sangat lahap, bahkan menghabiskan tiga mangkuk nasi, membuat Doyoung tersenyum senang. Baginya, nafsu makan Jonathan menjadi tanda bahwa ia menghargai usaha tuan rumah.

Tidak hanya itu, Doyoung juga menunjukkan kemurahan hatinya dengan mentraktir Jonathan. Momen makan bersama ini semakin memperkuat ikatan persahabatan mereka.

Doyoung: Bukan Hanya Idola, Tapi Inspirasi


Episode ini memperlihatkan Doyoung dalam berbagai sisi kehidupannya yang menarik. Mulai dari kecintaannya pada sejarah, perhatian kepada teman, hingga usahanya untuk keluar dari zona nyaman, semua menunjukkan betapa Doyoung adalah sosok yang inspiratif.

Kesimpulan


Doyoung NCT di I Live Alone episode 574 sukses memberikan tontonan yang menghibur sekaligus menghangatkan hati. Dari sarapan sederhana hingga petualangan mendaki bersama Jonathan, setiap momen penuh dengan kehangatan dan humor.

Episode ini tidak hanya memperlihatkan sisi lain Doyoung, tetapi juga mengajarkan pentingnya persahabatan, rasa peduli, dan keberanian mencoba hal baru. Tidak heran jika Doyoung selalu dinanti oleh para penggemar I Live Alone.

Apakah kamu juga salah satu yang terinspirasi oleh Doyoung? Bagikan pendapatmu di kolom komentar!

Key SHINee Gagal Lolos Ujian Sertifikasi Masak Masakan Barat: Perjuangan, Kesalahan, dan Semangat yang Tak Padam


Key SHINee dikenal sebagai idol multitalenta yang selalu serius dalam mengejar passion-nya, termasuk dalam memasak. Sayangnya, perjuangan kerasnya selama setahun terakhir untuk mendapatkan sertifikasi memasak masakan Barat harus berakhir dengan kegagalan.
Pada episode 573 I Live Alone, Key membagikan pengalamannya mengikuti ujian praktek memasak yang penuh tantangan. Tahun lalu, ia berhasil lulus ujian tertulis untuk sertifikasi memasak masakan Barat. Namun, ujian praktek kali ini jauh lebih sulit karena tidak hanya menilai rasa, tetapi juga teknik memasak, cara memotong bahan, dan ketepatan waktu.

Sebagai persiapan, Key telah berlatih masakan Barat secara intensif di rumah selama setahun penuh. Meski begitu, ketika hari ujian tiba, rasa gugup menguasainya. Dari awal, ia sudah dibuat panik karena alat-alat masaknya jatuh saat baru mulai mempersiapkan bahan.
Ketegangan semakin memuncak ketika Key menyadari ada asap memenuhi dapur ujiannya. Rupanya, salah satu masakannya gosong. Ia segera mematikan kompor dan mencoba menyelamatkan makanan yang masih bisa disajikan. Namun, hasil akhirnya tidak memenuhi standar.

Dalam ujian praktek memasak, setiap detail sangat diperhatikan. Mulai dari potongan bahan yang harus rapi, teknik memasak yang tepat, hingga pakaian yang harus rapi dan semi formal. Meski rasa masakan Key mungkin enak, gosong yang terlihat sedikit saja membuatnya didiskualifikasi.
Setelah ujian, Key duduk lemas di parkiran, mengaku merasa gagal. Ia bercerita betapa gugupnya selama ujian hingga kesalahan kecil terus terjadi, mulai dari alat jatuh hingga asap yang membuatnya panik. Walau merasa kecewa, Key tidak menyerah.
Key kemudian pulang dengan perasaan sedih. Masakan hasil latihannya yang disimpan di kulkas akhirnya tidak disentuh karena ia kehilangan selera. Sebagai gantinya, ia memasak ramyeon sederhana untuk menenangkan diri. Namun, ia bertekad untuk mencoba lagi ujian praktek sertifikasi ini di masa mendatang.

Momen ini menunjukkan sisi manusiawi Key, idol yang dikenal perfeksionis namun juga berani menunjukkan kegagalannya. Keberanian untuk terus mencoba dan belajar dari kesalahan menjadi pelajaran berharga bagi penggemarnya.

