Bongkar Isi Kulkas Winter aespa: Dari Banchan ke Wine

Mengintip Isi Kulkas Winter aespa di ‘Please Take Care of My Refrigerator’: Dari Selera Nenek-Nenek hingga Koleksi Minuman!


Siapa yang tidak kenal dengan Winter aespa? Member girl group papan atas asuhan SM Entertainment ini selalu berhasil mencuri perhatian berkat visualnya yang memukau, vokal yang stabil, dan kepribadiannya yang manis sekaligus humoris. Namun, pernahkah kalian penasaran bagaimana sebenarnya pola makan dan isi kulkas dari seorang idola K-Pop sekelas Winter di kehidupan sehari-hari?
Dalam salah satu episode Variety show kuliner populer Please Take Care of My Refrigerator (Chef & My Fridge) eps 78, Winter (yang hadir bersama rekan satu grupnya, Karina) secara terbuka memperlihatkan isi kulkas pribadinya kepada publik dan para chef ternama. Banyak momen unik, pengakuan jujur, hingga isi kulkas tak terduga yang sukses membuat penonton dan para pembawa acara terpingkal-pingkal!

Yuk, kita bedah rangkuman fakta menarik dan keseruan Winter aespa saat membongkar isi kulkasnya di artikel ini!

1. Bakat Unik yang Mengejutkan di Meja Makan

Acara dibuka dengan berbagai obrolan ringan dan interaksi hangat. Di awal segmen, Winter sempat memamerkan fleksibilitas tangannya bisa 360° dengan trik tangan yang tak biasa di atas meja. Sambil tersenyum manis, ia membalikkan pergelangan tangannya ke posisi yang tak lazim hingga membuat semua orang di studio berseru kagum sekaligus heran. Trik kecil ini langsung memecah suasana dan memperlihatkan sisi ceria serta menggemaskan dari pelantun lagu Supernova tersebut.

2. Pengakuan Mengejutkan: Gagal Audisi 3 Kali Sebelum Debut

Di balik popularitas global dan kariernya yang gemilang bersama aespa saat ini, perjalanan Winter tidaklah mulus begitu saja. Di acara ini, Winter membuat pengakuan jujur yang cukup mengejutkan penonton: ia pernah gagal dalam audisi sebanyak tiga kali sebelum akhirnya berhasil meraih mimpinya menjadi idola K-Pop.
Cerita kegigihan Winter ini menjadi inspirasi tersendiri bagi para penggemar (MY). Hal ini membuktikan bahwa bakat luar biasa dan kesuksesan yang ia miliki sekarang adalah buah dari kerja keras serta pantang menyerah dalam menghadapi kegagalan di masa lalu.

3. Kiriman Cinta dari Ibu: Stok Lauk Rumahan (Banchan) Melimpah

Saat kulkas Winter resmi dibuka oleh pembawa acara, pemandangan pertama yang terlihat adalah deretan wadah makanan kedap udara yang tersusun rapi. Sebagian besar isi kulkasnya didominasi oleh aneka banchan (lauk-pauk khas Korea) yang dibuat dan dikirimkan langsung oleh sang ibunda dari kampung halaman.
Winter menjelaskan dengan penuh rasa bangga bahwa ibunya selalu rutin memasakkan aneka lauk tradisional agar dirinya tetap bisa makan enak dan sehat di tengah padatnya jadwal promosi. Mulai dari tumisan sayur, olahan daun perilla (kkaennip), hingga lauk kering rumahan tersedia lengkap di dalam kulkasnya.

4. Debat Saus Sundae: Warga Asli Yangsan/ Busan vs Standar Seoul

Salah satu momen paling kocak dan kultural dalam episode ini adalah saat ditemukannya toples berisi saus makjang (saus racikan khas dari ssamjang, bawang putih, dan cabai).
Sebagai seseorang yang berasal dari Provinsi Gyeongsang (Yangsan), Winter menegaskan bahwa saus Makjang adalah pendamping wajib saat menyantap sundae (sosis darah khas Korea).
"Di Seoul, aku hanya mendapat garam saat membeli sundae. Padahal sundae jauh lebih nikmat dimakan dengan makjang dan cabai!" keluh Winter dengan ekspresi cemberut yang lucu.
​Perbedaan ini membuka wawasan kuliner yang menarik mengenai polarisasi saus pendamping sundae di Korea Selatan:
  • ​Kawasan Seoul / Gyeonggi: Mayoritas hanya menyajikan garam berbumbu cabai bubuk (gochugaru).
  • ​Provinsi Gyeongsang (Busan, Yangsan, Daegu): Wajib menggunakan makjang yang gurih dan sedikit pedas.
  • ​Provinsi Jeolla: Menggunakan pasta cabai fermentasi (chogochujang).
  • ​Pulau Jeju: Umumnya disajikan dengan kecap asin (ganjang).
​Kekukuhan Winter untuk tetap menyimpan makjang di kulkasnya di Seoul memperlihatkan betapa kuatnya lidah seseorang terikat pada cita rasa tanah kelahirannya, tak peduli seberapa jauh ia telah melangkah.
Perbedaan budaya kuliner daerah asal (Gyeongsang-do) dengan kebiasaan di ibu kota Seoul ini sukses mengundang tawa para chef dan MC yang turut memvalidasi kecintaan orang daerah terhadap saus cocolan khas mereka.

