01 Februari 2022

Jaksa Do Ji An memeriksa mayat wanita secara seksama. Jang Sung Joo setelah mendokumentasikan hendak melepas ikatan pada pergelangan tangan si mayat wanita. Tapi oleh Jaksa Do ditahan bakalan menghilangkan bukti, dr Baek marah memangnya bakalan menggotong mayat dalam kondisi demikian ke dasar gunung, memangnya dia siapa sampai memerintahkan segala. Detektif Cha memperkenalkan jaksa Do di distrik timur sebagai pengganti jaksa Kang. Jaksa Do pun mengalah namun diminta saat melepas simpul ikatan dividiokan. Saat dr Baek melepas ikatan dan Jang Sung Joo memvidiokan ternyata sidik jari korban tak ada alias sudah dirusak. 
Di ruangan lorong BFN, Jaksa Do  ditelpon oleh kepala jaksa No Han Sin mengenai kehadirannya di kantor. Jaksa Do beralasan bahwa dia melihat ada mayat di bukit, jadi setelah proses autopsi bakalan kesana segera menutup telpon atasannya. Lucunya penyidik Yang malah menutup hidung yang membuat penyidik Kang, detektif Cha bingung padahal melihat di ruangan terpisah. 

dr Baek memulai autopsi. Si mayat mengalami anemia, ada bekas gigitan, dan luka sayatan dengan kedalaman 17,5 cm dan panjang 3,4 cm dan lebar 0,7 cm. Pergelangan tangan ada bekas ikatan dan sidik jari dirusak. Jaksa Eun Sol menanyakan apakah pelaku sengaja menyembunyikan identitas korban. Oleh Asisten Han tentu saja iya ngapain sampai merusak sidik jari. Di pergelangan kaki ada bekas ikatan. Di daerah kemaluan sudah robek tanda kekerasan seksual. Jaksa Eun Sol dan Detektif Cha meringis tertunduk mendengarnya. Jang Sung Joo untuk menyeka ke dalam vagina. Saat dilakukan pembedahan terdapat luka tusukan pada jantung. Lambungnya dibelah bahwa terdapat makanan yang belum dicerna. 
dr Baek dan Jang Sung Joo memberitahukan bahwa penyebab kematian Arteri subclavia dengan kata lain yang terluka dan jantung tertusuk sambil menunjukkan bukti sayatan. Bahkan bekas gigitan saja bersih dipastikan digigit setelah mati. Jadi tak ada DNA pelaku. Jaksa Do menanyakan perihal simpul ikatan sampai mempraktekkan pada tali dasinya karena simpul tsb ada di internet di kalangan militer, ia searching sebelum ke sini, bisa saja pelakunya orang profesional sampai bisa tahu lokasi arteri. dr Baek menambahkan ada kasus serupa seseorang dibunuh tepat jantungnya dan pelakunya guru TK. Jaksa Do beragumen bahwa dr Baek hanyalah gelar saja ( mungkin maksudnya makan gaji buta asal autopsi tidak melakukan analisa mendalam ). Asisten Han Soo Yeon membawa laporan bahwa tidak ada sperma bahwa dipastikan pelaku membersihkan jejak itu artinya pelaku orang profesional. Tapi identitas korban diketahui gegara masuk ke dalam database orang hilang. 

Ibunya datang dan menangis histeris mendengar kabar putrinya Hye Bin mengenaskan. Ia melaporkan hilang 2 hari yang lalu gegara saat selesai kerja part time tak pulang ke rumah. Jaksa Eun Sol prihatin. Jaksa Do melihat interaksi mereka dari jauh. 
Di kantor Kepala Jaksa No memberikan ucapan selamat datang atas kehadiran Jaksa Do sebagai wakil jaksa. Jaksa Do sok merendah bahwa dirinya sudah lima tahun berkarir dalam kasus narkoba. Ia ingin minta kasus Wuseong- dong sebagai kasus pertamanya. Kepala jaksa No mengatakan bahwa itu kasus milik jaksa Eun Sol. Jaksa Do berdalih bahwa Jaksa Eun Sol tidak bakalan objektif dan melibatkan perasaan dan emosinya buktinya saja saat autopsi tak berani melihat mayat bahkan mengobrol dan menemani sang ibu korban. Jaksa Eun Sol pun langsung menghafalkan bagaimana laporan autopsi secara rinci dan detail. Wah jaksa Do terkesima dan mengalah, jadi jaksa Eun Sol setelah melakukan penyelidikan bareng kepolisian Gangdonv untuk memberikan laporan padanya. 

