06 Maret 2022

Siapa yang tak mengenal brand Gucci. Jika belum tahu memang dibalik usaha brand ternama dan high-end ternyata memiliki kisah kelam didalamnya. Pewaris Gucci Maurizio Gucci dibunuh oleh mantan istrinya Patrizia Reggiani karena cemburu dan mempertahankan harta dan kekuasaan. Memang ya namanya harta, tahta dan wanita racun dunia. 
Saat menonton sedari awal kenapa fokus cerita ini lebih kepada skandal dan percintaan Maurizio Gucci. Padahal ya aku ingin melihat gimana sepak terjang Gucci sampai bisa terkenal dari tahun 1800an hingga sekarang. Trus penggambaran pembunuhan kurang dramatis hanya ditampilkan ga sampai semenit. Apa kek slow motion, atau pertengkaran adu mulut atau gimana. Ketemu langsung tembak saja. Ada lagi yang kurang tapi itu bagus. Kan Maurizio Gucci dikarakterkan pria cerdas tapi aku melihat justru Patrizia Reggiani yang cerdik mampu menyetir suami mengikuti gaya permainan kotor sampai dinasti keluarga Gucci hancur. Memang ya akting Lady Gaga bagus engga heran sekali debut akting nembus nominasi Oscar gegara di film Born to Star. Di sini juga akting Lady Gaga menonjol sekali, ekspresinya, gayanya mendekati Patrizia Reggiani. Awalnya ya Patrizia Reggiani suka ama Lady Gaga lalu berbanding terbalik benci gegara Lady Gaga tak menghubunginya bukan karena uang tapi respek terhadap dia. Diakui Lady Gaga memang dilarang bertemu oleh sutradara demi menjaga reputasi untuk tak memihak narapidana. Lady Gaga juga bijak mengenai ikut berperan dalam film House of Gucci pastinya bakalan sakit hati kepada keluarga Gucci yang masih hidup. Tapi Lady Gaga lakukan hanyalah sebagai aktris. 

Setelah googling, aku baru tahu bahwa penggarapan film ini juga banyak drama. Sudah direncanakan digarap tahun 2006 awalnya Sutradara yang ditunjuk Ridley Scott, eh berganti sutradara, aktor hingga kembali pada Ridley Scott. Pantesan saja ya house of Gucci mengecewakan. Jadi inget Bumi Manusia yang juga sudah lama direncanakan dan berganti sutradara juga pada akhirnya ceritanya zonk. 

Tapi moral value yang didapatkan love is blind memang ada nyatanya. Nanti seiring berjalannya waktu tersadar. Restu orang tua penting apalagi insting orang tua tak pernah salah. Jangan percaya siapapun sekalipun itu saudara maupun kekasih karena ada udang dibalik batu. Harta, Tahta dan wanita memang racun dunia. 

05 Maret 2022

Majikan kali ini mengubah paradigma All the Butlers. Biasanya majikan yang terpilih memiliki reputasi dan prestasi tinggi, berhubung Jang Do Yeon dan Park Na Rae keberatan dengan majikan. Jadinya memanggil mereka berdua dengan sebutan presdir 🤣🤣. Aku nulis mereka berdua secara random ya. Mereka berdua sohib sejak lama ketika memulai karir sebagai komedian.

