23 Juli 2026

Sisi Lain Lee Sang-yoon di 'The Manager' Ep 384: Si Jenius SNU yang Ternyata Bisa 'Malas' Juga!

Siapa yang tidak kenal Lee Sang-yoon? Aktor tampan yang dijuluki "Menantu Idaman Se-Korea" ini selalu identik dengan citra sempurna: cerdas, lulusan Fisika Seoul National University (SNU), dan pembawaannya yang elegan.
Namun, penampilannya di variety show MBC "The Manager" (Omniscient Interfering View) episode 384 ini benar-benar membongkar sisi kemanusiaannya yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Penasaran bagaimana keseharian sang aktor jenius ini di rumah mewahnya? Yuk, simak rangkumannya!

1. Apartemen Mewah dengan Pemandangan Sungai Han

Pertama-tama, mata penonton langsung dimanjakan dengan desain interior rumah Lee Sang-yoon. Apartemennya sangat modern, minimalis, dan memiliki jendela besar yang langsung menghadap ke arah Sungai Han. Ruang tamunya yang luas menunjukkan selera desain yang tinggi, sejalan dengan latar belakang ayahnya yang ternyata adalah seorang arsitek ternama. Gak disebutkan sih nama arsiteknya. Meski begitu LSY tidak cocok dengan selera desain arsitek ayahnya yang baginya terlalu tua untuknya. Sekarang rumahnya pindah ya bila dibandingkan di acara master in the house 

2. Bukti Kecerdasan di Rak Buku: Fisika dan Kalkulus!

Bukan sekadar rumor, rak buku Lee Sang-yoon dipenuhi dengan literatur tingkat berat. Kamera menangkap koleksi buku seperti:
 * *Electromagnetism* (Elektromagnetika)
 * *Vector Calculus* (Kalkulus Vektor)
 * *Linear Algebra* (Aljabar Linear)
Bahkan bagi orang biasa, melihat judul-judulnya saja sudah bikin pusing! Ini membuktikan bahwa kecerdasannya sebagai lulusan SNU bukanlah sekadar image di layar kaca. Alasannya pria yang memiliki tinggi 186 cm ini tak suka membuang buku karena punya kenangan untuknya. Tak heran buku semasa kuliah disimpan. 

3. Skor Ujian yang Mencengangkan

Dalam sesi obrolan di studio, terungkap fakta mengejutkan tentang masa sekolahnya. Lee Sang-yoon pernah mendapatkan skor 370-an dari total 400 poin dalam ujian nasionalnya. Tak heran jika ia berhasil menembus salah satu universitas paling prestisius di Korea Selatan. Jurusan fisika lagi. Awalnya ia mau ninggalin perkuliahan karena kesibukannya sebagai aktor namun mendapat petuah dari lee soon jae maka ia lanjutkan kuliahnya hingga 13 tahun. Zaman itu boleh ya. 

4. "The Human Side": Meja Kerja Berantakan & Hobi Main Game

Di sinilah letak keseruannya! Manajer Lee Sang-yoon secara blak-blakan membongkar sifat asli sang aktor.
Si Tukang Menunda: Sang manajer menyebut bahwa Lee Sang-yoon sebenarnya cukup "malas" dalam urusan rumah tangga dan sering membiarkan tugas menumpuk sebelum akhirnya diselesaikan sekaligus.
Meja Kerja yang 'Realistis': Kontras dengan rumahnya yang rapi, meja kerja pribadinya penuh dengan tumpukan dokumen, catatan, dan barang-barang yang berserakan—sangat relatable bagi kita semua!
Gamer Tersembunyi:  Siapa sangka seorang fisikawan suka menghabiskan waktu pagi harinya dengan menonton pertandingan basket sambil asyik bermain game zuma di ponsel?

5. Mobil "Legend" Berusia 11 Tahun

Di saat banyak aktor papan atas hobi mengoleksi mobil mewah keluaran terbaru, Lee Sang-yoon justru tetap setia dengan mobilnya yang dibeli tahun 2013. Baginya, selama mobil tersebut masih berfungsi dengan baik dan nyaman, tidak ada alasan untuk menggantinya. Prinsip yang sangat rendah hati untuk bintang sebesar dia!

