25 Desember 2020

Penyidik Kang menyita kedua handphone detektif Cha lalu menyerahkan pada jaksa eun sol. Eun Sol menelusuri riwayat telepon terdapat panggilan kepada Yeon Mi Rae. Jaksa Eun Sol menginterogasi perihal Yeon Mi Rae karena belibet jawabannya. Penyidik Kang mengatakan bahwa Yeon Mi Rae meninggal. Detektif kaget tetiba detektif Park datang menangkap detektif Cha. 
Penyidik Kang menghadang detektif Cha memastikan kebenarannya. Detektif Cha bersikeras bukan dia pelakunya meski ketika bangun tidur, tangan sudah berlumuran darah. Ia tidak ingat karena terlalu mabuk.

dr. Baek melakukan otopsi sambil memikirkan bagaimana pelaku melakukan pembunuhan. Setelah itu, menjumpai Jaksa Eun Sol dan menjelaskan bahwa penyebab kematian karena dicek lalu ditusuk 16 kali. Menanyakan siapa pelaku yang kita kenal dekat. Jaksa Eun Sol menjawab detektif Cha So Ho. 

dr. Baek dan timnya melakukan penyelidikan forensik dari tempat tinggalnya bahkan mobil. Ketika asisten Jung Soo bilang selesai, dr Baek mengecek lagi ternyata ada sapu tangan bernoda lumuran darah. Kesal karena Jung Soo kurang teliti. Jaksa Eun Sol dan Penyidik Kang pergi ke tempat server CCTV ternyata server terputus jadi tidak ada jejak rekamnya. Penyidik Kang menggerutu.

Saat di tempat pemakaman sang korban. Joon Tae 22 tahun pacar Mirae selama tiga bulan. Sambil menangis terisak ia menyesali yang jarang bertemu. Saat di hari kematian sedang mempersiapkan ujian di perpustakaan. Ia juga mendengar curhatan dari korban perihal si kurir penguntit

Kurir Seok Do Hoon, 25 tahun. Seok Do Hoon kesal mendengar nama Mirae gegara dia menjadi seperti ini. Saat dikonfirmasi ternyata dia sedang main game online di kafe internet. Jaksa Eun Sol meminta bantuan pada penyidik Kang untuk mengecek alibinya.

Jaksa Eun Sol berlari ke lift eh ternyata ada dr Baek, hendak basa basi perihal sepulang kerja ke rumah. Langsung dipotong tidak ada pertanyaan pribadi. Jaksa Eun Sol mimpi buruk tentang dr. Baek yang mencoba membunuh ala kasus tadi. Terbangun jadi homesick.

Detektif Park dan rekannya mengutuki detektif Cha yang bodoh teledor. BFN sedang meneliti semua bukti dari sepatu, darah dan sapu tangan semuanya mengarah ke detektif Cha So Ho. Jaksa Eun Sol mengomel ke dr Baek bagaimana bisa bukti mengarah ke dia seperti tindakan yang sempurna. Ia tidak mempercayai detektif bisa melakukan hal keji tsb. dr Baek justru meminta supaya jaksa Eun Sol mencari bukti yang lain sambil ngacir wkwkwk.

dr Baek Di ruangan kepala jaksa No sambil melihat berita dan mematikannya. Jaksa Kang datang dan jaksa No meminta tuk ambil alih kasus ini langsung terimanya tapi Jaksa Eun Sol keberatan meminta penyelidikan bareng langsung disetujui.

Jaksa Kang konferensi pers mengenai kasus tsb. Jaksa Kang interogasi detektif Cha tapi bersikukuh membantah bukan dia yang membunuhnya. Lalu kenapa ditemukan darah pada wastafel jika bukan. Detektif Cha diam pasrah. Jaksa Eun Sol mengomel lagi pada dr. Baek komplain kenapa tidak melapor perihal bukti baru di wastafel. dr Baek sibuk dengan dunianya. Kesal bukan main, Jaksa Eun Sol membuka tirai dan ia tampak kaget. 

