07 Desember 2024
Onew SHINee di Omniscient Interfering View Episode 320: Kehidupan Baru dan Kebiasaan Uniknya
Onew SHINee, salah satu vokalis terbaik generasi kedua K-Pop, memberikan kejutan menarik dalam episode 320 Omniscient Interfering View. Dalam episode ini, ia membuka pintu rumahnya untuk pertama kalinya, meski ini bukan rumah permanennya, melainkan rumah singgah menuju pindahan ke rumah barunya. Rumah barunya yang sedang dipersiapkan konon lebih besar dan nyaman. Wajar saja, Onew yang sudah sukses selama bertahun-tahun rasanya memang pantas memiliki hunian yang lebih representatif. Tapi siapa sangka, rumah sementara yang ia tinggali cukup sederhana, bahkan terletak sedikit di area basement.
Kebiasaan Unik Onew di Rumah
Salah satu kebiasaan Onew yang mencuri perhatian adalah bagaimana ia memulai hari. Setelah bangun tidur, Onew langsung menyalakan Genie, perangkat AI yang mempermudah aktivitas sehari-harinya. Dengan hanya mengatakan, “Genie, saluran 35,” televisinya langsung menyala. Teknologi ini pengganti remote TV. Namun, bukan hanya teknologi yang menarik perhatian, melainkan kebiasaan unik lainnya.
Onew selalu bangun dari tempat tidur dan langsung membereskan kasurnya. Ia bahkan memilih jongkok di lantai daripada kembali ke ranjang karena tidak ingin ranjangnya terkena debu. Kebiasaan ini menunjukkan sisi perfeksionisnya dalam menjaga kebersihan. Seperti biasa, Onew juga memulai harinya dengan secangkir kopi, kebiasaan sederhana yang menambah kedamaian di pagi hari.
Namun, ada fakta menarik lainnya: Onew lebih suka membiarkan lampu mati di rumahnya. Alasannya cukup relatable bagi para idol yang sering berhadapan dengan lampu sorot di atas panggung. Ia merasa lebih nyaman dengan pencahayaan alami atau redup, mungkin sebagai bentuk detoksifikasi dari rutinitas kerjanya yang penuh cahaya.
Perfeksionis Kebersihan tapi Berantakan
Meski dikenal perfeksionis dalam urusan kebersihan, Onew punya sisi berlawanan yang menarik. Ia sangat sensitif terhadap debu dan rambut, hingga tidak bisa diam jika melihatnya. Dalam episode ini, ia terlihat menggunakan roll pembersih debu dengan penuh ketelitian. Namun, di sisi lain, penataan barang-barangnya justru cenderung berantakan. Barang-barang di rumahnya tampak tidak memiliki tempat tetap, meski dari segi kebersihan semuanya tetap terjaga. Ini membuktikan bahwa bahkan seorang idol pun bisa memiliki kebiasaan unik yang bertolak belakang.
Pindah Agensi dan Persahabatan yang Kuat
Episode ini juga mengungkap cerita besar lainnya dalam hidup Onew: perpindahannya dari SM Entertainment ke agensi baru. Ternyata, agensi ini didirikan oleh sahabat lamanya, Jang Moon Sung, yang sudah ia kenal sejak masa pelatihan di akademi SM. Langkah ini menjadi keputusan besar bagi Onew, yang menunjukkan betapa ia menghargai hubungan personal dan rasa kepercayaan.
Selain itu, manajer Onew sekarang dulunya adalah manajer Zico. Jang Moon Sung juga ingin berkembang karirnya makanya ia mendirikan agensi bareng Onew Shinee. Di kantor barunya, ia dan onew makan malam di rooftop gedung sembari curhat masing-masing. Meski tidak dijelaskan secara detail sepertinya mereka saling membantu kala kesulitan
01 Desember 2024
Pengalaman Seru Ikut Beauty Class Viva: Worth It Banget!
Tanggal 30 November 2024, aku akhirnya ikutan beauty class Viva. Sebenarnya, alasan utamanya karena tergiur dengan produk gratisan yang ditawarkan. Bayangkan, hanya dengan bayar Rp50.000, benefitnya gede banget! Tapi ya gitu, karena aku tinggal di luar Surabaya, harus keluar ongkos Rp300.000 untuk perjalanan. Sebelum acara dimulai, peserta juga dapat lunch box, lengkap dengan tinwall dan sebotol Le Minerale. Kalau dihitung, nilainya pasti di atas Rp20.000. Itu baru lunch box, belum lagi make up dan skincare gratisnya!
