20 Maret 2022
Runtinitas dia di pagi hari main sama kucing dan membersihkan rumahnya dari bulu- bulu kucing. Ia punya spot posisi wuenaak di pojokan dapur. Selalu suka duduk di situ. Kian84 juga pernah main ke rumahnya sampai minum bareng dengannya. Bagi Code Kunst dekat tapi bagi Kian84 tidak karena sejak itu tak pernah menghubunginya. Pria jarang memasak entah kenapa sempetin memasak. Katanya saat melihat pertandingan sepak bola. Ia jadi pengen makan teokkochi. Lucunya ia pikir masak dengan mengangkat toflen bakalan keren padahal karena ia pakai kompor induksi jadi kudu nempel, ia kalau pakai kompor gas ada apinya. Pria cungkring ini sempatin olahraga ringan dengan perenggangan kaki dan mengayunkan kaki. Tetiba bel rumah berdering. Awalnya diminta letakkan barang karena lagi covid bahaya. Trus matiin interkom. Saat buka pintu ternyata kedua sohibnya datang. Paling mengejutkan itu Min Seok kakaknya Minho. Ternyata Code Kunst berasal dari Incheon dan sudah berkawan sejak SD hingga sekarang.
Diakui Minho bahwa kakaknya lebih pintar karena masuk pendidikan jasmani di Universitas National Seoul. Lebih populer darinya, semua kaget. Code Kunst mengatakan saat Minho mau debut orang- orang berkata mestinya Min Seok kakaknya yang menggantikan Min Ho debut. Kakaknya tuk rakyat biasa good looking. Secara Min Ho sudah banyak perawatan. Sohib satunya Myung Sin juga mengambil jurusan yang sama dan menjadi guru. Mereka berdua baik lho tetap makan masakan Code Kunst mesti tak enak tapi soal kopi ciptaannya enak. Aku baru tahu kopi campur teh peppermint enak. Code Kunst sempat menjadi barista meski tak punya lisensi.
Mereka bertiga memutuskan bertanding sepak bola karena sudah lama tak bertemu. Semua kaget dong, Code Kunst main bola soalnya karakter pria lemah dengan postur tubuhnya tak mungkin main sepak bola. Pernah nimbrung grup sepak bola kalangan selebriti. Semua yang melihatnya mengatakan 'apakah dirimu baik- baik saja?' 😂😂. Sejak itu, dia ga ngaku suka sepak bola apalagi jago main sepak bola. Kali ini bertanding sepak bola dengan lawan 1 tahun lebih tua dari mereka kelahiran 1988 dari SMA Incheon. Selama nyetir muter lagu tema UEFA Champion League karena bikin semangat bertanding sepak bola. Ia juga muterin lagu Replay Shinee karena lagu tsb punya kenangan saat Minho mau debut mereka bertiga dengerin dan nonton. Mobil pemilik Code Kunts bernama asli Jo Sung Woo mobilnya mewah Porsche
Wah saat ganti dresscode baju sepak bola berasa mereka pemain profesional. Paling mencolok tuh Myung Shin karena rambutnya gimbal selama tadi rambutnya di tutupi tudung hodie. Diakuinya yang terlihat selebriti Myung Shin dengan gaya rambut mencolok. Mereka bertiga memiliki pemain sepak bola. Code Kunst seperti Angel Di Maria. Myung Shin seperti Gonglit. Min Seok seperti Wayne Rooney. Awalnya mereka jago eh kalah dong. Di babak kedua mencoba masang jimat di gawang karena waktu muda berhasil. Tim Incheon tertawa tapi santai ya ga marah malah Code Kunst cs kalah dan ga ngaruh juga. Aku pikir dua babak cukup, tidak karena Min Seok dan Myung Shin kompetitif pada akhirnya kebobolan faktor kelelahan kali ya. Tapi Code Kunst cukup puas karena baginya gol pertama dan terakhir penting jika tidak bisa menerima bagaimana bisa bertahan di industri hiburan😅😅
Code Kunst nyetir pulang meski lelah, letih dan lunglai. Pokoknya jadi menakutkanlah. Code Kunst juga mengoleskan pelembap ke telinganya karena mudah pecah- pecah terkadang juga untuk bibir toh yang pakai dia seorang. Min Seok juga melakukan hal serupa ke telinganya tapi pakai tabir surya. Sampailah pada restoran Tiongkok tempat kenangan mereka saat SMP dan SMA. Bagi Code Kunst makan adalah kenangan dan kuah tangsuyuk bening seperti air mata 😂😂 Code Kunst dikomentari habis- habisan oleh tim rainbow karena makan mie ga diseruput. Dirinya tak suka dan tak paham. Kedua sohib heran sewaktu muda memang Code Kunst jarang makan tapi tak pingsan dan kali ini termasuk makan banyak.
Sebenarnya aku sudah nonton episode Code Kunst yang pertama kali ke I Live Alone. Tapi aku nulis episode ini karena iri aja ada pertemanan awet. Mungkin karena karakter introvert dan bukan pribadi keep in touch. Kata orang sekitar aku itu flat jadi agak susah menarik kawan. Kata Key aneh melihat kakaknya Minho masuk TV.
