15 December 2024
Keseruan Doyoung NCT di I Live Alone Episode 574: Persahabatan, Sejarah, dan Petualangan Seru!
Pada episode ke-574 dari acara I Live Alone, Doyoung NCT kembali mencuri perhatian dengan kesehariannya yang penuh warna. Tidak hanya mengungkap sisi kehidupannya yang jarang terlihat, ia juga menunjukkan kedekatannya dengan Jonathan, hingga menambah kehangatan di acara ini.
Sarapan Simpel dengan Ubi Panggang dan Hidangan Tradisional
Seperti biasanya, pagi Doyoung dimulai dengan sarapan sederhana. Kali ini, ia menikmati ubi panggang hangat sambil memesan teokbokki dan sundae. Pilihan sarapan ini menunjukkan seleranya yang khas, perpaduan antara tradisional dan praktis. Momen makan ini menjadi awal yang santai sebelum berbagai kegiatan menarik lainnya.
Kecintaan Doyoung pada Sejarah Korea
Hal yang menarik perhatian di episode ini adalah kecintaan Doyoung pada sejarah Korea. Ia bahkan memiliki sertifikat kecakapan sejarah Korea level 2, sebuah pencapaian yang membanggakan. Dengan skor 76, ia nyaris mencapai skor sempurna, yaitu 80. Tidak banyak idola yang menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap budaya dan sejarah negaranya, dan ini menjadi nilai tambah bagi Doyoung.
Pertemanan dengan Jonathan: Dimulai dari Selera Humor
Di episode ini, penonton juga melihat persahabatan unik antara Doyoung dan Jonathan. Doyoung, yang biasanya pemalu, justru memulai dengan meminta nomor Jonathan karena merasa humor Jonathan cocok dengannya. Hubungan ini mengalir alami dan memberikan suasana baru dalam kehidupan Doyoung di I Live Alone.
Jonathan Bertamu ke Rumah Doyoung
Saat Jonathan mengunjungi rumah Doyoung, kehangatan persahabatan mereka semakin terlihat. Keduanya sarapan bersama dengan menu yang sama, yakni teokbokki dan sundae. Tidak hanya itu, Doyoung menunjukkan sisi "ngemong"-nya dengan memasak ubi manis untuk Jonathan dan bahkan membuatkan milkshake ginseng berprotein tinggi.
Doyoung tampak perhatian dan sabar melayani Jonathan, yang lebih muda darinya. Momen ini memperlihatkan sifat keibuan Doyoung yang jarang terlihat di layar.
Doyoung yang Jarang Keluar Rumah
Menariknya, Jonathan mengetahui bahwa Doyoung termasuk tipe yang jarang keluar rumah. Karena itu, ia memutuskan untuk mengajak Doyoung melakukan aktivitas di luar ruangan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Doyoung, tetapi ia tetap antusias mengikuti ajakan Jonathan.
Petualangan Mendaki Bersama Jonathan
Momen mendaki menjadi salah satu bagian paling menarik di episode ini. Doyoung, yang tidak terbiasa mendaki, tampak kesulitan hingga wajahnya terlihat pucat. Namun, ia tetap bersemangat dan berhasil mencapai puncak dengan ketinggian 293 meter di atas permukaan laut.
Sepanjang perjalanan mendaki, keduanya melewati papan-papan informasi sejarah serta gerbang tembok perbatasan zaman Goryeo. Momen ini menjadi perpaduan antara tantangan fisik dan kesempatan untuk mempelajari sejarah langsung di lokasi aslinya.
Makan Besar Setelah Mendaki
Setelah selesai mendaki, Doyoung dan Jonathan menikmati suyuk dan gukbap di sebuah restoran. Jonathan, yang terlihat sangat lahap, bahkan menghabiskan tiga mangkuk nasi, membuat Doyoung tersenyum senang. Baginya, nafsu makan Jonathan menjadi tanda bahwa ia menghargai usaha tuan rumah.
Tidak hanya itu, Doyoung juga menunjukkan kemurahan hatinya dengan mentraktir Jonathan. Momen makan bersama ini semakin memperkuat ikatan persahabatan mereka.
Doyoung: Bukan Hanya Idola, Tapi Inspirasi
Episode ini memperlihatkan Doyoung dalam berbagai sisi kehidupannya yang menarik. Mulai dari kecintaannya pada sejarah, perhatian kepada teman, hingga usahanya untuk keluar dari zona nyaman, semua menunjukkan betapa Doyoung adalah sosok yang inspiratif.