dr Baek melihat hasil dokumentasi autopsi tadi sepertinya pisau yang digunakan bukan pisau biasa. Stella datang bersama Sung Joo bawa laporan jika korban gadis biasa tak menggunakan obat terlarang. Sung Joo heran dengan dr Baek yang memilih pulang dari awal. dr Baek malah nyolot memangnya dirinya mau bekerja terus- terusan. Langsung Sung Joo dan Stella pergi keluar ruangan. Di rumahnya, dr Baek membuka peti yang berisi berbagai pisau, pedang maupun belati. Hingga menemukan mirip sekiranya cocok dengan jejak sayatan. 

Di ruangan rapat para jaksa sedang mendiskusikan perihal kronologi kejadian korban Hye Bin berusia 20 tahun pencari kerja. Berhubung dia masuk gang kecil jadi tak ada cctv. Penyidik Yang meremehkan detektif Cha mestinya detektif Cha untuk tidak terpaku pada cctv saja, pokoknya meremehkan. Penyidik Kang membela memangnya bisa memulai penyelidikan tanpa bukti. Jaksa Do segera mengakhiri rapat dan meminta tolong sesuatu pada penyidik Yang. Penyidik Yang mengiyakan hal tsb. Jaksa Eun Sol penasaran tapi Jaksa Do tidak mau bilang jika hasilnya belum keluar.

Han Soo Yeon melakukan membubuhkan bubuk hitam pada barang- barang korban. Saat hendak membuka dompet, jaksa Do memberitahu tempat di mana kartu identitas hilang bisa saja ada sidik jari pelaku menempel dengan bersinggungan kartu ATM. Saat membubuhkan bubuk hitam pada kartu ATM, penyidik Yang datang dengan membawa gesper. Jaksa Do meminta tolong apakah ada sidik jari yang cocok pada sidik jari di gesper meski gespernya sudah 30 tahun. 
Sementara itu dr Baek ketiduran kecapekan memikirkan pisau yang digunakan pelaku. Jang Sung Joo datang bahwa ada kelanjutan hasil kasus Seong Hye Bin. dr Baek dan Jang Sung Joo bergegas ke ruangan tempat para jaksa berkumpul. Han Soo Yeon membawa hasil bahwa di kartu ATM ada 6 sidik jari dan salah satunya cocok dengan yang ada di gesper. 

Jaksa Do sudah menyangka bahwa pelakunya adalah pelaku pembunuhan berantai Wuseong. Semua kaget bagaimana bisa itu terjadi. Jaksa Do menjelaskan bahwa kasus dingin pembunuhan berantai Wuseong memiliki kesamaan dengan simpul ikatan, cara membunuh baik di sayat maupun gigitan bahkan dikubur juga. dr Baek tidak mau terburu- buru dengan itu dan mempersilakan Jaksa Do melakukan penyidikannya jadi dia pergi begitu juga Sung Joo dan Han Soo Yeon. Jaksa Eon Sol menyangka bisa saja itu peniru. Jaksa Do mengatakan Eun Sol bersikap objektif tapi ingat setiap kejahatan pasti ada kesalahan nah kesalahan itu menjadi cela buat kita. 