Insight Baru di Dunia Make Up
Ini adalah beauty class pertama yang aku ikuti, dan banyak banget insight baru soal make up. Salah satunya, untuk area blush on, ternyata sebaiknya jangan melebihi tulang pipi supaya wajah nggak kelihatan turun. Terus, cara gambar alis juga penting. Ujung alis harus sejajar dengan arah telinga. Kalau alis terlalu rendah, wajah terkesan tegas, sedangkan kalau sejajar, hasilnya lebih soft.
Untuk eyeshadow, cukup diaplikasikan setengah kelopak mata aja. Tapi aku jujur, agak struggling di bagian ini. Maklum, aku nggak biasa make up. Jadi, lama-lama malah bengong dan lebih fokus ngamatin orang lain. Mungkin karena niat awalnya cuma pengen produk gratisan dan voucher, jadi aku kurang totalitas ikut tutorial make up-nya.
Produk Gratisan Viva: Worth Every Penny
Satu hal yang bikin acara ini worth it adalah semua make up dan skincare sudah disediakan Viva, jadi peserta nggak perlu repot bawa sendiri. Bahkan, goodie bag-nya juga lumayan banget! Aku dapat blush on Viva Queen, yang kalau beli harganya di atas Rp50 ribu, dan juga palette eyeshadow. Selain itu, ada produk baru micellar water Viva dengan 4 varian: kuning (klasik), pink (kolagen), hijau (jerawat), dan biru (sensitif). Kebetulan banget, aku dapat varian pink yang memang aku incar.
Belum lagi, ada voucher diskon Rp25.000 untuk pembelian produk Viva online, voucher Red-A, potongan treatment di Viva Center, dan potongan Rp10.000 untuk belanja di booth Viva on the spot. Kalau dihitung-hitung, total benefitnya kurang lebih Rp300.000—benar-benar sebanding dengan effort datang ke acara ini.
Jason Ho, MUA yang Bikin Kelas Ini Lebih Menarik
Beauty class ini dipandu oleh Jason Ho, seorang make up artist yang detail banget dalam menjelaskan teknik make up. Sayangnya, aku sudah kehilangan mood sebelum acara dimulai. Tapi buat yang benar-benar tertarik dengan dunia make up, ini pengalaman yang wajib dicoba.
Kalau aku tinggal di Surabaya, mungkin aku bakal datang lagi ke event berikutnya. Selain nambah wawasan, benefitnya juga nggak main-main: mulai dari produk gratis, ilmu make up, sampai voucher belanja. Jadi, buat kalian yang pengen pengalaman baru di dunia make up, jangan ragu ikutan beauty class seperti ini
29 November 2024
Mengenal Tiga Dokter Hebat di Knowing Brothers Episode 456
Pada episode 456 Knowing Brothers, para dokter menjadi tamu istimewa. Namun, bukan dokter biasa yang hadir. Ada Yeo Esther, seorang spesialis dokter keluarga; Kim Tae Hoon, psikolog terkenal dengan kanal YouTube; dan Lee Kwang Min, psikiater yang sering tampil di acara Divorce Camp JTBC. Ketiganya membahas kesehatan mental dari perspektif yang berbeda. Yuk, kenalan lebih dekat dengan latar belakang mereka!
Yeo Esther, Dokter Teladan dengan Kisah Inspiratif
Yeo Esther adalah wajah yang tidak asing di Knowing Brothers, bahkan ini adalah penampilannya yang ketiga. Ia mengisahkan perjalanan hidupnya, dari siswa teladan di Daegu hingga diterima di jurusan kedokteran Universitas Nasional Seoul (SNU). Selama kuliah, Yeo Esther dijuluki “kamus berjalan” karena kepintarannya yang luar biasa. Namun, di balik kesuksesannya, ia pernah mengalami depresi berat selama delapan tahun akibat tekanan menjadi dokter yang harus selalu tampil prima di depan pasien. Pengalamannya ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental adalah bagian penting dari kehidupan, bahkan untuk seorang dokter sekalipun.
Kim Tae Hoon, Psikolog dengan Gaya Edukasi Relatable
Kim Tae Hoon adalah lulusan Universitas Korea yang terkenal dengan spesialisasi psikologi kognitif. Ia sempat mendapat julukan "piknik tikar" karena stigma pada tahun 1993, di mana psikologi dianggap seperti peramal. Dalam episode ini, Kim Tae Hoon berbagi banyak wawasan, seperti bagaimana suasana dingin membantu tidur lebih nyenyak dan fakta menarik bahwa berbicara tentang diri sendiri dapat memberikan kepuasan emosional setara dengan 30-40% kebutuhan seksual. Ia juga memuji inovasi masyarakat Korea Selatan yang tidak mudah percaya pada nasihat, sehingga menjadi salah satu negara paling inovatif di dunia.