Meski gagal kali ini, Key tetap menjadi inspirasi banyak orang. Perjuangannya selama setahun penuh membuktikan bahwa ia bukan hanya seorang penyanyi berbakat, tetapi juga sosok yang tekun mengejar mimpinya.

Bagi banyak orang, kegagalan seperti ini bisa jadi sangat memukul. Namun, Key mengajarkan bahwa gagal adalah bagian dari proses. Dengan semangat yang ia tunjukkan, tak heran jika banyak yang yakin bahwa ia akan berhasil di ujian berikutnya.
Key SHINee juga menjadi contoh bahwa kesuksesan membutuhkan proses panjang dan terkadang penuh tantangan. Apa yang terlihat mudah di layar kaca, seperti memasak, sebenarnya memerlukan kerja keras dan disiplin tinggi.

Momen ini juga menggambarkan tekanan yang dirasakan Key sebagai figur publik. Rasa gugup yang ia alami menunjukkan bahwa meski seorang idol, ia tetap manusia biasa yang bisa merasa cemas dan panik.

Semangat Key untuk terus mencoba lagi adalah pesan penting bagi semua orang. Gagal bukan akhir dari segalanya. Justru dari kegagalan, kita bisa belajar dan menjadi lebih baik di masa depan.

Pengalaman ini membuat Key semakin relatable bagi para penggemar. Banyak orang yang pernah mengalami kegagalan serupa di hidup mereka. Apa yang dilakukan Key, yaitu menerima kegagalan, bersedih, tetapi tetap bertekad mencoba lagi, adalah sikap yang patut diteladani.

Tidak hanya bagi penggemarnya, cerita ini juga bisa menjadi motivasi bagi siapa saja yang sedang merasa putus asa karena gagal mencapai tujuan. Key menunjukkan bahwa yang terpenting adalah semangat untuk bangkit dan terus berusaha.

Ke depan, kita semua tentu berharap Key berhasil mendapatkan sertifikasi memasak masakan Barat. Dengan latihan dan pengalaman yang ia miliki, peluangnya untuk sukses di ujian berikutnya sangat besar.

Cerita Key di I Live Alone ini bukan hanya tentang memasak, tetapi juga pelajaran hidup. Ia mengingatkan kita bahwa tidak ada usaha yang sia-sia dan bahwa kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan.

Terima kasih Key SHINee, karena telah menginspirasi dengan kisahmu. Kami yakin, kali berikutnya, kamu akan berhasil meraih sertifikasi yang kamu impikan!


07 Desember 2024

Onew SHINee di Omniscient Interfering View Episode 320: Kehidupan Baru dan Kebiasaan Uniknya

Onew SHINee, salah satu vokalis terbaik generasi kedua K-Pop, memberikan kejutan menarik dalam episode 320 Omniscient Interfering View. Dalam episode ini, ia membuka pintu rumahnya untuk pertama kalinya, meski ini bukan rumah permanennya, melainkan rumah singgah menuju pindahan ke rumah barunya. Rumah barunya yang sedang dipersiapkan konon lebih besar dan nyaman. Wajar saja, Onew yang sudah sukses selama bertahun-tahun rasanya memang pantas memiliki hunian yang lebih representatif. Tapi siapa sangka, rumah sementara yang ia tinggali cukup sederhana, bahkan terletak sedikit di area basement.

Kebiasaan Unik Onew di Rumah


Salah satu kebiasaan Onew yang mencuri perhatian adalah bagaimana ia memulai hari. Setelah bangun tidur, Onew langsung menyalakan Genie, perangkat AI yang mempermudah aktivitas sehari-harinya. Dengan hanya mengatakan, “Genie, saluran 35,” televisinya langsung menyala. Teknologi ini pengganti remote TV. Namun, bukan hanya teknologi yang menarik perhatian, melainkan kebiasaan unik lainnya.
Onew selalu bangun dari tempat tidur dan langsung membereskan kasurnya. Ia bahkan memilih jongkok di lantai daripada kembali ke ranjang karena tidak ingin ranjangnya terkena debu. Kebiasaan ini menunjukkan sisi perfeksionisnya dalam menjaga kebersihan. Seperti biasa, Onew juga memulai harinya dengan secangkir kopi, kebiasaan sederhana yang menambah kedamaian di pagi hari.

