Fakta

10 October 2025

Kalau selama ini kamu cuma tahu DPR Ian sebagai “artis indie K-pop keren dengan visual gelap,” tunggu dulu — ada sisi yang jauh lebih tajam: gaya DPR Ian yang blak-blakan tentang pengkhianatan, tekanan industri, dan dirinya sendiri.
Ini bukan drama, tapi bentuk kejujuran brutal yang jarang banget dimiliki idol K-pop.

🗡️ “Dulu aku diperlakukan seperti produk, bukan manusia”

Salah satu momen paling blak-blakan DPR Ian yang viral adalah saat dia mengungkapkan pengalaman kelamnya selama jadi idol di C-Clown (Yedang Entertainment).
Dalam wawancara dan live Instagram, dia terang-terangan menyebut kalau dirinya merasa seperti produk yang disewakan, bukan manusia.

Dalam artikel Asian Junkie, disebutkan:

“He was treated as a literal product … signing his life away, describing it as absolute hell.”

Gaya bicara sejujur itu jarang banget di dunia K-pop, di mana kebanyakan idol lebih memilih diam atau hanya ngomong manis di depan kamera.


💥 Saat DPR Ian bongkar internal DPR sendiri

Oktober 2025 lalu, DPR Ian kembali bikin kehebohan.
Lewat akun X (Twitter), dia menyindir dan men-tag langsung mantan partnernya, DPR REM (Scott Kim), karena masalah keuangan dan kepemilikan label DPR.
Postingannya benar-benar “no filter,” pakai kata-kata kasar tapi tulus.

Dalam artikel Koreaboo, ia menulis:

“I edit, vfx, grade … come up with the concepts for DPR from scratch … over the last 10 f*cking years … I got nothing out of it financially.”

Itu bukan sekadar curhat. Itu pernyataan keras seorang seniman yang lelah “berbagi” karya tapi tidak diakui secara adil.
Blak-blakan? Iya. Tapi jujur dan manusiawi.


🎭 Seni sebagai terapi, bukan sekadar gaya

Banyak yang kira visual DPR Ian cuma “dark aesthetic.” Padahal semua simbol, warna, dan karakter yang dia buat punya makna mendalam — terutama soal trauma dan bipolar disorder.

Menurut wawancara di Grammy.com, Ian menciptakan karakter MITO (malaikat jatuh) dan Mr. Insanity (sisi dirinya yang kacau dan tak terkendali).
Dua karakter ini terus muncul di karya-karyanya, jadi simbol pertarungan antara realita dan delusi.

“I felt trapped in my own creation. MITO became my prison.”
— DPR Ian, Grammy interview


🎶 Q&A: Karya DPR Ian yang Paling Blak-blakan dan Kenapa


Q: Kenapa “So Beautiful” jadi lagu penting buat DPR Ian?
A: Karena itu debut solonya setelah keluar dari sistem idol lama. Lagu ini menggambarkan luka dan dualitas — “cantik tapi menyakitkan.”
Bukannya lagu cinta mainstream, tapi pengakuan batin seseorang yang merasa hancur.

Q: Apa makna “Don’t Go Insane”?
A: Ini salah satu video paling intens miliknya. Visualnya menggambarkan pertempuran antara sisi normal dan sisi gila — seperti dia bicara ke dirinya sendiri untuk tidak kehilangan kendali.
Referensi: Grammy Interview

Q: “Peanut Butter & Tears” terdengar aneh. Apa maksudnya?
A: Lagu ini penuh simbol — kekacauan, pengorbanan, dan luka emosional yang dibungkus manis.
Seolah dia bilang, “hidup bisa seaneh itu — manis dan menyakitkan dalam satu waktu.”

Q: Album “Moodswings in To Order” tentang apa?
A: Album ini kelanjutan dari konsep MITO & Mr. Insanity.
Penuh pesan tentang kesehatan mental, rasa cemas, dan kebutuhan untuk tetap waras di dunia yang gila.
Bisa dicek di Wikipedia resminya.


