10 Agustus 2021

 


OMG ini film relate banget ama kehidupan sekolahku. Aku jadi mengerti di posisi Lynn seperti apa. Di sini tuh gambarin banget kegiatan menyontek hingga berbuah bisnis yang besar. Jangan ditiru ya nanti kamu bakalan menyesal. Aku jadi inget, Guru SD aku nyumpahin bagi siswa yang pelit contekan bakalan susah hidupnya terbawa hingga ke jejnjang selanjutnya pernah disindir Guru jangan sok pahlawan tanpa tahu motifnya. Padahal guru tsb tak tahu ancaman hingga pelecehan. Saking relate ama kehidupanku, aku menonton tak nyaman sampai sesak nafas aku cepetin nontonnya. Yang jelas sad endinglah. Nilai yang aku ambil jangan mau diperdaya oleh teman apalagi khususnya lelaki. Temanmu itu memuji dan mencela tidak ada yang tulus semuanya berteman karena ada motif. Apalagi para pria. Au ah gak tahu menulis apa, yang jelas sepertinya wanita kudu pinter dan independent woman karena jika sesuatu hal yang tidak diinginkan, kalian bisa mampu berdiri sendiri. 

Film ini juga menyindir sistem pendidikan Thailand yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia yang mana masuk sekolah ada pelicin dengan dalih uang gedung. Sekolah juga tak ada bedanya bisnis, hidup di dunia ini menjadi pintar saja tak cukup. Bahkan ada Grace si wanita cantik dungu ternyata saat les matemika pada gurunya, semua ujian matematika persis banget ama soal yang Grace kasih. Aku jadi inget pernah ditawari les oleh guru Matematika. Sudah dua kali baik di SMP maupun SMA mungkin beliau cari ceperan. Kalau SMP aku ikut toh guru tsb belum pernah mengajar di kelasku jadi yang namanya KKN tak mungkin. Tapi ketika SMA, aku diajar oleh beliau tidak pernah dapat nilai bagus yang dapat nilai bagus yang ikut les dengannya. Baru deh kelas tiga guru itu tidak mengajar di kelasku akhirnya setahun penuh aku belum pernah remedi matematika. Sungguh sangat jomplang. Bagiku nilai raport hanyalah angka dan bisnis. Seiring berjalannya waktu, aku mulai tersadarkan yang namanya hidup. Kelak jika aku menjadi orang tua, aku tanamkan nikai menjadi jujur dan cerdik. Ya belajar dari pengalaman hidupku. Sungguh aku menyesalinya dan sekarang aku kudu kerja keras dan cerdas tuk mengejar ketertinggalanku

Aku perhatiin ya selama nonton Thai Movie bahkan film Asia Tenggara ada kesamaan dalam seragam sekolah semuanya tuh pada pakai atasan bawahan berwarna. Berbeda dengan Asia Timur yang mana seragam sekolahnya sangat modis fashionable ada rompi, trus baju press body atau mungkin memang drama tapi yang jelas memiliki karakter desain yang mirip. 

Nonton ini juga inget almarhum ayahku :'(. Duh maaf ya nulis review malah curcol di sini. Pokoknya ini film rame kok tidak heran sangat laku. Sempat jadi bahasan topik di berbagai forum di sosial media. Aku juga nyesel dan melirik nih film dan kenapa baru nonton sekarang. Aku nonton karena beli paket genflix sih. Mulai jenuh dengan drama korea makanya sekarang ke Thailand. 

 




