15 Januari 2022
Park Chan Ho seorang pelempar bisbol orang Korea pertama tergabung MLB. Bisa dibilang legenda pemain bisbol Korsel.
Ternyata ortu Park Chan Ho memiliki perkebunan chesnut. Ortunya bekerja keras untuk membiayai anak- anaknya. Bahkan dirinya sering membantu sampai dibagikan ke orang- orang sekitar.
Sekarang Park Chan Ho pensiun. Kesibukannya sebagai anggota komite humas Internasional. Mungkin karena karir dia luar negeri. Ia juga tim penasihat tim liga utama San Padiago Padres.
Kata kakaknya, Park Chan Ho gigih dan benci kalah.
Park Chan Ho mengatakan dirinya tuh belajar taekwondo saat main bisbol. Tapi yang bisa cuma teknik tendang samping ganda. Semua pada tertawa. Ditunjukin video Park Chan Ho saat bertengkar di lapangan.
Hal yang dilakukan ibunya Park Chan Ho menanam pohon ginko saat dirinya berangkat ke Amerika. Pohon Ginko memiliki akar kuat menancap ke dalam dan tidak mati berharap putranya betah di Amerika.
Park Chan Ho senang dengan ide ibunya bahkan putrinya tinggal Amerika kelak putri- putrinya tidak lupa dimana ia berasal.
Ternyata sifat cerewet Park Chan Ho menurun dari ayahnya. Lucu sih ketika ada ayahnya, Park Chan Ho kalah hype dan power.
Ayahnya puitis banget dan selalu mesra pada istrinya. Istrinya pemalu buat nanggepin balasan puisinya. Tak hanya pada istrinya, putranya saat pergi ke Amerika juga dikirimi puisi. Park Chan Ho juga mengirim puisi sama seperti ibunya, istrinya juga tak membalasnya.
Park Chan Ho juga memperkenalkan keponakannya Park Sung Ho yang mengikuti jejak pamannya. Di tempat almamater sekolah SMA ia berjumpa teman seperjuangan yang merekomendasikan Park Chan Ho ikut bisbol, sekarang beliau menjadi kepala manajer. Meski begitu Park Chan Ho memberikan dukungan kepada juniornya. Tak lupa bermain dan memberilan latihan. Menghibur sih scene saat main bola air karena kek balas dendam ke Park Chan Ho
Malamnya, Park Chan Ho bernostalgia melakukan latihan malam ketika menuju arah pulang rumahnya. Dengan menarik ban, mungkin itu semacam weight training buat tubuhnya kuat dan menaruh tongkat bisbol di belakang kepala sembari berjongkok menaiki bukit. Memang jalan tsb ada gambar Park Chan Ho lengkap dengan seragam dan tongkat bisbol. Ternyata ada juga jalan dari namanya sangseonchanho-gil. Wah begitu bersejarahnya karena area itu tempat masa kecil tinggal.
Kemudian mereka menuruni tangga menuju rumah Park Chan Ho yang mana nampak patung kerbau besar lagi menunduk. Artinya Park Chan Ho lahir di tahun kerbau dan sebelum bertanding membungkuk terlebih dahulu.
Di rumah lamanya sekarang jadi tempat museumnya. Banyak peninggalan Park Chan Ho dari semasa kecil hingga sekarang. Pokoknya yang berkaitan prestasinya di dunia bisbol. Salah satunya buku diary.
Kemudian pergi ke rumahnya atau nyewa villa. Aku ga tahu ya. Soalnya kan istri dan putrinya di Amerika. Park Chan Ho juga tidak tinggal lama di Gongju.
Oh iya, Park Chan Ho juga menelpon yang tak lain rekan sesama atlet di Gongju, Park Se Ri. Atlet golf. Ia iri pada Park Se Ri karena kemampuan bahasa Inggrisnya. Park Se Ri sepertinya dekat dengan Park Chan Ho soalnya membahas pohon dan akar gitu. Istilah mereka berdua.
Lucunya saat penentuan siapa yang menemani tidur Park Chan Ho sebelum tidur, Lee Sang Yoon keluh kesah bahwa dirinya banyak bicara karena menyukai kalian semua. Eh Park Chan Ho membawa peralatan alat jahit bola bisbol. Ternyata bola bisbol buatan tangan tidak ada mesin karena jahitannya kudu teliti. Park Chan Ho saja bisa membuatnya. Nah yang terburuk dipilih untuk menemani Park Chan Ho yang tak lain Lee Sang Yoon. Lee Sang Yoon kaget bingung meski enggan tapi tak bisa berbuat banyak. Pantesan saja Lee Sang Yoon punya firasat bakal dipilih sampai keluh kesah padahal Park Chan Ho belum bawa alat jahit bisbol.