19 Maret 2022
Wah majikan episode ini keren karena jam terbang pengalaman hidup dan karirnya di bidang hukum. Ia salah satu pengacara di firma terkenal dan terbaik Kim & Chang. Pimpinan yayasan nirlaba tentang kesejahteraan anak sekaligus pimpinan dagang Amerika di Korea. Terlibat diplomasi perdagangan Amerika untuk Korea. Nama koreanya Jo Jae Pil tapi nama aslinya Jeffrey Jones. Tapi dipanggil Jeffeey, mungkin Jo Jae Pil kalah pamor dengan legenda penyanyi Korsel
Pertama kali ke Korea 15 Agustus 1971 lagi kuliah. Tiba di bandara internasional Gimpo, saat itu belum ada bandara Incheon apalagi sekeliling bandara ada ladang dengan pupuk alami kotoran sapi. Di saat orang lain terbatuk- batuk justru dirinya nafas panjang merasa Korea itu rumahnya. Seperti reinkarnasi dirinya tuh orang Korea tempo dulu yang menyelinap belajar bahasa Inggris. Bisa dibilang dirinya hampir menjadi bagian orang Korea saat kembali ke Amerika. Bertemu orang membungkuk padahal budaya Amrik cuma angkat tangan. Hal yang tidak suka dari Korsel, orang- orang suka iri. Kuat lapar tapi tak bisa menahan iri. Aku setuju dengan Jeffrey tabiat Korsel kompetitifnya tinggi sekali. Alasan Jeffrey tinggal setelah 2 tahun kerja amal ia berkata dalam hati di pesawat bakalan kembal. Karena tahun segitu pasca trauma gegara selesai perang. Ia belajar kedokteran tapi gak kuat jijik. Jadilah pengacara. Kasus besar yang pernah ia tangani. Saat olimpiade London, Korsel memenangkan medali perunggu. Salah satu pemain sepak bola Park Jong Woo membawa spanduk berisi pulau dokdo milik kami. Gegara itu, IOC tidak memberikan medali perunggu pada pemain tsb. Ia melobi akhirnya berhasil. Banyak pemain olahraga tak hanya dia termasuk pemain bulutangkis yang cukup populer Lee Young Dae ada kasus serupa bawa politik. Hmmm🤔🤔
Ia juga banyak pengalaman salah satunya menjabat perdagangan Amerika Korea di saat krisis IMF. Ia merger dan akuisisi perusahaan asing. Para cast mencoba belajar melobi dan Jeffrey memimpin seolah bakalan investasi antara Tim Seung Gi dan tim Kim Dong Hyun. Wah seru sih. Paling fatal Seung Gi dengan lugas saat ditanya apakah perusahaannya beneran mau dijual, jawab tidak. Secara Seung Gi punya perusahaan sendiri ya. Berbeda dengan Kim Dong Hyun dia tahu upah pesangon pegawai menurut UU Korea. Gaji 3 bulan terakhir dikalikan lamanya bekerja. Ia bisa tahu karena punya bisnis tempat gym, makanya mementingkan nasib pegawainya. Kok Seung Gi gak tahu ya. Makanya teknik melobi dimenangkan Dong Hyun Company. Jika mencari uang banyak pada Seung Gi tapi Dong Hyun cukup investasi kecil tapi bisa jadi rekan yang berlangsung lama.
Mampir juga ke restoran dimana tempat kencan pertama Jeffrey dan istrinya. Makanan kesukaannya cheonggukcang. Saking sukanya seperti rela mati besok. Ia juga membahas yayasan nirlaba yang dikelolanya tentang rumah khusus anak- anak yang terpisah lama dengan keluarga. Ada karya luar biasa dari salah satu anak bernama Park Hyo Jin, ia memenangkan puisi peringkat pertama. Saat mau di adakan acara perayaan eh keburu meninggal jadilah neneknya yang mengambil. Paling tersentuh tuh awalnya Sung Rok buat bacain eh baru lihat saja gak kuat jadinya termuda Cha Eun Woo. Sedih sih puisinya.
Sedari awal intro saat memberikan petunjuk dijelaskan sering berkata takut pada Korea. Aku sudah feeling pasti perang. Kan Rusia invasi Ukraina. Bakalan mungkin Korut juga invasi secara Rusia dan Korut sohib. Agak tepat jawabanku. Ia berkata Korea pernah mengalami krisis kemiskinan, perang, ekonomi, dan seterusnya. Tapi berkat itu bikin Korsel negara maju dan kometitif dan suka iri. Latar belakang yang mengenaskan.
Meski hanya kurang dari 1 jam ya tapi episode ini penuh makna banget.
Wah diawal sudah disuguhi musikal berkelas yang keren. Apalagi kemampuan menyanyinya nyaring melengking khas musikal. Shin Sung Rok juga turut berpartisipasi ikut tampila musikal dengan Cha Ji Yeon.