Sebenarnya aku sudah pernah nonton 2014, berhubung ada paket genflix makanya nonton lagi. Jadi tuh film menceritakan Ann dan Gigi yang dipindahkan ke sekolah terapung di pelosok. Tidak ada listrik dan internet di sana, meski begitu kedua guru wanita tak membuatnya manja dan cengeng, namun ketika ada mayat di sana, Gigi memilih pergi karena sudah tak nyaman berbeda dengan Ann yang memilih bertahan karena mengkuatirkan nasib para muridnya. Tak hanya itu, Ann juga diuji antara sang pacar atau sekolah terapung tsb hingga pada akhirnya Ann mengikuti kemauan sang pacar karena hendak menikah. Untuk menggantikan posisi Ann maka ada guru Kontrak Song, Song awalnya sangat kesulitan dan kesepian namun berkat buku diary Ann membantunya dan membuat dirinya Baper. Ann yang sudah mengikuti kemauan sang kekasih mengajar di sekolah dimana sang pacar menjadi wakil kepala sekolah bahkan menghapus tato tiga bintang yang membuat Ann jatuh hati pada sekolah terapung, ternyata tak membuat hubungannya membaik malah semakin dalam terasa nyata perbedaannya ditambah ada seorang wanita yang mengaku hamil anak sang pacar Ann. Hubungan yang bentar lagi memasuki ke pernikahan langsung kandas. Song yang baper akan diary Ann membuatnya mencari Ann dan mendengar Ann akan menikah langsung sedih sampai berniat tuk sekolah lagi agar kelak menjadi guru lebih baik. Bagaimana kisah selanjutnya? kalian nonton sajalah karena film ini layak ditonton meski aku sudah nonton kedua kali tidak pernah bosan, Filmnya sangat relate ama kehidupan kalian. Ada nilai yang membuat aku kaget ternyata dulu tahun 2014 sex diluar nikah di Thailand masih abu- abu ya bagi sebagian orang sekarang hal yang tabu menjadi umum sama kek di Indonesia. Terus pacaran lama tak membuat jaminan bakal langgeng karena hubungan itu dinamis maka dibutuhkan rasa saling pengertian dan paling penting komunikasi. Jika tidak se- frequensi ya seperti kehidupan para artis cerai karena perbedaan prinsip. Bisa juga hubungan diuji dengan pola yang sama bagi diuji saat tak punya apa- apa berbeda dengan lelaki di saat punya segalanya mampukah bertahan dengan satu wanita. Seperti kisahnya Song dan Nui pacar Ann.





06 Agustus 2021

 


Drama ini bercerita tentang persahabatan lima dokter yang berawal ketika kuliah di angkatan 90an. Sekarang kelima dokter tersebut berusia 40an menjadi dokter yang handal di bidang spesialis masing- masing di rumah sakit Yulje. Awalnya aku mulai jenuh ya drama tentang kedokteran karena di tahun 2014- 2016 itu drama korea penuh tentang dunia kedokteran. Namun setelah nonton satu episode di season pertama langsung nagih apalagi strateginya itu lho satu episode tiap minggu yang nonton drama on going kek aku apa gak gregetan. Apa sih yang bikin drama ini seru. Drama ini bisa dibilang mendekati realita kehidupan dokter ditambah bumbu- bumbu di tiap akhir episode mengulang lagu lawas mereka. Jadi yang nonton berasa nostalgia, meski aku bukan lahir di era mereka apalgi beda negara tapi yang nonton ikut merasakan juga. Tapi kepiawan aktor bermain peran bagus sih makanya kombinasi yang sempurna tidak heran sampai dibuat sekuel. Meski drama ini masih on going aku gak sabar tuk menulis reviewnya karena memang layak drama ini ditonton dan ratingnya tinggi. Yuk kita berkenalan dengan dengan para cast.


Lee Ik Jun diperankan oleh Cho Jung Seok. Bisa dibilang karakternya mengingatkan aku pada film Architecture 101, konyol dan lucu. Di drama ini ternyata demikian hanya saja dia menjadi center diantara kelima dokter dan berperan dokter yang cerdas dan sabar. Di sini juga digambarkan sosok single parent yang memiliki seorang putra, interaksinya dengan U- JU itu gemesin banget. Jika kalian nonton behind of the scene drama ini, memang Lee Ik Jun di sela break syuting suka bertingkah konyol. Oh iya dia memiliki suara yang bagus, warna vokalnya bisa lembut bisa juga lantang teringat di Knowing Brothers suaranya menggelegar. Pantesan saja Gummy kesengsem dengannya. Tak lupa disini dia berperan sebagai dokter spesialis penyakit hati, dokter yang telaten dan pengertian terhadap kondisi pasien dan keluarganya. Sesekali suka jail sih pokoknya moodboster tak lupa di waktu senggangnya jika main band bertugas sebagai vokalis sambil gitaris itu bukan hal mudah dilakukan. Konsentrasi terbagi dua.