Choi Hwa Ja senang mendengarnya dan menuding ketiga kakak tiri menyebutnya penipu. Yang dituding tak senang. Dengan wajah tegasnya jaksa eun sol memaparkan berdasarkan aturan hukum ia tidak bisa mewarisi warisan karena membunuh pewaris. Choi Hwa Ja teriak tak terima. Kepada sang hakim, jaksa Eun Sol meminta mencabut hak asuhnya karena ibunya tidak layak.
Flashback dimana Choi Hwa Ja bersama Han Dong Won bertengkar yang menyebabkan kepala Han Dong Won jatuh pada lengan kursi dilanjutkan rekonstruksi pembunuhan Deuk Nam dan Byun Soo Kyung. Melihat jejak rekamnya, Choi Hwa Ja dituntut hukuman mati. 

Jaksa Eun Sol mencoba permainan menembak eh malah berjumpa dr. Baek. Jaksa Eun Sol kesal padanya bagaimana bisa dr. Baek tidak punya hati nurani melihat kasus tersebut apakah pekerjaan otopsi yang membuatnya lempeng flat datar gitu. Justru karena otopsi aku bisa interaksi tanpa rekayasa, apa adanya dan mayatnya tidak komplain saat otopsi. Tapi jaksa Eun Sol tidak terima penjelasannya bisa jadi dia punya masa lalu yang membuatnya seperti itu. Teringat saat otopsi menemukan janin, dr Baek syok tidak seperti biasanya. Jaksa eun sol menuding bisa saja karena malpraktek medis. Apakah berhubungan dengan bayi? dr Baek cuek ngacir

Jaksa Kang dan Jaksa Eun Sol bercerita mengenai masa lalunya yang mana jaksa kang banyak berubah. Flashback di masa kuliah. Dimana jaksa kang cupu dan jaksa eun sol primadona menghampirinya mengenai klub belajar KUHP di rumahnya. Saat hari tiba, jaksa kang kala itu dengan gaya mahasiswa yang berantakan khas anak cowok pada umumnya. Bel berbunyi pertanda Eun Sol datang membawa kimchi buatan ibunya. Kembali ke masa sekarang, Jaksa Eun Sol memberikan ramnyeon dan kimchi. Jaksa kang berujar kamu kasih kimchi lagi. Sedangkan orangnya sudah lupa wkwkwk. 

Tetiba ada telpon mengenai pindahan, bergegas pergi dan berpamitan pada jaksa Kang. Sesampai di unit rumahnya ternyata rumahnya bersebelahan dengan dr. Baek. Mereka langsung turun ke lobby lantai satu.

Penyebab awal : penyebab pertama kematian

dr. Baek dan asistennya Jung Soo pergi ke lokasi TKP ditemukan mayat wanita yang sudah mengalami pembusukan karena pemanas ruangan. Detektif Park melaporkan mayatnya bernama Mirae, 24 tahun pernah melapor ada kurir yang menguntitnya. Jaksa Eun Sol tidak sengaja menutup laci tapi dr. Baek yang melihat sebagai upaya merusak TKP. Padahal Eun Sol menutup karena terlihat pakaian dalamnya. Atas kelalaiannya meminta detektif mencatat bahwa laci ditutup olehnya. Jaksa Eun Sol berhalunasi kesal dengan sikap dr. Baek mencubit pipinya malah urung dilakukan. 

