06 Agustus 2021
All Credit from MBC
Saat dr Ma
memukul dr Baek, Kepala Park mencoba melerai dan mempercayai keputusan dr Baek.
dr Ma tidak terima atas hasil keputusan putranya dinyatakan bunuh diri dan
tidak suka atas sikap Kepala Park yang selalu membela dr Baek sampai ia
menyingkir. Jaksa Eun Sol menanyakan penyebab pertengkaran pagi tadi. Jung Soo
menjelaskan bahwa makanan ditemukan di usus 12 jari sedangkan ia tidak makan
siang melainkan terakhir makan jam 4 sore itu berarti makanan sudah dicerna
sampai usus 12 jari empat jam setelahnya jadi waktu kematian jam 8 malam. Jaksa
Eun Sol mendapatkan telpon dari detektif Cha tuk segera ke kepolisian
Gangdong. Sementara itu, dr Ma berlarian
pagi- pagi di depan sekolah mencari siswa yang bernama Park Jun Ha. Ketika
menemukan dari nametag disitulah dia marah- marah pada Park Jun Ha sampai sang
ibu melerai dan menuntutnya di bawa ke kepolisian.
Di kepolisian,
jaksa Eun Sol, detektif Cha dan penyidik Dong Sik melihat rekaman CCTV diduga
bunuh diri Sung Jae semua sampai syok dan waktu kematiannya sesuai dengan
perkiraan dr Baek, 7.50 pm atau mendekati jam 8 malam. Setelah itu mereka melihat
dr Ma digiring dan Jaksa Eun Sol menyampaikan fakta yang ada tentang rekaman
CCTV. Ibu Sung Jae meski kesal atas sikap dr Ma tapi memaafkan kelakuannya demi
Sung Jae. Ibu Sung Jae juga meminta maaf atas kelakuan suaminya dan selesainya
mereka berdua masih saling menyalahkan satu sama lainnya.
Scene beralih dr
Baek memberi makan anjing dan Jaksa Eun Sol datang melaporkan bahwa ada rekaman
cctv yang memperkuat penyataan dr Baek waktu kematian Sung Jae bunuh diri.
Disanggah olehnya bukan bunuh diri dan kematiannnya juga masih belum bisa
dipastikan penyebabnya. Eun Sol gregetan atas pernyataannya sampai menyindir
halus lewat bicara anjing. dr Baek berkata silakan ngomong sesuka. Semoga beruntung
Cheon Mi Ho
mencoba menyamar menjadi cleaning service saat di toilet pria ia mendengar
pernyataan salah satu murid bahwa Sung Jae dikucilkan dan ditindas tapi dia
seperti zombie begadang seminggu tanpa istirahat dan seperti mesin belajar.
Langsung deh Cheon Mi Ho melaporkannya pada penyidik Kang Dong Sik tapi
direspon cuek sampai matiiin telponnya tak lupa melaporkannya pada Jaksa Kang. dr
Ma memberikan surat pengunduran dirinya dan masih bersikeras Sung Jae bukan
bunuh diri. Walaupun enggan Kepala Park mau tak mau surat tsb ia terima. Saat
hendak pulang ia berpapasan dengan dr Baek dengan tatapan penuh amarah
sedangkan wajah dr Baek lempeng.
dr Ma
menghampiri Jaksa Kang Hyun teringat dengan pernyataannya yang mengatakan dr
Baek pembunuh, ia ingin membuktikan kematian Sung Jae bukanlah bunuh diri. Dipanggilkanlah
Profesor Pyo Yoo Seong dari bagian forensik di Universitas Hangook. Prof Pyo
Seong juga mengenali dr Ma bahwa sudah lama tak jumpa sejak setahun lalu di
simposium. Sambil mengeluarkan gundam bahwa di hari kematiannya paket tsb tiba
mustahil bagi dia Sung Jae bunuh diri meski dirinya telah mengautopsi ribuan
mayat memang sulit membuktikan bahwa tubuh yang hancur menemukan bukti
pembunuhan tapi dia yakin mereka para bajingan sangat rapi tuk membunuh putranya.