Ahn Jeong Won diperankan Yoo Yeon Seok. Karakter yang slengean tapi penyayang namanya dokter spesialis anak. Awalnya di season pertama dia digambarkan anak Tuhan yang taat banget sampai berkeinginan menjadi misionaris namun ditentang oleh ibunya. Iya iyalah kelima anaknya kecuali Jeong Won mau melengkapi misionaris juga. Lagipula siapa yang nerusin rumah sakit Yulje yang tak lain bukan rumah sakit mendiang bapaknya. Meski begitu ya dia gak nunjukin dia orang kaya malah bisa dibilang orangnya perhitungan. Di season kedua dia ga jadi menjadi misionaris karena sudah ada yang mampu mengalihkan dunianya. Kalau dilihat- lihat wajahnya memang ada kemiripan dengan Sehun Exo ya. Mereka berdua pernah main bareng di Busted dan saling kirim truck kopi gitu. Dia juga menjadi drummer



Kim Jun Wan diperankan Jun Kyoung Ho. Duh kenapa di hampir semua drama yang dia mainkan menjadi pria ngenes soal cinta. Aku pernah nonton dramanya pasti cinta bertepuk sebelah tangan tapi jarang sih dia main yang romance banget. Tapi di dunia nyata kisah percintaannya oke ama Sooyoung SNSD. Di sini dia berperan sebagai dokter spesialis jantung. Diam- diam perhatian gitu. Oh iya disini juga perannya rakus bareng karakter Chae Song Hwa. Aku juga bingung posisi dia di band antara basis atau melody soalnya alat musiknya mirip- mirip dan aku buta soal musik. Jika kalian yang baca ini kira- kira posisinya apa ya? Supaya bisa melengkapi tulisan aku. Terima kasih.



Yang Seok Hyeong diperankan Kim Dae Myung. Dokter spesialis kandungan ini sangat peka dan paling mengerti tentang kondisi wanita. Namun tidak seberuntung dalam dunia pernikahan dikarenakan ibunya ikut campur dalam urusan rumah tangganya. Gegara itulah dia antipati dan takut memulai hubungan dengan wanita takut kesalahan tsb terulang kembali. Pokoknya dia pria yang gak neko- neko deh dari sahabatnya. Ya pria yang kaku dan kikuk gitu. Perilakunya lurus dan lempeng gitu nurut banget ama ibunya. Anak mami bisa dibilang perannya. Posisi dia di band menjadi pianis. Ini pertama kalinya aku melihat aktingnya di drama ternyata selama ini dia banyak main di film dan teater pantesan di drama tidak terlihat. Aktingnya bagus gak heran laku ya di film. Kata orang sana menjadi aktor film bukanlah mudah bahkan mendapat kasta tertinggi dalam dunia entertaiment.



Chae Song Hwa diperankan Jeon Mi Do berperan sebagai dokter spesialis syaraf. Karakternya sebagai wanita pemanis dan penengah atau netral di kala para lelaki ini berantem cekcok adu mulut. Posisi dia hampir sama kek Jun Wan, duh maaf ya ga ngerti. Tapi mencoba menjadi vokalis suaranya sumbang padahal suaranya bagus. Ini bisa dibilang debut dramanya yang mendapat peran utamanya dikarenakan rekomendasi dari Cho Jung Seok kata berita yang beredar. Tapi aktingnya oke. Memang jam terbang di dunia teater membuktikan kemampuan aktingnya totalitas.

Drama ini ternyata karakternya ada yang diambil dari kisah nyata. Diambil dari berita wowkeren.

WowKeren - "Hospital Playlist" memang sudah menjadi drama kesayangan penonton sejak season 1. Drama ini berpusat pada persahabatan lima dokter di usia 40 tahunan yang sudah berteman sejak mereka kuliah kedokteran.

"Hospital Playlist" berbeda dari drama medis pada umumnya. Pasalnya drama ini menceritakan kisah dokter biasa, salah satu alasan mengapa serial ini terbukti sangat populer di kalangan pemirsa.

Karena karakter utama sangat baik hati, beberapa pemirsa mengatakan serial ini adalah "dongeng untuk orang dewasa" yang tidak realistis. Namun karakter utama Kim Jun Wan (Jung Kyung Ho), Chae Song Hwa (Jeon Mi Do) dan Ahn Jeong Won (Yoo Yeon Seok) sebenarnya terinspirasi dari sosok nyata.

Mereka adalah ahli bedah kardiotoraks Yang Ji Hyuk, ahli bedah kebidanan Oh Soo Young dan ahli bedah anak Lee Sang Hoon dari Samsung Medical Center di Distrik Gangnam, Seoul Selatan. Ketiganya juga profesor kedokteran.

Media The JoongAng Ilbo belum lama ini mewawancarai ketiga dokter tersebut. Mereka kompak mengatakan merasa bahwa "Hospital Playlist" tampaknya berusaha untuk secara akurat menunjukkan apa yang terjadi di rumah sakit.

