15 December 2024

Key SHINee Gagal Lolos Ujian Sertifikasi Masak Masakan Barat: Perjuangan, Kesalahan, dan Semangat yang Tak Padam


Key SHINee dikenal sebagai idol multitalenta yang selalu serius dalam mengejar passion-nya, termasuk dalam memasak. Sayangnya, perjuangan kerasnya selama setahun terakhir untuk mendapatkan sertifikasi memasak masakan Barat harus berakhir dengan kegagalan.
Pada episode 573 I Live Alone, Key membagikan pengalamannya mengikuti ujian praktek memasak yang penuh tantangan. Tahun lalu, ia berhasil lulus ujian tertulis untuk sertifikasi memasak masakan Barat. Namun, ujian praktek kali ini jauh lebih sulit karena tidak hanya menilai rasa, tetapi juga teknik memasak, cara memotong bahan, dan ketepatan waktu.

Sebagai persiapan, Key telah berlatih masakan Barat secara intensif di rumah selama setahun penuh. Meski begitu, ketika hari ujian tiba, rasa gugup menguasainya. Dari awal, ia sudah dibuat panik karena alat-alat masaknya jatuh saat baru mulai mempersiapkan bahan.
Ketegangan semakin memuncak ketika Key menyadari ada asap memenuhi dapur ujiannya. Rupanya, salah satu masakannya gosong. Ia segera mematikan kompor dan mencoba menyelamatkan makanan yang masih bisa disajikan. Namun, hasil akhirnya tidak memenuhi standar.

Dalam ujian praktek memasak, setiap detail sangat diperhatikan. Mulai dari potongan bahan yang harus rapi, teknik memasak yang tepat, hingga pakaian yang harus rapi dan semi formal. Meski rasa masakan Key mungkin enak, gosong yang terlihat sedikit saja membuatnya didiskualifikasi.
Setelah ujian, Key duduk lemas di parkiran, mengaku merasa gagal. Ia bercerita betapa gugupnya selama ujian hingga kesalahan kecil terus terjadi, mulai dari alat jatuh hingga asap yang membuatnya panik. Walau merasa kecewa, Key tidak menyerah.
Key kemudian pulang dengan perasaan sedih. Masakan hasil latihannya yang disimpan di kulkas akhirnya tidak disentuh karena ia kehilangan selera. Sebagai gantinya, ia memasak ramyeon sederhana untuk menenangkan diri. Namun, ia bertekad untuk mencoba lagi ujian praktek sertifikasi ini di masa mendatang.

Momen ini menunjukkan sisi manusiawi Key, idol yang dikenal perfeksionis namun juga berani menunjukkan kegagalannya. Keberanian untuk terus mencoba dan belajar dari kesalahan menjadi pelajaran berharga bagi penggemarnya.

Meski gagal kali ini, Key tetap menjadi inspirasi banyak orang. Perjuangannya selama setahun penuh membuktikan bahwa ia bukan hanya seorang penyanyi berbakat, tetapi juga sosok yang tekun mengejar mimpinya.

Bagi banyak orang, kegagalan seperti ini bisa jadi sangat memukul. Namun, Key mengajarkan bahwa gagal adalah bagian dari proses. Dengan semangat yang ia tunjukkan, tak heran jika banyak yang yakin bahwa ia akan berhasil di ujian berikutnya.
Key SHINee juga menjadi contoh bahwa kesuksesan membutuhkan proses panjang dan terkadang penuh tantangan. Apa yang terlihat mudah di layar kaca, seperti memasak, sebenarnya memerlukan kerja keras dan disiplin tinggi.

Momen ini juga menggambarkan tekanan yang dirasakan Key sebagai figur publik. Rasa gugup yang ia alami menunjukkan bahwa meski seorang idol, ia tetap manusia biasa yang bisa merasa cemas dan panik.

Semangat Key untuk terus mencoba lagi adalah pesan penting bagi semua orang. Gagal bukan akhir dari segalanya. Justru dari kegagalan, kita bisa belajar dan menjadi lebih baik di masa depan.

Pengalaman ini membuat Key semakin relatable bagi para penggemar. Banyak orang yang pernah mengalami kegagalan serupa di hidup mereka. Apa yang dilakukan Key, yaitu menerima kegagalan, bersedih, tetapi tetap bertekad mencoba lagi, adalah sikap yang patut diteladani.

Tidak hanya bagi penggemarnya, cerita ini juga bisa menjadi motivasi bagi siapa saja yang sedang merasa putus asa karena gagal mencapai tujuan. Key menunjukkan bahwa yang terpenting adalah semangat untuk bangkit dan terus berusaha.

