Baek Jong Won's Class
02 Oktober 2024
Culinary Class Wars: Ketegangan Antara Chef Sendok Hitam dan Putih di Netflix
Saat ini, Culinary Class Wars menjadi perbincangan hangat dan menduduki peringkat keempat di Netflix Indonesia. Alasan saya tertarik menonton acara ini adalah banyaknya chef terkenal yang sering wara-wiri di televisi. Namun, banyak dari mereka yang tereliminasi, terutama para chef dengan bintang Michelin satu. Bahkan, dalam pertandingan 1:1, mereka takluk di tangan chef dari tim sendok hitam. Berikut adalah ulasan saya tentang beberapa tokoh utama yang menarik perhatian.
Paik Jong Won
Siapa yang tidak kenal Paik Jong Won? Beliau tidak hanya terkenal sebagai celebrity chef, tetapi juga sebagai pengusaha sukses di industri kuliner. Pengetahuan kulinernya, terutama tentang masakan China, sangat mendalam. Tak heran banyak kontestan ingin dinilai oleh beliau karena ia cenderung lebih menyukai makanan sederhana dan rumahan, bukan fine dining.
Ahn Sung Jae
Chef Michelin bintang tiga ini tampil dengan pengetahuan teknis yang luar biasa. Dia memperhatikan setiap detail, seperti kritiknya tentang dekorasi makanan dengan bunga yang tidak bisa dimakan. Menurutnya, jika suatu hidangan tidak dapat dimakan sepenuhnya, itu menjadi nilai minus. Kritik yang logis dan tajam ini membuatnya menjadi juri yang tegas namun adil.
Edward Lee
Edward Lee adalah chef yang pernah melayani jamuan makan di Istana Biru dan Istana Putih. Meski terlahir dan besar di Amerika, ia menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa, terutama dalam tantangan bisnis restoran. Ketika steiknya dianggap alot, ia mampu mengubah cara memasaknya untuk menyesuaikan keadaan.
Choi Hyun Seok
Dengan postur tubuh yang karismatik dan pengalaman yang luas di dunia restoran, Choi Hyun Seok menunjukkan keahlian memimpin timnya dengan baik. Ia dikenal oleh banyak penonton dari acara Please Take Care of My Refrigerator. Ia sangat pandai mengatur strategi untuk memenangkan permainan, mungkin karena pengalamannya tampil di berbagai acara TV.
Jung Ji Seon
Sebagai chef wanita yang dijuluki ratu masakan Tiongkok dan dimsum, Jung Ji Seon membuktikan bahwa jam terbang memang tidak bisa dibohongi. Meskipun sering menghadapi krisis, ia selalu berhasil bangkit. Salut untuk ketangguhan seorang chef wanita yang berani menghadapi dominasi chef pria.
Yeo Kyung Rae
Yeo Kyung Rae dikenal sebagai master masakan Tiongkok yang sangat dihormati, terutama di Taiwan dan Hong Kong. Meski tereliminasi dalam duel 1:1 melawan chef sendok hitam kotak besi, wibawa dan sikap legowonya patut diapresiasi.
Fabri
Chef asal Italia berbintang satu Michelin ini juga tereliminasi dalam pertandingan 1:1. Pengalamannya di Italia tidak cukup membantunya menguasai bahan-bahan Asia seperti ikan laut anyelir, yang akhirnya menjadi titik lemahnya.
Ahn Yuseong
Salah satu momen paling mengharukan bagi saya adalah ketika Ahn Yuseong tereliminasi. Dia adalah chef yang tenang dan lebih banyak bekerja daripada berbicara. Masakannya yang paling berkesan adalah tempura tendon yang pernah disajikan di Istana Biru. Namun, faktor usia menjadi kelemahan yang membuatnya kalah dalam kecepatan.
Bibi Omakase
Chef wanita tangguh ini belajar memasak dari membantu ibunya di restoran kalguksu. Keahlian memasaknya bukan hanya untuk hidangan mewah, tetapi juga untuk hidangan dalam jumlah besar. Pengalamannya ini sangat membantu dalam permainan tim.
Chef Park Jun Woo
Sebagai spesialis dessert dan pastry, Chef Park Jun Woo terlihat kesulitan dalam tantangan yang tidak sesuai dengan keahliannya, sehingga ia tereliminasi. Meski sering tampil di TV, acara ini mungkin bukan medan yang tepat untuknya.
Chef Bintang Tiga
Chef yang satu ini menunjukkan kepemimpinan yang tenang dan pintar. Ia tidak egois dan selalu tenang dalam menghadapi tantangan, sehingga mendapatkan suara mayoritas sebagai pemimpin tim.
Oh Se Deuk
Chef ini sering tampil di TV bersama Park Jun Woo, tetapi sayangnya ia juga tereliminasi dalam pertandingan melawan chef sendok hitam. Meskipun cukup populer, ia kalah dari lawan yang lebih taktis.
