Pengalaman Ikut Beauty Class Viva di Ciputra World Surabaya, Worth It?

Ikut Beauty Class Viva Cosmetics di Ciputra World Surabaya: Worth It atau Skip?


Halo semuanya! Kembali lagi di ceritaku seputar dunia kecantikan dan petualangan santai sehari-hari.
Buat kalian yang mengikuti ceritaku dari lama, mungkin tahu kalau aku punya tempat tersendiri di hati untuk produk-produk lokal legendaris, salah satunya Viva Cosmetics. Di tahun 2024 lalu, aku sempat mengikuti beauty class yang mereka adakan dan membagikan pengalamannya di tulisan sebelumnya. Nah, kemarin—tepatnya hari Sabtu, 15 Agustus 2026—aku memutuskan untuk kembali ikutan Beauty Class Viva Cosmetics bertema "Angelic Velvet Makeup" yang digelar di Oval Atrium, Ciputra World Mall Surabaya bersama MUA ternama, Hoong Beauty.

Bagaimana pengalaman beauty class kali ini dibandingkan dua tahun lalu? Apakah pengalamannya masih sepadan dengan ekspektasi dan biaya yang dikeluarkan? Yuk, simak ulasan jujurku berikut ini!

1. Harga Tiket dan Ekspektasi: Naik Hampir 2 Kali Lipat

Hal pertama yang langsung terasa bedanya adalah harga tiket masuk (HTM). Di tahun 2024 lalu, biayanya jauh lebih terjangkau. Untuk event kali ini, tiket dibanderol seharga Rp 90.000. Kenaikannya hampir dua kali lipat dibanding workshop sebelumnya yang pernah kuikuti di tempat yang sama.
Dengan kenaikan HTM tersebut, secara alami ekspektasiku terhadap fasilitas dan benefit yang didapat ikut meningkat. Di dalam poster acara disebutkan fasilitas yang didapatkan meliputi:
 * Peralatan make up yang disediakan di tempat
 * Goodie bag produk Viva Cosmetics senilai Rp 200.000++
 * Voucher shopping & voucher treatment Viva Beauty Center
 * Snack & drink
Namun, dari segi konsumsi, jika di tahun 2024 peserta masih mendapatkan paket lunch box yang cukup mengenyangkan, kali ini hanya disediakan satu kotak snack ringan beserta air mineral botol. Untuk peserta yang datang dari luar kota atau menempuh perjalanan jauh dengan transportasi umum, perubahan fasilitas ini tentu terasa cukup kontras.

2. Atmosfer Acara dan Teknis Pembelajaran di Lokasi
Acara berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB di Oval Atrium Ciputra World Surabaya. Suasana atrium cukup ramai dan tertata estetik dengan karena termasuk rangkaian acara agustusan di mall.


Ritme Kelas: Cepat dan Sat-Set

MUA yang mengisi kelas kali ini adalah Hoong Beauty. Gaya riasan yang dibawakan sangat modern, simpel, dan benar-benar mengikuti tren flawless/velvet look masa kini. Penjelasannya to-the-point dan praktis.
Namun, ritme praktiknya terasa berjalan sangat cepat (sat-set). Sebagian besar peserta terlihat sudah cukup mahir menggunakan kuas dan membaurkan produk, sehingga instruksi berpindah dari satu langkah ke langkah berikutnya berlangsung tanpa banyak jeda. Bagi yang masih tergolong pemula dalam urusan dandan, ritme seperti ini mungkin terasa sedikit terburu-buru. Tapi memang hoong beauty memang pakai produk Viva, pernah viral pas make up mami ipel. Gak heran diundang untuk ngisi acara ini, beliau juga paham produk viva kek memang beneran pakai produknya. 

Catatan Teknis: Ketiadaan Layar Live Zoom-In

Salah satu poin evaluasi yang paling kurasakan adalah soal visual panggung. Sewaktu acara tahun 2024 bersama Jason Ho di lokasi yang sama, panitia menyediakan kamera close-up yang dihubungkan langsung ke layar monitor besar. Hal itu memudahkan peserta di baris tengah maupun belakang untuk melihat detail sudut kuas, teknik memegang brush, hingga ketebalan arsiran.
Sayangnya, pada kelas kali ini tidak ada proyeksi zoom-in detail di layar utama. Akibatnya, peserta yang duduk agak jauh kesulitan mengamati teknik sapuan kuas secara presisi, padahal detail teknis itulah esensi utama dari mengikuti kelas tatap muka.