Namun, ada fakta menarik lainnya: Onew lebih suka membiarkan lampu mati di rumahnya. Alasannya cukup relatable bagi para idol yang sering berhadapan dengan lampu sorot di atas panggung. Ia merasa lebih nyaman dengan pencahayaan alami atau redup, mungkin sebagai bentuk detoksifikasi dari rutinitas kerjanya yang penuh cahaya.

Perfeksionis Kebersihan tapi Berantakan

Meski dikenal perfeksionis dalam urusan kebersihan, Onew punya sisi berlawanan yang menarik. Ia sangat sensitif terhadap debu dan rambut, hingga tidak bisa diam jika melihatnya. Dalam episode ini, ia terlihat menggunakan roll pembersih debu dengan penuh ketelitian. Namun, di sisi lain, penataan barang-barangnya justru cenderung berantakan. Barang-barang di rumahnya tampak tidak memiliki tempat tetap, meski dari segi kebersihan semuanya tetap terjaga. Ini membuktikan bahwa bahkan seorang idol pun bisa memiliki kebiasaan unik yang bertolak belakang.

Pindah Agensi dan Persahabatan yang Kuat

Episode ini juga mengungkap cerita besar lainnya dalam hidup Onew: perpindahannya dari SM Entertainment ke agensi baru. Ternyata, agensi ini didirikan oleh sahabat lamanya, Jang Moon Sung, yang sudah ia kenal sejak masa pelatihan di akademi SM. Langkah ini menjadi keputusan besar bagi Onew, yang menunjukkan betapa ia menghargai hubungan personal dan rasa kepercayaan.

Selain itu, manajer Onew sekarang dulunya adalah manajer Zico. Jang Moon Sung juga ingin berkembang karirnya makanya ia mendirikan agensi bareng Onew Shinee. Di kantor barunya, ia dan onew makan malam di rooftop gedung sembari curhat masing-masing. Meski tidak dijelaskan secara detail sepertinya mereka saling membantu kala kesulitan 

01 Desember 2024

Pengalaman Seru Ikut Beauty Class Viva: Worth It Banget!

Tanggal 30 November 2024, aku akhirnya ikutan beauty class Viva. Sebenarnya, alasan utamanya karena tergiur dengan produk gratisan yang ditawarkan. Bayangkan, hanya dengan bayar Rp50.000, benefitnya gede banget! Tapi ya gitu, karena aku tinggal di luar Surabaya, harus keluar ongkos Rp300.000 untuk perjalanan. Sebelum acara dimulai, peserta juga dapat lunch box, lengkap dengan tinwall dan sebotol Le Minerale. Kalau dihitung, nilainya pasti di atas Rp20.000. Itu baru lunch box, belum lagi make up dan skincare gratisnya!

Insight Baru di Dunia Make Up

Ini adalah beauty class pertama yang aku ikuti, dan banyak banget insight baru soal make up. Salah satunya, untuk area blush on, ternyata sebaiknya jangan melebihi tulang pipi supaya wajah nggak kelihatan turun. Terus, cara gambar alis juga penting. Ujung alis harus sejajar dengan arah telinga. Kalau alis terlalu rendah, wajah terkesan tegas, sedangkan kalau sejajar, hasilnya lebih soft.

Untuk eyeshadow, cukup diaplikasikan setengah kelopak mata aja. Tapi aku jujur, agak struggling di bagian ini. Maklum, aku nggak biasa make up. Jadi, lama-lama malah bengong dan lebih fokus ngamatin orang lain. Mungkin karena niat awalnya cuma pengen produk gratisan dan voucher, jadi aku kurang totalitas ikut tutorial make up-nya.