6. Si "Raja Hemat" (Frugal King)

Ada beberapa momen yang membuat panelis di studio tertawa sekaligus kagum dengan gaya hidup ekonomisnya:
Pengumpul Poin Setia: Saat berbelanja, Lee Sang-yoon tidak ragu menggunakan poin belanjaan yang sudah ia kumpulkan. Ia bahkan memiliki sekitar 2.310 poin yang ia gunakan dengan sangat teliti.
Barang Kedaluwarsa?: Penonton dikejutkan saat kamera menyorot isi kulkasnya. Ditemukan air mineral yang sudah lewat masa kedaluwarsa 2 bulan dan*gochujang (pasta cabai) yang sudah lewat 1 tahun!
Sertifikat Autentikasi: Ia juga mengaku sempat kesulitan mempercayai sistem sertifikat autentikasi digital, itulah kenapa baru punya mobile banking di smartphone baru- baru ini. Sebelumnya hanya punya buku tabungan menunjukkan sisi konservatifnya terhadap teknologi tertentu. Kalau install aplikasi bener- bener dibaca policy and legacy. 

7. Koleksi Komik "One Piece" & Buku Catatan Fisik

Meskipun otaknya dipenuhi rumus fisika, Lee Sang-yoon memiliki sisi wibu Sepertiga dari rak bukunya ternyata diisi oleh berbagai koleksi komik, termasuk seri populer One Piece.
Selain itu, ia lebih suka menggunakan buku fisik dan menulis catatan dengan tangan daripada menggunakan tablet atau gadget. Menurutnya, menulis secara fisik membantunya lebih fokus dan nyaman saat menghafal naskah atau belajar.

8. Persiapan Teater "Turing Machine"

Di episode ini, kita juga melihat dedikasinya sebagai aktor saat mempersiapkan pementasan teater terbarunya yang berjudul "Turing Machine". Ia berperan sebagai Alan Turing, tokoh jenius matematika. Peran ini terasa sangat cocok dengan latar belakang pendidikannya, namun ia tetap merasa cemas akan dominasi AI di masa depan, sebuah pemikiran mendalam yang ia bagikan saat berada di dalam mobil. Demi perannya sampai baca naskah asli berbahasa prancis karena ada bagian yang ga sinkron makanya ia membaca naskah asli bahasa prancis dengan aplikasi terjemahan.

9. Realita Sink Cuci Piring: "Tunggu Menumpuk Dulu"

Salah satu momen paling relatable (dan mungkin sedikit mengejutkan bagi sebagian orang) adalah saat Lee Sang-yoon memperlihatkan wastafel cuci piringnya. Sang aktor mengaku bahwa ia lebih suka mencuci piring setelah menumpuknya selama beberapa hari .
Melihat pemandangan piring kotor dan sisa makanan yang masih ada di sana, para panelis studio pun tak kuasa menahan tawa. Ternyata, kebiasaan menunda pekerjaan (prokrastinasi) juga menjangkiti seorang lulusan SNU! Kalau ini aku gak kaget ya sedari dulu pria malas diakuinya saat acara happy together 

10. Kekhawatiran Terhadap Dominasi AI

Saat berada di perjalanan menuju tempat latihan, Lee Sang-yoon sempat berbagi pemikiran mendalamnya. Sebagai orang yang mencintai sains, ia mengaku memiliki kekhawatiran bahwa manusia bisa saja didominasi oleh AI sebelum kita menyadarinya. Pemikiran filosofis ini menunjukkan bahwa di balik sifat santainya, ia tetap memiliki pandangan yang kritis dan visioner terhadap masa depan teknologi.






29 Maret 2026

Review Lengkap Marina Bellissima Eau de Parfum Radiant: Wangi Mewah yang Ramah di Kantong

Bagi pencari parfum budget minimalis atau "parfum minimarket ", nama Marina tentu sudah tidak asing lagi. Namun, melalui seri Bellissima, Marina mencoba naik kelas dengan menghadirkan Eau de Parfum (EDP) yang menjanjikan ketahanan lebih lama dan aroma yang lebih kompleks. Salah satu varian yang paling mencolok karena kemasannya yang berwarna keemasan adalah varian Radiant.

Jika kamu sedang menimang-nimang untuk membeli parfum ini, berikut adalah bedah tuntas karakter aromanya agar kamu tidak salah pilih.

Karakter Utama: Si Cerah yang "Creamy"


Karakter utama dari Marina Radiant adalah Bright, Floral, and Warm. Jika harus dibayangkan dengan warna, parfum ini memang sangat merepresentasikan warna kuning keemasan. Ia memberikan kesan seseorang yang ceria di awal, namun memiliki sisi lembut dan "hangat" di akhir.