Kesimpulan
Doyoung NCT di I Live Alone episode 574 sukses memberikan tontonan yang menghibur sekaligus menghangatkan hati. Dari sarapan sederhana hingga petualangan mendaki bersama Jonathan, setiap momen penuh dengan kehangatan dan humor.
Episode ini tidak hanya memperlihatkan sisi lain Doyoung, tetapi juga mengajarkan pentingnya persahabatan, rasa peduli, dan keberanian mencoba hal baru. Tidak heran jika Doyoung selalu dinanti oleh para penggemar I Live Alone.
Apakah kamu juga salah satu yang terinspirasi oleh Doyoung? Bagikan pendapatmu di kolom komentar!
Key SHINee Gagal Lolos Ujian Sertifikasi Masak Masakan Barat: Perjuangan, Kesalahan, dan Semangat yang Tak Padam
Key SHINee dikenal sebagai idol multitalenta yang selalu serius dalam mengejar passion-nya, termasuk dalam memasak. Sayangnya, perjuangan kerasnya selama setahun terakhir untuk mendapatkan sertifikasi memasak masakan Barat harus berakhir dengan kegagalan.
Pada episode 573 I Live Alone, Key membagikan pengalamannya mengikuti ujian praktek memasak yang penuh tantangan. Tahun lalu, ia berhasil lulus ujian tertulis untuk sertifikasi memasak masakan Barat. Namun, ujian praktek kali ini jauh lebih sulit karena tidak hanya menilai rasa, tetapi juga teknik memasak, cara memotong bahan, dan ketepatan waktu.
Sebagai persiapan, Key telah berlatih masakan Barat secara intensif di rumah selama setahun penuh. Meski begitu, ketika hari ujian tiba, rasa gugup menguasainya. Dari awal, ia sudah dibuat panik karena alat-alat masaknya jatuh saat baru mulai mempersiapkan bahan.
Ketegangan semakin memuncak ketika Key menyadari ada asap memenuhi dapur ujiannya. Rupanya, salah satu masakannya gosong. Ia segera mematikan kompor dan mencoba menyelamatkan makanan yang masih bisa disajikan. Namun, hasil akhirnya tidak memenuhi standar.
Dalam ujian praktek memasak, setiap detail sangat diperhatikan. Mulai dari potongan bahan yang harus rapi, teknik memasak yang tepat, hingga pakaian yang harus rapi dan semi formal. Meski rasa masakan Key mungkin enak, gosong yang terlihat sedikit saja membuatnya didiskualifikasi.
Setelah ujian, Key duduk lemas di parkiran, mengaku merasa gagal. Ia bercerita betapa gugupnya selama ujian hingga kesalahan kecil terus terjadi, mulai dari alat jatuh hingga asap yang membuatnya panik. Walau merasa kecewa, Key tidak menyerah.
Key kemudian pulang dengan perasaan sedih. Masakan hasil latihannya yang disimpan di kulkas akhirnya tidak disentuh karena ia kehilangan selera. Sebagai gantinya, ia memasak ramyeon sederhana untuk menenangkan diri. Namun, ia bertekad untuk mencoba lagi ujian praktek sertifikasi ini di masa mendatang.
Momen ini menunjukkan sisi manusiawi Key, idol yang dikenal perfeksionis namun juga berani menunjukkan kegagalannya. Keberanian untuk terus mencoba dan belajar dari kesalahan menjadi pelajaran berharga bagi penggemarnya.
Meski gagal kali ini, Key tetap menjadi inspirasi banyak orang. Perjuangannya selama setahun penuh membuktikan bahwa ia bukan hanya seorang penyanyi berbakat, tetapi juga sosok yang tekun mengejar mimpinya.
Bagi banyak orang, kegagalan seperti ini bisa jadi sangat memukul. Namun, Key mengajarkan bahwa gagal adalah bagian dari proses. Dengan semangat yang ia tunjukkan, tak heran jika banyak yang yakin bahwa ia akan berhasil di ujian berikutnya.
Key SHINee juga menjadi contoh bahwa kesuksesan membutuhkan proses panjang dan terkadang penuh tantangan. Apa yang terlihat mudah di layar kaca, seperti memasak, sebenarnya memerlukan kerja keras dan disiplin tinggi.