Ke depan, kita semua tentu berharap Key berhasil mendapatkan sertifikasi memasak masakan Barat. Dengan latihan dan pengalaman yang ia miliki, peluangnya untuk sukses di ujian berikutnya sangat besar.

Cerita Key di I Live Alone ini bukan hanya tentang memasak, tetapi juga pelajaran hidup. Ia mengingatkan kita bahwa tidak ada usaha yang sia-sia dan bahwa kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan.

Terima kasih Key SHINee, karena telah menginspirasi dengan kisahmu. Kami yakin, kali berikutnya, kamu akan berhasil meraih sertifikasi yang kamu impikan!


07 December 2024

Onew SHINee di Omniscient Interfering View Episode 320: Kehidupan Baru dan Kebiasaan Uniknya

Onew SHINee, salah satu vokalis terbaik generasi kedua K-Pop, memberikan kejutan menarik dalam episode 320 Omniscient Interfering View. Dalam episode ini, ia membuka pintu rumahnya untuk pertama kalinya, meski ini bukan rumah permanennya, melainkan rumah singgah menuju pindahan ke rumah barunya. Rumah barunya yang sedang dipersiapkan konon lebih besar dan nyaman. Wajar saja, Onew yang sudah sukses selama bertahun-tahun rasanya memang pantas memiliki hunian yang lebih representatif. Tapi siapa sangka, rumah sementara yang ia tinggali cukup sederhana, bahkan terletak sedikit di area basement.

Kebiasaan Unik Onew di Rumah


Salah satu kebiasaan Onew yang mencuri perhatian adalah bagaimana ia memulai hari. Setelah bangun tidur, Onew langsung menyalakan Genie, perangkat AI yang mempermudah aktivitas sehari-harinya. Dengan hanya mengatakan, “Genie, saluran 35,” televisinya langsung menyala. Teknologi ini pengganti remote TV. Namun, bukan hanya teknologi yang menarik perhatian, melainkan kebiasaan unik lainnya.
Onew selalu bangun dari tempat tidur dan langsung membereskan kasurnya. Ia bahkan memilih jongkok di lantai daripada kembali ke ranjang karena tidak ingin ranjangnya terkena debu. Kebiasaan ini menunjukkan sisi perfeksionisnya dalam menjaga kebersihan. Seperti biasa, Onew juga memulai harinya dengan secangkir kopi, kebiasaan sederhana yang menambah kedamaian di pagi hari.

Namun, ada fakta menarik lainnya: Onew lebih suka membiarkan lampu mati di rumahnya. Alasannya cukup relatable bagi para idol yang sering berhadapan dengan lampu sorot di atas panggung. Ia merasa lebih nyaman dengan pencahayaan alami atau redup, mungkin sebagai bentuk detoksifikasi dari rutinitas kerjanya yang penuh cahaya.

Perfeksionis Kebersihan tapi Berantakan

Meski dikenal perfeksionis dalam urusan kebersihan, Onew punya sisi berlawanan yang menarik. Ia sangat sensitif terhadap debu dan rambut, hingga tidak bisa diam jika melihatnya. Dalam episode ini, ia terlihat menggunakan roll pembersih debu dengan penuh ketelitian. Namun, di sisi lain, penataan barang-barangnya justru cenderung berantakan. Barang-barang di rumahnya tampak tidak memiliki tempat tetap, meski dari segi kebersihan semuanya tetap terjaga. Ini membuktikan bahwa bahkan seorang idol pun bisa memiliki kebiasaan unik yang bertolak belakang.

Pindah Agensi dan Persahabatan yang Kuat

Episode ini juga mengungkap cerita besar lainnya dalam hidup Onew: perpindahannya dari SM Entertainment ke agensi baru. Ternyata, agensi ini didirikan oleh sahabat lamanya, Jang Moon Sung, yang sudah ia kenal sejak masa pelatihan di akademi SM. Langkah ini menjadi keputusan besar bagi Onew, yang menunjukkan betapa ia menghargai hubungan personal dan rasa kepercayaan.

Selain itu, manajer Onew sekarang dulunya adalah manajer Zico. Jang Moon Sung juga ingin berkembang karirnya makanya ia mendirikan agensi bareng Onew Shinee. Di kantor barunya, ia dan onew makan malam di rooftop gedung sembari curhat masing-masing. Meski tidak dijelaskan secara detail sepertinya mereka saling membantu kala kesulitan 

01 December 2024

Pengalaman Seru Ikut Beauty Class Viva: Worth It Banget!