Jaksa Kang dapat telpon untuk menemui Baek Ho Chul yang tak lain ayahnya dr Baek. Baek Ho Chul tahu bahwa jaksa yang menemui ruangan Han Soo Hee dirinya. Ia meminta maaf atas keserakahan dan intimidasi atas putranya. Flashback dimana ayah dr Baek untuk meminta Han Soo Hee meninggalkan dr Baek karena ini kesempatan sekali dalam hidupnya bisa belajar ke Amerika. Han Soo Hee sambil memegang perutnya tersenyum kecut memandang ayah dr Baek. Jaksa Kang mengira bahwa Soo Hee mengandung anak dari kakaknya. Ayah dr Baek mengatakan bukan, saat keguguran melakukan tes DNA dan terbukti anaknya dr Baek. Jaksa Kang heran dengan sikap kakaknya yang mau menikah dan mengucapkan dirinya bakal jadi paman. 
Jaksa Do dan Penyidik Yang sangat kaget melihat banyaknya kerumunan wartawan di depan kantor kejaksaan. Mereka pasti sudah mengira mengetahui kasus pembunuhan berantai Wuseong dan pelakunya bisa melihat tv sekaligus memantaunya. Jaksa Do berjalan sudah dikerubungi wartawan dan mengatakan bahwa jaksanya di belakang. Penyidik Yang kaget mau tau mau menurut. Sementara itu, kasus pembunuhan berantai Wuseong kembali bangkit membuat heboh masyarakat di jalan, halte bis dan semua orang membuka smartphone mereka dan membaca beritanya. Jaksa Eun Sol kaget melihat wartawan meski dikelilingi tapi dia tak bersuara. 

Saat memasuki ruangannya dia sudah didatangi Penyidik Kang dan Cheon Mi Ho bahwa wartawan berkumpul di lobby padahal tidak tahu darimana informasi pembunuhan berantai Wuseong sampai trending di situs pencarian. 

Kepala Jaksa No marah karena informasi ini menjadi gempar. Jaksa Do mengakui dirinya sering bikin kegemparan hingga dijuluki. Jaksa Eun Sol menambahkan anjing gila, Doberman. Ditambahkan oleh jaksa Do bahwa Doberman, tidak akan melepaskan buronan setelah menggigit. Jaksa Eun Sol mengira itu peniru. Kepala Jaksa No tak peduli cepat tangkap pembunuhnya, dari pusat membentuk tim khusus untuk kalian bersama polisi untuk menangani kasus berantai pembunuhan Wuseong. 

direktur dr Park bersama dr Baek dan dr Ma. dr Park mengirim dr Baek untuk masuk tim khusus pembunuhan berantai Wuseong. dr Baek awalnya enggan karena tidak ada yang dilakukan untuknya. dr Ma menanyakan bukannya jika kasus besar pastinya membutuhkan orang ahli tak hanya sendirian. dr Park mengatakan itulah kenapa sudah ada dari utusan presiden. 
Ternyata yang dimaksud dr ahli yang pernah menangani kasus kecelakaan dr Baek, Pyo Soo Seong. Ia memiliki jejak rekam menangani kasus serupa tentang pembunuhan berantai Yoo Han Cheol. Detektif Cha menjelaskan kasus pembunuhan berantai Wuseong di tahun 1984 dan 1988 yang mana semua korban dibunuh dan semuanya wanita. Penyidik Kang menambahkan ada salah satu korban yang berhasil selamat yaitu Lee Kyung Ja dari kesaksiannya pelaku memiliki tinggi 180 cm dan seperti ini profiler wajah pelaku jika ditambah waktu sekarang mungkin berusia 50an dengan visual gambar tsb. 

Pyo Soo Seong maju bahwa pelaku memiliki kesamaan dengan sekarang dibuktikan pemotongan jarinya menghilangkan sidik jari dan pola menunda identifikasi korban selama mungkin. Di kasus pembunuhan berantai pertama di saat korban ketiga, pelaku menaruh mayat di bawah irigasi penungan dan kelima seterusnya hingga sekarang dikubur. dr Baek menambahkan bahwa pelaku menggunakan senjata unik tapi Pyo Soo Seong menanyakan tes DNA. Sung Joo menambahkan tidak ditemukan DNA dari pelaku. Pyo Soo Seong heran bukannya tugas forensik mencari DNA pelaku bukan pisau, menurutnya menangkap pelaku berantai dari pisau?? 



31 Januari 2022

Episode kali ini mengenai legenda para atlet yang telah menyumbangkan medali pada Korsel. Makanya sempat maraton lari. 🏅 didapatkan dari Seung Gi, medali 🥈 Se Hyeong dan medali 🥉Shin Sung Rok. Tapi ketiga medali belum apa- apa karena bakalan ada medali emas asli untuk olimpiade All The Butlers. Jadi para cast melawan para atlet legenda. Wow sungguh pertandingan yang sengit. 

