Park Chan Ho seorang pelempar bisbol orang Korea pertama tergabung MLB. Bisa dibilang legenda pemain bisbol Korsel.
Ternyata ortu Park Chan Ho memiliki perkebunan chesnut. Ortunya bekerja keras untuk membiayai anak- anaknya. Bahkan dirinya sering membantu sampai dibagikan ke orang- orang sekitar.
Sekarang Park Chan Ho pensiun. Kesibukannya sebagai anggota komite humas Internasional. Mungkin karena karir dia luar negeri. Ia juga tim penasihat tim liga utama San Padiago Padres.
Kata kakaknya, Park Chan Ho gigih dan benci kalah.
Park Chan Ho mengatakan dirinya tuh belajar taekwondo saat main bisbol. Tapi yang bisa cuma teknik tendang samping ganda. Semua pada tertawa. Ditunjukin video Park Chan Ho saat bertengkar di lapangan.
Hal yang dilakukan ibunya Park Chan Ho menanam pohon ginko saat dirinya berangkat ke Amerika. Pohon Ginko memiliki akar kuat menancap ke dalam dan tidak mati berharap putranya betah di Amerika.
Park Chan Ho senang dengan ide ibunya bahkan putrinya tinggal Amerika kelak putri- putrinya tidak lupa dimana ia berasal.
Ternyata sifat cerewet Park Chan Ho menurun dari ayahnya. Lucu sih ketika ada ayahnya, Park Chan Ho kalah hype dan power.
Ayahnya puitis banget dan selalu mesra pada istrinya. Istrinya pemalu buat nanggepin balasan puisinya. Tak hanya pada istrinya, putranya saat pergi ke Amerika juga dikirimi puisi. Park Chan Ho juga mengirim puisi sama seperti ibunya, istrinya juga tak membalasnya.
Park Chan Ho juga memperkenalkan keponakannya Park Sung Ho yang mengikuti jejak pamannya. Di tempat almamater sekolah SMA ia berjumpa teman seperjuangan yang merekomendasikan Park Chan Ho ikut bisbol, sekarang beliau menjadi kepala manajer. Meski begitu Park Chan Ho memberikan dukungan kepada juniornya. Tak lupa bermain dan memberilan latihan. Menghibur sih scene saat main bola air karena kek balas dendam ke Park Chan Ho
Malamnya, Park Chan Ho bernostalgia melakukan latihan malam ketika menuju arah pulang rumahnya. Dengan menarik ban, mungkin itu semacam weight training buat tubuhnya kuat dan menaruh tongkat bisbol di belakang kepala sembari berjongkok menaiki bukit. Memang jalan tsb ada gambar Park Chan Ho lengkap dengan seragam dan tongkat bisbol. Ternyata ada juga jalan dari namanya sangseonchanho-gil. Wah begitu bersejarahnya karena area itu tempat masa kecil tinggal.
Kemudian mereka menuruni tangga menuju rumah Park Chan Ho yang mana nampak patung kerbau besar lagi menunduk. Artinya Park Chan Ho lahir di tahun kerbau dan sebelum bertanding membungkuk terlebih dahulu.
Di rumah lamanya sekarang jadi tempat museumnya. Banyak peninggalan Park Chan Ho dari semasa kecil hingga sekarang. Pokoknya yang berkaitan prestasinya di dunia bisbol. Salah satunya buku diary.
Kemudian pergi ke rumahnya atau nyewa villa. Aku ga tahu ya. Soalnya kan istri dan putrinya di Amerika. Park Chan Ho juga tidak tinggal lama di Gongju.
Oh iya, Park Chan Ho juga menelpon yang tak lain rekan sesama atlet di Gongju, Park Se Ri. Atlet golf. Ia iri pada Park Se Ri karena kemampuan bahasa Inggrisnya. Park Se Ri sepertinya dekat dengan Park Chan Ho soalnya membahas pohon dan akar gitu. Istilah mereka berdua.
Lucunya saat penentuan siapa yang menemani tidur Park Chan Ho sebelum tidur, Lee Sang Yoon keluh kesah bahwa dirinya banyak bicara karena menyukai kalian semua. Eh Park Chan Ho membawa peralatan alat jahit bola bisbol. Ternyata bola bisbol buatan tangan tidak ada mesin karena jahitannya kudu teliti. Park Chan Ho saja bisa membuatnya. Nah yang terburuk dipilih untuk menemani Park Chan Ho yang tak lain Lee Sang Yoon. Lee Sang Yoon kaget bingung meski enggan tapi tak bisa berbuat banyak. Pantesan saja Lee Sang Yoon punya firasat bakal dipilih sampai keluh kesah padahal Park Chan Ho belum bawa alat jahit bisbol.
Lee Seung Youp datang dong sebagai rekan Park Chan Ho bisa dibilang beliau jago pemukul sampai tangannya bengkok saking kerasnya berlatih. Beliau banyak prestasinya rekor home run sampai 626 kali sebanyak atlet bisbol kelas dunia. Peraih MVP terbanyak, pemain terbaik Asia sampai riuh penonton pembawa jaring kupu- kupu.
Oh iya Park Chan Ho dan Lee Seung Youp sama- sama tinggal di Amerika. Park Chan Ho sosok yang suka menolong bahkan pernah memberikan sepatu Nike saat ia menjadi modelnya pada Seung Youp. Bahkan ia bisa pergi ke Amerika bersama berkat bantuan Park Chan Ho.
Btw, mereka berdua tim duel lho. Park Chan Ho langsung memilih SeungGI dan Sechan. Sangyoon dan Seungjae tak ada pilihan lain bersama Seung Youp. Wah latihannya cukup intens ya.
Park Chan Ho dalam melatih gigih. Aku jadi baru tahu teknik melempar bola bisbol pakai 2 jari ( jari telunjuk dan jari tengah ) itupun saat melempar kudu merasakan jahitan bolanya. Istilahnya four-seam fastball.
Berbeda dengan Lee Seung Youp yang mana latihannya santai dan banyak pujian. Pokoknya sosok pelatih yang enggak keras pantas saja Sang Yoon dan Seung Jae nyaman. Sang Yoon langsung handal dalam memukul.
Tapi saat bertanding memang ya pilihan strategi Park Chan Ho tak usah diragukan pantas saja Chan Ho dikirim ke Amerika. Se Hyeong sih kecil- kecil cabe rawit. Tak hanya jago melempar tapi juga nangkap pola dari Seung Youp dia mampu👏👏👏
Meski bisbol bukan olahraga familiar di Indonesia tapi setidaknya banyak hal seru di bisbol. Hampir mirip kasti tapi versi mahal karena ada sarung tangan, bola handmade yang mahal belum seragamnya.
Posting Komentar