📺 Majikan kali ini mengubah paradigma acara ini. Park Na Rae mencoba mengubah tujuan seperti mencoret bahwa tidak selamanya belajar gaya hidup ( mungkin karena pandemi jadinya ga mungkin bermalam ), tidak melulu belajar dari majikan saja tapi saling belajar dan menghormati keputusan. Berhubung tidak semua majikan suka dipanggil majikan bagaimana dengan presdir. Benar saja konsep acaranya dibranding tidak sewaw saat pertama kali tayang. Padahal ya Jang Do Yeon dan Park Na Rae bisa dijadikan majikan waw karena jarang- jarang ada komedian wanita apalagi Korsel kental gender issue. Kenapa tidak menonjolkan sisi waw mereka berdua. 
📺 Park Na Rae orang malam dan Jang Do Yeon orang pagi. Meski berdua memiliki kecenderungan berbeda tapi memiliki selera humor yang sama itulah kenapa bertahan bersahabat baik dengan jangka waktu lama. 
📺 Park Na Rae menyukai sesuatu printilan untuk dekorasi untuk mengubah suasana. Makanya sikap orang berbeda bila berada ruangan penuh dekorasi. Bagi Shin Sung Rok itu melelahkan bila membersihkan makanya Park Na Rae membayar orang lain untuk membersihkan. 
📺 Pernah Park Na Rae menyewa seseorang untuk membersihkan rumahnya. Dahulu orang tsb membersihkan dorm wanna one yang memiliki 11 anggota. Park Na Rae mengira bakalan mudah membersihkan rumahnya ternyata justru kewalahan membersihkan rumahnya. Kenapa memiliki banyak cangkir di rumahnya padahal tinggal sendiri pada akhirnya Park Na Rae ditinggalkan. 
📺 Berpakaian dengan nyaman sangat penting dalam hidupnya. Makanya Jang Do Yeon suka memakai piyama saat libur. 
📺 Diakui Jang Do Yeon tidak jago memasak daripada memasak dan gagal trus tidak kemakan. Jadinya dia memilih menghabiskan waktunya untuk mengembangkan diri. Waktu adalah aset.  Cocok denganku, memilih untuk tidak belajar memasak.
📺 Park Na Rae tipe orang yang tidak bisa istirahat jika istirahat tubuhnya bakalan sakit. Makanya jika waktu luang seperti sekarang karena pandemi, ia belajar merangkai bunga, belajar menari, pole dance, bahasa Jepang, jadi disjoki, pokoknya aku suka belajar. 
📺 Perlakukan dirimu sebagai raja makanya kudu memakan masakan baik dengan cara memasak. Perlakukan dirimu dengan baik agar orang lain memperlakukanmu dengan baik. Makanya berpenampilan baik. 
📺 Bertahun- tahun dirinya menjadi komedian tidak dikenal. Tetapi dirinya selalu ingin minum dan makan makanan enak. Kadang ditraktir tapi tidak semua orang mentraktirku. Dirinya selalu lapar dengan Do Yeon tapi tak ada uang. Bisa membeli minuman dengan apa yang ada. Tapi tidak punya uang untuk memesan makanan. Saat itulah memasak di rumah. Masakan pertama yang dimasak adalah kubis goreng dengan telur dan ham. Menaruh saus tiram. Lebih 10 tahun itu terus dilakukan hingga dirinya jago masak. 
📺 Jika sekarang orang memutar lagu dengan klik sekali sentuhan. Dulu Do Yeon memutar lagu dengan memilih berbagai CD dan menghafal nomer track lagu. Meski itu mempersulit hidupnya tapi dengan itu bisa menghargai apapun dari hal kecil. Do Yeon suka mendengarkan lagu sambil meditasi dan yoga. 
📺 Jang Do Yeon ini unik ya masih membeli koran. Ia lakukan sejak 5- 6 tahun lalu. Alasannya ia bekerja melalui bicara. Sering kali membuat kesalahan atau menghina orang karena kebodohannya. Untuk menimalisir itu ia banyak membaca
📺 Do Yeon suka minum bir nonalkohol sendirian di rumah. Keuntungannya tidak bakalan ada drama apapun karena di rumah apalagi sendirian. Kebiasaan buruk dia kalau mabuk adalah mendaki gunung dan dilaporkan sebagai mata- mata. Hal yang memalukan saat mabuk jangan sampai menyentuh ponsel karena bisa menelpon orang yang tidak dikencani tapi Do Yeon suka. 🤣🤣🤣
📺 Park Na Rae dan Jang Do Yeon debut di tahun 2003. Selama sepuluh tahun ia dikenal komedian tidak dikenal. Selalu ambil peran kecil untuk komedian sukses. Saking putus asanya ibunya meminta bersiap tes masuk PNS. Hingga pada akhirnya bisa seperti sekarang ini. 
📺 Memang benar diakuinya Park Na Rae menyukai Se Chan adik Se Hyeong. Ada cerita lucu, tiap Se Hyeong datang pasti Park Na Rae terlihat salting yang membuat Se Hyeong GeEr. Eh gak tahunya Park Na Rae suka Ama adiknya🤣🤣🤣
📺 Jang Do Yeon tipe yang suka nulis cerita di buku diary. 
📺 Park Na Rae tipe yang lugas mengungkapkan perasaannya, urusan ditolak dibelakang
📺 Jang Do Yeon pernah waktu SD, cowok yang ditaksir duduk di sampingnya. Dulu suka ada saling batas meja ama teman sebangku. Berhubung sikapnya makin jahat si cowok itu memanggilnya di luar kelas. Ia berkata 'aku tuh tidak menyukaimu' sambil mukul perut atas. Itu benar- benar sakit. Mungkin itu kali ya Jang Do Yeon pribadi bukan yang lugas mengungkapkan perasaannya. 
📺 Park Na Rae memang dikenal suka mengadakan pesta di rumahnya makanya ia realisasikan di all the Butlers. Paling suka inti pada pestanya yaitu segmen kejujuran. 
📺 INFJ meski ga dijelasin soal MBTI tapi kenapa para cast ditempeli identitas MBTI. Jang Do Yeon ini tertempel stiker INFJ. Jadi tak ada salahnya aku menulis setelah googling. Ternyata karakter INFJ tuh introvert  yang idealis. Gue sih percaya soalnya diakui olehnya suka menulis buku harian ketimbang ngobrol dan bukan yang lugas berekspresi. Tapi anehnya profesinya komedian ya. Mengenai idealis memang aku lihat dia punya prinsip kuat. Dianya juga ga tegaan saat disinggung sahabatnya Park Na Rae mendapat anugerah utama dirinya dibandingkan tidak justru tak iri malah bangga karena itu artinya dia dianggap selevel Park Na Rae. 
📺 ENFP Park Na Rae tak salah sih ekstrovert karena suka bergaul dan lugas dalam berbicara. Karakternya si penuh ide dan kreatif. Aku setuju soalnya dia banyak belajar apalagi kalau malam hari bisa berpesta dengan mendekor sekaligus berinisiatif dalam memulai percakapan. 
📺 Nonton ini tuh sebenarnya majikan tak perlu merendah dan menurunkan kualitas acara Master in the House tetaplah seperti dulu toh Park Na Rae dan Jang Do Yeon layak disebut majikan. Secara langka komedian wanita. 