Detektif Park menemukan sepatu pria sebelah. Tak biasanya ada pembunuh meninggalkan jejak. Lalu ada telpon ada saksi yang mengatakan seorang pria mengendarai mobil abu- abu. Setelah ditelusuri ternyata ada rekannya yang menggunakan mobil abu- abu. Jaksa Eun Sol teringat bahwa sepatu sebelah milik detektif Cha So Ho langsung diam- diam bertandang ke rumahnya. Detektif Park menanyakan siapa detektif yang bertanggung jawab perihal laporan penguntit sang korban. Tak lain tak bukan detektif Cha So Ho. Di waktu bersamaan, detektif Park membersihkan darah di tangannya saat bel rumah berdenting. Saat membuka, jaksa eun sol dan penyidik kang menemukan sepasang sebelah sepatunya. Ia menyarankan lebih baik ditangkap dirinya ketimbang rekan sendiri. Detektif Park menemukan kandungan luminol di dalam setir mobil detektif Cha So Ho. dr. Baek yang diamanahi jaksa Eun Sol tuk otopsi mayat wanita tadi. 

24 Desember 2020

dr Baek menelepon penyidik Kang dimana jaksa Eun Sol. Cheon Mi Ho menimpali bukannya pergi ke Choi Hwa Ja. dr Baek kuatir karena menemukan sidik jari Choi Hwa Ja di kancing baju perawat Byun Soo Kyung. 
Scene beralih ke jaksa Eun Sol dengan Choi Hwa Ja. Di saat hendak kasih tisu karena Choi Hwa Ja menangis eh kopinya tumpah mengenai lengan baju jaksa Eun Sol. Ia mohon izin ke toilet dan melihat hal itu diam-diam diam kesal sambil menggaruk bekas suntikan di lengan kirinya.

Penyidik Kang menyuruh segera kepada detektif Cha So Ho. Choi Hwa Ja bergegas mencari obatnya lalu mengambil suntikan untuk membunuh jaksa Eun Sol. Saat hendak membuka pintu terjadi pergulatan diantara keduanya. Beruntung Detektif Cha dan penyidik Kang datang di waktu yang tepat

Episode 7 : Maukah kamu bertanggung jawab

Masih syok dengan kejadian menimpanya. Detektif Cha kesal bagaimana jaksa Eun Sol senekat itu bertemu tersangka sendirian dan kenapa tidak mengangkat telponnya. Jaksa Eun Sol menjawab jika dia menjawab maka mencurigainya. Mendengar hal itu, mereka berdua kesal mengutuk Jaksa gila. Dengan lugunya bertanya apakah mengenai dirinya. Penyidik Kang ngeles bukan melainkan Choi Hwa Ja bagaimana bisa berani menyerang jaksa. Jaksa Eun Sol meminta bantuan kepadanya sampel kopi ke BFN, ia meminta diturunkan di depan kantornya.

Di toilet, jaksa Eun Sol membersihkan luka di lehernya sambil menahan pedih. Masih syok dia berusaha menenangkan dirinya. Ia memasuki ruang interogasi berjumpa Choi Hwa Ja. Choi Hwa Ja ngeles dirinya memiliki gangguan jiwa, tapi jaksa Eun Sol tak gentar. Kemudian kakak tirinya yang memburunya datang karena takut dicurigai makanya dia menghubungi Choi Hwa Ja perihal rincian Deuk Nam. Tapi Jaksa Eun Sol tahu tipu muslihatnya, mengetahui penyelidikan ke perawat Byun Soo Kyung ia mencoba membunuh dirinya disaat tak ada CCTV dengan menjebak kakak tirinya Deuk Nam. Detektif Cha memberikan hasil laporan bahwa positif benzopine di dalam kopinya. 

Flashback. Saat hendak menemui Choi Hwa Ja, mendapat telpon dari dr Baek bahwa ialah pembunuhnya. Kaget mendengarnya ia mencoba tenang sembari langsung menutup telponnya. Jaksa Eun Sol menyiapkan semprotan bubuk merica dan kotak softlensnya. Saat menumpahkan kopinya, sembari izin ke toilet ia mengompres sisa larutan kopinya di lengannya pada kotak softlensnya. Kemudian diteliti oleh BFN dan laporannya berada di tangannya sekarang. Bukti kuat sudah padanya jadi Choi Hwa Ja tidak perlu ngeles bahkan ada bukti sidik jarinya pada kancing bajunya Byun Soo Kyung. Dengan bukti yang ada, Jaksa Eun Sol menyudutkannya membunuh Byun Soo Kyung dan Jang Deuk Nam. Sambil tersenyum, ia menyangkal membunuh Deuk Nam karena kurangnya bukti. Kesal mendengarnya, Jaksa Eun Sol akan berusaha mencarinya. 