💬 Kenapa Gaya Blak-blakan Ini Penting?


Karena DPR Ian bukan sekadar idol yang marah, tapi seniman yang berani membuka sisi gelapnya tanpa takut kehilangan fans.
Dia menolak konsep “idol sempurna” dan menggantinya dengan “idola yang manusiawi.”

Fans bilang mereka lebih relate ke DPR Ian karena kejujurannya — dia mewakili mereka yang berjuang melawan kecemasan, tapi tetap mau berkarya.


✒️ Penutup ala Imakyu


Kadang kita kira K-pop cuma soal glitter dan perfect smile. Tapi DPR Ian datang kayak badai: jujur, gelap, dan penuh luka.

Dia bukan sekadar penyanyi — dia pengingat kalau kejujuran itu seni, dan luka pun bisa jadi karya.

Dunia K-pop butuh lebih banyak orang seberani dia.

Kalau kamu lagi di titik ngerasa “I’m not enough,” dengarkan So Beautiful. Kadang, kejujuran ke diri sendiri adalah satu-satunya bentuk cinta yang tersisa.

19 July 2025




Anak korporat mana suaranya? Pasti sudah tidak asing lagi dengan konten-konten Luthfi Afansyah Wijaya yang suka apply bahasa korporat di kehidupan sehari-hari. Tapi, tahu tidak sih, di balik konten-kontennya yang kocak dan relatable itu, ada banyak fakta menarik tentang Luthfi yang mungkin belum kamu tahu. Penasaran? Yuk, kita breakdown satu per satu!

1. Lulusan Ilmu Perpustakaan UI, Bukan Anak Hukum!

Kaget, kan? Dengan kemampuannya merangkai kata-kata ala anak korporat, banyak yang mengira Luthfi adalah lulusan komunikasi atau hukum. Ternyata, Luthfi adalah lulusan Ilmu Perpustakaan dari Universitas Indonesia [06:09]. Menurutnya, jurusan ini mempelajari tentang information retrieval, yaitu bagaimana cara mengelola dan menyimpan data agar mudah ditemukan kembali [06:33]. Wah, pantesan jago menyusun brief dan report, ya!

2. Satu-satunya yang Bukan PNS di Keluarga

Di saat circle-nya penuh dengan PNS, Luthfi memilih jalan yang berbeda. Seluruh anggota keluarganya adalah PNS, dan ada tekanan baginya untuk mengikuti jejak mereka atau menjadi dokter [19:03]. Tapi, Luthfi membuktikan bahwa sukses tidak harus selalu dengan menjadi PNS. Salut!

3. Awal Mula Jadi Konten Kreator di Tahun 2021
Perjalanan Luthfi sebagai konten kreator ternyata belum terlalu lama, lho. Ia baru memulai karirnya pada awal tahun 2021 [14:32]. Dalam waktu yang relatif singkat, ia berhasil mencuri perhatian banyak orang dengan konten-kontennya yang unik dan segar.

4. Ide Konten dari Pengalaman Pribadi di Dunia Korporat

Konten bahasa korporat yang menjadi ciri khasnya ternyata terinspirasi dari pengalamannya sendiri. Luthfi mendapatkan ide ini saat mengelola inquiries dan mengamati bagaimana orang-orang di dunia korporat berkomunikasi, seperti penggunaan frasa "izin jump in" atau "race issue regarding the matter" [09:37]. Siapa sangka, celetukan-celetukan di kantor bisa jadi sumber cuan, ya!

5. Pernah Coba Diet OCD ala Deddy Corbuzier

Di balik citranya yang humoris, Luthfi juga pernah melewati fase-fase seperti kita semua. Saat masih SMP, ia pernah mencoba diet dengan mengunduh program OCD (Obsessive Corbuzier's Diet) milik Deddy Corbuzier [51:46]. 

6. Dikenal dengan Persona 'Budak Korporat'

Luthfi sukses membangun persona sebagai 'budak korporat' yang sangat melekat di benak para pengikutnya. Kontennya yang mengaplikasikan jargon-jargon korporat dalam situasi sehari-hari [12:48] berhasil menghibur sekaligus menyentil kehidupan para pekerja kantoran.