Park Se Ri
Park Se Ri memberikan dampak pada penerusnya. Gimana tidak tersentuh video dia saat bertanding turnamen golf di Open AS 1997 sampai lepas sepatu dan kaos kaki karena bola golf berada di sekitar parit jadi mau gak mau nyemplung di dalam kolam air. Apalagi dengan backsound suara lantang Yang Hee Eun. Setelah Park Se Ri banyak pegolf wanita Korsel yang menyabet banyak prestasi.
Kata Park Se Ri meski dirinya sudah pensiun dari tahun 2016, tapi dirinya terus belajar dalam karirnya. Meski banyak ikut kompetisi tetap saja ada kesalahan kecil. Jika olahraga lain main bola bergerak kalau golf menghidupkan bola mati. Jadi golf olahraga yang sensitif dan sulit. 
Keutamaan main golf adalah konsentrasi. Jika green lapangan golf basah karena hujan, pertandingan dibatalkan. Meski begitu, Park Se Ri berhasil memasukkan bola ke lubang meski cuaca buruk.  
Oh iya, ditunjukin rumahnya yang mewah minimalis modern. Trofi di turnamen luar negeri di pajang karena terbuat kristal jadi kudu hati- hati agar tidak pecah. Beliau ini orangnya resik karena rumahnya clean dan rapi. Dia juga suka minum dilihat lantai 2 ada bar dan lemari wine. 
Malamnya mereka semua barbeque daging dan makan malam bareng. Meski Park Se Ri wanita sendiri dia tidak terlihat terintimidasi malah dia pusat perhatian apalagi dari semua atlet di situ, prestasi Park Se Ri tertinggi. Ia debut saat krisis IMF di usia muda langsung memenangkan turnamen luar negeri. Apalagi jago bahasa Inggris. 20 tahun tinggal di luar negeri bisa punya rumah di negeri sendiri. 

Kwak Yoon Gy
Peseluncur jarak dekat ini medali perunggu dalam ajang olimpiade Vancouver. Ia dikenal dengan seremoni tarian girlgroup abracadraba. Selain masih aktif menjadi atlet, dia juga sering wara Wiri di TV. Semua heran bagaimana bisa di sela kesibukan menjadi atlet tapi ada waktu tampil di TV. Diakuinya tak heran hanya dapat perunggu. 
Kok gak ada pelatihan tentang semacam seluncur di atas es ya. Padahal orang ini lucu dan menghibur

Choi Byung Chul 
Atlet anggar dikenal dengan Sambaran petir saat bermain anggar. Ia juga mendapatkan medali perunggu olimpiade 2012 London. Kecepatan menjadi kunci, saat pelatihan main anggar dengan juniornya wah gak kelihatan bagaimana sasarannya. Trik Byung Chul dari sering menekuk pedangnya jadi bisa menyerang mengenai sisi belakang. Jadi seragam atlet anggar ada kejut listriknya untuk bisa mengetahui poin. Keren sih gaya permainannya. 

Cho Jun Ho
Atlet judo yang julukan topeng besi ini membanting lawan dengan wajah datar. Ia mendapat medali perunggu pada olimpiade 2012 London. Sepertinya di turnamen olimpiade lalu ada masalah karena saat memasuki semifinal dianggap tidak sah jadi tanding lagi dan mendapatkan harga diri kembali. Dalam judo, cengkraman itu penting. Bila mau dibanting bisa menahan, bahkan Seung Gi mencoba cengkraman Jun Ho tapi tak bisa di angkat. 


Kim Dong Hyun
Petarung UFC ini sering wara wiri di tv. Aku tahu dia di Great Escape. Ia tak mendapat medali maupun trofi tapi mendapatkan cek setelah bertanding. Park Se Ri melihat isi cek ternyata nominalnya besar sekali bikin dia mata 💵. 
Kekuatan utama dalam bertarung. Jelaslah siapa tahan dapat pukulan jika jadi petinju. Di sini Dong Hyun bakalan sering terima pulan tahan dipukul bahkan dadanya diinjak. Kata Seung Gi saat di sekolah, atlet gulat dan judo yang perlu dihindari ketika di sekolah kalau lagi berantem. Tapi kata Jun Ho orang yang memiliki telinga pangsit dihindari karena sudah memiliki pengalaman berkelahi yang berat tapi sebenarnya karena saat cidera bagian telinga agak lama pulih seperti normal. Oh iya, ternyata saat wamil dia di posisi marinir.  