Tanggal 30 November 2024, aku akhirnya ikutan beauty class Viva. Sebenarnya, alasan utamanya karena tergiur dengan produk gratisan yang ditawarkan. Bayangkan, hanya dengan bayar Rp50.000, benefitnya gede banget! Tapi ya gitu, karena aku tinggal di luar Surabaya, harus keluar ongkos Rp300.000 untuk perjalanan. Sebelum acara dimulai, peserta juga dapat lunch box, lengkap dengan tinwall dan sebotol Le Minerale. Kalau dihitung, nilainya pasti di atas Rp20.000. Itu baru lunch box, belum lagi make up dan skincare gratisnya!

Insight Baru di Dunia Make Up

Ini adalah beauty class pertama yang aku ikuti, dan banyak banget insight baru soal make up. Salah satunya, untuk area blush on, ternyata sebaiknya jangan melebihi tulang pipi supaya wajah nggak kelihatan turun. Terus, cara gambar alis juga penting. Ujung alis harus sejajar dengan arah telinga. Kalau alis terlalu rendah, wajah terkesan tegas, sedangkan kalau sejajar, hasilnya lebih soft.

Untuk eyeshadow, cukup diaplikasikan setengah kelopak mata aja. Tapi aku jujur, agak struggling di bagian ini. Maklum, aku nggak biasa make up. Jadi, lama-lama malah bengong dan lebih fokus ngamatin orang lain. Mungkin karena niat awalnya cuma pengen produk gratisan dan voucher, jadi aku kurang totalitas ikut tutorial make up-nya.

Produk Gratisan Viva: Worth Every Penny


Satu hal yang bikin acara ini worth it adalah semua make up dan skincare sudah disediakan Viva, jadi peserta nggak perlu repot bawa sendiri. Bahkan, goodie bag-nya juga lumayan banget! Aku dapat blush on Viva Queen, yang kalau beli harganya di atas Rp50 ribu, dan juga palette eyeshadow. Selain itu, ada produk baru micellar water Viva dengan 4 varian: kuning (klasik), pink (kolagen), hijau (jerawat), dan biru (sensitif). Kebetulan banget, aku dapat varian pink yang memang aku incar.
Belum lagi, ada voucher diskon Rp25.000 untuk pembelian produk Viva online, voucher Red-A, potongan treatment di Viva Center, dan potongan Rp10.000 untuk belanja di booth Viva on the spot. Kalau dihitung-hitung, total benefitnya kurang lebih Rp300.000—benar-benar sebanding dengan effort datang ke acara ini.

Jason Ho, MUA yang Bikin Kelas Ini Lebih Menarik



Beauty class ini dipandu oleh Jason Ho, seorang make up artist yang detail banget dalam menjelaskan teknik make up. Sayangnya, aku sudah kehilangan mood sebelum acara dimulai. Tapi buat yang benar-benar tertarik dengan dunia make up, ini pengalaman yang wajib dicoba.

Kalau aku tinggal di Surabaya, mungkin aku bakal datang lagi ke event berikutnya. Selain nambah wawasan, benefitnya juga nggak main-main: mulai dari produk gratis, ilmu make up, sampai voucher belanja. Jadi, buat kalian yang pengen pengalaman baru di dunia make up, jangan ragu ikutan beauty class seperti ini




29 November 2024

Mengenal Tiga Dokter Hebat di Knowing Brothers Episode 456

Pada episode 456 Knowing Brothers, para dokter menjadi tamu istimewa. Namun, bukan dokter biasa yang hadir. Ada Yeo Esther, seorang spesialis dokter keluarga; Kim Tae Hoon, psikolog terkenal dengan kanal YouTube; dan Lee Kwang Min, psikiater yang sering tampil di acara Divorce Camp JTBC. Ketiganya membahas kesehatan mental dari perspektif yang berbeda. Yuk, kenalan lebih dekat dengan latar belakang mereka!

Yeo Esther, Dokter Teladan dengan Kisah Inspiratif

Yeo Esther adalah wajah yang tidak asing di Knowing Brothers, bahkan ini adalah penampilannya yang ketiga. Ia mengisahkan perjalanan hidupnya, dari siswa teladan di Daegu hingga diterima di jurusan kedokteran Universitas Nasional Seoul (SNU). Selama kuliah, Yeo Esther dijuluki “kamus berjalan” karena kepintarannya yang luar biasa. Namun, di balik kesuksesannya, ia pernah mengalami depresi berat selama delapan tahun akibat tekanan menjadi dokter yang harus selalu tampil prima di depan pasien. Pengalamannya ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental adalah bagian penting dari kehidupan, bahkan untuk seorang dokter sekalipun.