04 Maret 2022


Drama yang diadaptasi dari Webtoon ini tuh bikin kalian melek bahwa profesi dokter tidak seperti kalian bayangkan. Dengan dokter bakalan kaya raya dan disegani banyak orang. Ternyata tidak, aku tuh sudah menyadari dokter tidaklah seperti orang bayangkan sejak aku opname kelas 8. Dokter sama dengan profesi yang jual jasa lainnya. Apalagi jika punya klinik kudu punya ilmu dagang. Makanya nonton ini menyadarkan kalian bahwa dokter punya klinik itu tidak seindah kalian bayangkan. Moral value yang didapatkan dari drama ini. 

🩺Kalau buka klinik kudu punya ilmu dagang
Bagi dokter dengan membuka klinik bakalan langsung laku padahal kudu punya ilmu dagang. Seperti yang dikemukakan dari drama ini. Jadi ceritanya dr Park Won Jang keluh kesah saat pembukaan klinik sepi dari pelanggan yang ada malah sales tukang galon dan kopi untuk fasilitas tambahan klinik. Makanya dia melihat dan berkunjung ke klinik senior dari diusir sampai curhat. Bahkan temannya buka klinik obygn dan spOG rela mengubah namanya jadi cewek biar laku dan berperilaku kecewek-an. Satu lagi temannya nyuruh dia berempati kek aktor supaya pasien jadinya tersentuh. Nah Park Won Jang ini membuka klinik spesialis penyakit dalam tapi gak dijelasin organ apa. Nonton ini tuh tidak ada mengenai kasus medis serius lebih ke drama dokter buka klinik sederhana. Realita kehidupanlah. 