Kepala Jaksa No memarahinya atas kecerobohannya bahkan memanggil Jaksa Kang yang baru beres persidangan atas kelalaian tidak menjaga baik juniornya sampai terluka. Setelah itu, mereka berdua berdebat. Jaksa Kang menyalahkan dr Baek yang membuat juniornya seperti ini. Flashback teringat Jaksa Kang tidak terima dengan keputusan kepala jaksa No. Jaksa Eun Sol memohon pada sunbaenya tuk beri kesempatan menyelesaikan kasusnya pada akhirnya disetujui.

Di rumahnya, ayahnya melihat putrinya terluka menyuruh dirinya mengundurkan diri dan membantu kakaknya mengurus firma hukumnya. Ia tidak mau, karena membantah dia minggat dari rumah dengan menngembalikan segala fasilitas yang diberikan dari kartu hingga mobil. Sambil berjalan tak menentu arah, jaksa Eun Sol bingung mau kemana. 

Di ruangannya, dr Baek tidur sembari main kursi eh malah terjungkal lalu mendapat telpon dari Jaksa Kang bahwa jangan mengganggu juniornya jaksa Eun Sol dan memanfaatkannya. Ia merasa tidak terima atas peristiwa 10 tahun yang lalu. dr Baek diam saja sambil menutup telpon. Jaksa Kang membuka kembali kasus kecelakaan kakaknya dengan pacarnya dr. Baek. Ommoo jadi dr Baek mau jadi calon kakak iparnya. 
Asisten Jung Soo menghampiri dr Baek mengambil berkas kasus tadi lalu ditahannya sambil marah-marah marah ( mungkin efek telpon dari detektif Kang ) bahwa kasusnya belum selesai. Pas baca berkasnya melihat tinggi badan dan kerangkanya kenapa tidak cocok. Meminta rekonstruksi wajah 3D. 

Saat hendak mencari penginapan, jaksa Eun Sol ditelpon mengenai rekonstruksi wajah 3D. Jaksa Eun Sol kagum dan heran kenapa masih menyelidikinya. Karena dr Baek belum beres makanya melakukan hal itu sembari bergosip tanpa disadari orangnya ada di belakang. Asisten Jung Soo takut dan dr Baek menganalisa luka pada jaksa Eun Sol. Ia tidak terima diperlakukan demikian seperti otopsi. Memang dia mayat sanggahnya.

Saat rekonstruksi wajah 3D pada mayat dan foto Deuk Nam tidak sama. dr Baek meyakinkan bisa saja mereka orang yang berbeda. 

Asisten Jung Soo menggali kuburan kedua kalinya sambil mengomel memerhatikan tanah kuburan siapa tahu jadi bukti penting. 

Saat mengurai kandungan tanah kuburan dan fosil kerangka ternyata memiliki kandungan berbeda. dr Baek menjelaskan bahwa mayatnya mengandung air laut berbeda dengan tanah kuburan. Jaksa Eun Sol mempertanyakan bagaimana bisa tertukar. dr Baek menyanggahnya siapa mayat yang saya otopsi. 

Kemudian kembali ke ruang interogasi. Jaksa Eun Sol mencecar siapa mayat tersebut ada dua pria meninggal. Membaca kecemasannya mencoba mengelabui tuk mencari daftar orang hilang di kenalannya. 

Jaksa Eun Sol memberitahu bahwa timnya tidak perlu mencari identifikasi orang hilang karena saat interogasi dia mencoba mengelabui terlihat tenang. Jadi bisa saja dilakukan pemakaman dengan kematian tidak wajar. Jadi coba hubungi agen pemakaman tuk mencari informasi tersebut. 

