09 Januari 2021


Ini genre horor, biasanya film Thailand kalau genre horor ga seremin ga pake ghostjump yang suka kagetin hantu. Ciri khas Thailand kalau genre horor pasti arwahnya minta keadilan seperti hantu anak lelaki yang dipanggil senior kepada siswa perempuan Mon. Alur ceritanya sweet dan khas anak remaja yang memang cocok ama culture kita. 

Tapi aku perhatiin seragam sekolah di Thailand sama ya kek di Indonesia atasan putih bawahan biru, atau krem pokoknya mesti atasan putih. Kan di Indonesia seragam atasan putih bawahannya sesuai jenjang sekolah. Sepertinya culture seragam ASEAN mirip- mirip deh. Beda banget busana seragam Asia timur yang rok mini yang lucu, classy dan fashionable. Kalau asia tenggara simple dan sederhana jadi gak ada strata sosial dari jelek bagus antar sekolah hanya sebagai pembeda dari bed seragam. 

Buat kalian yang mau killing time liburan tahun barunan sepertinya film Run Phee cocok dan ringan jalan ceritanya. 


Cerita ini bercerita seorang putri yang berprofesi pengacara menolong ibunya yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Lihat premisnya tidak sesederhana itu ternyata ada banyak konspirasi, dendam, politik serta drama penuh haru. Aku aja brebes mili nonton ini karena ada dramanya. 
Bagi kalian penikmat cerita Crime pasti menyukainya. Ending yang tak pernah diduga. Sesuai dengan judulnya ternyata ini kepolosan ibu dan keluguan anaknya. 

31 Desember 2020




Cerita ini mirip Tunnel dan Signal, yang mana menghubungkan orang masa lalu hanya saja media yang digunakan handphone yang hilang dan jarak dengan orang yang masa lalu berjarak satu bulan. Ternyata Shin Sung Rok dan Lee Se Yeong pernah main Trot Lovers eh sekarang reuni lagi.Tapi Shin Sung Rok sebelum menerima Kairos, menolak drama Penthouse alasannya jadwal bentrok dengan awalnya bergabung variety Master in The House dan bersamaan projek drama musikalnya. Eh jadwal penayangannya bersaing dengan slot senin selasa Penthouse. Memang sih cerita Penthouse ala ala A world of married of couple. Tapi aku suka Kairos karena penikmat drama Thriller. Namun karena kalah rating, sepertinya Shin Sung Rok menyesal. Dikutip dari wowkeren 

Shin Sung Rok berkata, "Itu akan menjadi kebohongan untuk mengatakan bahwa aku tidak kecewa dengan rating. Tapi seperti yang kalian ketahui, drama kami bukanlah jenis pertunjukan yang bisa kalian mulai di tengah dan memahami apa yang sedang terjadi."

"Drama ini memiliki plot kompleks yang memicu pertanyaan tentang apa yang terjadi bahkan bagi orang-orang yang menonton setiap episode. Namun jika kita tidak melakukan itu, maka jalan ceritanya tidak akan lengkap. Jadi kami memilih untuk memiliki alur cerita yang kompleks," ungkap Shin Sung Rok.

"Alih-alih sesuatu yang mudah ditonton, kami ingin memiliki cerita yang bisa diselesaikan oleh penonton bersama dengan karakternya. Itulah mengapa sulit bagi pemirsa untuk naik lebih tinggi setelah dimulai. Rating seperti rapor, jadi ada sedikit kekecewaan, tapi aku juga puas menerima pujian dari banyak pihak," tambah Shin Sung Rok.


Tapi di korea, rating rendah dalam streaming di luar negeri termasuk tinggi lho. Berbanding terbalik dengan penthouse. Kata forum penikmat drama korea kurang suka penthouse karena ceritanya kek sinetron kan yang nonton ahjuma- ahjumma di rumah. Kalau kalangan muda kek kita sukannya nonton di platform digital.

Sinopsis ceritanya mengenai Kim Seo Jin (Shin Sung Rok), direktur termuda di perusahaan Kontruksi Property. Hidupnya mulai kacau usai putri semata wayangnya Kim Da Bin diculik dalam acara konser biola istrinya.