Lee Seung Youp datang dong sebagai rekan Park Chan Ho bisa dibilang beliau jago pemukul sampai tangannya bengkok saking kerasnya berlatih. Beliau banyak prestasinya rekor home run sampai 626 kali sebanyak atlet bisbol kelas dunia. Peraih MVP terbanyak, pemain terbaik Asia sampai riuh penonton pembawa jaring kupu- kupu.
Oh iya Park Chan Ho dan Lee Seung Youp sama- sama tinggal di Amerika. Park Chan Ho sosok yang suka menolong bahkan pernah memberikan sepatu Nike saat ia menjadi modelnya pada Seung Youp. Bahkan ia bisa pergi ke Amerika bersama berkat bantuan Park Chan Ho.
Btw, mereka berdua tim duel lho. Park Chan Ho langsung memilih SeungGI dan Sechan. Sangyoon dan Seungjae tak ada pilihan lain bersama Seung Youp. Wah latihannya cukup intens ya.
Park Chan Ho dalam melatih gigih. Aku jadi baru tahu teknik melempar bola bisbol pakai 2 jari ( jari telunjuk dan jari tengah ) itupun saat melempar kudu merasakan jahitan bolanya. Istilahnya four-seam fastball.
Berbeda dengan Lee Seung Youp yang mana latihannya santai dan banyak pujian. Pokoknya sosok pelatih yang enggak keras pantas saja Sang Yoon dan Seung Jae nyaman. Sang Yoon langsung handal dalam memukul.
Tapi saat bertanding memang ya pilihan strategi Park Chan Ho tak usah diragukan pantas saja Chan Ho dikirim ke Amerika. Se Hyeong sih kecil- kecil cabe rawit. Tak hanya jago melempar tapi juga nangkap pola dari Seung Youp dia mampu👏👏👏
Meski bisbol bukan olahraga familiar di Indonesia tapi setidaknya banyak hal seru di bisbol. Hampir mirip kasti tapi versi mahal karena ada sarung tangan, bola handmade yang mahal belum seragamnya.
13 Januari 2022
Master Paik dan Fabri mengendarai mobil menuju ke Daejeon. Master Paik yang jadi sopir, mungkin karena biasa disopirin selama perjalanan jauh sempat tersesat, Fabri yang notabene melek gadget mencoba mengarahkan tapi Master Paik mencoba arah lain meski tersesat akhirnya nemu juga tempat tujuan. Pantesan saja Master Paik suka Ama Fabri secara Fabri suka muji orang berbeda dengan Sung Si Kyung bukanlah tipe orang yang suka bertutur kata manis.
Sesampai di lokasi, sudah disambut sang koki yang mana adonan membuat kalguksu secara handmade. Kalguksu memiliki cerita sedih. Sejak pasca perang Korea, Korea yang kekurangan makanan mendapat banyak bantuan terutama bahan tepung. Oleh karenanya diharapkan mampu menggantikan makanan pokok nasi menjadi tepung.
Kalguksu banyak macamnya, ada kalguksu usus, kalguksu seafood, kalguksu deonjang dsb. Kali ini mencoba original kalguksu dengan kaldu sederhana.
Fabri sempat belajar mikin mie. Wah ternyata untuk bikin adonan buat nguleni kudu ditekan- tekan pakai tenaga siku itupun adonannya 10 kg. Terus saat memotong perlu diperhatikan dalam lebar mienya. Oh iya bahan adonan hanya tepung dan air garam.
Kedua pergi ke tempat kalguksu duburuchigi dan kalguksu. Jadi duburuchigi itu masakan tahu pedas nah mie kalguksu dicampurkan ke situ. Kata Fabri pasta mie tagliatelle Italia mirip dengan kalguksu. Hanya bumbunya sedikit eksotis ( mungkin maksudnya agak medok ) bahkan di Italia ramen Jepang lebih populer ketimbang kalguksu. Ada kekecewaan dari wajah master Paik.