Lee Kwang Min, Psikiater yang Lebih Suka Mendengar daripada Meresepkan
Lee Kwang Min memiliki perjalanan yang unik menuju dunia psikiatri. Ia sempat gagal dalam ujian CSAT pertama dan merasa diabaikan oleh keluarganya. Motivasi inilah yang mendorongnya untuk membuktikan diri dengan diterima di jurusan kedokteran Universitas Nasional Kyungpook. Ia tertarik menjadi psikiater setelah melihat pengalaman spiritual di gereja. Sebagai psikiater, Lee Kwang Min menyebut dirinya seperti “detektif,” yang harus menggali cerita pasien untuk memahami masalah mereka. Salah satu kisah yang ia bagikan adalah tentang pasien skizofrenia yang kabur dari rumah sakit dan kemudian masuk IGD akibat komplikasi yang parah.
Konseling Cast Knowing Brothers: Cerita dan Solusi
Selain berbagi wawasan, ketiga dokter ini juga memberikan konseling kepada para cast Knowing Brothers yang memiliki keresahan masing-masing.
Kang Ho Dong, Lee Soo Geun, dan Seo Jang Hoon: Kelelahan Kerja
Trio ini berbagi keresahan tentang kelelahan kerja. Meski usia mereka sudah memasuki kepala lima, Kang Ho Dong dan Seo Jang Hoon masih memiliki stamina yang cukup berkat latar belakang mereka sebagai atlet. Namun, Lee Soo Geun mulai merasakan gejala andropause. Ia mengaku tak ingin mengulangi pola ayahnya yang terlalu sibuk saat ia kecil. Yeo Esther menyarankan agar mereka tetap menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan fisik serta emosional.
Kim Heechul: Keresahan tentang Pernikahan
Kim Heechul merasa tertekan karena teman-teman sebayanya mulai menikah. Namun, menurut Lee Kwang Min, Heechul tak perlu terlalu khawatir karena ia sudah seperti simbol narcissism, di mana citra publiknya menjadi sumber kebahagiaannya. Ia hanya perlu menerima bahwa perubahan citra adalah hal yang normal.
Lee Sang Min: Kehampaan setelah Melunasi Utang
Setelah melunasi utang yang ia bayar selama hampir dua dekade, Lee Sang Min merasa hampa dan kesepian. Apalagi, ibunya yang meninggal tahun lalu membuatnya kehilangan tujuan hidup. Kim Tae Hoon menyarankan Lee Sang Min untuk mulai membuka diri pada hubungan baru, meski prosesnya memakan waktu.
Shindong: Rasa Kesepian di Balik Tawa
Shindong berbagi keresahan tentang bagaimana ia merasa seperti "badut yang menangis." Sebagai seorang introvert, ia sering khawatir dengan reaksi penonton terhadap penampilannya. Lee Kwang Min menyarankan Shindong untuk memperluas lingkaran sosialnya agar memiliki sistem dukungan yang kuat. Ia juga menyarankan agar Shindong tidak terlalu baik dalam pertemanan, tetapi menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.
Kim Young Chul: Tekanan dalam Sketsa Komedi
Kim Young Chul merasa kurang dihargai dalam sketsa komedi yang ia buat. Kim Tae Hoon menyarankan untuk fokus pada pujian yang ia terima, walaupun kecil. Ia juga diingatkan untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri dan menikmati prosesnya.
Kesimpulan
Episode ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan banyak wawasan tentang pentingnya kesehatan mental. Dengan pengalaman para dokter yang inspiratif dan solusi yang mereka tawarkan, kita dapat belajar bahwa tidak ada masalah yang terlalu kecil untuk dibicarakan. Jangan lupa untuk terus menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kesehatan fisik, dan kesehatan mental!
05 November 2024
Bagi penggemar acara Culinary Class Wars, tentu tidak asing lagi dengan sosok Chef Choi Hyun Seok yang dikenal dengan karakter kepemimpinan karismatik dan gaya masak yang kreatif. Di episode terbaru Omniscient Interfering View (episode 320), kita melihat Chef Choi tampil kembali.
Persahabatan dan Gaya Masak yang Berbeda
Chef Choi dan Chef Ahn Sung Jae memiliki hubungan dekat selama lebih dari 10 tahun. Chef Ahn ngundang Chef Choi ke klub golf chef di Amerika. Meski demikian, gaya masak keduanya sangat berbeda. Chef Choi, yang sering menghias hidangannya dengan bunga-bunga yang bisa dimakan, bertolak belakang dengan Chef Ahn yang lebih mengutamakan kesederhanaan tampilan dan rasa. Meskipun tidak selalu menyukai tampilan hidangan Chef Choi, Chef Ahn sangat menghargai prinsip yang dimiliki temannya.