Wah ternyata olimpiade all the Butlers itu seperti wahana permainan. Seru sih dan lucunya ada. Oh iya tiap tim punya kartu keuntungan karena tim atlet menang permainan golf ala alat rumah tangga dan tim all the Butlers memenangkan memecahkan kecepatan bola air dengan degen anggar. 
Oh iya ada MC juga lho dari SBS, Jo Jung Suk yang memandu acara permainan olimpiade all the Butlers.
Sepertinya Park Se Ri tidak ikutan. Tapi tiap member ikutan semua. Wah pas final  Se Hyeong tanding lawan atlet Jun Ho dan Byung Chul. Meski Se Hyeong juara tiga tak salut sih tak pantang menyerah meski tergelincir. Sedangkan Jun Ho unggul memenangkan finish pertama. Sedangkan Dong Hyun menjegal para tim all Butlers bertubuh tinggi besar seperti Sang Yun, Sung Rok maupun Seung Gi. Jadi tim atlet mendapatkan medali emas. 



30 Januari 2022

dr Baek dan Jaksa Eun Sol lagi fokus mantengin cctv di sekitar rumah Yeom Sang Goo. Saking seriusnya Jang Sung Joo diusirnya. 
Di tempat pemakaman Yeom Sang Goo sudah ada Yeom Dae Sik yang sedang duduk termenung. Putra sulungnya sedang bersujud diikuti adik perempuannya yang juga bersujud. Mereka berdua cekcok perihal perebutan warisan. Istri Yeom Dae Chul, Kim Hyo Jin juga bersujud meminta maaf. Ji Suk marah- marah pada kakak iparnya yang tega pada ayahnya. Sang ipar juga tak terima disalahkan karena Ji Suk juga melakukan hal yang serupa. Yeom Dae Chul mengatakan bahwa kalian juga sama sama. Sang tertua mengatakan bahwa mereka berempat bukanlah penyebab kematian ayahnya itu berarti tak ada halangan uang asuransi. Langsung ngibrit ke tempat asuransi. 

Jaksa Eun Sol menemukan cctv Yeom Sang Goo kecelakaan jatuh tertabrak sepeda. Jang Sung Joo mengabarkan bahwa dirinya sudah mengirimkan pernyataan kematian Yeom Sang Goo karena serangan jantung. Jaksa Eun Sol dan dr Baek kaget. Mereka berdua bergegas ke lokasi asuransi sebelum sang keluarga mengambil uang. Jaksa Eun Sol meminta penyidik Kang membuat laporan dan detektif Cha menemukan seseorang. Jaksa Eun Sol memberikan tumpangan pada dr Baek meski enggan karena jaksa Eun Sol kalau nyetir ngebut tapi pada akhirnya mau juga. Jaksa Eun Sol ngebut di jalanan. 

Karyawan asuransi mengabarkan dapat info dari NFS bahwa penyebabnya serangan jantung. Ketiga anaknya tanda tangan untuk verifikasi pencairan uang asuransi dan disuruh menunggu hal itu. Jaksa Eun Sol dan dr Baek sudah tiba di tempat asuransi dan bergegas ke ruangan. Saat pintu terbuka, keempat orang keluarga mendiang Yeom Sang Goo kaget atas kedatangan Jaksa Eun Sol, dr Baek dan penyidik Kang bahwa dirinya sudah tahu penyebab kematian ayah mereka. 

Jaksa Eun Sol menunjukkan bukti cctv sore hari sebelum malam kematian Yeom Sang Goo tertabrak sepeda. Semua gak percaya. dr Baek menjelaskan bahwa luka pada kakinya diakibatkan terkena roda dan rem cakram sepeda. Meski pulang baik- baik saja tapi sebenarnya dadanya kesakitan. Yeom Dae Sik heran bagaimana bisa ayahnya keluar padahal sudah diikatnya. Ternyata Yeom Dae Chul saat membawa keluar dan menemukannya lagi di kantor polisi terus mengantar pulang tak diikatnya. Yeom Dae Chul yang sudah menengok ayahnya tengah malam ternyata lepas ikatannya kembali diikat dan saat hendak ke toilet betapa kagetnya kamarnya penuh urin. 
Saat mau mati, seluruh otot akan lemas termasuk otot urtera makanya keluar urin. Dapat disimpulkan penyebab kematian adalah myocardial infarction akut bisa dibilang tipe kematian dari luar. Jadi kalian semua tak berhak mendapatkan asuransi. Semua tak terima. 