7. Tak Lepas dari Komentar Kebencian

Di balik kesuksesannya, Luthfi juga tidak luput dari komentar negatif. Ia mengaku sakit hati ketika membaca komentar seperti "nggak lucu" atau kritik yang tidak membangun. Bahkan, ada juga yang menyerang fisiknya dengan komentar jahat. Menjadi figur publik memang penuh tantangan, ya.

8. Orang Tuanya Bercerai

Dalam salah satu segmen di video, terungkap sebuah fakta personal bahwa orang tua Luthfi telah bercerai. Hal ini menunjukkan sisi lain dari kehidupannya yang jarang terekspos ke publik.

Itu dia 8 fakta menarik tentang Luthfi Afansyah Wijaya. Dari semua fakta di atas, mana yang paling bikin kamu kaget? Share di kolom komentar, ya!

Opini aku:

Alasan aku nulis ini karena sesama lulusan ilmu perpustakaan. Bedanya dia S.Hum sedangkan aku S.S.I. Pas tahu lulusan ilmu perpustakaan aku ngerasa gagal. Tapi yang bikin relate dari Bang Luthfi ya alasan memilih ilmu perpustakaan karena tekanan jadi PNS. Konten dia pernah fyp di aku dan cara komunikasi ke Sahi BESTie dia penerima beasiswa GKS 2024 itu nyambung banget. Terlepas gaya bahasa budak corporate termasuk pintar ya. Setelah ngulik LinkedIn dia ternyata memang jago debat dan pintar. 

05 July 2025

Kupas Tuntas! 11 Fakta Mengejutkan Ariel Tatum di Podcast Denny Sumargo yang Bikin Kamu Tercengang

Siapa yang nggak kenal Ariel Tatum? Aktris cantik dengan sejuta talenta ini selalu berhasil mencuri perhatian. Tapi, di balik pesonanya di layar kaca, ada banyak sisi lain dari seorang Ariel yang jarang terekspos. Nah, baru-baru ini, Ariel Tatum döduk bareng Denny Sumargo di podcast-nya dan blak-blakan soal banyak hal!
Mulai dari perjuangan kesehatan mental, pandangannya soal childfree, hingga kriteria pasangan idaman, semuanya dikupas tuntas. Siap-siap kaget, ini dia 11 fakta mendalam dari obrolan mereka yang wajib kamu tahu!

1. Ternyata, "Tatum" Bukan Nama Aslinya! Ini Asal-usul Nama Panggungnya

Fakta pertama yang mungkin bikin kamu kaget adalah nama "Ariel Tatum" ternyata sebuah nama panggung. Nama asli aktris kelahiran 8 November 1996 ini adalah Ariel Dewinta Ayu Sekarini. Lalu, dari mana nama "Tatum" berasal? Ternyata, "Tatum" adalah nama sang mama.

Nama panggung itu diberikan oleh sutradara film pertamanya, Mas Hari Suhariadi, saat Ariel masih berusia 8 tahun. Tiba-tiba saja di poster drama musikal anak-anak yang ia bintangi, namanya diubah menjadi Ariel Tatum. Sejak saat itu, nama tersebut melekat dan membawanya ke puncak popularitas di dunia hiburan yang ia masuki karena keinginannya sendiri sejak kecil.

2. Masa Remaja Kelam: Jadi Korban Bully Fanatik Gara-gara Pacaran sama Stefan William

Perjalanan karier Ariel tidak selamanya mulus. Ia mengaku pernah mengalami perundungan parah saat berusia 15 tahun. Momen itu terjadi ketika ia menjalin hubungan dengan pacar pertamanya, yang saat itu merupakan idola remaja yang sedang naik daun berkat sinetronnya yang sangat populer. Cowok yang dimaksud adalah Stefan William, yang kala itu tengah digandrungi berkat sinetron Arti Sahabat.