Profil Peserta

Satu hal lain yang cukup mencolok adalah komposisi peserta. Di meja registrasi, alur absensi tampak dibedakan antara peserta umum dan content creator. Saat kelas berlangsung, suasana terasa didominasi oleh para kreator konten kecantikan yang memang sudah terbiasa di depan kamera dan lincah memoles wajah. Berbeda dengan tahun 2024 di mana pesertanya sangat majemuk dari kalangan umum, kali ini suasana komunitasnya terasa sedikit lebih berjarak bagi pengunjung yang datang sendirian. 

3. Unboxing Goodie Bag Viva: Apakah Sesuai Klaim?

Bicara soal goodie bag, isinya memang sesuai dengan daftar klaim yang dijanjikan di poster promosi. Di dalam tas bingkisan, aku mendapatkan beberapa produk dan voucher menarik:
 1. Viva Queen Makeup Kit (Passion): Palet riasan eksklusif dalam kemasan hitam elegan yang memuat variasi 6 warna eyeshadow, 2 blush on, 4 lipstik dan bedak padat yang pilihan passion
 2. Viva Queen Eye Brow Pencil & Rautan: Pensil alis legendaris warna cokelat natural lengkap dengan rautan bawaannya.
 3. Viva Queen Perfecting Eyeliner / Mascara: Maskara hitam dengan klaim waterproof dan instant volume.
 4. Viva Milk Cleanser & Face Tonic Green Tea (New Look): Paket pembersih dan penyegar wajah varian teh hijau yang cocok untuk kulit berjerawat atau berminyak.
 5. Voucher Viva Beauty Center: Voucher diskon perawatan/facial di klinik kecantikan resmi Viva.
6. Vocher belanja 20 ribu produk Viva: aku pakai untuk beli scalp serum lumayan banget, harga scalp serum 30an ribu jadi Rp. 9.700,- 
Secara nominal produk fisik, isi goodie bag ini memang bernilai dan bermanfaat untuk melengkapi koleksi meja rias di rumah.

4. Evaluasi Hasil Belajar: Ada Progres Nyata!

Kendati ada beberapa catatan seputar teknis acara, bukan berarti tidak ada ilmu baru yang dibawa pulang. Justru di kelas kemarin aku mencatat satu pencapaian besar dalam perjalanan belajar riasku, aku akhirnya bisa memasang bulu mata palsu sendiri!

Sebelumnya, memasang bulu mata selalu jadi momok yang paling bikin gemas dan sering gagal menempel rapi. Tapi kemarin, dengan bimbingan dan trik praktis di tempat, bulu mata bisa terpasang presisi dan langsung memberi efek perubahan pada tampilan mata.
Meski begitu, untuk urusan membingkai alis simetris, menarik garis eyeliner tipis, dan membaurkan blush on agar gradasinya pas di tulang pipi, aku akui masih butuh banyak jam terbang dan latihan di depan cermin.

5. Kesimpulan & Final Verdict: Bakal Ikutan Lagi Nggak?

Jika ditanya: "Apakah bakal ikut beauty class serupa lagi ke depannya?"
Jawabanku untuk saat ini: sepertinya tidak dulu.
Ada beberapa pertimbangan pribadi di balik keputusan ini:
 Faktor Biaya Total: Kenaikan harga tiket menjadi Rp 90.000 yang ditambah dengan biaya transportasi/ongkos perjalanan dari luar area membuat pengeluaran keseluruhan terasa kurang efisien.
 Perbandingan Fasilitas: Dibandingkan tahun 2024, fasilitas pendukung visual (layar detail teknik kuas) dan konsumsi terasa mengalami penurunan.
 Kenyamanan Belajar: Bagi yang lebih menyukai pembelajaran bertahap dan santai, kelas berskala besar dengan tempo cepat serta ketiadaan layar monitor detail kurang memberikan ruang untuk menyerap teknik secara mendalam.

Secara keseluruhan, acara ini tetap merupakan pengalaman yang berharga ga rugi amat karena apa yang keluarkan senilai. Tapi engga lagi. 

Posting Komentar

Imakyu. Designed by Oddthemes