Produk Gratisan Viva: Worth Every Penny


Satu hal yang bikin acara ini worth it adalah semua make up dan skincare sudah disediakan Viva, jadi peserta nggak perlu repot bawa sendiri. Bahkan, goodie bag-nya juga lumayan banget! Aku dapat blush on Viva Queen, yang kalau beli harganya di atas Rp50 ribu, dan juga palette eyeshadow. Selain itu, ada produk baru micellar water Viva dengan 4 varian: kuning (klasik), pink (kolagen), hijau (jerawat), dan biru (sensitif). Kebetulan banget, aku dapat varian pink yang memang aku incar.
Belum lagi, ada voucher diskon Rp25.000 untuk pembelian produk Viva online, voucher Red-A, potongan treatment di Viva Center, dan potongan Rp10.000 untuk belanja di booth Viva on the spot. Kalau dihitung-hitung, total benefitnya kurang lebih Rp300.000—benar-benar sebanding dengan effort datang ke acara ini.

Jason Ho, MUA yang Bikin Kelas Ini Lebih Menarik



Beauty class ini dipandu oleh Jason Ho, seorang make up artist yang detail banget dalam menjelaskan teknik make up. Sayangnya, aku sudah kehilangan mood sebelum acara dimulai. Tapi buat yang benar-benar tertarik dengan dunia make up, ini pengalaman yang wajib dicoba.

Kalau aku tinggal di Surabaya, mungkin aku bakal datang lagi ke event berikutnya. Selain nambah wawasan, benefitnya juga nggak main-main: mulai dari produk gratis, ilmu make up, sampai voucher belanja. Jadi, buat kalian yang pengen pengalaman baru di dunia make up, jangan ragu ikutan beauty class seperti ini




29 November 2024

Mengenal Tiga Dokter Hebat di Knowing Brothers Episode 456

Pada episode 456 Knowing Brothers, para dokter menjadi tamu istimewa. Namun, bukan dokter biasa yang hadir. Ada Yeo Esther, seorang spesialis dokter keluarga; Kim Tae Hoon, psikolog terkenal dengan kanal YouTube; dan Lee Kwang Min, psikiater yang sering tampil di acara Divorce Camp JTBC. Ketiganya membahas kesehatan mental dari perspektif yang berbeda. Yuk, kenalan lebih dekat dengan latar belakang mereka!

Yeo Esther, Dokter Teladan dengan Kisah Inspiratif

Yeo Esther adalah wajah yang tidak asing di Knowing Brothers, bahkan ini adalah penampilannya yang ketiga. Ia mengisahkan perjalanan hidupnya, dari siswa teladan di Daegu hingga diterima di jurusan kedokteran Universitas Nasional Seoul (SNU). Selama kuliah, Yeo Esther dijuluki “kamus berjalan” karena kepintarannya yang luar biasa. Namun, di balik kesuksesannya, ia pernah mengalami depresi berat selama delapan tahun akibat tekanan menjadi dokter yang harus selalu tampil prima di depan pasien. Pengalamannya ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental adalah bagian penting dari kehidupan, bahkan untuk seorang dokter sekalipun.

Kim Tae Hoon, Psikolog dengan Gaya Edukasi Relatable

Kim Tae Hoon adalah lulusan Universitas Korea yang terkenal dengan spesialisasi psikologi kognitif. Ia sempat mendapat julukan "piknik tikar" karena stigma pada tahun 1993, di mana psikologi dianggap seperti peramal. Dalam episode ini, Kim Tae Hoon berbagi banyak wawasan, seperti bagaimana suasana dingin membantu tidur lebih nyenyak dan fakta menarik bahwa berbicara tentang diri sendiri dapat memberikan kepuasan emosional setara dengan 30-40% kebutuhan seksual. Ia juga memuji inovasi masyarakat Korea Selatan yang tidak mudah percaya pada nasihat, sehingga menjadi salah satu negara paling inovatif di dunia.

Lee Kwang Min, Psikiater yang Lebih Suka Mendengar daripada Meresepkan

Lee Kwang Min memiliki perjalanan yang unik menuju dunia psikiatri. Ia sempat gagal dalam ujian CSAT pertama dan merasa diabaikan oleh keluarganya. Motivasi inilah yang mendorongnya untuk membuktikan diri dengan diterima di jurusan kedokteran Universitas Nasional Kyungpook. Ia tertarik menjadi psikiater setelah melihat pengalaman spiritual di gereja. Sebagai psikiater, Lee Kwang Min menyebut dirinya seperti “detektif,” yang harus menggali cerita pasien untuk memahami masalah mereka. Salah satu kisah yang ia bagikan adalah tentang pasien skizofrenia yang kabur dari rumah sakit dan kemudian masuk IGD akibat komplikasi yang parah.