Penutup: Kenapa Culinary Class Wars Layak Ditonton?
Acara ini memang sengaja menyeimbangkan antara tim sendok hitam dan putih, sehingga apapun tantangannya selalu ada elemen kejutan yang menarik. Meskipun beberapa eliminasi terasa mengejutkan, ini adalah bagian dari konten yang seru untuk ditonton. Semoga para chef yang kalah tidak terlalu baper karena ini hanyalah konten hiburan.
Netflix memang sengaja menarik penonton Amerika dan ya memang buatan dari Amerika. Dengan poster Edward Lee tampil di depan dan ada kreator mukbang dubes Amerika di Korsel.
26 Juli 2022
Sedih deh ini adalah episode terakhir di musim ini. Apakah bakalan lanjut ga ya, soalnya penjelasan Paik Jong Won menggantung yang pasti Sung Si Kyung bakalan tetap ikut Paik Class jika ada season kedua. Nah sebagai siswa yang berpartipasi bakalan diuji masak masakan Korea dengan juri perwakilan dari ketua tim kru. Wah Fabri ingin masak ayam goreng selain suka ayam, Italia jarang hidangan ayam goreng waralaba kek Korsel apalagi saat kelas bikin ayam goreng Fabri sedang berada di Korsel. Moeka ingin masak Kimchijim karena sangat berkesan saking empuk dagingnya. Sedangkan Musa masak kentang jeon karena pecinta kentang.
Wah selama memasak diam- diam baik Paik Jong Won maupun Sung Si Kyung bantuin meski di depan nyinyir. Paik Jong Won memberikan saran dan bantu nyiram air sekitar halaman rumah agar saat memasak debu tidak bertebangan di makanan. Sedangkan Sung Si Kyung dibalik sifat arogannya dibelakang bantuin kek buatin saus untuk kamjajeon dan Moeka biar daging kimchijin matang empuk.
Wah sepertinya ketiga siswa kerepotan soalnya lupa- lupa ingat dan ga punya pengalaman kerja di dapur. Seperti Musa buat menggiling kentang pakai parutan manual padahal ada blender. Moeka lupa resep bumbu dan menakarnya gak dikira- kira kek masak untuk 2-3 porsi padahal satu kuali. Sedangkan Fabri sebenarnya jago masak mungkin gaya masak chef Michelin dengan gaya masak Korea beda kalo ya. Ciri khas Fabri kalau masak pasti ada celotehan pokoknya Fabri selalu bersuara tiap melakukan sesuatu.
Hingga pada akhirnya hidangan disajikan. Kentang jeon terasa keras karena kesalahan dalam memanggang di atas api mestinya apinya besar dan sedikit minyak. Sepertinya bikin kentang jeon mudah, selama ini jika ada kentang banyak di rumah hanya dimasak perkedel. Cara buatnya kentang digiling trus disaring. Pati kentang langsung dipanggang. Kimchijin bumbunya terutama kimchi buatku terasa asam jika kimchi dimasak tak baik. Buktinya Moeka kimchijin terasa sangat asam makanya dibantu bumbu dan daging yang bikin gurih. Yang juara dan disukai para kru adalah ayam goreng. Jelaslah warna coklat keemasan dan taburan bawang putih menambah nikmat gurih ayam goreng. Orang Korsel suka ya sesuatu dengan bawang putih sampai berlebihan.
Paling terbaru dan ga rela pas penutupan dengan sslam hormat dan foto bersama. Arghhh. Di tahun ini Sung Si Kyung ga megang variety show sama sekali semuanya berakhir. Alasan aku nonton ini tuh karena dia. Berharap ada season 2. Kenapa ya jika memang punya misi ingin mempopulerkan K-food kenapa tidak mengundang idol asing punya nama ketimbang influencer asing apalagi asal negara tsb tidak kuat pengaruh Korea. Seperti Italia, Rwanda, Polandia, Kanada, Rusia, Iran. Kenapa ga ada asal Asia Tenggara secara pengaruh kuat KPop kuat jadi mudah mencerna informasi K-food. Moga di season kedua ngundang idol asing siapa tahu rating naik dan banyak sponsor. Jadi bisa lihat Sung Si Kyung.
Sebetulnya aku kurang suka marketing atau branding apa- apa kudu depan K segala di segala sektor seperti KPop, K-drama, K-food dan lainnya soalnya itu terasa kapitalis. Teringat saat audisi Indonesian Idol, saat itu juri masih Ahmad Dhani ada kontestan ditanya mau nyanyi genre apa? Jawabnya KPop langsung dibantah bahwa KPop bukan genre lagu KPop sama kek lagu pop lainnya, teknik nyanyi juga sama seperti belahan dunia lainnya hanya bahasa berbeda. Tapi jika kalian memang ada pelajaran budaya Korea di sekolah atau universitas sepertinya nonton ini tuh nambah wawasan soal kuliner ada sejarah dan maknanya di setiap masakan.