Berbeda dengan varian Gold Bloom terdahulu yang lebih ke arah "teh hijau dan bunga putih yang segar-kering", varian Radiant ini memiliki tekstur wangi yang lebih "basah" dan creamy.


Bedah Aroma (Scent Pyramid) untuk Orang Awam

Memahami notes parfum bisa membingungkan bagi orang awam. Mari kita sederhanakan menjadi tiga tahap yang akan kamu rasakan saat menyemprotkannya:

1. Top Notes: Ledakan Kesegaran Buah (0–15 Menit Pertama)


Saat pertama kali menyemprotkan Radiant ke kulit atau pakaian, hidungmu akan disambut oleh aroma Orange (Jeruk), Lemon, dan Pear (Pir).

  • Seperti apa rasanya? Bayangkan kamu baru saja mengupas jeruk yang segar di siang hari yang terik. Ada sensasi zesty (sedikit tajam tapi segar) dari lemon. Namun, aroma ini tidak membuat hidung "perih" karena ada sentuhan buah Pir yang memberikan rasa manis yang cair dan lembut.

  • Kesan: Segar, bersih, dan penuh energi. Ini adalah bagian yang paling "aman" dan disukai hampir semua orang.

2. Middle Notes: Taman Bunga yang Elegan (15 Menit – 2 Jam)


Setelah alkoholnya menguap dan aroma buah mulai tenang, muncullah jantung dari parfum ini: Jasmine (Melati), Rose (Mawar), dan White Flowers (Bunga Putih).

  • Seperti apa rasanya? Wanginya berubah dari yang tadinya "ceria" menjadi lebih "sopan" dan feminin. Kamu akan mencium wangi bunga yang sering ada di acara pernikahan atau lobi hotel mewah. Wangi melatinya cukup dominan tapi tidak memberikan kesan "mistis", melainkan kesan bersih seperti sabun mandi premium.

  • Kesan: Anggun, dewasa, dan tertata. Bagian inilah yang membuat parfum ini terasa lebih mahal dari harga aslinya.

3. Bottom Notes: Kehangatan yang Menempel (2 Jam – Selesai)


Inilah bagian yang paling krusial dan sering memicu perdebatan. Aroma dasarnya terdiri dari Sandalwood (Cendana), Musky, dan Ambery.

  • Seperti apa rasanya? Begitu bunga-bunganya menghilang, yang tersisa di kulit adalah aroma kayu yang sangat lembut dan "manis". Sandalwood di sini bersifat sangat creamy. Inilah alasan kenapa beberapa orang (seperti yang kamu rasakan) menangkapnya sebagai bau minyak kelapa atau santan. Itu adalah reaksi dari aroma kayu cendana yang bertemu dengan rasa hangat dari amber.

  • Kesan: Hangat, nyaman, dan sedikit seksi secara halus.


Target Pengguna: Siapa yang Cocok Memakainya?

Gender: Cowok atau Cewek?

Secara pemasaran, Marina Bellissima ditujukan untuk Cewek (Female). Profil bunga putih (white flowers) dan pir yang manis memang sangat identik dengan karakter feminin. Namun, karena ada sentuhan Sandalwood dan Amber yang cukup kuat di bagian bawah, parfum ini sebenarnya masih bisa masuk ke kategori Unisex bagi cowok yang menyukai parfum dengan vibe bersih dan lembut (tipe-tipe wangi laundry atau sabun).

Usia:

Sangat cocok untuk remaja usia sekolah menengah hingga wanita karier usia 30-an. Wanginya cukup universal untuk tidak terasa "terlalu kekanak-kanakan" namun juga tidak "terlalu tua".


Waktu dan Tempat Pemakaian (Occasion)

  • Siang atau Malam?

    Parfum ini adalah ratunya Siang Hari. Kandungan citrus (jeruk/lemon) di awal sangat cocok untuk menghadapi matahari. Namun, karena base note-nya yang hangat (Amber), ia juga masih sangat layak dipakai untuk acara makan malam santai.

  • Sekolah atau Kuliah?

    Sangat Bisa. Wanginya tidak ofensif atau terlalu menyengat yang mengganggu teman sebangku. Karakter "bersih" seperti baru selesai mandi akan memberikan impresi positif di lingkungan pendidikan.

  • Kerja atau Magang?

    Sangat Cocok. Jika kamu sedang magang di kantor birokrat atau korporat, Radiant memberikan kesan orang yang rapi, profesional, tapi tetap ramah. Ia memberikan aura " approachable" (mudah didekati).