Para penggemar fanatik Stefan William tidak terima Ariel menjadi kekasih sang idola. Mereka sangat gencar "menjodohkan" Stefan dengan lawan mainnya di sinetron, Yuki Kato, sehingga keberadaan Ariel sebagai pacar resmi justru menuai kebencian. Ariel mengaku itu adalah kasus perundungan pertama dan terparah yang pernah ia alami dalam hidupnya.

3. Di Balik Kontroversi Film "Business Proposal": Sempat Ragu Perankan Karakter Sari

Saat menerima tawaran untuk film adaptasi Webtoon Korea, Business Proposal, Ariel menghadapi pro dan kontra dari netizen. Banyak yang membanding-bandingkan versi Indonesia dengan versi Korea, terutama soal chemistry dan perbedaan usia (age gap) antara Ariel dan lawan mainnya, Abidzar. Namun, keraguan Ariel untuk mengambil peran ini ternyata bukan karena tekanan netizen.

Ariel justru ragu karena tidak yakin apakah ia bisa benar-benar "menghidupkan" karakter Shin Ha-ri (Sari). Ia selalu berusaha mencari koneksi dan titik tengah dengan karakter yang ia mainkan, dan pada awalnya, ia tidak merasakannya pada karakter Sari. Namun, setelah diskusi panjang dan mendalami Webtoon serta serialnya, ia melihat ini sebagai tantangan yang menarik dan akhirnya menemukan banyak kemiripan, salah satunya adalah gairah yang sama dalam hal memasak.

4. Perjuangan Melawan 'Monster': Pengakuan Jujur Mengidap Borderline Personality Disorder (BPD)

Ini adalah salah satu pengakuan Ariel yang paling berani dan personal. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berjuang dengan kesehatan mental sejak remaja dan didiagnosis mengidap Borderline Personality Disorder (BPD). BPD adalah salah satu gangguan kejiwaan yang cukup kompleks, dan proses pemulihannya membutuhkan waktu yang sangat panjang dan upaya yang konsisten.
Ariel menekankan bahwa proses pemulihan itu tidak linear; selalu ada naik, turun, bahkan kembali lagi ke titik awal. Ia mengaku sering merasa disabotase oleh dirinya sendiri dan sulit mengontrol emosinya pada saat itu. Perjuangan ini menjadi salah satu alasan mengapa ia sangat tertarik mendalami ilmu psikologi, filsafat, dan spiritualitas untuk lebih memahami dirinya.

5. Titik Balik di Usia 24: Ariel Tatum Merasa 'Terlahir Kembali'




Perjalanan panjang Ariel dalam menghadapi isu mentalnya mencapai sebuah titik balik krusial saat ia menginjak usia 24 tahun. Setelah melalui berbagai pergulatan emosi dari usia 13 hingga 24 tahun, di momen itulah ia dengan kesadaran penuh memutuskan untuk "mereset" dan mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

Ia menganggap momen itu sebagai kelahiran kembali, di mana ia mulai hidup dari nol sebagai pribadi yang benar-benar ia inginkan. Karena itu, Ariel merasa usia mentalnya yang sesungguhnya baru berjalan 3 tahun. Perubahan besar ini dipicu oleh akumulasi hal-hal kecil yang menumpuk selama bertahun-tahun hingga akhirnya "meledak" dan memberinya kekuatan untuk mengambil alih kendali hidupnya.

6. Pandangan Soal Childfree yang Bikin Heboh: Bukan Egois, Ini Alasan Mulianya

Ariel pernah menjadi sorotan karena pernyataannya yang mempertimbangkan untuk childfree. Di podcast ini, ia menjelaskan lebih dalam alasan di balik pandangannya yang sangat personal itu. Pertama, dengan riwayat perjuangan mentalnya, ia tidak yakin apakah siap menghadapi perubahan hormon drastis saat hamil dan melahirkan.