Penyidik Kang datang membawa Song Jeon Yun, Yeom Dae Chul menyadari bahwa dialah pelaku yang menabrak ayahnya otomatis marah- marah hampir mau mukul untung saja dilerai oleh penyidik Kang. Ji Suk pun tak mau kalah. Jeon Yun pun membungkuk minta maaf, Detektif Cha membawa flashdisk yang berisi rekaman saat menabrak. Jeon Yun mencoba mengantarkan ke rumah sakit tapi Yeom Sang Goo tak disangka mengatakan ingin menjemput anak di sekolah sekarang lagi hujan. Betapa demensia sekali beliau padahal anaknya sudah besar sampai nungguin di depan sekolah. Flashback Yeom Sang Goo menjemput ketiga anaknya pulang sekolah. Ketiga anaknya terharu akan sikap ayahnya. Semua merasa bersalah. Ji Suk tak menyangka bahwa saat mengantarkan ke polisi, ia berkata jangan sampai pergi ke rumah sakit karena kudu mati sakit biar dia dapat asuransi. Semua pada menangis bersalah. Jaksa Eun Sol memperingatkan kepada semua atas sikap mereka sebagai anak yang menelantarkan ayah, memalsukan dokumen serta penganiayaan. Maka mereka tak berhak mendapat asuransi padahal Yeom Sang Goo tau dirinya menderita demensia sampai mengantarkan dirinya sendiri sebagai wali sendiri dan mempersiapkan warisan jatuh kepada anaknya. Detektif Cha bingung karena bagaimana nasib Song Jeon Yun. Semua pihak dari keluarga korban geram. 
Di tempat pelataran asuransi, keempat orang keluar dan saling berpamitan baik- baik. Jaksa Eun Sol sedang menembak tapi tak satupun yang berhasil dan tetiba ada suara tembakan lain ternyata dr Baek juga melatih menembak dan hasilnya tepat sasaran. dr Baek melihat kemampuan jaksa Eun Sol menyarankan lihatlah pada target karena target diam di tempat stabil. Ternyata berhasil, saat menoleh dr Baek pergi. Jaksa Eun Sol menyusulnya bahwa apakah dia tak mau tahu epilog dari novel tadi. Tak disangka mereka tak meminta kompensasi pada Song Jeon Yun kirain mereka mata duitan. Apakah dr Baek punya keluarga? dr Baek cuek dan pergi. 

Ternyata dr Baek pergi ke klinik ayahnya sayangnya sudah tutup dan dr Baek menelponnya menanyakan posisi ayahnya. Ayahnya sedang berjalan- jalan keluar tapi sebenarnya berada di depan ruang mantan tunangan dr Baek. 

Jang Sung Joo sedang manggang kulit babi sebagai balas dendam atas sikap dr Baek dan ia makan bareng Stella, Detektif Cha dan Jaksa Eun Sol. Detektif Cha memberikan voice dr Baek mengucapkan terimakasih kepada jaksa Eun Sol sebagai penghibur kala kesulitan bekerja dengan dr Baek. Jaksa Eun Sol senang. Sung Joo memberikan kulit babi pada Stella dan ia suka dan detektif Cha tak mau kalah juga dan Stella juga menerima hasil panggang dari detektif cha. Jaksa Eun Sol melihat dr Baek berjalan. 
Jaksa Kang pulang kampung bertemu ibunya yang masih berjaga toko sampai larut malam. Mereka berdua makan malam.Saat jaksa Eun Sol masuk lift diikuti dr Baek. Mau ngomong dirinya ingat akan tidak ada percakapan pribadi di wilayah apartemen mereka. dr Baek hendak ngomong bagaimana apakah jaksa Eun Sol dapat menghubungi Jaksa Kang. Ternyata masih belum bisa

 

Eps 13 Saat lemak tubuh terhidrolisis pada kondisi tertentu

Seorang wanita berjalan sendirian malam hari tanpa dia sadari diikuti dan dibunuh di bathup. Keesokan paginya, seorang pendaki hendak buang air kecil dan saat menginjak tetiba ada semacam tangan menongol dari tanah. 