  • Dating (Kencan)?

    Bisa, tapi untuk kencan santai. Untuk kencan pertama di kafe atau jalan-jalan di mall, parfum ini sangat manis. Namun untuk kencan formal di restoran mewah, mungkin kamu butuh sesuatu yang lebih bold (berani).


Karakter Wangi dalam Tiga Kata

  1. Radiant (Bercahaya): Sesuai namanya, ia memberikan kesan pemakainya memiliki energi positif.

  2. Clean (Bersih): Seperti aroma kulit setelah mandi menggunakan sabun bunga yang mahal.

  3. Creamy (Lembut): Ada tekstur "tebal" dari cendana yang membuatnya terasa memeluk kulit.


Kekurangan Marina Bellissima Radiant

Setiap parfum pasti punya sisi minus, terutama di kelas harga terjangkau:

  1. Efek "Minyak Kelapa": Seperti yang kamu sadari, bagi beberapa orang, aroma Sandalwood dan Amber di sini terlalu dominan sehingga tercium seperti minyak rambut atau minyak kelapa. Jika kamu tidak suka aroma yang terasa "berlemak" atau lactonic, kamu mungkin akan merasa sedikit enek.

  2. Ketahanan (Longevity): Meski berlabel Eau de Parfum, jangan berekspektasi ia akan bertahan 12 jam. Di kulit yang kering, ia mungkin hanya bertahan 3–4 jam. Kamu perlu menyemprot ulang (re-spray) setelah makan siang.

  3. Linear: Wanginya tidak terlalu banyak berubah secara dramatis. Setelah ledakan jeruk di awal, sisa wanginya akan cenderung sama sampai hilang.

  4. Kurang "Dry": Jika dibandingkan dengan pendahulunya (Gold Bloom), varian Radiant ini kurang memiliki sensasi "segar-pedas" atau aroma teh yang crispy. Ia jauh lebih manis dan "lengket" aromanya.


Kesimpulan untuk Pembeli Awam

Jika kamu mencari parfum yang membuatmu merasa segar seperti habis mandi, suka dengan aroma bunga melati yang elegan, dan tidak keberatan dengan sentuhan akhir yang manis-kayu (mirip vanila/cendana), maka Marina Bellissima Radiant adalah pilihan terbaik di rak minimarket.

Namun, jika kamu sangat membenci bau yang menyerupai minyak kelapa atau santan, sebaiknya hindari varian ini dan carilah varian lain yang memiliki base note lebih segar seperti musk putih atau kayu aras (cedarwood). Parfum ini adalah simbol kemewahan sederhana untuk kegiatan sehari-hari yang padat di tengah kota.

02 Januari 2026

Dalam acara Chef & My Fridge (냉μž₯κ³ λ₯Ό 뢀탁해) eps 39 , kulkas Chenle dan Mark akhirnya dibuka untuk publik — dan hasilnya ngakak banget.
Perbandingannya?

πŸ‘‰ 99% isi kulkas punya Chenle, dan cuma 1% milik Mark!

Fans langsung sepakat: “Ini bukan kulkas idol, ini kulkas restoran mini 😭🍳. Mark cuma bawa 3 kotak makan yang isinya banchan buatan Ibunya. Paling disukai itu acar timun bumbu


πŸ„ Dari Jamur Bambu sampai Sup Herbal ala Tiongkok

Chenle benar-benar serius urusan masak. Dia punya berbagai bahan unik seperti jamur bambu (Mangtae Beoseot), jamur kering premium, dan bahkan bahan-bahan yang biasa dipakai untuk masakan pengobatan Tiongkok. 

πŸ₯’ Side Dish Favorit dan Koleksi Saus Lengkap

Mark bahkan punya acar timun bumbu (Oi Ji Muchim), kacang merah, dan kimchi buatan sendiri yang disimpan rapi.
Sementara  Chanel di rak kulkasnya, penuh dengan saus-saus khas Korea dan bahan impor — mulai dari sambal, tomat kaleng, sampai pasta siap saji.
Chef-nya sampai nyeletuk, “Ini  profesional atau dorm idol sih?”