Kedua, ia belum menemukan pasangan hidup yang tepat untuk bersama-sama membesarkan anak dengan nilai-nilai yang sejalan. Alasan ketiga adalah yang paling menyentuh; Ariel memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap hak-hak anak di Indonesia, terutama anak-anak jalanan. Menurutnya, akan lebih ideal baginya untuk mengadopsi atau membantu merawat anak-anak yang sudah ada di dunia namun tidak mendapatkan hak dan kesempatan yang layak, daripada memaksakan diri memiliki anak biologis.

7. Bukan Sekadar Tampan, Ini Kriteria Cowok "Pintar" Versi Ariel Tatum

Ketika ditanya soal pasangan idaman, Ariel dengan tegas menjawab: "harus pintar." Tapi, pintar versinya bukan sekadar wawasan luas atau gelar akademis. Bagi Ariel, definisi "pintar" yang paling penting adalah kecerdasan emosional.

Ia mendambakan pria yang bisa berempati, mampu mengomunikasikan perasaannya dengan jelas, dan menjadi pendengar yang baik. Selain itu, kemampuan untuk berargumentasi secara sehat dan berkompromi juga menjadi nilai plus yang sangat penting. Baginya, kecerdasan sebagai seorang individu yang utuh inilah yang benar-benar langka dan ia cari.

8. Totalitas Tanpa Batas: Belajar Naik Motor Sehari Demi Peran!

Untuk perannya sebagai Sari di Business Proposal yang mengharuskannya mengendarai motor, Ariel menunjukkan totalitasnya yang luar biasa. Percaya atau tidak, ia baru belajar naik motor matic satu hari sebelum syuting! Ia fokus belajar cara mengerem dan turun dari motor agar terlihat natural di depan kamera.

Tantangannya tidak mudah, bahkan ia sempat terjatuh saat pengambilan gambar pertama. Kuncinya, kata Ariel, adalah membuat bahu tetap rileks agar tidak terlihat kaku, sesuatu yang sulit baginya yang terbiasa duduk tegak karena les piano klasik. Usahanya terbayar, dan ia berhasil menyajikan akting yang meyakinkan.

9. Pernah Cinlok Sampai Terjebak Toxic Relationship

Dunia hiburan memang rentan dengan cinta lokasi alias cinlok. Ariel mengaku pernah mengalaminya sekali seumur hidup, meski awalnya tak menyangka akan terjadi padanya. Selain itu, ia juga jujur pernah mengalami toxic relationship, terutama di masa lalu saat kondisi mentalnya masih sangat tidak stabil.
Ariel percaya bahwa kita menarik energi yang serupa dengan diri kita. Ia menyadari bahwa ketoksikan dalam sebuah hubungan datang dari kedua belah pihak. Ia merasa, saat itu dirinya juga memiliki sisi "toksik" yang membuatnya bertahan dalam hubungan yang tidak sehat, dan kini ia memahami pentingnya kesadaran diri untuk keluar dari siklus tersebut.

10. Introvert Akut & Pecinta Psikologi: Sisi Lain Ariel Tatum yang Jarang Terekspos

Di balik citranya sebagai figur publik, Ariel adalah seorang introvert akut. Pekerjaannya yang menuntut interaksi dengan banyak orang benar-benar menguras energinya. Untuk itu, ia belajar memformulasikan cara me-recharge energinya, salah satunya dengan membuat batasan yang jelas tentang seberapa banyak dari dirinya yang akan ia bagikan ke publik.

Kecintaannya pada ilmu psikologi, filsafat, dan spiritualitas sangat membantunya memahami diri sendiri dan orang lain. Ia adalah pembaca buku yang lahap dan selalu haus akan pengetahuan yang bisa membuatnya berkembang sebagai manusia. Sisi deep thinker-nya inilah yang membentuknya menjadi pribadi yang sangat sadar diri dan artikulatif.

11. Aktif Kampanyekan Kesehatan Mental: "Let's End the Shame"

Dengan semua yang telah ia lalui, Ariel merasa terpanggil untuk membantu orang lain. Sejak Oktober 2019, ia aktif mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan mental. Ia memulai gerakan ini dengan tagar #LetsEndTheShame, karena ia melihat isu kesehatan mental di Indonesia masih dianggap tabu.