Saat berjuang untuk mencari putrinya tersebut, Kim Seo Jin kemudian berkenalan dengan Han Ae Ri (Lee Se Young) melalui sambungan telepon. Kemudian ia menyadari kalau Han Ae Ri hidup di masa satu bulan sebelumnya.
Sama seperti Kim Seo Jin, Han Ae Ri juga kehilangan ibunya dan pelaku berkaitan dengan penculik Kim Da Bin. Keduanya kemudian bekerja sama untuk menemukan orang-orang yang mereka cintai tersebut.
Kim Seo Jin dan Han Ae Ri hanya bisa melakukan komunikasi selama satu menit via telepon di pukul 10.33 malam saja. Hanya dalam durasi satu menit, mereka gunakan untuk saling berbagi informasi terkait kasus penculikan tersebut.

Bagi kalian penikmat thriller seperti aku, ceritanya menegangkan sama seperti perkataan Shin Sung Rok bahwa drama ini memiliki alur cerita yang kompleks dan kudu nonton sedari awal agar paham. plot twits gak ketebaklah.


26 Desember 2020


Jaksa Eun Sol kaget ternyata dr Baek sibuk memelihara belatung. Meledeknya kesepian. dr Baek menjawab kamu bisa menebak usia anjing jika melihatnya bagaimana dengan belatung. ( Sepertinya melakukan eksperimen berapa hari usia belatung di mayat wanita Mirae ). Sebagian sample diberikan kepada Stellar Hwang tuk diteliti. 
Di panti Jompo, kurir Seok Do Won melihat berita kasus Mirae dengan wajah penuh arti. Tanpa disadari penyidik Kang memerhatikannya dari belakang dan jaksa Eun Sol heran pada penyidik Kang tumben semangat bekerja di luar ruangan dan menanyakan apakah mungkin Seok Do Won berhenti padahal sangat terobsesi pada korban. Penyidik Kang melaporkan bahwa alibi Seok Do Won dan Joon Tae kuat pada tanggal 27

Pengacara detektif Cha menyuruhnya tuk mengakui dan meminta keringanan hukuman dengan dalih pernah depresi atau gejala panik. Namun ia menolaknya karena bersikeras bukan dia kenapa dia tidak membelanya. Pengacara tsb mengatakan bukti semua mengarah padamu, jika aku membela mereka ( penjahat ) sudah pasti jadi istrinya bukan pengacaranya.

Sembari jaksa Kang sedang membuat laporan kasusnya tuk besok. Berbeda di ruangan Jaksa Eun Sol, semua harap- harap cemas bahkan Penyidik Kang mencecar jaksa Eun Sol tuk jangan diam saja karena semua mengincar detektif Cha dan mengatakan tak mungkin dia berbuat demikian. 

Malam hari di BFN, stellar Hwang diomeli dr. Baek karena lengan tangannya bersandar pada jendela bisa bisa jika terjadi kecelakaan bakal tangannya bisa robek. Lagi, kakinya jangan menyanggah di depan laci mobil karena kakimu bisa patah dan juga punggungmu. Lagi- lagi jangan menyilangkan kaki karena pahanya bisa hancur. Stellar ngedumel bagaimana Jung Soo bisa tahan di samping dr Baek.

Jaksa Eun Sol pergi ke ruangan jaksa Kang. Mereka berdua berdebat mengenai detektif Cha. Eun Sol bersikeras bukan detektif Cha pelakunya tapi bagi jaksa Kang bukti berbicara. Sebagai jaksa menilai berdasarkan bukti bukan intuisi menilai orang. 

dr Baek menemui Jaksa Kang sembari menunjukkan belatung. Jaksa Kang tidak paham maksudnya apa. dr Baek menjelaskan bahwa belatung pada mayat korban tidak mungkin sebesar ini jika bukan kematiannya jauh hari sebelumnya. Tapi jaksa Kang lebih percaya bukti konkret yang ada ketimbang belatung. Mayat dan bukti bisa direkayasa tapi belatung tidak. Flashback dimana jaksa Kang interogasi dr Baek kala itu diduga tersangka kecelakaan yang menewaskan kakak perempuannya. Jaksa Eun Sol dihampiri Cheon Mi Ho bahwa ada keributan antara dr Baek dan Jaksa Kang. 