Konseling Cast Knowing Brothers: Cerita dan Solusi


Selain berbagi wawasan, ketiga dokter ini juga memberikan konseling kepada para cast Knowing Brothers yang memiliki keresahan masing-masing.

Kang Ho Dong, Lee Soo Geun, dan Seo Jang Hoon: Kelelahan Kerja

Trio ini berbagi keresahan tentang kelelahan kerja. Meski usia mereka sudah memasuki kepala lima, Kang Ho Dong dan Seo Jang Hoon masih memiliki stamina yang cukup berkat latar belakang mereka sebagai atlet. Namun, Lee Soo Geun mulai merasakan gejala andropause. Ia mengaku tak ingin mengulangi pola ayahnya yang terlalu sibuk saat ia kecil. Yeo Esther menyarankan agar mereka tetap menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan fisik serta emosional.

Kim Heechul: Keresahan tentang Pernikahan

Kim Heechul merasa tertekan karena teman-teman sebayanya mulai menikah. Namun, menurut Lee Kwang Min, Heechul tak perlu terlalu khawatir karena ia sudah seperti simbol narcissism, di mana citra publiknya menjadi sumber kebahagiaannya. Ia hanya perlu menerima bahwa perubahan citra adalah hal yang normal.

Lee Sang Min: Kehampaan setelah Melunasi Utang

Setelah melunasi utang yang ia bayar selama hampir dua dekade, Lee Sang Min merasa hampa dan kesepian. Apalagi, ibunya yang meninggal tahun lalu membuatnya kehilangan tujuan hidup. Kim Tae Hoon menyarankan Lee Sang Min untuk mulai membuka diri pada hubungan baru, meski prosesnya memakan waktu.

Shindong: Rasa Kesepian di Balik Tawa

Shindong berbagi keresahan tentang bagaimana ia merasa seperti "badut yang menangis." Sebagai seorang introvert, ia sering khawatir dengan reaksi penonton terhadap penampilannya. Lee Kwang Min menyarankan Shindong untuk memperluas lingkaran sosialnya agar memiliki sistem dukungan yang kuat. Ia juga menyarankan agar Shindong tidak terlalu baik dalam pertemanan, tetapi menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.

Kim Young Chul: Tekanan dalam Sketsa Komedi

Kim Young Chul merasa kurang dihargai dalam sketsa komedi yang ia buat. Kim Tae Hoon menyarankan untuk fokus pada pujian yang ia terima, walaupun kecil. Ia juga diingatkan untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri dan menikmati prosesnya.

Kesimpulan


Episode ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan banyak wawasan tentang pentingnya kesehatan mental. Dengan pengalaman para dokter yang inspiratif dan solusi yang mereka tawarkan, kita dapat belajar bahwa tidak ada masalah yang terlalu kecil untuk dibicarakan. Jangan lupa untuk terus menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kesehatan fisik, dan kesehatan mental!

05 November 2024

Bagi penggemar acara Culinary Class Wars, tentu tidak asing lagi dengan sosok Chef Choi Hyun Seok yang dikenal dengan karakter kepemimpinan karismatik dan gaya masak yang kreatif. Di episode terbaru Omniscient Interfering View (episode 320), kita melihat Chef Choi tampil kembali.

Persahabatan dan Gaya Masak yang Berbeda


Chef Choi dan Chef Ahn Sung Jae memiliki hubungan dekat selama lebih dari 10 tahun. Chef Ahn ngundang Chef Choi ke klub golf chef di Amerika. Meski demikian, gaya masak keduanya sangat berbeda. Chef Choi, yang sering menghias hidangannya dengan bunga-bunga yang bisa dimakan, bertolak belakang dengan Chef Ahn yang lebih mengutamakan kesederhanaan tampilan dan rasa. Meskipun tidak selalu menyukai tampilan hidangan Chef Choi, Chef Ahn sangat menghargai prinsip yang dimiliki temannya.