Saat penyidik Kang dan Cheon Mi Ho sibuk menelpon satu per satu agen pemakaman. Detektif Cha datang dengan setumpuk berkas yang harus dikerjakan. Mereka berdua kompak menolak dan mereka bertiga makan bersama. Saat asyik mengobrol, ada telpon agen pemakaman. Jaksa Eun Sol dan penyidik Kang datang tuk mengkonfirmasi ternyata ada wanita muda memiliki dua suami yang mana meminta mayatnya ditukar. 

Saat dipugar kuburannya, ketiga kakak tirinya menangis dan mengutuknya. Saat dilakukan otopsi tidak ada keretakan tengkorak. Kemudian dr. Baek sedang membuat kandang anjing. Jaksa Eun Sol kagum padanya yang membuat kandang anjing dikala sibuk bekerja dan mengucapkan terima kasih bahwa besok persidangan terakhir Choi Hwa Ja. dr Baek bilang belum selesai

Saat persidangan, jaksa Eun Sol memberikan pernyataan ada dua pria. Choi Hwa Ja tinggal bersama dengan Han dong won tapi menikah dengan Deuk Nam. Tahukah dia bahwa bayi yang pernah dikandungnya bukan anak Han dong won melainkan Deuk nam. Sperma beku tuk bayi tabung berhasil. Choi Hwa Ja senang mendengarnya tapi tidak dengan ketiga kakak tirinya. 



Episode 6 : 10 Kebenaran yang berbeda 


Kepala Jaksa No kesal bukan main perkara aduannya terkait penipuan entah kenapa menjadi pembunuhan kan makin lama kasusnya. Jaksa Eun Sol beralasan bahwa ia mendapat telepon dari BFN. Kepala Jaksa No menanyakan pendapat Jaksa Kang atas hal ini. Ia menjawab mestinya berhati- hati meski BFN menaruh kecurigaan. Namun karena surat penyidikan sudah dibuat maka penyelidikan terus dilanjutkan. Kepala Jaksa No pun demikian bahwa kejaksaan bukanlah bawahan BFN (Badan Forensik Nasional) dan ia meminta bawalah tersangkanya lagipula ini bukan pembunuhan berantai hanyalah perihal warisan. Senang dapat persetujuan, jaksa Eun berjanji akan melakukan penyelidikan dua arah. Melihat hal itu Kepala Jaksa No bermuram dan berkata Jaksa Kang jaga bawahanmu sepertinya kita akan kehilangan orang baru di BFN.

Jaksa Kang heran bagaimana bisa dr Baek menghubungi jaksa Eun Sol. Jaksa Eun membela kan dirinya berada di kasus yang sama. Tapi Jaksa Kang tak suka dirinya berdekatan dengan dr Baek karena kepribadian dr Baek (maksudnya cemburu kali ya). Diakui Jaksa Eun memang ia gila. Tapi bukan itu maksud jaksa Kang. Jaksa Eun heran kenapa bisa seniornya sinis ke dr Baek. Oleh Jaksa Kang menghindar dan mengatakan sebaiknya mesti berhati- hati

dr Baek dan dan asisten Jung Soo sedang reka adegan simulasi penyebab keretakan pada tempurung kepala belakang jasad korban. Diketahui oleh benturan lengan sofa. Jaksa Eun kaget melihat itu dan melaporkan ke dr Baek bahwa saat korban dirawat rumah sakit ada 10 orang yang menjenguknya. dr Baek membalas 'berarti akan ada 10 kebohongan' sambil lalu pergi keluar ruangan

Di ruang jaksa Eun mereka diskusi siapa pembunuhnya. Berdasarkan riwayat jenguk ada dokter, perawat dan ketiga kakak tiri serta istrinya. Detektif Cha So Ho menduga kakak tirinya karena kuat memiliki motif. Jaksa Eun meminta untuk wawancara lokasi TKP untuk mengetahui yang sebenarnya