Penyidik Yang sedang menyopir mengomel bahwa mereka berdua merupakan tim handal dalam penanganan kasus narkoba kenapa dipindahkan ke kejaksaan distrik Seoul timur di bagian divisi kejahatan. Jaksa Do melihat berita bahwa akan ada yang menarik, segera ke Wunseong dong. Di lokasi Jaksa Do Ji An menyapa Jaksa Eun Sol dan kedua rekannya Penyidik Kang dan Detektif Cha. Penyidik Yang Soo Dong hendak mengejek detektif Cha yang bertindak tidak layaknya seorang polisi. Detektif Cha tak mau kalah bahwa panggilan Penyidik Yang seperti ucapan kandang ayam. Tak perlu lama- lama basa basi segera ke lokasi TKP mayat. 
Jaksa Di melihat seksama mayat wanita. Jang Sung Joo memotret semua. dr Baek mencium tanah tapi anehnya tak ada darah bahkan tanahnya saja bersih. Segera untuk melepaskan ikatan agar dibawa untuk autopsi. Jaksa Do melarangnya bakalan merusak tkp karena simpul ikatan jadi bukti tapi oleh Sung Joo sudah difoto. Jaksa Do bersikeras, dr Baek tak terima memangnya bakalan menggotong mayat posisi seperti itu. Mereka berdua adu tatapan. 





Sebelum memulai pada segmen inti bertemu majikan. Diperkenalkan anggota baru yaitu Shin Sung Rok. Wah perploncoan sungguh jail meski begitu ia hadapi dengan ceria tidak membuatnya kesal maupun marah. Mulai memakai kostum lighting man, makan lemon, minum teh pahit sampai karaokean. Menarik sih ada dia karena bisa tahu karakternya di luar seni peran. Menghiburlah di sini. Dia bisa memahami betapa sulitnya Lee Sang Yoon mengikuti acara ragam. Yang memilih Shin Sung Rok ternyata Lee Seung Gi saat mengenalnya tak menyangka bakalan berbeda dari peran akting yang menakutkan. Shin Sung Rok pun berkenan ikut acara ini. 

Oh iya, sepertinya mereka berkumpul di lapangan basket melihat pertunjukan tim pemandu sorak nasional Korsel. Beliau sudah punya jejak rekam prestasi bahkan jam terbang sebagai manajer pelatihan tim pemandu sorak Korsel. Hal yang perlu diperhatikan selain kerja sama, keselamatan dan keamanan tak lupa elemen penting yaitu wajah ceria. Kenapa wajah ceria penting namanya saja tim pemandu sorak pada atlet kudu memberikan semangat dan senyuman ceria sampai terlihat gigi😁. 
Tentu untuk menjadi pemandu sorak tak hanya berlatih menari tapi juga kepercayaan dalam mempercayakan seseorang bila terjatuh orang yang dibelakang menangkapnya. Jika Se Hyeong dan Sung Rok sukses memilih orang yang tepat untuk yang bisa dipercaya. Berbeda dengan Seung Gi yang gagal. Lucunya saat giliran Seung Jae andai Seung Jae memperkenalkan kakak perempuannya kepada Seung Gi atau Sang Yoon? Dengan meminta maaf pada Seung Gi, ia milih Sang Yoon. Meski sakit hati kudu ceria karena tema episode kali ini kudu ceria jika tidak bakalan kena hukuman tarik jambang. 
Wah sepertinya semua cast berlatih keras bahkan sempat melakukan gladi resik sebelum pertunjukan yang sebenarnya. Hasilnya pertunjukan berhasil. Menonton ini tuh jadi tahu betapa ruwet dan rempong jadi tim pemandu sorak. Tak peduli tarian sulit dan menegangkan kudu wajib ceria. Salut sih para cast yang berhasil meski waktunya singkat mampu menghafal tarian meski istirahat kurang. 
Imakyu. Designed by Oddthemes