23 Juli 2022
Syuting kali ini di Gangjin- Jeolla- do disana tempat pertemanan daging sapi Korea. Dipertunjukkan pertenakan sapi yang luas dan keresahan harga pakan yang mahal makanya nanem rumput sendiri untuk menghemat. Sayangnya ga dipertanyakan keunggulan sapi Korea dibanding sapi lainnya seperti Australia.
Nah mengenai daging sapi Korea atau dikenal hanuk atau hanook, maaf jika salah kata. Banyak banget daging sapi yang dibeli dari sirloin, tenderloin, pantat dan bagian daging lainnya. Paling mahal sirloin dan paling murah bagian pantat. Mahal dan murahnya berdasarkan kepopuleran atau paling laku bukan tingkat kualitas dan enak. Semuanya enak. Nah olahan daging sapi Korea dibikin irisan daging mentah dicocol minyak ikan. Sepertinya aku senasib Musa dari Rwanda tentu saja makanan mentah tak lazim di Rwanda. Sepertinya Asia Timur sering makan makanan mentah
Terus bagian brisket terletak di perut bawah biasanya dipotong tipis- tipis karena bisa dinikmati dengan lemaknya. Oh pantesan ya kenapa ada daging setipis kartu karena itu bagian brisket. Untuk menikmati daging sapi Korea dimulai cita rasa kuat. Pantes kenapa masaknya cuma digoreng dengan ditaburi garam.
Kemudian sisa daging sapi yang ada dibuat bibimbap Yokhe dan Fabri bikin tartare. Cara bikin bibimbap yang simpel tak perlu butuh waktu lama berbeda dengan Fabri butuh waktu 70 menit bikin tartare. Sama- sama makan daging mentah dengan bumbu rempah khas negara masing- masing. Sepertinya aku ga cocok dengan kedua masakan tsb. Respon Musa dari Rwanda juga ga disorot wkwkwk.
20 Juli 2022
Gak tahu kenapa syutingnya selalu di provinsi Gangwon-do tapi di daerah Samcheok. Di pinggiran laut timur Korea Selatan ini terkenal akan gurita besar dan siput bulan. Makanya Fabri dan Musa berbelanja di pasar untuk membeli itu. Paik Jong Won bercerita kenapa olahan siput tak hanya di Korsel tapi juga di Prancis dimana Prancis terkenal wine dan musuh perkebunan anggur adalah siput jadi memperdayakan siput banyak makanan siput. Ternyata bahas Prancis alasannya ada tamu chef Korea Prancis, Pierre sang Boyer. Beliau diadopsi ke Prancis saat usia 7 tahun.
Diakuinya beliau ngefans banget dengan Paik Jong Won, oleh Sung Si Kyung dibayar berapa buat ngucapin demikian. Dengan lugunya jawab makgeolli gratis wkwkwkwk.
Nah di Samcheok memang terkenal gurita besar makanya mengolah gurita besar. Wah guritanya kurang lebih sekitar 6-7 kilo. Sebelum dimasak kudu dibersihkan itupun ada teknik pemotongan agar jika dimasak bentuk gurita terlihat bagus kemudian direbus terlebih dahulu untuk menghilangkan bau amis. Rebusannya menggunakan cuka, gula, lobak dsb. Itupun saat direbus ternyata kaki gurita dicelupkan diangkat dicelupkan diangkat sampai bentuk kaki gurita kaki kemudian direbus semuanya. Kemudian ditiriskan guritanya dengan digantung agar terjaga bentuk guritanya yang epik
Berbeda dengan siput bulan banyak lendir untuk membersihkannya butuh drama karena banyak lendir makanya dicuci dengan garam kasar gitu sampai- sampai Pierre rela kaos kaki barunya kebasahan demi bantuin nyuci siput bulan. Sebelum dimasak siput bulan juga direbus dan rebusannya sama kek merebus gurita. Pakai lobak, cabe merah dan cabe hijau, cuka, gula dan garam demi menghilangkan bau amis.
Pierre Sang Boyer ini mencoba unjuk kebolehan dalam memasak dengan memasukkan unsur Prancis dan Korea. Masakannya terlihat mewah dan cita rasanya kata Sung Si Kyung jadi ingin minum wine. Fabri melihat skill Pierre merasa tersaingi bahkan cemburu melihat Musa yang selama ini jadi partnernya eh malam bantuin Pierre. Paik Jong Won bikin gorengan gurita dicocol saus buatan Fabri. Sausnya simpel cukup mayones, gochujang dan bawang putih. Sung Si Kyung juga bikin masakan siput bulan guldak dan gak pedas dengan mie.
Wah aku baru tahu siput bisa dimakan tapi siput yang dimakan jenis tertentu karena ketika dimasak dan dilepas cangkangnya bentuknya aneh meski kata mereka rasanya enak. Gurita di Indonesia ga lazim dimakan meski ada bukan makanan yang mudah dijumpai gitu.
Langganan:
Postingan (Atom)