Stellar Hwang menjelaskan bahwa belatung yang ada di mayat Mirae 50 jam sebelum ditemukan. Jadi bisa jadi detektif Cha bukan pembunuhnya. karena waktu kematiannya bukan tanggal 27 melainkan tanggal 25

Kemudian mereka berdua jaksa Kang dan Eun Sol melaporkan tentang belatung bahwa pembunuhnya bukan detektif Cha karena waktu kematian tanggal 25 Mei bukan 27 . Ada yang menjebak detektif Cha, ada pembunuh lain. Jaksa No berujar diberi kasus besar malah penyelidikannya kek belatung ( nyindir kali ya ). Maka dibatalkan besok pengarahannya.

Di ruangan kepala Park, dr Baek diminta jadi direktur tapi dia tak mau. Tapi jika jadi direktur punya kuasa ke kejaksaan daripada membuat keributan tadi sambil membawa belatung. Asisten Jung Soo menguping namun kepala Ma memergokinya menanyakan kenapa menguping. 

Tim jaksa Kang dan Eun Sol berdiskusi bahwa siapa pelaku pembunuhan. Seok Do Won tidak punya alibi tanggal 25 dan terkecoh dengan panggilan palsu yang memberatkan detektif Cha. Kepala Ma pada akhirnya pers konferensi perihal belatung yang bisa menyelamatkan detektif polisi tidak bersalah, sebelumnya berhasil meyakinkan direktur Park untuk melakukan demikian meski dr Baek tidak menyukainya. Melihat konferensi kepala Ma, tim dr Baek tidak suka karena merekalah yang susah payah kenapa dia yang tampil. Memangnya dengan terkenal mampu naik jabatan.

Kepala Jaksa No datang ke rapat jaksa sambil menyalakan berita konferensi BFN. Gegara itu dia dipanggil pribadi oleh bos yang mau pensiun 6 bulan lagi. Diminta selesaikan kasus itu 24 jam karena waktu dipertarungkan mengingat pembunuh bisa saja kabur. Penyidik Kang makin kesal dengan sikap BFN. Jaksa Kang menyuruh tim Eun Sol mengenai alibi Seok Do Won dan timnya menyelidiki panggilan palsu.

Saat meneliti panggilan palsu terdapat latar belakang suara tangki mobil penyiram air. Bergegas ke lokasi ketika mendapatkan dasboard kamera ternyata tidak terlihat. Jaksa Kang dapat telpon bahwa Seok Do Won pergi ke apartemen Mirae. Ternyata ambil kamera tersembunyi saat hendak kabur ditangkap oleh detektif polisi.

Di ruang interogasi, Seok Do Won membantah membunuhnya dia hanya menaruh kamera dasboard gegara riwayat penguntit jadi tidak boleh mendekat. Soal kamera, jaksa Eun Sol menanyakan kapan dia menaru kamera, ia menjawab sudah dua minggu. Langsung deh melihat jejak rekamnya tanggal 25 Mei ternyata Joon Tae terlihat melakukan kekerasan di lorong lalu menyeretnya dan dia keluar ruangan. 

Seketika menggrebek kediamannya ternyata sudah kabur. Ditemukan bahwa ada tiket pesawat ke pilipina. Jaksa Kang mencoba tunggu dulu bisa saja dia mengelabui karena sebelumnya kita terkecoh. Jadi sebaiknya meminta bantuan tuk di bandara. Jaksa Eun Sol merasa ada yang tidak beres perihal figura lalu meminta kembali ke kediaman Joon Tae, ternyata dipasang terbalik lalu ada amplop coklat yang berisi artikel detektif Cha dan foto pelabuhan. Jaksa eun Sol menelpon bahwa Joon Tae bisa saja kabur via kapal karena ditemukan foto pelabuhan.
Saat tiba di lokasi, tanpa disadari JoonTae yang memakai masker melewati Jaksa Eun Sol. 

Imakyu. Designed by Oddthemes