Restoran Choi DOT dan Gaya Kepemimpinan Chef Choi

Chef Choi Hyun Seok memiliki restoran fine dining terkenal bernama Choi DOT, di mana mantan muridnya, Seok Yeop, bekerja sebagai kepala koki. Seok Yeop yang bergabung sejak 2012 bahkan meninggalkan kuliah demi belajar langsung di bawah bimbingan Chef Choi. Meski sudah dekat, Seok Yeop masih merasa segan karena ketegasan dan kedisiplinan. Chef Choi dikenal sangat berani bereksperimen, bahkan terinspirasi dari mainan action figure dalam teknik memasaknya. Makanan penutup menyerupai action figure. Dalam memasak sangatlah teliti, untuk memanggang daging, misalnya, ia mencoba berbagai suhu hingga menemukan yang paling sempurna pada 52°C.
Di dapur Choi DOT, terdapat beberapa bagian khusus seperti dapur panas, dingin, pastry, panggang, dan meja pass untuk memastikan semua hidangan disajikan dengan kualitas terbaik. Dapur panas biasanya makanan di atas api. Dapur dingin untuk hiasan atau makanan pembuka seperti lab masak pakai nitrogen cair. Panggang juga tersendiri dengan arang. Pastry untuk makanan penutup. Sebelum restoran buka, Chef Choi mengadakan meeting untuk memastikan pesanan pelanggan telah sesuai, khususnya untuk pelanggan spesial, seperti pasangan yang merayakan hari jadi. Bahkan ia menanyakan tentang alergi atau preferensi tertentu sebelum memesan tempat di restorannya. 

Pengalaman Melayani Pelanggan dan Keterampilan Problem Solving

Selama dapur sibuk, Chef Choi memantau semua persiapan dengan teliti, bahkan ikut membantu pramusaji untuk memberikan pengalaman intim bagi pelanggan. Setelah memastikan semuanya berjalan lancar, ia terkadang berpindah ke restoran kasual lain yang dikelola oleh muridnya, membantu pelayanan dan berinteraksi langsung dengan pelanggan. Jika Anda menonton Culinary Class Wars, risoto mapo tahu yang pernah ia masak di acara tersebut juga bisa ditemukan di restoran ini.
Namun, di suatu malam di Choi DOT, terjadi krisis karena bahan untuk menu penutup (phir shiso) tak ada karena kesalahan komunikasi antara kepala koki dan manajer restoran. Meskipun ini menimbulkan kekhawatiran bagi manajer, Chef Choi menunjukkan ketenangan dan menemukan solusi dengan menyiapkan makanan tsb. Sikapnya yang karismatik dan solutif menunjukkan mengapa ia begitu dihormati di industri kuliner.

Rencana Baru dan Dukungan untuk Muridnya

Setelah semua selesai, Chef Choi mengunjungi restoran bar milik Seok Yeop, yang ingin membuka usaha sendiri. Chef Choi menawarkan diri untuk menjadi investor karena buka bisnis sendirian pasti kesulitan. Di sini, Chef Choi bertemu chef berbintang Michelin dan chef yang dikenal sebagai “chef maniak masak,” yang disebut oleh netizen sebagai “chef cemas” karena sering terlihat tegang. Chef Choi, yang mengetahui latar belakang chef maniak masak yang pernah melamar ke restorannya tapi tak datang karena tak diizinkan bolos sekolah. Sedangkan chef Michelin murid chef Ahn juga datang karena pernah nantangin dia di permainan duel 1:1 sayangnya kalah. Saat hasil diskusi butuh waktu 40 menit lamanya. Sepertinya chef Seok Yeop murid chef Hyun Seok bakalan ikutan Culinary Class Wars season 2. 

Kesimpulan
Menyaksikan episode ini memberikan wawasan tentang kreativitas Chef Choi dalam menghidangkan makanan yang tak hanya cantik tapi juga kaya cita rasa. Acara Culinary Class Wars dan Omniscient Interfering View menampilkan keunikan menu yang dihargai dan dikagumi banyak orang. Chef Choi, dengan postur tinggi 190 cm untuk pria kelahiran 1962. Stamina dia sangat kuat di usia sudah kepala 5, kerja di restoran di 3 tempat berbeda. Aku lihatnya capek banget.





> Tonton episode 320 dari Omniscient Interfering View dan saksikan kreativitas Chef Choi Hyun Seok dalam menghadapi tantangan di dapur!



Imakyu. Designed by Oddthemes