Jaksa Eun Sol membuka
loker Sung Jae ternyata pernyataan Cheon Mi Ho bahwa Sung Jae dikucilkan dan
ditindas memang benar dilihat buku- buku yang ada di lokernya sokek bahkan
sandalnya juga. Jaksa Eun Sol berada di kamar Park Jun Ha, Jun Ha kaget dengan
keberadaannya. Jaksa Eun Sol melihat bungkusan yang dibawa Jun Ha berisi
suplemen itu sama saja 1000mg kafein. Apakah dirinya ingin seperti Sung Jae
dilihat suplemen yang dipakai sama dengan kepunyaan Sung Jae di atas meja tak
hanya itu buku- buku yang digunakan juga sama terlihat di rak. Jaksa Eun Sol
meminta maaf mencurigainya hanya ingin tahu apa yang terjadi rooftop. Dengan
emosi Jun Ha menjelaskan bahwa dia kesal padanya bersikap curang dan banyak
membelanya karena juara kelas. Jadi saat ujian Sung Jae pingsan, bisa
dipastikan dia gagal mengikuti ujian namun dia mendengar bahwa di ruang
perawatan diperkenankan mengikuti ujian. Merasa kesal atas sikap curangnya ia
hanya menakutinya sedikit. Apakah karena itu, Sung Jae Bunuh dirinya karenanya.
Saat hendak
keluar Jaksa Eun Sol berpapasan dengan dr Baek ya namanya juga tetanggaan. dr
Baek menanyakan apakah Eun Sol membawa mobil jika ia dia mesti ikut dengannya
karena hasil racun pada Sung Jae keluar. Saat di mobil, Eun Sol dicuekin ketika
berbicara dan saat di lampu merah, membuka jendela dan tangannya bersandar di
tepi jendela mobil. Melihat itu dr Baek dengan ketus mengatakan jika posisi tangannya
demikian apabila terjadi kecelakaan maka tangannya terpotong dan sebaiknya
pakai sepatu rata saat menyetir. Mendengar hal itu, dia menutup jendala dan melepas
high heelsnya dan saat lampu hijau langsung tancap gas mengebut dan menyalip
sana sini. dr Baek heran dan sampai ketakutan dengan memegang pada ganggang
mobil di atas. Dengan polosnya ketika sampai di NFS, Jaksa Eun Sol berujar
bahwa dirinya tak sabar melihat hasil tesnya keluar.
Jung Soo
menunjukkan bukti pinpoint Sung Jae mengecil biasanya jika meninggal pinpoint
membesar dan di tubuhnya ada bisul gatal terindikasi pengguna narkoba. Stella
datang sambil nyerocos tak percaya bagaimana bisa di tubuh anak SMA penuh racun
sebanyak ini. Ia menjelaskan ada lebih dari 10 zat terkandung di tubuhnya.
Kebanyakan stimulan, suplemen dan tonik baik dari pengobatan China, Barat dan
ramuan traditional. Yang paling mengejutkan adalah Methylphenidate dan
armodafinil yaitu stimulan obat ADHD, di masa lalu digunakan oleh tentara dan
pilot tuk menjaga konsentrasi bila bertugas dalam waktu yang lama. Penyidik
Kang Do Sik memangnya Sung Jae penjaga. Dr Baek menyimpulkan bahwa itu stimulan
narkoba amphetamine. Penyebab dia pinpoint mengecil, bisul gatal dan menjadi
zombie. Efek sampingnya halusinasi penglihatan dan pendengaran. Untuk
memastikannya pergi ke lokasi TKP Sung Jae ditemukan. Saat pencarian, detektif
Cha modus pada Stella mengajaknya makan namun Jung Soo nimbrung juga mengajak
makan daging. Stella antusias dan pergi bersama Jung Soo dan meninggalkan
detektif Cha. Saat menyoroti pohon, Stella menemukan ada botol obat dan
memberitahukan temuannya. Selesai dari situ, Jaksa Eun Sol mencoba suplemen
yang dimakan Sung Jae tuk bisa memberikan alasan yang jelas pada orang tua Sung
Jae. Saat pingsan ia seperti masuk ke dimensi Sung Jae saat hendak meninggal.
