Pengacara Jeffrey D. Jones - All the Butler/ Master in the house eps 155

Wah majikan episode ini keren karena jam terbang pengalaman hidup dan karirnya di bidang hukum. Ia salah satu pengacara di firma terkenal dan terbaik Kim & Chang. Pimpinan yayasan nirlaba tentang kesejahteraan anak sekaligus pimpinan dagang Amerika di Korea. Terlibat diplomasi perdagangan Amerika untuk Korea. Nama koreanya Jo Jae Pil tapi nama aslinya Jeffrey Jones. Tapi dipanggil Jeffeey, mungkin Jo Jae Pil kalah pamor dengan legenda penyanyi Korsel

Pertama kali ke Korea 15 Agustus 1971 lagi kuliah. Tiba di bandara internasional Gimpo, saat itu belum ada bandara Incheon apalagi sekeliling bandara ada ladang dengan pupuk alami kotoran sapi. Di saat orang lain terbatuk- batuk justru dirinya nafas panjang merasa Korea itu rumahnya. Seperti reinkarnasi dirinya tuh orang Korea tempo dulu yang menyelinap belajar bahasa Inggris.  Bisa dibilang dirinya hampir menjadi bagian orang Korea saat kembali ke Amerika. Bertemu orang membungkuk padahal budaya Amrik cuma angkat tangan. Hal yang tidak suka dari Korsel, orang- orang suka iri. Kuat lapar tapi tak bisa menahan iri. Aku setuju dengan Jeffrey tabiat Korsel kompetitifnya tinggi sekali. Alasan Jeffrey tinggal setelah 2 tahun kerja amal ia berkata dalam hati di pesawat bakalan kembal. Karena tahun segitu pasca trauma gegara selesai perang. Ia belajar kedokteran tapi gak kuat jijik. Jadilah pengacara. Kasus besar yang pernah ia tangani. Saat olimpiade London, Korsel memenangkan medali perunggu. Salah satu pemain sepak bola Park Jong Woo membawa spanduk berisi pulau dokdo milik kami. Gegara itu, IOC tidak memberikan medali perunggu pada pemain tsb. Ia melobi akhirnya berhasil. Banyak pemain olahraga tak hanya dia termasuk pemain bulutangkis yang cukup populer Lee Young Dae ada kasus serupa bawa politik. Hmmm🤔🤔

Ia juga banyak pengalaman salah satunya menjabat perdagangan Amerika Korea di saat krisis IMF. Ia merger dan akuisisi perusahaan asing. Para cast mencoba belajar melobi dan Jeffrey memimpin seolah bakalan investasi antara Tim Seung Gi dan tim Kim Dong Hyun. Wah seru sih. Paling fatal Seung Gi dengan lugas saat ditanya apakah perusahaannya beneran mau dijual, jawab tidak. Secara Seung Gi punya perusahaan sendiri ya. Berbeda dengan Kim Dong Hyun dia tahu upah pesangon pegawai menurut UU Korea. Gaji 3 bulan terakhir dikalikan lamanya bekerja. Ia bisa tahu karena punya bisnis tempat gym, makanya mementingkan nasib pegawainya. Kok Seung Gi gak tahu ya. Makanya teknik melobi dimenangkan Dong Hyun Company. Jika mencari uang banyak pada Seung Gi tapi Dong Hyun cukup investasi kecil tapi bisa jadi rekan yang berlangsung lama. 

Mampir juga ke restoran dimana tempat kencan pertama Jeffrey dan istrinya. Makanan kesukaannya cheonggukcang. Saking sukanya seperti rela mati besok. Ia juga membahas yayasan nirlaba yang dikelolanya tentang rumah khusus anak- anak yang terpisah lama dengan keluarga. Ada karya luar biasa dari salah satu anak bernama Park Hyo Jin, ia memenangkan puisi peringkat pertama. Saat mau di adakan acara perayaan eh keburu meninggal jadilah neneknya yang mengambil. Paling tersentuh tuh awalnya Sung Rok buat bacain eh baru lihat saja gak kuat jadinya termuda Cha Eun Woo. Sedih sih puisinya. 
Sedari awal intro saat memberikan petunjuk dijelaskan sering berkata takut pada Korea. Aku sudah feeling pasti perang. Kan Rusia invasi Ukraina. Bakalan mungkin Korut juga invasi secara Rusia dan Korut sohib. Agak tepat jawabanku. Ia berkata Korea pernah mengalami krisis kemiskinan, perang, ekonomi, dan seterusnya. Tapi berkat itu bikin Korsel negara maju dan kometitif dan suka iri. Latar belakang yang mengenaskan. 

Meski hanya kurang dari 1 jam ya tapi episode ini penuh makna banget. 

Posting Komentar

Imakyu. Designed by Oddthemes