"Kadang-kadang (di media) dokter digambarkan sebagai semacam figur otoritas absolut, tetapi kebanyakan dari kita adalah orang biasa yang hanya mencoba melewati hari, berpikir, 'Jika pasien baik-baik saja, aku baik-baik saja'," ujar dokter Yang Ji Hyuk.

"Aku senang melihat kehidupan sehari-hari dan masalah yang dialami dokter serta rasa sakit dan kegembiraan yang dirasakan pasien dan orang yang mereka cintai. Kupikir semua faktor itu sepenuhnya tercermin dalam drama itu," tutur dokter Lee Sang Hoon.

Dokter Lee Sang Hoon mengatakan 10 dari 40 teman sekelas dari sekolah kedokterannya saat ini bekerja di rumah sakit yang sama dengannya. "Kami berbicara tentang betapa miripnya kami (dengan karakter dalam drama)," sambung dokter Lee Sang Hoon.

Para aktor "Hospital Playlist" disebut mengamati dengan cermat bagaimana para dokter menerima pasien atau melakukan operasi, yang berkontribusi pada keakuratan drama. Karena drama itu menampilkan banyak adegan yang menggambarkan operasi, dokter Yang Ji Hyuk sebenarnya memberikan beberapa alat medis latihannya kepada para aktor melalui manajer mereka untuk membantu akting Jo Jung Suk cs.

(wk/amal)

 

Pantesan saja relate dan penonton juga hanyut dalam cerita. Perbedaan season satu dan dua paling hanya konflik dan kisah cinta yang porsi lebih banyak. Sekarang aku mengerti dari mana produksi alat kesehatan buat syuting ternyata itu semua pinjaman dokter yang dipakai buat latihan trus video buat operasi bedah memang itu ambil dokumentasi video rumah sakit dipakai keperluan syuting, jadi pas operasi kelihatannya operasi padahal mah hanya cut ambil dokumen rekaman pribadi rumah sakit. Aku gak tahu ya kenapa drama korea konsisten tiap tahun bikin tema medis apakah ingin branding bahwa kesehatan Korea maju. Tapi bagiku sama sajalah tergantung SDM dan fasilitas rumah sakitnya. Tidak ada jaminan. Tapi dibandingkan di Indonesia lebih baik korsel sih dirasa meski aku belum pernah ke sana. Balik lagi itu semua hanyalah bisnis.

 

 All Credit from MBC



Jaksa Eun Sol saat masuk ke dimensi Sung Jae ternyata ia berhalunisasi sedang berada di rumahnya. Makanya kencing di rooftop ( pantesan saat do autopsi celana terbuka resletingnya dan ditemukan sampel urin Sung Jae di rooftop) dan di rumah oleh ibunya diperkenankan tidur karena Sung Jae mengantuk lagipula dia sudah juara kelas. Makanya saat menuju ke kamarnya dia melonjat ke ranjang tidur tapi sebenarnya dia sedang berhalunisasi kenyataannya meloncat jauh jatuh ke bawah gedung. dr Baek yang mendapat pesan dari Eun Sol jika satu jam setelah pesan tsb tidak menelponnya maka segera ke kamarnya disertai passwordnya 1234. dr Baek segera membangunkan Eun Sol yang masih setengah sadar akibat pengaruh obat- obatan. Jaksa Eun Sol bisa memahami di posisi Sung Jae karena dia juga pernah berusaha mendapat nilai bagus agar orang tuanya lebih memperhatikannya dan tidak dibandingkan lagi oleh kakaknya. dr Baek malah menimpali kerja bagus lain kali mencoba ditusuk, dipukuli dan disiksa seperti yang dialami korban lainnya. Daripada minum obat- obat yang dapat merusak hatinya sebaiknya membaca studi kasus yang serupa. dr Baek meninggalkannya setelah menjawab pertanyaan dari  Jaksa Eun Sol perihal curhatannya karena setelah itu Eun Sol tidak bakal ingat atas ucapannya pengaruh obat- obatan.