05 Agustus 2021
All Credit from MBC
Tuk mendapatkan apa yang terjadi
pada Park Jun Ha and the gank karena siswanya yang bersangkutan tidak mau buka
mulut maka lewat pertemuan siswa. Jaksa Eun Sol, Penyidik Kang Dong Sik,
Asisten Cheon Mi Ho dan Ibu Sung Jae pergi ke lokasi pertemuan siswa yang
dihadiri ibu dari Park Jun Ha and the gank. Ibu Sung Jae meluapkan amarahnya
dan lupa jaksa Eun Sol menyita handphone putra mereka saat diperiksa tak
ditemukan bukti kan aneh katanya di sosial media posting grup kelompok belajar
lima teratas tapi kok tidak ada grupchat apakah mereka menghapusnya. Para ibu
merasa jengkel tak terima bila diperlakukan seperti preman dan penjahat. Jaksa
Eun Sol menunjukkan bukti rekaman cctv bahwa putra mereka berada di lokasi
kecelakaan. Semua syok dan pada ketakutan. Di lokasi kecelakaan, dr Baek dan
Jung Soo sedang di lokasi kecelakaan dan meminta Jung Soo tuk ambil sampel di
semua dinding dari ujung ke ujung, tak hanya Jung Soo, Soo Yeon kesal karena
mengambil sampel yang begitu banyaknya.
Scene beralih dimana Jaksa Kang
bersama dokter ahli forensik Pyo Yoo Sung di pengadilan. Setelah selesai mereka
berdua duduk bersama di taman membahas tentang kematian kakaknya Jaksa Kang.
Tetiba ada telepon dari rekan Jaksa Kang, Jaksa Seo ternyata dia mencuri berkas
obat psikotropika di Rumah Sakit Seon kemudian berjumpa dr Hye Sung bahwa di
berkas tsb tidak menemukan bukti apapun lalu menyerahkan cd dan Jaksa Seo
berkata bahwa dr Hye Sung kaya sampai menjual obat- obatan.
Kemudian saat di lift, detektif
Cha hendak mau mengajaknya makan di luar namun saat ada Jung Soo datang membawa
berkas, ia berkata meminta Stella tuk menganalisa kasus Ma Sung Jae dosis
standart apabila cepat bakal mentraktirnya makan daging sapi. Stella antusias
bahkan mengajak detektif Cha. Keburu Stella dan Jung Soo keluar hendak mencegat
eh malah megang tangan dr Baek. Langsung kikuk detektif Cha. Dr Baek pun
menanyakan apakah detektif Cha membawa mobil ke sini. Scene beralih detektif
Cha, dr Baek dan Jung Soo berada satu mobil. Detektif Cha cemburu dengan
kedekatan Jung Soo dan Stella, ia menimpali satu gedung di NFS semuanya
keluarga., detektif Cha menimpali bahwa Stella jago memanggang daging jadi
cukup berdua saja namun oleh Jung Soo menimpali dirinya juga jago, mendengar
hal itu detektif Cha langsung mengambil sejumput obat suplemen ke dalam
mulutnya sampai penuh. Dr Baek yang melihat pasti warna urine detektif Cha
bewarna kuning terang, kaget dengan pernyataannya. Jung Soo menjelaskan Stellan
berkata selalu menggunakan dosis yang tepat, detektif Cha yang saat itu makan
suplemen langsung muncrat ke Jung Soo. Ternyata mereka bertiga pergi ke kantin
sekolah Sung Jae. Di sana pihak kantin menjelaskan Sung Jae absen makan siang
dan hanya makan cemilan jam 4 sore yaitu kue beras putih dan susu pantas saja
isi di dalam usus 12 jari tak pernah bohong.