🩺Prestige seorang direktur klinik 
Menjadi dokter sekaligus pemilik klinik bukanlah hal mudah. Biasanya suka ada pasien yang datang ke dokter curcol eh gak tahunya minta guntingin kuku meski kakinya penuh jamur dan kudas. Belum lagi repotnya ada pasien ibu- ibu bawa anak yang rewel di klinik. Sedangkan dokter yang memang jam terbang di rumah sakit sudah dimanjain berbagai fasilitas dan tenaga medis. Jika sudah menjadi dokter lepas tidak terpaut di rumah sakit abaikan sudah idealisme kode etik dokter. Seperti jualan obat sebenarnya obat biasa tidak sewaw yang ditampilkan. Pokoknya kudu banyak tampil demi popularitas ya demi klinik laku didatangi pasien. Jangankan pasien dokter bisa seperti kek selebriti idol yang kliniknya rame karena penggemar. Makanya ya banyak di tiktok para tenaga medis kok aktif banget di sosmed bahkan buka jasa endorse. 

🩺 Cerita yang penuh humor dan unik
Tak hanya tokoh utama dr Park yang digambarkan pribadi lugu dan polos yang tahunya cuma bekerja jadi dokter seutuhnya ga neko- neko hidupnya. Istrinya juga ajaib, ternyata percaya akan klenik lihat restoran saat pembukaan bikin ritual kepala babi, ia mencoba hal serupa besoknya eh restoran yang ngadain ritual mendapat inspeksi dadakan bahwa restorannya terkontaminasi. Jadinya sang istri juga panik dan berusaha refund kepala babi. Punya suami dokter bukan berarti keluarganya percaya dengan dokter eh lebih suka dan percaya informasi medis dari tv dan internet. 
Tak hanya istrinya yang menurut aku kuno tapi juga anaknya lucu dan kepribadian ajaib. Rekan sejawat sesama dokter juga memiliki karakter lucu. Kalian kudu nonton drama ini untuk menghibur dan killing time. Hanya 12 episode

🩺 Industri kreatif 
Di akhir episode juga mengulas covid- 19. Putra bungsunya khas anak generasi Z yang melek akan dunia game. Orang tua yang konservatif beranggapan jika anaknya main game mau jadi apa, nah sekarang malah gamers jadi bisa ladang duit apalagi jika gamers memiliki streaming view tinggi. Nah Park Dong Gu ini buka channel YouTube tentu ortu mana yang ga kepikiran gimana nanti di sekolah.  Nah Park Dong Gu juga jelasin bahwa game dan Webtoon juga bisa ladang duit. 
Ayahnya yang tak lain dr Park Won Jang terkena covid makanya kudu isolasi mandiri, untuk mengisi waktu luangnya ia mencoba bikin Webtoon mengenai kegelisahannya menjadi dokter buka klinik dan ternyata sukses. Jadilah dia ada konflik memilih lanjutin klinik atau Webtoon. 

Nonton ini kelak mengajarkan aku jadi ortu ga bakalan nyuruh anak kudu dapat nilai bagus tapi mengajarkan cara bisa kaya sajalah. Dengan mengedukasi seperti buka blog, sosmed, dan YouTube. Aku aja rebahan nulis blog saja dianggap kurang kerjaan. Bukanlah pekerjaan yang dibanggakan layaknya PNS. Drakor yang menggelitik aku bahwa dunia sudah dinamis🤣🤣😅😅