Kali ini di hari yang berbeda Fabri makan kalguksu bareng Matthew dan Sung Si Kyung. Sung Si Kyung ya memang orangnya peminum nyablak banget ngomong bahwa kalguksu cocok buat orang peminum bisa ngilangin pengar. Kata Matthew Polandia memang cocok kehidupan dengan Korea karena budaya makan dan di tanah agraria. Begitu juga Italia.
Btw, Kalguksu yang dimakan mereka bertiga kalguksu mugwort jadi warna hijau. Ada juga pangsit homemade.
Ternyata selesai dari rangkaian tour Kalguksu, pulang ke Italia membuat kalguksu untuk keluarga kecilnya. Bagi Fabri orang Italia buat kalguksu tidak jauh berbeda dengan membuat pasta mie. Bumbu buat kaldu tidak jauh dari Indonesia memakai tulang sapi bahkan ada seledri. Korea tak lazim pakai seledri. Kalguksu sukses bagi keluarga kecilnya karena enak dan cocok.
06 Januari 2022
Di Lobby semua pada menengok ke ruang kerja Man Ok yang mana terdengar suara kemarahan Kim Chul Hwan. 'Aku mempercayakan putraku kepadamu kenapa seperti ini'. Man Ok bilang ke Tuan Yoon bahwa tamunya sudah pergi.
Kim Chul Hwan yang tak lain ayah Min Su keluar dari Salon dan diekori oleh Jung Won untuk berpamitan. Ayah Min Su berujar ' Aku tak menyangka ini, apalagi dengan dia'. Jung Won menyuruh ayah Min Su untuk tak kuatir karena dirinya tak menyerah pada Min Su dan meminta dukungan dan cinta dari Kim Chul Hwan. Jung Won pun memberikan semangat dengan mengangkat kedua kepalan tangan ditambah ekspresi cute. Kim Chul Hwan tersenyum dengan membalas fighting pada Jung Won. Selepas kepergian Kim Chul Hwan, Jung Won malu sendiri pada sikapnya.
Dari kejauhan, Man Ok melihat interaksi Jung Won dan Ayah Min Su cemburu marah teringat pada momen kebersamaannya dengan Min Su dan pernyataan Jung Won yang memprovokasi untuk merebut Min Su.
Episode 9 Jang Man Ok
Tuan Yoon dan rekannya yang tak lain pacarnya Nona Na menanyakan keberadaan Min Su yang telah membuat suasana salon menjadi canggung. Tetiba ada pelanggan pria untuk membuat janji merias untuk pengantin. Pengennya merias di luar salon karena sang pengantin wanita tak mau dirias. Nona Na gak paham maksudnya. Jang Man Ok mendengar dari kejauhan. Penyebabnya sang wanita tidak bisa melihat jadi percuma jika dirias karena tak bisa melihat dirinya sendiri. Nona Na ingin meminta persetujuan dari atasannya Jang Man Ok. Jang Man Ok menghampiri bahwa tidak bisa.
Jung Won heran bagaimana bisa Jang Man Ok menolak secepat itu. Jung Won juga menanyakan gimana kabar Min Su. Tetiba ada telpon dari Min Su menanyakan ayahnya yang bertemu Jang Man Ok dan meminta tolong Jung Won pergi ke pabrik dimana dirinya disekap.
Jang Man Ok saat keluar dari Salon dihampiri oleh pelanggan pria tadi untuk memikirkan kembali menerima merias pengantinnya.
Jung Won pergi ke pabrik tempat ayah Min Su. Saat masuk ke gudang, betapa kagetnya Min Su terperangkap di stroller pengangkut muatan. Jung Won meski bingung mencoba menolongnya dan berhasil membatu Min Su. Min Su dan Jung Won mencoba kabur. Ayah Min Su, ternyata melihat dari CCTV meski begitu tetap membiarkannya sambil tersenyum.
Min Su kepikiran tentang Jang Man Ok makanya ingin menemuinya karena tak biasa tidak angkat telponnya. Jung Won menghentikannya bisa saja Jang Man Ok ingin sendiri. Min Su penasaran kenapa Man Ok ingin sendiri. Jung Won menceritakan bahwa ayahnya Min Su memarahi Jang Man Ok. Langsung Min Su pergi ke tempat salon tapi tutup, pergi ke cafe tempat mereka kencan tidak ada. Termenung sendirian di depan salon dimana keberadaan Jang Man Ok. Teringat pertama kali ketemu di apartemen saat dia berciuman. Langsung ke sana.