Kepala Jaksa No mengajak makan luar Jaksa Eun Sol tetiba ibu Park Jun Ha datang menawari pekerjaan di firma hukum Eddeum namun dengan tegas menolaknya. Di ruang kerja Jaksa Eun Sol sedang diskusi perihal motif Park Jun Ha yang mana rival Sung Jae namun ada yang janggal yaitu di cctv rekamannya saat Sung Jae dan kawannya naik lift jam 6 sore namun kawannya turun kecuali Sung Jae jam 7 malam dan mayatnya ditemukan 9 malam. Dua jam dari jam 7- 9 malam belum ada kepastian laporan meninggal Sung Jae. Penyidik Dong Sik juga menambahkan saat meminta rekaman cctv itu semua dari firma hukum Eddeum, Jaksa Eun Sol berkata Ayah Jun Ha pengacara di firma hukum Eddeum tsb. Mendengar itu jelas mereka memiliki lawan yang sulit. Jaksa Eun Sol meminta dr Baek tuk menentukan jam kematian Sung Jae bila jam 6 sore atau 7 malam bisa menutup kasus Sung Jae sebagai pembunuhan namun dr Baek perlu waktu dan seperti biasa ia berkata jangan menulis novel bahwa belum tentu kasus pembunuhan.
dr Ma mendapat paket yang
ditujukan pada mendiang anaknya. Setelah dibuka berisi gundam, dr Ma dan
istrinya menangis tak mungkin Sung Jae bunuh diri bila dia menunggu kiriman
mainannya sambil menangis histeris. dr Baek makan kue beras putih dan sekotak
susu ternyata mencoba memastikan betul apa yang dimakan Sung Jae sampai Jung
Soo meyakinkannya sampai masuk ke alat yang biasa digunakan mayat tuk rontgen.
Karena tak menghasilkan apa- apa maka perlu melakukan lagi dan memaksa Jung Soo
melakukan hal serupa, meski berat hati ia melakukannya makan kue beras dan susu
bahkan biar Jung Soo tak keberatan alatnya diplastiki biar Jung Soo berkenan
tuk masuk alat tsb. Saat memeriksa hasil rontgen, Jung Soo datang kapan waktu
kematian Sung Jae karena dr Ma dan jaksa sudah mengomel, ia balik mengomel Jung
Soo sampai kabur.
Setelah merenung sambil mainin
kursi melihat apa yang sudah ia lakukan selama ini dari autopsi, cek lokasi
bahkan makan kue beras putih dan susu dapat diberi kesimpulan mengenai waktu
kematiannya. Esoknya dr Ma tak terima dengan hasilnya sampai berantem tidak
mungkin waktu kematiannya jam 8 malam yang berarti bunuh diri.
04 Agustus 2021
All Credit from MBC
Saat di dalam taxi, dr Baek memegang posisi dimana dia
operasi usus buntu yang mana melakukan operasi adalah sohibnya Kang Yong.
Karena cerewet dr Baek saat dioperasi diberi obat bius total, di saat akhir
sadarnya, dr Baek memberikan pengakuan bahwa dirinya berpacaran dengan Soo Hee
seorang perawat terbaik di Rumah Sakit Seon. Mendengar hal itu, Kang Yong kaget
sampai saat menjahit, tangannya terluka. Soo Hee yang juga perawat di sana
membantu operasi hanya diam minta maaf, oleh dr Baek tak perlu minta maaf kan
kita berdua sejoli jatuh cinta. (Memang ya yang gondok tuh Han Soo Hee ngapain
coba menjalin hubungan dua pria sekaligus mana dr Baek dan dr Kang Yong
sahabatan).
Episode 8 Dosis fatal yang dapat membunuh makhluk hidup
Scene beralih ke ruang autopsi sedang melakukan autopsi pada
remaja pria. dr Baek menyarankan dr Hong tuk mengidentifikasi remaja tsb karena
tidak terdaftar dalam database. Saat diperiksa dia kaget dengan temuannya dan
segera menelpon detektif Cha. Detektif Cha saat menelpon kaget dan cemburu
dengan interaksi antara Stellar Hwang dan asisten Sung Joo, ia merasa dicueki
karena tidak satu frekuensi perihal mengenai seputar dunia medis. dr Hong
melaporkan bahwa mayat remaja pria memiliki DNA tunggal dengan salah satu
karyawan di gedung NFS. Scene beralih pada dr Ma Do Nam sedang makan bersama
dengan kepala Park memamerkan putranya yang juara pertama. Kepala Park tentu
senang karena dr Ma mendambakan anak sampai 7 tahun, kata dr Ma putranya
memiliki tahi lalat berbentuk biduk bintang yang berarti genius. Saat hendak
membedah, dr Baek ditahan oleh kepala Park setelah melihat mayatnya, kepala
Park bersedih memang benar itu putra dr Ma.
dr Ma yang sibuk autopsi merasa terganggu dengan telpeon
istrinya pagi- pagi. Istrinya kuatir karena Seung Jae tidak kembali pada
asrama. Mendengar hal itu, dr Ma bergegas pergi mencari putranya namun dihadang
oleh kepala Park. Kepala Park mengatakan bahwa putranya meninggal dan sedang di
autopsi oleh dr Baek. dr Ma mendengar itu syok dan ada telpon dari istrinya
meski ragu diangkatnya dan apa yang diomongin bener walau tidak percaya.