Ariel berpesan kepada siapa pun yang merasa sedih, stres, atau tidak nyaman untuk tidak pernah merasa malu mencari bantuan profesional. Baginya, kesadaran diri adalah langkah pertama dan utama untuk menjadi versi diri yang lebih baik. Ia juga menekankan bahwa kita tidak bisa bergantung pada orang lain untuk menyelamatkan kita; bantuan terbesar harus datang dari keinginan diri sendiri untuk pulih.

04 July 2025

7 Fakta Mengejutkan Yonghwa CNBLUE & Sung Si Kyung yang Terungkap Saat Makan Bareng!


Siapa yang tidak kenal dua musisi legendaris ini? Sung Si Kyung, sang pangeran balada dengan suara merdu, dan Jung Yonghwa, pentolan band ikonik CNBLUE. Keduanya baru-baru ini bertemu untuk makan bersama sambil ngobrol santai, dan percakapan mereka benar-benar membuka banyak fakta yang belum pernah kita dengar sebelumnya!
Dari cerita di balik album baru, perjuangan sebagai musisi, hingga kesepakatan dadakan yang bikin fans heboh, obrolan mereka lebih dari sekadar makan malam biasa. Ini adalah pertemuan dua seniman yang saling menghormati, berbagi suka duka di industri musik. Yuk, kita bongkar satu per satu fakta menarik dari pertemuan mereka!

1. Di Balik Album Solo "Night Runner": Cedera Lutut yang Menginspirasi


Saat ditanya tentang persiapan comeback-nya, Yonghwa membagikan sebuah cerita yang cukup personal dan mendalam. Ternyata, inspirasi untuk album solonya yang akan datang, "Night Runner", lahir dari sebuah momen sulit dalam hidupnya.
Siapa sangka, di balik karya barunya, ada cerita perjuangan yang mendalam. Yonghwa mengungkapkan bahwa ia baru saja menjalani operasi lutut tahun ini. Gara-gara cedera ini, pertunjukannya sempat tertunda selama tiga bulan. Saat itulah ia mulai merenung tentang kariernya, tentang bagaimana seorang bintang bisa bersinar terang namun juga bisa menghilang tiba-tiba. Perenungan inilah yang menjadi fondasi liriknya, di mana ia menulis dari sudut pandang meteor yang sedang bersinar, membawa mimpi orang-orang meski pada akhirnya akan menghilang. Album ini akan berisi total tujuh lagu yang semuanya ia tulis sendiri.

2. Dilema Musisi vs. Idola: Perjuangan Menyeimbangkan Keduanya


Sebagai seniman yang sudah berkarier belasan tahun, Yonghwa dan Si Kyung sama-sama merasakan posisi unik di industri musik. Mereka berada di garis batas antara seorang musisi murni dan seorang idola. Yonghwa mengakui bahwa ini adalah sebuah tantangan yang terus ia hadapi.
Menurutnya, jika terlalu condong ke arah idola, mungkin tidak akan berhasil, namun jika hanya fokus pada kualitas musik sebagai musisi, itu juga tidak cukup untuk pasar saat ini. Ia merasa harus menemukan keseimbangan yang tepat antara keduanya. Sung Si Kyung setuju, menyatakan bahwa Yonghwa telah berhasil menjaga citranya sebagai musisi yang solid dan pekerja keras secara konsisten, baik bersama timnya maupun secara solo.

3. Cerita Kocak di Balik Layar: Yonghwa Rela Telat 30 Menit Demi Rambut!


Di balik obrolan serius mereka, ada momen kocak yang membuat suasana jadi lebih cair. Sung Si Kyung membocorkan bahwa Yonghwa sebenarnya sedikit terlambat untuk jadwal syuting mereka hari itu. Penyebabnya? Yonghwa baru saja pergi ke salon!
Awalnya mereka janjian untuk mulai syuting jam 3, namun karena tidak ada tamu, Si Kyung ingin bersantai. Yonghwa kemudian bilang akan segera datang setelah dari salon, namun ternyata butuh waktu 30 menit lebih lama. Dengan polosnya Yonghwa mengakui, "Aku baru saja pergi ke salon rambut. Dia bilang dia akan datang." Momen ini menunjukkan sisi santai Yonghwa yang tetap ingin tampil maksimal bahkan untuk acara makan santai sekalipun.