Jaksa Eun mewawancara perawat RS dimana sang korban Jang Deuk Nam dirawat. Perawat menjelaskan bahwa sebelum meninggal sang korban dibantai kakak tirinya karena tetiba sudah mendaftarkan pernikahan. Mereka tak suka dengan istrinya. "Siapa yang akan menikah dengan lelaki yang mau meninggal? Apa lagi jika bukan uang" imbuh lainnya. Meski dibantah oleh sang korban. Keesokannya sang istri datang meski mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan


Scene beralih di ruang interogasi istri korban bersikukuh bahwa ia layak diterima bagian dari keluarga korban meski ditolak ketiga kakak iparnya. Sedangkan ketiga kakak iparnya saling mengahasut satu sama lain bahwa saudara lainnya punya motif untuk membunuh

Kedua Asisten dokter Lee Hye Seong mengatakan bahwa saat kematian Jang Deuk Nam jantungnya sudah berhenti berdetak dan tidak ada pendarahan di kepalanya. Jika ada darah pasti diketahui dari bantalnya bahkan operasinya berjalan lancar. Dokter yang bersangkutan lee hye seong datang dan mengatakan dirinyalah yang melakukan CPR saat kejadian. Jaksa Eun Sol menanyakan kepribadian pasiennya? Dengan ketus apakah ia mampu mengingat banyaknya sifat pasiennya mungkin perawat vip inap tahu sayangnya dia sudah keluar,  Byun Soo Kyung. Penyidik Kang bergegas menghubunginya. Tanpa disadari mereka dikuntit kakak dari almarhum Jang Deuk Nam, Jang Il Nam. 


Scene beralih ke kantin Kejaksaan Seoul Timur. Jaksa Eun Sol makan siang bersama Jaksa Kang, saat sampai di meja makan Jaksa Eun Sol bingung kenapa bisa dikatakan 10 kebohongan. Jaksa Kang menyanggah bisa saja ada 10 kebenaran. Bisa saja saksi memiliki kebenaran menurut sudut pandangnya. Tetiba ada telpon dari asisten Jung Soo bahwa sudah ditemukan laporan forensik di mayat Jang Deuk Nam. 

Asisten Jung Soo bercerita bahwa dokter Stellar Hwang ahli dalam kandungan racun memiliki jejak rekam apoteker bahkan berkuliah di Universitas John Hopkins. Stellar Hwang menjelaskan terdapat banyaknya kandungan propofol beracun di dalam sampel Jang Deuk Nam. Hal ini yang menyebabkan apnea. Menyembunyikan pendarahan pada otak akibat kerusakan tengkorak. dr Baek mengatakan pembunuhan, jaksa Eun Sol bertanya siapa yang melakukannya. Oleh dr Baek menimpali siapa yang bisa mengakses banyak propofol. Jaksa Eun Sol bergegas pergi. 

Jaksa Eun Sol beserta timnya menggerebek rumah sakit tempat Jang Deuk Nam. Jang Il Nam juga diam-diam menguntitnya. Tetiba ada jaksa lain Seo Jung Min datang ternyata diam-diam mengambil berkas. Dokter Lee Hye song datang menanyakan keberadaan jaksa Eun Sol. Ia menjawab ditemukan obat propofol tanpa resep pada Jang Deuk Nam, dr Lee kaget dan mengatakan apakah dr. Baek yang menyuruh menggerebek rumah sakit mengingat dulunya ia pernah bekerja di sini pada operasi Toraks sebelum mengusirnya. Jaksa Eun Sol bahwa kejaksaannya yang memutuskan. Dokter Lee menyetujui tuk koperatif.


Asisten Cheon Mi Ho mencoba melaporkan eh diserobot Penyidik Kang bahwa ada kejanggalan dalam jumlah propofol. Jaksa Eun Sol menanyakan dimana perawat Byun Soo Kyung. Penyidik Kang menjawab bahwa ia tidak berhubungan dengan keluarganya bahkan tidak menggunakan kartu kreditnya. 