Seketika dr Ma lari ke ruang autopsi dan bersikap histeris, dr Baek
memerintahkan kunci pintu agar dr Ma tak bisa masuk dan meminta juga tutup
ruang tunggu. Sungguh aku baru tahu fakta bahwa keluarga korban tidak bisa
melihat autopsi. Istri dr Ma yang datang juga tak percaya bahwa Pria remaja Ma
Sung Jae itu adalah anaknya. Semua yang di ruang autopsi seperti Han Soo Yeon,
penyidik Kang Do Sik sampai menitikkan air mata yang lainya pun cukup prihatin.
Proses autopsi dilakukan, saat akan membedah dr Baek meminta
rekonstruksi 3D ternyata banyak sekali diskolasi tulang yang patah dari tulang
rusuk, patah tulang lengan, kaki, tulang belakang, dan patah tulang lainnya dan
ditemukan sisa makanan di usus 12 jari. dr Baek menyimpulkan terjatuh bunuh
diri tapi bagi jaksa Eun Sol kenapa tidak ada pendarahan. Asisten Gendut Jung
Soo menimpali bila kepala berhantam tanah langsung meninggal seketika dan ditambahkan
oleh dr Baek bila keluar darah berarti jantungnya masih berdetak. Setelah
diautopsi dan dibersikan barulah dr Ma diperkenankan masuk dan menengok
putranya. Sambil menangis kejer memeluk putranya yang sudah terbujur kaku.
Dr Baek dan timnya dengan Jaksa Eun Sol dan Penyidik Dong
Sik termasuk Detektif Cha bingung menentukan penyebab kematian apakah bunuh
diri atau pembunuhan karena ada yang mendorongnya makanya pergi ke TKP. Di TKP
baik di ruang atap tidak menemukan petunjuk hanya ada jejak sepatunya seperti
bunuh diri namun melihat luka di kepala seperti ada yang mendorongnya. Kemudian
saat ke lokasi tempat mayat ditemukan jatuhnya jauh berjarak 5 m dari dinding.
Jaksa Eun Sol bingung atas penemuannya. Jung Soo menjelaskan dalam jarak 2 m
dari dinding saat itu jatuh yang tidak disengaja, 3 m ada faktor eksternal. Ibu
Sung Jae pun ditanyai oleh Jaksa Eun Sol. Ia bercerita tak pernah tidak juara
kelas bahkan pribadi yang bunuh diri karena dia anak yang baik dan penurut.
Sambil menangis ia memohon pada jaksa Eun Sol tuk menemukan yang bertanggung
jawab atas kematian putranya. Jaksa Eun Sol dan Penyidik Dong Sik ke asrama
Sung Jae di sana ada rekan sekamarnya Park Jun Ha yang sedang meminum suplemen
dan masih terus belajar karena pekan ujian. Dong Sik heran teman sekamarnya
mati, ia tak punya empati malah terus belajar. Kami bukan manusia melainkan
peserta tes. Merasa terganggu diusir dong. dr Ma dan rombongannya hendak ke
sekolah jelang pemakaman namun oleh penjaga dihadang karena tak punya
kepentingan dan tidak ijin sebelumnya. dr Ma tidak terima karena putranya
sekolah disana, keributan di depan gerbang menarik perhatian seluruh siswa di
sana tak kecuali Park Jun Ha. Scene beralih pada ruangan Jaksa Eun Sol yang
menemukan CCTV bahwa saat menuju rooftop atap, Sung Jae tidak sendirian ada
Park Jun Ha and the gank. Di situ terlihat menindas Sung Jae.




