Master Paik dan Fabri mengendarai mobil menuju ke Daejeon. Master Paik yang jadi sopir, mungkin karena biasa disopirin selama perjalanan jauh sempat tersesat, Fabri yang notabene melek gadget mencoba mengarahkan tapi Master Paik mencoba arah lain meski tersesat akhirnya nemu juga tempat tujuan. Pantesan saja Master Paik suka Ama Fabri secara Fabri suka muji orang berbeda dengan Sung Si Kyung bukanlah tipe orang yang suka bertutur kata manis.
Sesampai di lokasi, sudah disambut sang koki yang mana adonan membuat kalguksu secara handmade. Kalguksu memiliki cerita sedih. Sejak pasca perang Korea, Korea yang kekurangan makanan mendapat banyak bantuan terutama bahan tepung. Oleh karenanya diharapkan mampu menggantikan makanan pokok nasi menjadi tepung.
Kalguksu banyak macamnya, ada kalguksu usus, kalguksu seafood, kalguksu deonjang dsb. Kali ini mencoba original kalguksu dengan kaldu sederhana.
Fabri sempat belajar mikin mie. Wah ternyata untuk bikin adonan buat nguleni kudu ditekan- tekan pakai tenaga siku itupun adonannya 10 kg. Terus saat memotong perlu diperhatikan dalam lebar mienya. Oh iya bahan adonan hanya tepung dan air garam.
Kedua pergi ke tempat kalguksu duburuchigi dan kalguksu. Jadi duburuchigi itu masakan tahu pedas nah mie kalguksu dicampurkan ke situ. Kata Fabri pasta mie tagliatelle Italia mirip dengan kalguksu. Hanya bumbunya sedikit eksotis ( mungkin maksudnya agak medok ) bahkan di Italia ramen Jepang lebih populer ketimbang kalguksu. Ada kekecewaan dari wajah master Paik.
Kali ini di hari yang berbeda Fabri makan kalguksu bareng Matthew dan Sung Si Kyung. Sung Si Kyung ya memang orangnya peminum nyablak banget ngomong bahwa kalguksu cocok buat orang peminum bisa ngilangin pengar. Kata Matthew Polandia memang cocok kehidupan dengan Korea karena budaya makan dan di tanah agraria. Begitu juga Italia.
Btw, Kalguksu yang dimakan mereka bertiga kalguksu mugwort jadi warna hijau. Ada juga pangsit homemade.
Ternyata selesai dari rangkaian tour Kalguksu, pulang ke Italia membuat kalguksu untuk keluarga kecilnya. Bagi Fabri orang Italia buat kalguksu tidak jauh berbeda dengan membuat pasta mie. Bumbu buat kaldu tidak jauh dari Indonesia memakai tulang sapi bahkan ada seledri. Korea tak lazim pakai seledri. Kalguksu sukses bagi keluarga kecilnya karena enak dan cocok.
Posting Komentar