Momen ini juga menggambarkan tekanan yang dirasakan Key sebagai figur publik. Rasa gugup yang ia alami menunjukkan bahwa meski seorang idol, ia tetap manusia biasa yang bisa merasa cemas dan panik.
Semangat Key untuk terus mencoba lagi adalah pesan penting bagi semua orang. Gagal bukan akhir dari segalanya. Justru dari kegagalan, kita bisa belajar dan menjadi lebih baik di masa depan.
Pengalaman ini membuat Key semakin relatable bagi para penggemar. Banyak orang yang pernah mengalami kegagalan serupa di hidup mereka. Apa yang dilakukan Key, yaitu menerima kegagalan, bersedih, tetapi tetap bertekad mencoba lagi, adalah sikap yang patut diteladani.
Tidak hanya bagi penggemarnya, cerita ini juga bisa menjadi motivasi bagi siapa saja yang sedang merasa putus asa karena gagal mencapai tujuan. Key menunjukkan bahwa yang terpenting adalah semangat untuk bangkit dan terus berusaha.
Ke depan, kita semua tentu berharap Key berhasil mendapatkan sertifikasi memasak masakan Barat. Dengan latihan dan pengalaman yang ia miliki, peluangnya untuk sukses di ujian berikutnya sangat besar.
Cerita Key di I Live Alone ini bukan hanya tentang memasak, tetapi juga pelajaran hidup. Ia mengingatkan kita bahwa tidak ada usaha yang sia-sia dan bahwa kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan.
Terima kasih Key SHINee, karena telah menginspirasi dengan kisahmu. Kami yakin, kali berikutnya, kamu akan berhasil meraih sertifikasi yang kamu impikan!
07 December 2024
Onew SHINee di Omniscient Interfering View Episode 320: Kehidupan Baru dan Kebiasaan Uniknya
Onew SHINee, salah satu vokalis terbaik generasi kedua K-Pop, memberikan kejutan menarik dalam episode 320 Omniscient Interfering View. Dalam episode ini, ia membuka pintu rumahnya untuk pertama kalinya, meski ini bukan rumah permanennya, melainkan rumah singgah menuju pindahan ke rumah barunya. Rumah barunya yang sedang dipersiapkan konon lebih besar dan nyaman. Wajar saja, Onew yang sudah sukses selama bertahun-tahun rasanya memang pantas memiliki hunian yang lebih representatif. Tapi siapa sangka, rumah sementara yang ia tinggali cukup sederhana, bahkan terletak sedikit di area basement.
Kebiasaan Unik Onew di Rumah
Salah satu kebiasaan Onew yang mencuri perhatian adalah bagaimana ia memulai hari. Setelah bangun tidur, Onew langsung menyalakan Genie, perangkat AI yang mempermudah aktivitas sehari-harinya. Dengan hanya mengatakan, “Genie, saluran 35,” televisinya langsung menyala. Teknologi ini pengganti remote TV. Namun, bukan hanya teknologi yang menarik perhatian, melainkan kebiasaan unik lainnya.
Onew selalu bangun dari tempat tidur dan langsung membereskan kasurnya. Ia bahkan memilih jongkok di lantai daripada kembali ke ranjang karena tidak ingin ranjangnya terkena debu. Kebiasaan ini menunjukkan sisi perfeksionisnya dalam menjaga kebersihan. Seperti biasa, Onew juga memulai harinya dengan secangkir kopi, kebiasaan sederhana yang menambah kedamaian di pagi hari.
Namun, ada fakta menarik lainnya: Onew lebih suka membiarkan lampu mati di rumahnya. Alasannya cukup relatable bagi para idol yang sering berhadapan dengan lampu sorot di atas panggung. Ia merasa lebih nyaman dengan pencahayaan alami atau redup, mungkin sebagai bentuk detoksifikasi dari rutinitas kerjanya yang penuh cahaya.
Perfeksionis Kebersihan tapi Berantakan
Meski dikenal perfeksionis dalam urusan kebersihan, Onew punya sisi berlawanan yang menarik. Ia sangat sensitif terhadap debu dan rambut, hingga tidak bisa diam jika melihatnya. Dalam episode ini, ia terlihat menggunakan roll pembersih debu dengan penuh ketelitian. Namun, di sisi lain, penataan barang-barangnya justru cenderung berantakan. Barang-barang di rumahnya tampak tidak memiliki tempat tetap, meski dari segi kebersihan semuanya tetap terjaga. Ini membuktikan bahwa bahkan seorang idol pun bisa memiliki kebiasaan unik yang bertolak belakang.