🍝 Chenle Fanboy Chef Hyun-suk

NCTzen pasti udah tahu kalau Chenle itu fanboy berat Chef Hyun-suk.
Dia sampai DM Chef Hyun-suk tengah malam buat bilang suka acaranya, bahkan beli meal kit pasta buatan sang chef sendiri!
Chef-nya sampai curiga, “Kalian kerja sama ya? Soalnya semua produk di kulkas kamu punyaku!” πŸ˜‚

πŸ’š Chenle Masak, Mark Cuci Piring


Salah satu momen paling lucu adalah saat Chenle bilang:
“Aku paling sering masak untuk Mark.”
Dan Mark cuma bisa nyengir sambil jawab:
“Aku sih yang bagian cuci piring.”
Chenle malah nyeletuk,
“Kau harus mencuci piringku seumur hidup!” 😭

Bahkan, Chenle sempat ngeluh karena Mark memecahkan gelas anggurnya waktu bantu bersih-bersih. Tapi akhirnya, mereka berdua malah ketawa bareng.


πŸ₯— Mark Kurang Suka Masak Tapi Suka Makan


Mark jujur bilang, dia nggak sesuka Chenle soal masak, tapi tetap menikmati setiap hidangan yang dibuat Chenle.
Lucunya, Chenle bilang kalau Mark nggak sadar suka makanan yang awalnya dia tolak,
“Kalau aku diam-diam masukin bahan yang dia nggak suka, dia malah lahap banget makannya.” πŸ˜†


🍳 Duo Rumah Tangga NCT Dream Versi Dapur


Fans pun sepakat, interaksi Chenle dan Mark ini kayak pasangan yang udah nikah lama — satu masak, satu cuci piring.
Kulkas Chenle penuh bahan masakan, sementara Mark sibuk memastikan perutnya nggak kosong.
Nggak heran kalau cuplikan ini viral di TikTok dan X dengan jutaan view.

29 Oktober 2025

Halo, Dear Cassiopeia ♡
Pernah nggak sih kamu penasaran kenapa nama akun Instagram Yunho TVXQ ada angka 2154 di belakangnya? Awalnya aku pikir cuma angka acak, tapi ternyata ada makna tersembunyi yang super romantis — khas Yunho banget!

Menariknya, penjelasan ini sudah sempat ia ungkapkan sejak comeback TVXQ pasca wajib militer, tapi baru aku benar-benar paham setelah sedikit belajar hangeul dan menemukan wawancaranya lagi.


πŸ’¬ Penjelasan Yunho Tentang “2154”


Dalam wawancara, Yunho sendiri menjelaskan bahwa angka di belakang nama akunnya, @yunho2154, bukan angka sembarangan.
Dia bilang:

> “2154 dibaca dalam bahasa Korea ‘μ΄μΌμ˜€μ‚¬ (i-il-o-sa)’, yang maknanya seperti singkatan dari kalimat ‘μΌνŽΈλ‹¨μ‹¬μœΌλ‘œ 였래 μ‚¬λž‘ν•©μ‹œλ‹€.’”

Kalimat Korea itu bisa diterjemahkan menjadi:

> “Mari saling mencintai dengan setia dan untuk waktu yang lama.”


🫢 Makna di Balik Angka 2154


Kalau diurai satu-satu:

“21” = 일편 (il-pyeon) → artinya setia / dengan satu hati

“54” = μ˜€μ‚¬ (o-sa) → artinya untuk waktu yang lama / dengan cinta

Jadi, nama akun @yunho2154 bermakna:

> “Yunho yang akan mencintai kalian dengan setia dan selamanya.”

Romantis banget kan? πŸ₯Ή
Bukan tanggal lahir, bukan kode random — tapi pesan cinta tersembunyi untuk Cassiopeia.

πŸ’– Filosofi & Karakter Yunho


Kalau kamu sudah lama jadi fans Yunho, pasti paham betapa dia selalu konsisten soal kesetiaan dan tanggung jawab. Bahkan banyak fans bercanda, “Yunho menikah dengan panggungnya sendiri.” πŸ˜„
Mungkin karena itu juga dia jarang membahas soal pacaran atau pernikahan.
Bukan karena anti cinta, tapi karena fokusnya memang dedikasi dan kasih sayang tulus untuk fansnya.


🌟 Kesimpulan


2154 bukan sekadar angka — tapi simbol cinta abadi Yunho untuk Cassiopeia.
Lewat empat digit sederhana, dia menyampaikan sesuatu yang hangat, dalam, dan personal:

> “Mari saling mencintai dengan satu hati untuk waktu yang lama.”

Dan buatku pribadi, memahami arti 2154 ini bikin makin kagum sama sosok Yunho — pemimpin TVXQ yang bukan cuma karismatik, tapi juga filosofis dan penuh makna.
Imakyu. Designed by Oddthemes