4. Kesepakatan Emas di Meja Makan: Saling Jadi Tamu Konser!


Ini mungkin bagian yang paling membuat fans kedua belah pihak heboh. Di tengah-tengah percakapan, tercetuslah sebuah kesepakatan spontan yang sangat menjanjikan. Yonghwa dan Si Kyung setuju untuk menjadi tamu di konser satu sama lain!
Kesepakatan ini berawal dari pembicaraan tentang konser solo Yonghwa di Jepang. Yonghwa kemudian mengusulkan agar Si Kyung menjadi tamu di konser Koreanya, dan sebaliknya, ia akan menjadi tamu di konser Jepang Si Kyung. Bagi Yonghwa, menghadirkan tamu di konser solonya adalah hal yang besar, dan Sung Si Kyung pun merasakan hal yang sama. Wah, kebayang nggak sih gimana jadinya kolaborasi dua musisi hebat ini di atas panggung?

5. Pengakuan Jujur Soal Tipe Ideal dan Pesona Selebriti


Obrolan personal pun tak terhindarkan. Ketika ditanya soal tipe ideal, Yonghwa memberikan jawaban yang sangat matang. Baginya, penampilan fisik bukanlah segalanya. Ia mendambakan seorang wanita yang bisa nyambung saat diajak ngobrol dan pembicaraannya tidak pernah berakhir.
Ia merasa percuma jika seseorang sangat cantik tetapi topik pembicaraannya tidak cocok, karena itu tidak akan menarik lagi baginya. Saat didesak siapa selebriti yang paling membuatnya terkejut karena pesonanya, Yonghwa menyebut nama Kim Yuna atlet ice skating. Ia mengaku terkejut dengan aura misterius dan wajahnya yang sangat kecil saat bertemu langsung untuk syuting iklan bersama.

6. Perdebatan YouTube Sung Si Kyung: Idealisme vs. Pemasukan


Sung Si Kyung, yang juga aktif sebagai YouTuber, berbagi dilema yang ia hadapi dalam mengelola kanalnya. Ia mengaku bahwa kanalnya tidak memiliki iklan di bagian depan, yang membuatnya terlihat "keren" tapi sebenarnya "bodoh dan miskin".
Ia sadar bahwa iklan sangat penting untuk keuntungan dan keberlanjutan kanal YouTube-nya, namun ia merasa tidak pandai dalam hal itu. Prinsipnya adalah ia tidak mau berbohong atau mempromosikan sesuatu yang tidak ia yakini, seperti Shin Dong Yup iklan panduan belajar, karena dia sendiri merasa tidak pernah belajar dengan cara itu. Sung Si Kyung melihatnya kesal. Hal ini membuat kanalnya dipercaya oleh penonton, meskipun secara finansial tidak seberuntung kanal lain.

7. Kerja Keras Tanpa Henti: Rahasia Eksistensi 19 Tahun di Industri Musik


Obrolan ini menegaskan satu hal: baik Yonghwa maupun Sung Si Kyung adalah pekerja keras sejati. Yonghwa, yang telah bersama timnya selama 19 tahun, terus-menerus produktif, baik dengan merilis album solo maupun melakukan tur bersama CNBLUE. Sung Si Kyung memuji kegigihan Yonghwa yang terus maju dan berusaha mencoba hal-hal baru.
Yonghwa sendiri mengakui bahwa ia adalah tipe orang yang terus berjalan maju tanpa banyak pertimbangan, selalu siap menerima tantangan baru. Dedikasi inilah yang membuat mereka berdua tetap relevan dan dicintai di industri musik yang sangat kompetitif, bahkan setelah puluhan tahun berkarier.

Imakyu. Designed by Oddthemes