Sementara itu Stella, Jung Soo dan detektif Cha makan bareng. Sungguh detektif Cha merasa asing tsb karena tidak satu frekuensi dengan mereka. Detektif Cha merasa cemburu pada Jung Soo karena dipuji mulu oleh Stella. Aku melihat scene ini lucu plus kasihan hahahaha. Esok paginya Kepala Jaksa No sepertinya menelpon ibunya Jun Ha soal tidak kuatir mengenai putranya dan bisa lebih santai putranya masuk sekolah bagus tanpa batu sandungan. Setelah mengakhiri telepon dia melihat berkas bahwa pembunuhan Sung Jae tidak terbukti. Sementara itu, di ruangan Jaksa Eun Sol ada orang tua Sung Jae termasuk dr Ma yang menerima hasil tes bahwa anaknya memiliki kandungan stimulan amphetamin. dr Ma tidak percaya dengan hasil tes tsb dan marah siapa yang memberikan obat yang membuat anaknya mati. Tidak lain bukan istrinya sambil mengaku menangis. Ia tidak tahu jika itu bisa membuat anaknya meninggal dengan dalih Sung Jae menyukainya karena dapat membantu konsentrasinya. dr Ma marah padanya, istrinya tak terima karena dia juga tertekan atas tuntutannya kudu juara kelas sambil menangis bersalah pada Sung Jae. Jaksa Eun Sol juga meminta tolong pada ibunya Sung Jae dimana ia mendapatkannya karena obat tsb illegal.

Detektif Cha menyamar menjadi wanita tuk membeli obat stimulan amphetamin. Ia mendapat pesan bahwa segera menaruh uang di loker umum dan membalas pesannya bahwa uangnya sudah di loker 13 beserta passwordnya. Ternyata sudah ada si pria sudah menunggu dan mengambil uangnya saat dibuka ternyata dibohongi dan detektif Cha memborgolnya namun dihdang oleh rekan pria tsb langsung saja pergulatan detektif Cha dengan dua pria berakhir pada penusukannya dan kedua pria akhirnya bisa diringkus. Di area pemakaman Sung Jae yang mana dihadiri kolega dr Ma. Jaksa Eun Sol memberikan snack kesukaannya di pemakaman, ibunya kaget bagaimana bisa tahu ternyata ia melihatnya di loker. Kedua orang tua meminta maaf bukan salah Sung Jae melainkan kesalahan dirinya. Kepala Park menghampiri jangan terlalu keras pad dirinya sendiri dan mengembalikan surat pengunduran diri dr Ma agar jika keadaannya sudah membaik sebaiknya kembali. Gegara itu, baik Jaksa Eun Sol maupun dr Baek menemui orang tuanya mereka begitu juga Han Soo Yeon menjumpai putrinya dan Penyidik Dong Sik beserta putrinya.



Episode 9 Tanda Keraguan tertingggal di bunuh diri

Jaksa Kang Hyun menerima CD yang didapat Rumah Sakit Seon tentang kejadian 10 tahun yang lalu terlihat ada dr Baek dan ia sedang menerima ponsel lipat dulu ketika masih berkomunikasi dengan mendiang kakaknya. Di lift Jaksa Eun Sol mengatakan bahwa gegara dr Baek hidupnya berubah dilihat bekas luka tangan pada waktu tempo lalu. dr Baek dengan ketus mengatakan jangan menyetir sambil mengebut memangnya dia pembalap sambil ngacir pergi.

Jaksa Eun Sol dan Penyidiknya Dong Sik pergi ke lokasi TKP namun biasanya ada detektif Cha karena dia sedang masa istirahat gegara penusukan makanya diganti detektif lainnya. Saat diperiksa identitas mayatnya ternyata Jaksa Seo Jeong Min yang tak lain bukan rekan penyidik Jaksa Kang Hyun. Langsung Jaksa Kang heboh atas kematian rekannya dan memeriksa kemungkinan dibunuh dilihat ada bekas suntikan seperti obat penyebab kakaknya meninggal dan luka di kepala. Jaksa Eun Sol menambahkan karena gelas yang pecah hanya satu sedangkan di laci gelas yang hilang dua. Itu berarti Seo Jeong Min berjumpa dengan orang yang dikenalnya. Kepala Park menambahkan dilihat bekas suntikan hanya orang medis yang bisa menyuntik tepat ke pembuluh darah. Detektif melaporkan ada cacatan panggilan Seo Jeong Min ternyata panggilan terakhirnya dr Baek. dr Baek yang kala itu hendak autopsi mayat Seo Jeong Min ditahan atas penghacuran bukti dan seluruh gedung NFS sedang diperiksa dikarenakan cacatan panggilan terakhirnya dr Baek.

Imakyu. Designed by Oddthemes