Ahjumma ( pembantu di rumah orang tuanya ) datang ke kantornya membawa makanan. Ia tidak sengaja mengambil foto perawat Byun Soo Kyung, teman tiroidnya yang memiliki kesamaan bekas operasi tiroid makanya ia slalu gunakan syal dan tergantung minum obat. Jaksa Eun Sol mendapat pencerahan sepertinya tahu keberadaan perawat Byun Soo Kyung langsung menelpon penyidik Kang.

Sesampai di lokasi tidak sengaja berjumpa dr Baek. Asistennya Jung Soo menjelaskan di unit 203 ada mayat wanita yang mati tidak wajar. Penyidik Kang menimpali bukannya dia yang kita cari. Jaksa Eun Sol nampak kesal dan sedih dilihat ekspresinya. Pas ke lokasi TKP, detektif Cha So Ho berkata bahwa dia pecandu obat lihat saja banyaknya suntikan. dr Baek dengan ketus menjawab dia bukan pecandu lihat saja bekas suntikan ya baru, memang dia tahu definisi pecandu. 

Di tempat forensik, jaksa Eun Sol mengobrol dengan Penyidik Kang menyayangkan kematian perawat yang ditunggu kesaksiannya sembari melihat proses otopsi. Detektif Cha So Ho datang membawa laporan bahwa ada bukti laporan Jang Il Nam mengirim uang ke perawat Byun Soo Kyung. 


Stellar Hwang berkata insulin. Setelah ditidurkan dengan obat propofol ia disuntik insulin. Dia hampir menipu pada ahli toksikologi. Asisten Jung Soo hanya menemukan lateks pada suntikan itu artinya pembunuh menggunakan sarung tangan. Jaksa Eun Sol recall ingatannya tentang lokasi TKP teringat bahwa kancing lengan perawat Byun Soo Kyung terbuka maka sang pelaku pasti melepaskan sarung tangan. Ia mencoba rekonstruksi dengan mengambil sarung tangan di lab mencoba membuka kancing kerah bajunya mengalami kesulitan pada akhirnya melepas sarung tangannya dan mencoba membuka kancing kerahnya lalu dihentikan oleh dr. Baek sebaiknya cukup menjelaskan lewat kata-kata. Tanpa disadari kerah bajunya terlalu ke bawah segera kembali dikancingkan oleh Jaksa Eun Sol. 

dr. Baek bilang jangan pulang dulu kepada Han Soo Yeon. Han Soo Yeon kesal kepada Jaksa Eun Sol andai ia pulang lebih cepat. Saat melakukan membubuhkan bubuk fluoresensi pada kain, membutuhkan sinar UV tuk melihat identifikasi sidik jari. dr Baek mengeluarkan sinar UV dari tas pinggangnya. Terdapat sidik jari meski tidak banyak dengan nada kesal membutuhkan waktu yang lama. Jaksa Eun Sol menanyakan pada dr Baek apa isi tas pinggang yang slalu dibawa kemana-mana. dr Baek ngacir sambil cuek kepadanya. Han Soo Yeon bilang bahwa tas itu berisi segalanya.


Saat akan pulang, jaksa Eun Sol mendapat panggilan telepon dari Choi Jadi Hwa perihal informasi terkait perawat Byun Soo Kyung. Ia meminta tuk bertemu keesokan harinya. Besoknya jaksa Eun Sol menemuinya di waktu bersamaan sidik jari sudah diketahui milik Choi Ja Hwa. Seketika scene diperlihatkan bagaimana cara pembunuhan perawat saat menyuntik insulin. Choi Ja Hwa juga membubuhkan racun pada kopi tuk jaksa Eun Sol. dr. Baek segera menghubungi Jaksa Eun Sol tapi tak ada jawaban. 


Komentar: maaf ya lama sinopsisnya sampai menahun bahkan drama ini sudah season kedua. 🙏🙏🙏

Imakyu. Designed by Oddthemes