Kim Tae Hoon, Psikolog dengan Gaya Edukasi Relatable

Kim Tae Hoon adalah lulusan Universitas Korea yang terkenal dengan spesialisasi psikologi kognitif. Ia sempat mendapat julukan "piknik tikar" karena stigma pada tahun 1993, di mana psikologi dianggap seperti peramal. Dalam episode ini, Kim Tae Hoon berbagi banyak wawasan, seperti bagaimana suasana dingin membantu tidur lebih nyenyak dan fakta menarik bahwa berbicara tentang diri sendiri dapat memberikan kepuasan emosional setara dengan 30-40% kebutuhan seksual. Ia juga memuji inovasi masyarakat Korea Selatan yang tidak mudah percaya pada nasihat, sehingga menjadi salah satu negara paling inovatif di dunia.

Lee Kwang Min, Psikiater yang Lebih Suka Mendengar daripada Meresepkan

Lee Kwang Min memiliki perjalanan yang unik menuju dunia psikiatri. Ia sempat gagal dalam ujian CSAT pertama dan merasa diabaikan oleh keluarganya. Motivasi inilah yang mendorongnya untuk membuktikan diri dengan diterima di jurusan kedokteran Universitas Nasional Kyungpook. Ia tertarik menjadi psikiater setelah melihat pengalaman spiritual di gereja. Sebagai psikiater, Lee Kwang Min menyebut dirinya seperti “detektif,” yang harus menggali cerita pasien untuk memahami masalah mereka. Salah satu kisah yang ia bagikan adalah tentang pasien skizofrenia yang kabur dari rumah sakit dan kemudian masuk IGD akibat komplikasi yang parah.

Konseling Cast Knowing Brothers: Cerita dan Solusi


Selain berbagi wawasan, ketiga dokter ini juga memberikan konseling kepada para cast Knowing Brothers yang memiliki keresahan masing-masing.

Kang Ho Dong, Lee Soo Geun, dan Seo Jang Hoon: Kelelahan Kerja

Trio ini berbagi keresahan tentang kelelahan kerja. Meski usia mereka sudah memasuki kepala lima, Kang Ho Dong dan Seo Jang Hoon masih memiliki stamina yang cukup berkat latar belakang mereka sebagai atlet. Namun, Lee Soo Geun mulai merasakan gejala andropause. Ia mengaku tak ingin mengulangi pola ayahnya yang terlalu sibuk saat ia kecil. Yeo Esther menyarankan agar mereka tetap menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan fisik serta emosional.

Kim Heechul: Keresahan tentang Pernikahan

Kim Heechul merasa tertekan karena teman-teman sebayanya mulai menikah. Namun, menurut Lee Kwang Min, Heechul tak perlu terlalu khawatir karena ia sudah seperti simbol narcissism, di mana citra publiknya menjadi sumber kebahagiaannya. Ia hanya perlu menerima bahwa perubahan citra adalah hal yang normal.

Lee Sang Min: Kehampaan setelah Melunasi Utang

Setelah melunasi utang yang ia bayar selama hampir dua dekade, Lee Sang Min merasa hampa dan kesepian. Apalagi, ibunya yang meninggal tahun lalu membuatnya kehilangan tujuan hidup. Kim Tae Hoon menyarankan Lee Sang Min untuk mulai membuka diri pada hubungan baru, meski prosesnya memakan waktu.

Shindong: Rasa Kesepian di Balik Tawa

Shindong berbagi keresahan tentang bagaimana ia merasa seperti "badut yang menangis." Sebagai seorang introvert, ia sering khawatir dengan reaksi penonton terhadap penampilannya. Lee Kwang Min menyarankan Shindong untuk memperluas lingkaran sosialnya agar memiliki sistem dukungan yang kuat. Ia juga menyarankan agar Shindong tidak terlalu baik dalam pertemanan, tetapi menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.

Kim Young Chul: Tekanan dalam Sketsa Komedi

Kim Young Chul merasa kurang dihargai dalam sketsa komedi yang ia buat. Kim Tae Hoon menyarankan untuk fokus pada pujian yang ia terima, walaupun kecil. Ia juga diingatkan untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri dan menikmati prosesnya.

Kesimpulan


Episode ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan banyak wawasan tentang pentingnya kesehatan mental. Dengan pengalaman para dokter yang inspiratif dan solusi yang mereka tawarkan, kita dapat belajar bahwa tidak ada masalah yang terlalu kecil untuk dibicarakan. Jangan lupa untuk terus menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kesehatan fisik, dan kesehatan mental!
Imakyu. Designed by Oddthemes