Choi Jung Won
Wanita yang ingin menjadi aktris musikal sejak 1987 ini memiliki prestasi salah satunya kandidat terbaik memainkan Donna dalam musika Mamma Mia. Gegara perannya membuat tampil di group ABBA bersama Tasya dari Spanyol, Rosie dari Rusia dan Donna dari Korea. Ia tampil dengan sangat megah karena saat dirinya tampil solo bendera Korea tampil di layar. Sampai masuk koran di halaman utama lho. Tapi yang bikin dia populer kelahiran di water birth itulah dia dikenal melebihi artis biasa. Bahkan ketua dokumenter acara kelahirannya sekarang menjadi direktur utama di SBS. Wanita debut di tahun 1989 dikarenakan saat di Jamsil dibuka taman hiburan maka disampingnya ada teater. Terpilih aktris musikal termuda kala itu hingga menjadi percontohan untuk menjadi aktris musikal.
Cha Ji Yeon
Meski terlihat dewasa sebenarnya dia termuda di antara 3 Diva musikal lainnya. Lahir dikelilingi keluarga kuat akan aset budaya manusia membuatnya dia terpengaruh. Lihat saja saat menyanyi four beat benar- benar menyedihkan dengan kemampuan gesture tubuh dan ekspresi baik. Ia juga mempelajari musik tradisional. Punya kenangan lucu nan sedih saat penutupan musikal dengan Shin Sung Rok karena yang menutup tirai kecepatan ia yang kepentok tiang tirai sampai gegar otak. Semua ga menyangka Cha Ji Yeon orangnya ceria padahal penampilannya karismatik.
Kim So Hyun
Diva musikal memiliki 4 laku musikal Yang sukses diantaranya Les Miserable, Miss Saigon, Cats, dan the phantom of Opera. Wanita bertubuh mungil dipercaya memerankan Cristine, orang Korea pertama yang melakukan itu. Musikal itu ditampilkan di London's West End dan Broadway New York jika tampil di Korea maka tidak bisa di negara lain. Makanya musikal tsb 10 tahun sekali. Ia juga mengajari caranya membersihkan hidung karena saat musikal banyak memakai instrumen dan make up. Ibu beranak satu ini jago menemukan karakter suara sendiri. Se Hyeong saja dicoba yang awalnya suaranya serak menjadi berresonasi. Jadi terdengar lebih baik. Diakuinya saat menggunakan teknik sumpit dikepit gigi geraham, tenggorokan Se Hyeong jadi terbuka.
Tiap diva memilih para cast yang menemaninya untuk tampil Cha Ji Yeon memilih Seung Gi karena ketukannya tepat dalam musik tradisional, Kim So Hyun memilih Sung Rok untuk tampil the Phantom of Opera dan sisanya dengan Choi Jung Won Chicago musikal. Saat latihan terlihat santai dan serius hasilnya memukai. Semua sukses dengan musikalnya. Sayangnya tak ada penonton. Paling mengesankan jelas the Phantom of Opera set panggung yang megah ini menganggarankan dan besar. Nyewa panggung mewah saja mahal. Sung Rok memang bakat di musikal yaa. Pengen deh lihat musikalnya dia. Aamiin jika ada waktu dan uang.
Nonton ini menyadarkan aku bahwa politik tak hanya di dunia pemerintahan tapi segala sektor pasti ada politiknya termasuk institusi kepolisian. Film ini bercerita Choi Min Jae yang diperankan Choi Woo Shik generasi ketiga penerus polisi. Kakeknya, ayahnya dan dirinya menjadi polisi. Kematian ayahnya saat bertugas itulah alasan dirinya diam- diam memata- matai atasannya Park Kang Yoon. Selama mendampingi Park Kang Yoon dalam menangkap penjahat unik memang. Nangkap penjahat dengan kerjasama penjahat lain untuk mendapatkan informan. Memang itu berlawanan dengan moral dan nurani Choi Min Jae. Terkadang juga melakukan suap dan utang ke rentenir meski akhirnya berhasil menangkap penjahat besar. Konflik dari rivalnya Park Kang Yoon, Hwang In Ho yang menyuruh Choi Min Jae memata- matainya membuat konflik jadi tumpang tindih. Seperti iri akan kesuksesan orang lain padahal Hwang In Ho tidak seidealis dan sejujur itu menjadi polisi. Tetap saja kedua kubu tsb mengantarkan inti pada masalah pada oligarki. 1% kalangan atas yang tak pernah tersentuh.
Nonton ini tuh rumit banget, konflik akan kematian ayahnya Choi Min Jae tidak terpecahkan kemungkinan ada dalang kalangan atas. Choi Min Jae yang awalnya baik jadi 50:50 jahat. Dulunya pro pada Hwang In Ho berbalik pada Park Kang Yoon. Namanya juga politik ya kan. Memang ya karya film Korea gemar kritik pemerintah. Sepertinya ini film tersirat tentang itu. Banyak moral value yang diambil.
Langganan:
Postingan (Atom)