Yang membuka pintu justru mantan tunangannya. Min Su mencari ke segala tempat tidak. Menanyakan pada mantannya malah mengajak minum. Mantan tunangannya mengatakan bahwa ikatan hubungannya dengan Jang Man Ok kuat jadi tidak bakalan goyah gegara Min Su. Buktinya Man Ok menelponnya. Min Su pun segera merebut handphonenya dan menanyakan kondisi Man Ok tapi tak ada jawaban.
Jung Won di luar menunggu Min Su datang. Min Su datang dengan mata penuh air mata jatuh bersandar di bahu Jung Won.
Keesokan paginya, Jang Man Ok pergi ke tempat masa kecilnya dimana sering ke klinik dan ke salon tempat dia suka merias diri. Tetiba ada orang mengatakan bahwa orang yang bekerja salon sedang di luar. Lagipula Jang Man Ok tak perlu ke salon karena rambutnya sudah rapi dan bagus. Jang Man Ok hanya senyum getir sambil melihat kaca.
Saat meminum teh, sang Mantan datang memberikan kuas brush yang dulu dikembalikan ke Jang Man Ok. Jang Man Ok bahwa dulu dia sangat mencintainya tapi sang mantan pergi begitu saja. Alasannya dia pergi untuk bisa berkembang ( karir ) demi Man Ok. Tetap saja bagi Man Ok cinta mereka berdua telah berakhir. Jang Man Ok main piano menuangkan segala emosinya.
Sung Si Kyung memasak Sogogimuguk. Sedangkan peserta sudah mulai memanggang Oenyang bulgogi. Saat semua sibuk ngipasi, master Paik memperingatkan bahwa semua peserta lupa apa yang diajarkan saat memanggang. Ternyata Matthew ingat untuk menepuk daging agar tidak menempel. Ternyata daging matthew menempel. Ia berusaha membolak balik daging. Matthew juga posisi pertama dalam eonyang Bulgogi. Menurut Paik Jong Won semuanya enak bahkan mampu membumbui dengan baik hanya saja memanggangnya saja butuh latihan.
Sogogimuguk milik Si Kyung juga tak kalah enak malah menjadi hidangan utama. Secara di musim dingin seperti ini makan sup sangat nikmat. Lucunya tuh, selesai makan siang malah Master Paik Jong Won menanyakan makan malam. Semua kaget, karena baru selesai makan. Bagi Paik Jong Won dirinya memikirkan jika sarapan apa yang dimakan nanti siang dan malam. Semua merekomendasikan sup. Ada 5 sup kesukaan Korea, kebanyakan suara ingin gamjatang.
Dikala istirahat, Paik Jong Won rebahan dan Sung Si Kyung mengantuk kekenyangan. Setelah break, barulah memasak besar gamjatang. Wah sesi membuat gamjatang, Sung Si Kyung membuat gamjajeon. Jeon terbuat dari kentang. Kata Sung Si Kyung justru saat usia 20an ketika mahasiswa baru memakan gamjajeon. Ia sangat menyukainya sampai mau pingsan saking enaknya. Gamjajeon buatan Sung Si Kyung diakui enaknya.
Wah selama memasak, banyak sekali obrolannya. Entah soal makanan dari negara lain bahkan nostalgia dan cara memasaknya. Lucunya tuh Fabri yang sangat mengidolakan master Paik Jong Won , master Paik pun merasakannya. Bila master Paik dan Fabri ibaratnya Guru dan Murid. Berbeda hubungan master Paik dan Sung Si Kyung seperti tikus dan kucing. Saat memasak nasi goreng, bahwa adiknya ( nyindir SSK ) tidak bisa Ok punya keahlian dalam memotong cepat kimchi, hanya main gitar dan menyanyi. SSK menyadari yang dimaksud bahwa dirinya main piano. SSK ya gitu memiliki nafsu makan yang besar tak pernah berhenti makan.
Paling perhatian tuh master Paik yang mana saat Fabri ingin membuat saus gamjajeon terlalu asin, master Paik membantu dengan menambahkan air dan menyarankannya untuk memberikan gula. Aku perhatikan ya pakaian Rwanda paling modis karena ada rumbai berbulu berbeda dengan yang lainnya berprofesi model. Menurutku visual Matthew mengingatkanku Leonardo de Caprio versi muda. Moeka ini sejak awal sudah mendapat banyak sorotan ya entah karena pesonanya atau karakternya.
Langganan:
Postingan (Atom)