Restoran Choi DOT dan Gaya Kepemimpinan Chef Choi
Chef Choi Hyun Seok memiliki restoran fine dining terkenal bernama Choi DOT, di mana mantan muridnya, Seok Yeop, bekerja sebagai kepala koki. Seok Yeop yang bergabung sejak 2012 bahkan meninggalkan kuliah demi belajar langsung di bawah bimbingan Chef Choi. Meski sudah dekat, Seok Yeop masih merasa segan karena ketegasan dan kedisiplinan. Chef Choi dikenal sangat berani bereksperimen, bahkan terinspirasi dari mainan action figure dalam teknik memasaknya. Makanan penutup menyerupai action figure. Dalam memasak sangatlah teliti, untuk memanggang daging, misalnya, ia mencoba berbagai suhu hingga menemukan yang paling sempurna pada 52°C.
Di dapur Choi DOT, terdapat beberapa bagian khusus seperti dapur panas, dingin, pastry, panggang, dan meja pass untuk memastikan semua hidangan disajikan dengan kualitas terbaik. Dapur panas biasanya makanan di atas api. Dapur dingin untuk hiasan atau makanan pembuka seperti lab masak pakai nitrogen cair. Panggang juga tersendiri dengan arang. Pastry untuk makanan penutup. Sebelum restoran buka, Chef Choi mengadakan meeting untuk memastikan pesanan pelanggan telah sesuai, khususnya untuk pelanggan spesial, seperti pasangan yang merayakan hari jadi. Bahkan ia menanyakan tentang alergi atau preferensi tertentu sebelum memesan tempat di restorannya.
Pengalaman Melayani Pelanggan dan Keterampilan Problem Solving
Selama dapur sibuk, Chef Choi memantau semua persiapan dengan teliti, bahkan ikut membantu pramusaji untuk memberikan pengalaman intim bagi pelanggan. Setelah memastikan semuanya berjalan lancar, ia terkadang berpindah ke restoran kasual lain yang dikelola oleh muridnya, membantu pelayanan dan berinteraksi langsung dengan pelanggan. Jika Anda menonton Culinary Class Wars, risoto mapo tahu yang pernah ia masak di acara tersebut juga bisa ditemukan di restoran ini.
Namun, di suatu malam di Choi DOT, terjadi krisis karena bahan untuk menu penutup (phir shiso) tak ada karena kesalahan komunikasi antara kepala koki dan manajer restoran. Meskipun ini menimbulkan kekhawatiran bagi manajer, Chef Choi menunjukkan ketenangan dan menemukan solusi dengan menyiapkan makanan tsb. Sikapnya yang karismatik dan solutif menunjukkan mengapa ia begitu dihormati di industri kuliner.
Rencana Baru dan Dukungan untuk Muridnya
Setelah semua selesai, Chef Choi mengunjungi restoran bar milik Seok Yeop, yang ingin membuka usaha sendiri. Chef Choi menawarkan diri untuk menjadi investor karena buka bisnis sendirian pasti kesulitan. Di sini, Chef Choi bertemu chef berbintang Michelin dan chef yang dikenal sebagai “chef maniak masak,” yang disebut oleh netizen sebagai “chef cemas” karena sering terlihat tegang. Chef Choi, yang mengetahui latar belakang chef maniak masak yang pernah melamar ke restorannya tapi tak datang karena tak diizinkan bolos sekolah. Sedangkan chef Michelin murid chef Ahn juga datang karena pernah nantangin dia di permainan duel 1:1 sayangnya kalah. Saat hasil diskusi butuh waktu 40 menit lamanya. Sepertinya chef Seok Yeop murid chef Hyun Seok bakalan ikutan Culinary Class Wars season 2.
Kesimpulan
Menyaksikan episode ini memberikan wawasan tentang kreativitas Chef Choi dalam menghidangkan makanan yang tak hanya cantik tapi juga kaya cita rasa. Acara Culinary Class Wars dan Omniscient Interfering View menampilkan keunikan menu yang dihargai dan dikagumi banyak orang. Chef Choi, dengan postur tinggi 190 cm untuk pria kelahiran 1962. Stamina dia sangat kuat di usia sudah kepala 5, kerja di restoran di 3 tempat berbeda. Aku lihatnya capek banget.
> Tonton episode 320 dari Omniscient Interfering View dan saksikan kreativitas Chef Choi Hyun Seok dalam menghadapi tantangan di dapur!
Langganan:
Postingan (Atom)