Pindah Agensi dan Persahabatan yang Kuat
Episode ini juga mengungkap cerita besar lainnya dalam hidup Onew: perpindahannya dari SM Entertainment ke agensi baru. Ternyata, agensi ini didirikan oleh sahabat lamanya, Jang Moon Sung, yang sudah ia kenal sejak masa pelatihan di akademi SM. Langkah ini menjadi keputusan besar bagi Onew, yang menunjukkan betapa ia menghargai hubungan personal dan rasa kepercayaan.
Selain itu, manajer Onew sekarang dulunya adalah manajer Zico. Jang Moon Sung juga ingin berkembang karirnya makanya ia mendirikan agensi bareng Onew Shinee. Di kantor barunya, ia dan onew makan malam di rooftop gedung sembari curhat masing-masing. Meski tidak dijelaskan secara detail sepertinya mereka saling membantu kala kesulitan
01 December 2024
Pengalaman Seru Ikut Beauty Class Viva: Worth It Banget!
Tanggal 30 November 2024, aku akhirnya ikutan beauty class Viva. Sebenarnya, alasan utamanya karena tergiur dengan produk gratisan yang ditawarkan. Bayangkan, hanya dengan bayar Rp50.000, benefitnya gede banget! Tapi ya gitu, karena aku tinggal di luar Surabaya, harus keluar ongkos Rp300.000 untuk perjalanan. Sebelum acara dimulai, peserta juga dapat lunch box, lengkap dengan tinwall dan sebotol Le Minerale. Kalau dihitung, nilainya pasti di atas Rp20.000. Itu baru lunch box, belum lagi make up dan skincare gratisnya!
Insight Baru di Dunia Make Up
Ini adalah beauty class pertama yang aku ikuti, dan banyak banget insight baru soal make up. Salah satunya, untuk area blush on, ternyata sebaiknya jangan melebihi tulang pipi supaya wajah nggak kelihatan turun. Terus, cara gambar alis juga penting. Ujung alis harus sejajar dengan arah telinga. Kalau alis terlalu rendah, wajah terkesan tegas, sedangkan kalau sejajar, hasilnya lebih soft.
Untuk eyeshadow, cukup diaplikasikan setengah kelopak mata aja. Tapi aku jujur, agak struggling di bagian ini. Maklum, aku nggak biasa make up. Jadi, lama-lama malah bengong dan lebih fokus ngamatin orang lain. Mungkin karena niat awalnya cuma pengen produk gratisan dan voucher, jadi aku kurang totalitas ikut tutorial make up-nya.
Produk Gratisan Viva: Worth Every Penny
Satu hal yang bikin acara ini worth it adalah semua make up dan skincare sudah disediakan Viva, jadi peserta nggak perlu repot bawa sendiri. Bahkan, goodie bag-nya juga lumayan banget! Aku dapat blush on Viva Queen, yang kalau beli harganya di atas Rp50 ribu, dan juga palette eyeshadow. Selain itu, ada produk baru micellar water Viva dengan 4 varian: kuning (klasik), pink (kolagen), hijau (jerawat), dan biru (sensitif). Kebetulan banget, aku dapat varian pink yang memang aku incar.
Belum lagi, ada voucher diskon Rp25.000 untuk pembelian produk Viva online, voucher Red-A, potongan treatment di Viva Center, dan potongan Rp10.000 untuk belanja di booth Viva on the spot. Kalau dihitung-hitung, total benefitnya kurang lebih Rp300.000—benar-benar sebanding dengan effort datang ke acara ini.
Jason Ho, MUA yang Bikin Kelas Ini Lebih Menarik
Beauty class ini dipandu oleh Jason Ho, seorang make up artist yang detail banget dalam menjelaskan teknik make up. Sayangnya, aku sudah kehilangan mood sebelum acara dimulai. Tapi buat yang benar-benar tertarik dengan dunia make up, ini pengalaman yang wajib dicoba.
Kalau aku tinggal di Surabaya, mungkin aku bakal datang lagi ke event berikutnya. Selain nambah wawasan, benefitnya juga nggak main-main: mulai dari produk gratis, ilmu make up, sampai voucher belanja. Jadi, buat kalian yang pengen pengalaman baru di dunia make up, jangan ragu ikutan beauty class seperti ini
Subscribe to:
Posts (Atom)