5. Julukan "Selera Nenek-Nenek" (Halmae Taste)

Tak hanya dipenuhi lauk tradisional, isi kulkas Winter juga memicu tawa karena banyaknya makanan berprofil tradisional kuno. Para MC bahkan menggoda Winter dan menjulukinya memiliki "selera nenek-nenek" (Halmae-Immat).
Fakta ini terbukti dari camilan dan makanan favorit yang ia simpan:
  • Nurungji (Kerak Nasi Kering): Makanan tradisional yang renyah dan gurih.
  • Tumisan Ikan Teri Kering (Myeolchi-bokkeum): Lauk kaya kalsium favorit para tetua.
  • Olahan Daun Perilla & Sayuran Fermentasi: Makanan pendamping nasi yang sangat tradisional.
Di Korea Selatan sendiri, kecintaan anak muda terhadap makanan tradisional seperti ini bukan hal aneh, melainkan bagian dari tren gaya hidup yang disebut "Halmaennial" (gabungan kata halmeoni [nenek] dan millennial/Gen Z). Generasi muda mulai beralih ke makanan fermentasi, camilan gandum utuh, dan cita rasa tradisional yang dinilai lebih sehat, menenangkan (comfort food), serta minim proses kimiawi dibanding makanan cepat saji.
Winter pun dengan santai mengakui julukan tersebut sambil tertawa, membuktikan bahwa dirinya memang pecinta cita rasa otentik dan tradisional Korea dibanding makanan modern yang serba instan.

6. Suka Mala Xiang Guo dan Butuh Camilan Pengganjal

Kendati menyukai makanan klasik, lidah Winter tetaplah seorang gadis muda. Saat ditanya masakan apa yang sedang sangat ia sukai akhir-akhir ini, Winter langsung menjawab dengan antusias: Mala Xiang Guo (tumisan pedas berbumbu mala khas Tiongkok). Rasa pedas kebas yang gurih menjadi salah satu menu comfort food andalannya saat ini.Berhubung tambahan sayur dan mie mahal kala delivery maka ia memilih membeli banyak sayur dan mie buat stok di kulkas. 
Selain itu, ia juga mengakui kebiasaannya yang suka memesan makanan antar (delivery). Namun, karena tidak sabar menunggu pesanan tiba, kulkasnya selalu dipenuhi camilan penolong seperti:
 1. Es krim vanilla cup
 2. Keripik kentang (Pringles)
 3. Kue beras (Tteok) manis dan tradisional
Camilan-camilan ini menjadi "penyelamat" rasa laparnya selagi menunggu makanan utama diantar ke asrama.

7. Rak Pintu Kulkas Penuh Minuman: Dari Makgeolli hingga Wine

Pemandangan kontras terlihat di bagian rak pintu kulkas. Jika bagian dalam didominasi lauk tradisional buatan ibu, rak pintu justru dipenuhi oleh berbagai jenis minuman beralkohol yang tertata rapi.
Mulai dari Makgeolli (arak beras tradisional Korea), Bir, Soju, hingga beberapa botol Wine dan Sampanye kualitas premium tersimpan di sana. Keberadaan koleksi minuman ini menunjukkan sisi dewasa Winter yang menikmati waktu santai setelah lelah bekerja seharian di atas panggung. Diakuinya ga kuat minum tapi suka. Jadi dia minum buat teman makan saja kala senggang. 

Kesimpulan

Penampilan Winter aespa di Please Take Care of My Refrigerator membuktikan pesonanya yang membumi, natural, dan apa adanya. Di balik penampilannya yang modis dan futuristik di atas panggung musik, Winter tetaplah sosok yang sangat mencintai masakan rumah buatan sang ibu, menyukai camilan tradisional, dan bangga akan identitas kuliner kampung halamannya.
Bagaimana menurut kalian? Apakah selera makan kalian mirip dengan Winter aespa yang suka cita rasa tradisional ini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!

Post a Comment

Imakyu. Designed by Oddthemes