03 Maret 2022

Kim Nam Gil mengenai kemampuan akting dan dalam memilih sebuah projek entah drama maupun film tak pernah salah. Selain ceritanya menarik juga ia mampu membawa peran dengan apik. Bisa dibilang setting waktunya era tahun 2000 jadi tak heran menemui handphone jadul tipe flip polyphonic. Seragam polisi masih pakai rompi jadul. Soalnya alur ceritanya membahas mengenai cikal bakal profiler di dalam institusi kepolisian. Tahun segitu mana orang paham bahwa mengenai profiler. Selama ini polisi mencari bukti untuk menangkap pelaku kejahatan. Bila perlu menggunakan kekerasan untuk mendapatkan sebuah pengakuan. Meski aku menulis drama ini masih on going. Sepertinya banyak sekali moral value yang didapatkan. 
🚓 Menjadi profiler di tahun 2000 bukanlah hal mudah untuk mendapatkan pengakuan sebagai profiler makanya ada peran penting sebagai pendukung sebagai kepala Forensik Kook Young Soo menggagas meminta atasannya untuk dibuatkan tim analisis perilaku. Memang ya di instansi pemerintahan tim buangan ditempatkan ruangan layaknya gudang. Aku yang pernah bersentuhan dengan PNS budaya PNS ga di Korsel maupun Indonesia sama saja. 
🚓 Ternyata untuk bisa menjadi profiler dalam menganalisa dari wawancara mendalam narapidana agar hasilnya menjadi data mengenai pola pikir dan kebiasaannya. Untuk memberikan data belum tentu diterima ke semua divisi karena memakai istilah asing tak dipahami. Aku bisa mengerti sih di tahun 2000 apa gunanya psikologi pelaku kriminal dalam menangkap pelaku kejahatan. Biasanya pelaku kejahatan memiliki riwayat keluarga tak baik dan masa lalu yang kejam seringkali korban kekerasan dalam keluarga. Tahun 2000 wawancara ke napi hal yang tabu ya sampai minta tolong untuk bisa tahu pola pikir kejahatan yang serupa karena biasanya pelaku paham betul kejahatan serupa mana yang tidak atau bukan. Jadi ingat pelaku pembunuhan berantai Hwaseong juga wawancara mendalam ke napi. Hingga terkuak pelakunya memang bukan dia malah sebenarnya pelakunya sudah mendekam di penjara tapi kasus pencurian. 
🚓 Song Ha Young sebagai profiler juga memiliki kepekaan mendalam terlahir dari keluarga single parent. Anak tunggal yang dibesarkan ibunya seorang diri. Kemudian semasa kecil tak sengaja tenggelam eh malah melihat mayat wanita dewasa di dalam air. Gegara peristiwa hal itu, dia terlihat kurang ekspresif tapi sebenarnya perhatian dalam diamnya. 
🚓 Ternyata di Korsel sama saja ya budaya corporate instansi polisi dengan Indonesia. Buktinya jika ada perampokan nominal kecil ga ditangani, kemudian jika ada terduga pelaku yang mana buktinya berupa sidik jari dan memang datang ke bertemu korban sudah dianggap tersangka meski tersangka menolak dirinya membunuh. Melihat itu, supaya mendapat pengakuan pakai kekerasan. Untungnya Song Ha Young yang melihat itu berupaya mencari tahu meski tersangka yang tak lain teman sekolah satu SMA sudah mendekam penjara pada akhirnya dibebaskan. Makanya tahun segitu sering salah tangkap. 
🚓 kasus kejahatan yang diulas drama ini mendekati kisah nyata dan banyak yang membahasnya oleh youtuber maupun drama lain. Ini bercerita dari sudut pandang profiler era tahun 2000. 

Tentu tak ada yang sempurna di dunia ini. Termasuk drama Through the Darkness 
🚓 Mungkin gegara jumlah 12 episode makanya ceritanya tidak sedetail seperti drakor era 2010an. Biasanya jika ada pengenalan tokoh pasti dikasih flashback masa lalu siapa dia, bagaimana bisa saling mengenal. 
🚓 Cerita ini banyak condong ke sudut pandang profiler jadi mengenai kasus kriminal tidak mendalam. Malah mengambarkan budaya kerja di instansi kepolisian yang toxic, penuh kekerasan, gender issue pokoknya melihatnya saja aku males. 
🚓 Ternyata di kalangan menengah ke atas di tahun 2000, banyak yang mengirimkan anaknya bersekolah di luar negeri. Kalangan menengah ke Asia tenggara seperti Singapura. Kalau kalangan elit ke Amerika. Mungkin karena budaya belajar dan sekolah di Korsel toxic sih. YouTuber Rosakiss saja sekolah di Indonesia karena ayahnya menyadari bahwa budaya sekolah Korsel parah meski tidak separah sekarang. 


Mungkin bagi kalian ingin menjadi profiler atau suka Kim Nam Gil merekomendasikan drama Through the Darkness. 

Imakyu. Designed by Oddthemes